M Achmad Latif, Ketua OSIS “Penggiat Lingkungan” SMAN 14 Surabaya

Semua warga SMAN 14 Surabaya sudah pasti mengenalnya. Tidak hanya siswa dan guru, karyawan dan pesuruh sekolah sudah pasti mengenalnya. Dialah Muhammad Achmad Latif, penggiat lingkungan hidup “Adiwiyata” yang juga ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMAN 14 Surabaya.

Di bawah kepemimpinannya di dua organisasi sekolah tersebut, pengelolaan lingkungan hidup di sekolah yang berlokasi di Perumahan YKP IV Tenggilis Mejoyo Rungkut Surabaya ini berangsung-angsur membaik. Sudah tidak ada lagi sarana pengelolaan lingkungan hidup sekolah yang terbengkalai atau tidak terurus.

“Biasanya kami mengadakan kerja bakti bersama antara tim lingkungan hidup (Adiwiyata), OSIS dan majelis perwakilan kelas (MPK). Biasanya kami juga selalu mengadakan lomba-lomba lingkungan bersama, seperti kebersihan kelas. Anak Adiwiyata SMAN 14 juga kebanyakan pengurus OSIS dan MPK,” jelas Latif.

Ada belasan tong pengomposan rotari (putar), tong komposter aerob, keranjang pengomposan takakura, rumah kompos, rumah jamur, kolam ikan, green house, hidroponik, dan tabulampot yang sudah terawat dan lubang resapan biopori terjaga pengelolaannya. Sebelumnya, beragam fasilitas itu hanya menjadi monumen.

Tim lingkungan hidup SMAN 14 Surabaya mengoperasikan mesin pencacah di rumah kompos

“Selama bulan Mei 2017 ini, kami menargetkan bisa mengolah 1 ton sampah organik khususnya dedaunan. Sampah dedaunan itu kami giling terlebih dahulu dengan menggunakan mesin pencacah di rumah kompos sekolah agar lebih cepat proses pembusukannya menjadi kompos,” kata Muhammad Achmad Latif.

Untuk menjaga bahan baku pengomposan, yaitu sampah dedaunan, mereka bekerja sama dengan Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau Kota Surabaya. “Sudah empat pickup sampah daun dikirim ke sekolah oleh Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau dalam sepekan terakhir,” jelas Latif.

Dijelaskan oleh siswa yang tinggal di Jl Sidosermo 4 Gang XI nomor 40A Surabaya ini, bahwa saat ini timnya masih terus berusaha mengajak serta karyawan kebersihan sekolah agar terlibat aktif. “Seyogyanya pemilahan sampah daun langsung dilakukan saat menyapu halaman sekolah setiap harinya,” tutur Latif yang lahir di Surabaya pada 22 Januari 2000 ini.

Belasan tong komposter rotari (putar) juga sudah dimanfaatkan untuk mengisi penuh sampah daun yang sudah dicacah menjadi berukuran lebih kecil. Tong aerob, keranjang pengomposan takakura, rumah jamur dan green house juga sudah terus difungsikan seperti yang seharusnya. Pengelolaan sarana pengolahan sampah itu dilakukan oleh kelompok kerja yang sudah dibentuk, terkadang juga dilakukan bersama-sama.

Latif sangat berharap semua orang, khususnya warga SMAN 14 Surabaya lebih sadar menjaga lingkungan hidupnya. “Bukan hanya bisa berpangku tangan dan tidak peduli terhadap lingkungan sekitar. Sebab, lingkungan hidup tidak akan terjaga kelestariannya karena orang yang gak peduli,” kata Latif.

Latif menyampaikan bahwa setidaknya kepedulian itu dengan selalu membuang sampah pada tempatnya. “Dengan menghargai orang yang telah bersusah payah mengelola lingkungan hidup seperti petugas kebersihan sekolah, tukang sampah atau penyapu jalanan,” pesan Latif.

Sementara itu, Balda Warda, siswa anggota tim Adiwiyata SMAN 14 Surabaya, menilai Latif sebagai sosok yang mampu membangun semangat dari anak-anak agar mau terus bekerja. “Latif selalu punya ide-ide kreatif untuk membangun organisasi di sekolah ini. Dia sering mengajak anak-anak dengan cara menyenangkan. Termasuk untuk mengoptimalkan sarana pengolahan sampah di sekolah,” kata Balda.

Senada dengan Balda, Waka Sarana dan Pembina Adiwiyata SMAN 14 Surabaya Enny Yuniwati, mengatakan salut dengan kinerja tim Adiwiyata sekolah dan juga OSIS di bawah kepemimpinan Latif. “Program pengelolaan lingkungan hidup di sekolah lebih baik akhir-akhir ini,” ujar  Enny Yuniwati. (ron)

 

2 tanggapan untuk “M Achmad Latif, Ketua OSIS “Penggiat Lingkungan” SMAN 14 Surabaya

  • Oktober 2, 2018 pada 22:15
    Permalink

    Bagus sekali prestasi SMA Negeri 14 Surabaya sebagai Sekolah Adiwiyata

    Balas
  • Agustus 31, 2019 pada 11:00
    Permalink

    Nama:Enise zahra denisa ramadhani
    Sekolah:sdn banyu urip 3/364
    Calon peserta pangput nomer urut 16

    Semoga sukses ya

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *