Christiane Wasfy, GM Hotel Ciworld Surabaya “Diet Kantong Plastik”

Peduli lingkungan hidup harus dilakukan oleh setiap individu melalui aksi-aksi nyata setiap harinya. Aksi nyata itu pun bisa sederhana, yang bila dilakukan oleh banyak individu akan memberikan dampak luar biasa. Diantaranya, dengan menghindari penggunaan kantong plastik belanja yang umumnya sekali pakai.

Christiane Wasfy ialah sosok individu yang selalu menggunakan tas belanja non plastik. Perempuan yang lahir di Austria pada 24 November ini tidak sedikit pun merasa malu membiasakan diri membawa tas kain ketika berbelanja. Menurutnya, membawa tas belanja adalah aksi sederhana peduli lingkungan hidup dengan mengurangi sampah.

“Saya sering menjadi perhatian banyak orang dalam antrian saat berbelanja di supermarket di Surabaya. Yaitu ketika saya selalu menolak pemberian kantong plastik belanja yang diberikan secara gratis oleh kasir. Saya lebih memilih menggunakan tas belanja awet yang selalu saya bawa,” kata Christiane, yang juga general manager Ciputra World Hotel Surabaya.

Aksi nyata peduli lingkungan hidup bahkan sering dia lakukan ketika berdomisili di Bali beberapa tahun lalu. “Saya pernah membagikan gratis 2000 tas belanja non plastik yang awet kepada semua karyawan hotel di Bali. Saya juga pernah membagikannya ke para penjual toko dan warung di Bali,” terang Christiane yang pada 2012-2014 menjadi Environmental Chair of Bali Hotel Association.

Tas belanja non plastik yang dibagikan gratis kepada para penjual warung dan toko di Bali, selanjutnya diminta Christiane untuk juga dibagikan ke para pelanggan mereka. “Tas belanja itu harus digunakan setiap kali berbelanja di toko atau warung itu. Sampah kantong plastik jadinya bisa dikurangi volumenya,” tutur Christiane.

Saat di Bali, Christiane juga pernah mengajak hotel-hotel di Bali untuk bergabung dalam aksi bersih-bersih pantai. Pernah di Pantai Kuta, Pantai Seminyak dan Pantai Legian Bali. “Tidak hanya bersih-bersih dan mengumpulkan sampah dari pantai, peserta aksi juga diajak menghitung jumlah dari masing-masing jenis sampah non organik yang ditemukan di pantai,” jelas Christiane.

Jenis sampah yang dimaksud itu seperti bungkus permen, bungkus mi instan, kotak susu, sedotan, bungkus deterjen, puntung rokok, dan jenis-jenis sampah non organik lainnya. “Dari penghitungan yang kemudian di-online itu, kami dapati bahwa ternyata jenis sampah di Bali termasuk nomor dua terbanyak di dunia,” kata Christiane. (ron)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *