Adopsi 4 RT dan 4 SD, Capaian SDN Ngagel Rejo III Bukan Soal Laba

Sebagai sekolah pemula yang baru mengikuti program wirausaha lingkungan atau biasa disebut Ecopreneur, SDN Ngagel Rejo III tidak menyia-nyiakan peluang emas yang datang saat diberikan tawaran untuk menggelar stan pameran produk unggulan Ecopreneurnya di ajang Jaga Bumi. Momen tersebut menjadi kesempatan emas untuk promosi produk karena mereka bertemu langsung dengan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.

Dalam pencapaian Ecopreneur perusahaan siswa sekolahnya, Dyah Mutiara, guru pembina lingkungan ini mengatakan bahwa mereka mempunyai semangat dan motivasi yang luar biasa untuk menjalani Ecopreneur. Mulai dari modal yang berasal dari pengumpulan sampah botol plastik dan kardus kemudian dijual mendapatkan sebesar Rp. 60.000. “Modal itu yang kami gunakan untuk memproduksi produk olahan minuman berupa sinom dan sirup rosella,” ujar Dyah.

Selama 10 minggu realisasi program Ecopreneur, keuntungan yang besar bukan menjadi target sekolah yang berada di Jalan Bratang Wetan I Nomor 16. Hal ini terlihat dari dalam kurun waktu tersebut mereka hanya 4 kali penjualan secara langsung, 2 kali bazar di dalam sekolah dan 4 kali bazar di luar sekolah saat diundang dalam beberapa kegiatan seperti pameran festival sekolah, peringatan hari autis dan forum diskusi inklusi.

Dari intensitas penjualan yang mereka lakukan sebesar Rp. 480.000 laba atau keuntungan yang mereka peroleh. Menariknya, guru pengajar inklusi ini menjelaskan bahwa yang menjadi targetnya adalah mengajarkan anak-anak sebuah proses kompetisi program lingkungan yang diselenggarakan Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya. “Sebenarnya bukan labanya, tapi prosesnya mulai dari animo realisasi tantangan periodik, aksi-aksi lingkungungan tambahan seperti pengomposan akan membuat mereka semakin peka dan peduli lingkungan,” imbuh Dyah.

Luas area sekolah yang terbatas membuat perusahaan siswa bernama Ngagel Rejo III  Student Company ini menggerakkan warga sekolahnya untuk menambah jumlah tanaman di sekolah. Hasilnya, sebanyak 7 tanaman terong dan 15 tanaman hias ditanam dan disebar di sekeliling sekolah. “Kedepan kami sudah siap-siap untuk membuat tanaman hidroponik, menjadikan hidroponik sebagai media pembelajaran dan mengajak mereka untuk makan sayuran yang sehat,” pungkas Dyah kepada Tunas Hijau.

Animo besarnya semangat mereka dalam kegiatan lingkungan membawa mereka untuk melakukan adopsi kampung sebanyak 4 RT dan 4 sekolah diantaranya SDN Ngagel Reji I, SDN Ngagel Rejo V, SDN Ngagel Rejo VII dan SDN Jagir I. “Saat adopsi kampung, kami mengajak warga untuk membuat lubang resapan biopori, sebelum itu mereka juga kami ajak untuk melakukan kegiatan bersih kampung atau gotong royong bersama,” cetus mantan guru SDN Airlangga I.

Momen yang tidak bisa mereka lupakan adalah saat menggelar bazar untuk kali pertama di sekolah, pasalnya sekolah tersebut memang belum sekalipun menggelar adanaya bazar penjualan produk-produk oalahan sendiri. “Jadi waktu kali pertama menggelar bazar itu, masih terlihat canggung, kaku karena masih beradaptasi, begitu sudah mulai cair, hasilnya adalah es sirup rosella menjadi produk olahan paling laris dibandingkan dengan sinom,” ujar Sutrisno, kepala SDN Ngagel Rejo III.

Rencana kedepannya, perusahaan siswa ini ingin fokus pada beberapa pengembangan program lingkungan seperti pengelolaan hidroponik yang dibuat lebih besar dimensinya, lebih giat mengajak anak-anak untuk mengolah sampah organik jadi kompos dan mengembangkan sirup rosella agar bisa menjadi produk utama di kantin sekolah. “Sirup rosella ini dipilih karena di taman TOGA kami terdapat banyak rosella, beberapa tanaman TOGA lain yang menjadi bahan baku produk kami adalah kunyit untuk sinom,” ucap Dyah. (ryn)

Keterangan Foto : Perusahaan siswa SDN Ngagel Rejo III Surabaya foto bersama saat selesai menggelar bazar pertama kali di sekolah dengan menjual produk unggulan olahan minuman es sinom dan es sirup  rosella.

3 tanggapan untuk “Adopsi 4 RT dan 4 SD, Capaian SDN Ngagel Rejo III Bukan Soal Laba

  • Mei 31, 2018 pada 14:11
    Permalink

    Kalau semua sekolah punya semangat seperti SDN Ngagel Rejo 3 tentu kegiatan lingkungan akan cepat menyebar bagaikan virus yang membawa kebaikan. Sekolah akan tamoak hidup, anak-anak kreativitasnya terwadahi.
    Semoga tetap semangat membumikan kepekaan terhadap lingkungan dan sosial

    Bravo Ngagel Rejo 3
    Salam Bumi Lestari

    Balas
  • Mei 31, 2018 pada 14:15
    Permalink

    Selamat datang sdn ngagel rejo 3 di aksi candra dimuka ecopren dan eco2 yg lain dari tunas hijau indonesia meski masih baru tp menurut saya gebrakan sekolah anda sudah luar biasa sdh sejajar dgn sekolah2 lain yg sdh lebih dulu eksis namun bagi saya capaian ini terasa sangat beda meski masih baru eksis tp sdh bisa adopsi 4 RT amazing terus kembangkan di segala tempat agar semangat Cinta lingkungan hidup sekolah sdh bisa menjadi tonggak jaga bhumiku indonesia jaya…selamat dan sukses buat pembina LH dan para kadernya.terima kasih

    Balas
  • Mei 31, 2018 pada 16:37
    Permalink

    Ngagel Rejo III Student Company baru berkiprah di Surabaya Ecopreneur namun semangat dan antusiasnya luar biasa. Pendidikan karakter juga diutamakan dalam mengembangkan bisnis ecopreneur yang bermuatan lingkungan. Berbisnis sambil melestarikan lingkungan namun tetap menerapkan pendidikan karakter. Bu Dyah Mutiara tetaplah berkiprah tuk masa depan bumi dan generasi pahlawan lingkungan.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.