Aqilah Azzahra, Presiden Direktur Dewaruci Kalsa Company

Jumlah dana bantuan “Trash to Cash” yang dikumpulkan oleh perusahaan siswa Ecopreneur 2017 Dewaruci Kalsa Company SDN Kaliasin I Surabaya menjadi yang terbanyak. Jumlah Rp 3.145.000.

Jumlah sebanyak itu didapat dari penjualan baju bekas layak pakai. Aqilah Azzahra, siswa kelas 5 dan presiden direktur Dewaruci Kalsa Company SDN Kaliasian I menjadi salah satu sosok penting dalam keberhasilan pencapaian perusahaan siswa sekolah yang dikepalai oleh Sujilah ini.

“Kami menggelar bazar amal penjualan baju bekas layak pakai di Taman Mundu Surabaya pada Sabtu (22/4) dan di Taman Bungkul Surabaya pada Minggu (23/4),” kata Aqilah Azzahra, yang juga kandidat puteri lingkungan hidup 2017 ini. Baju bekas layak pakai yang dijual di bazar itu berasal dari bantuan warga SDN Kaliasin I Surabaya.

Guru dan siswa eksekutif Dewaruci Kalsa Company bergantian tugas pada kedua bazar amal itu. Namun, Aqilah bersama Kepala SDN Kaliasin I Sujilah dan komisaris Dewaruci Kalsa Company Sutiana bertugas pada kedua pelaksanaan bazar amal itu. “Asyik bisa terlibat langsung pada dua kali pelaksanaan bazar amal ini,” kata Aqilah yang didampingi ibunya.

Aqilah saat aksi ngebor biopori di Novotel Surabaya, Jumat (28/4/2017)

Selama pelaksanaan Ecopreneur 2017, tentunya Aqilah tidak mau hanya sekedar menempel namanya pada struktur perusahaan siswa SDN Kaliasin I Surabaya sebagai presiden direktur. Dia pun melaksanakan tugas itu dengan kinerja yang luar bisa. Kinerjanya bahkan melebihi para siswa eksekutif perusahaan ramah lingkungan itu.

“Begitu tantangan mingguan Ecopreneur 2017 muncul secara online, kami langsung membahas realisasi yang akan diwujudkan oleh Dewaruci Kalsa Company. Nah, Aqila selalu mengawalinya dengan berdiskusi bersama siswa yang lain sebelum dibahas bersama guru. Komunikasinya dengan tim Ecopreneur Kalsa sangat bagus,” kata Sutiana.

“Tidak ada hari tanpa kegiatan lingkungan hidup di sekolah yang saya lalui selama pelaksanaan Ecopreneur 2017. Saya terbantu dengan realisasi proyek lingkungan hidup untuk Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2017, yaitu pengomposan,” kata Aqilah yang lahir pada 1 November 2005.

Aqilah saat bazar amal “Trash to Cash” di Taman Bungkul

Untuk persiapan bazar yang dilaksanakan hampir setiap akhir pekan di sekolahnya, Aqilah mengaku selalu terlibat persiapannya. “Saya juga menyiapkan produk daur ulang sampah non organik yang akan dijual. Diantaranya membuat dompet dan produk pemanfaatan tutup galon air mineral ini,” jelas Aqilah.

Siswa yang tinggal di Jalan Petemon Barat 83 Surabaya ini mengaku banyak mendapatkan pengalaman selama Ecopreneur 2017. Kegiatan yang berkaitan dengan pembinaan ke sekolah lain termasuk yang sangat berkesan bagi Aqilah, “Beragam pertanyaan dan omongan saya dapati saat sosialisasi ke sekolah lain. Ledekan dari siswa sekolah lain juga pernah saya dapati,” terang Aqilah. (ron)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.