Afiq Hakim, Guru Olahraga Pejuang Lingkungan Hidup SDN Babatan IV

Sosialisasi di hadapan ibu-ibu PKK pada peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2018 menjadi momen yang tidak bisa dilupakan oleh sosok guru yang satu ini. Momen tersebut adalah saat dirinya menggunakan pengeras suara menghimbau agar tidak membuang sampah popok bayi ke bantaran sungai.

Pesan untuk tidak membuang sampah sembarangan utamanya popok bayi mendapat respon yang positif dari ibu-ibu PKK setempat. Dikenal sopan, humoris dan pekerja keras, sosok guru inspiratif ini ialah Afiq Hakim Mujtahidin, guru olahraga SDN Babatan IV Surabaya yang juga menjadi guru pembina lingkungan.

“Ibu-ibu PKK banyak rempongin saya saat sosialisasi lingkungan. Saat kami ke Pasar Babatan untuk grebek pasar bersama anak-anak dan sosialisasi pengurangan plastik kemasan juga mendapat respon positif dari pedagang dan pembeli,” ucap Afiq Hakim Mujtahidin.

Bagi Afiq yang sudah 10 tahun menjadi guru, mengabdikan diri untuk lingkungan adalah panggilan hati dan wujud rasa syukur atas nikmat dan karunia yang dilimpahkan Tuhan Yang Maha Esa.

“Perlu kita sadari bahwa lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama. Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan menjaga lingkungan hidup kita,” imbuhnya. Atas dasar ini, guru kelahiran Kota Reog Ponorogo ini totalitas dalam membangun karakter warga sekolah agar peduli dan ramah lingkungan.

Pembiasaan adalah poin utama yang menjadi sasaran guru, yang juga seorang instruktur renang ini. Beragam program lingkungan kemudian disusun sebagai medianya. Diantaranya adalah TEMAN BATMAN (tempat makan dan minum Babatan nol sampah plastik). Ada juga  program 5S (Saya mengambil, saya memakai, saya mencuci, saya mengembalikan, dan saya menyumbang). Ada juga pemilahan sampah kertas.

“Dengan program pembiasaan tersebut, saya mengajak guru-guru yang lainnya untuk berpartisipasi dan mengawal terealisasinya program pembiasaan itu. Bila berhasil, indikatornya adalah perubahan karakter yang bisa membuat nama sekolah menjadi lebih dikenal,” ujar Afiq.

Tidak hanya guru, secara perlahan Afiq juga mengundang walimurid untuk ikut serta mendukung program pembiasaan dan mengharapkan dukungannya untuk tetap dijalankan di rumah.

Budidaya tanaman okra dan pemanfaatan limbah kain perca untuk dijadikan keset juga dilaksanakan. “Budidaya tanaman okra dan pembuatan keset ini disiapkan untuk menjadi program ikonik di sekolah,” ujar guru yang lahir pada 11 Juni 1987 ini. Warga sekolah dilibatkan aktif dalam budidaya okra dan produksi keset daur ulang.

Pendekatan personal, sosialisasi terus menerus, dan kampanye lingkungan merupakan tiga kunci cara yang dilakukan untuk mengajak orang lain untuk berpartisipasi dalam program lingkungan hidup.

Termasuk saat mengajak walimurid untuk berpartisipasi dalam kegiatan lingkungan di sekolah. “Tidak hanya sekedar mendukung anak-anaknya berkegiatan, tetapi ikut turun serta membantu anak-anak dan terlibat aktif pada kegiatan lingkungan di sekolah, seperti bersih-bersih Pantai, grebek pasar dan pembuatan keset,” ucapnya.

Lulusan S1 Penjaskesrek Universitas Negeri Surabaya ini juga berharap bisa menjadikan SDN Babatan IV sebagai School Industry pembuatan keset. Dirinya bekerjasama dengan orang tua dan penjahit sekitar sekolah untuk pengadaan bahan baku limbah kain perca. Lebih banyak siswa juga diajak dalam pembuatan keset ini. Termasuk pemasaran melalui media sosial maupun sosialisasi di kampung.

Wali murid juga aktif dilibatkan budidaya okra. “Kami mengajak wali murid untuk aktif menanam bibit tanaman okra di rumah. Budidaya okra menjadi gerakan warga SDN Babatan IV di rumah masing-masing,” ujar guru yang tahun lalu berkesempatan liburan gratis di Bali berkat konsistensinya pada lingkungan. (*)

Penulis: Anggriyan Permana

Penyunting: Mochamad Zamroni

18 tanggapan untuk “Afiq Hakim, Guru Olahraga Pejuang Lingkungan Hidup SDN Babatan IV

  • Mei 24, 2018 pada 07:45
    Permalink

    Lihat namanya saja “Mutajhidin” tentu saja sesuai namanya Mujtahid = Sang Pembaharu, Pak Afiq sosok yang tidak mudah menyerah. Memang orangnya kalem tidak banyak bicara, tapi kemauan untuk belajar sangatlah luar biasa, meskipun mendapat tantangan yang berat, beliau selalu maju dan maju sebagai seorang Mujtahid, Sang Pembaharu yang dapat mengambil keputusan dengan tepat. Memang Anda layak dapat bintang Bung Afoq

    Balas
  • Mei 24, 2018 pada 07:51
    Permalink

    ‘Semangat pembinanya, keren programnya itulah SDN Babatan IV’
    Pak Afiq yang penuh semangat & antusias dalam mengaplikasikan program-programnya. Mulai kepada peserta didik, guru-guru, wali murid, keluarga di rumah, bahkan ibu-ibu PKK, & warga sekitar. Keren banget dengan program: ^Teman Batman^, 5 S, mewujudkan sekolah menjadi ‘School Industry’! ☺???

    Balas
  • Mei 24, 2018 pada 07:55
    Permalink

    Pak Afiq adalah sosok tauladan lingkungan yang pantas mendapatkan gelar The best Ecoteacher 2018 dengan segala kegiatan yang digalakannya dirasakan oleh lingkungan sekolah. Seluruh warga sekolah kini semakin sadar dan peduli terhadap lingkungan

    Balas
  • Mei 24, 2018 pada 08:11
    Permalink

    Kalo bicara sdn babatan 4 rasanya tidak asing lg bagi kami guru sdn bubutan 4 karena mantan ks saya bapak sastro jg pernah jadi atasan beliau mohon maaf kalo saya salah, menurut pak sastro pak afiq itu orangnya pegiat lingkungan hidup pekerja keras dari babatan 4 beliau ini jg sang motivator bagi rekan2nya tentunya karena kegigihan beliau dan dengan dukungan warga sekolahnya dgn tepak batmannya pernah meraih prestasi untuk pangputnya. Saya berharap di setiap sekolah SBY secara menyeluruh muncul pejuang2 LH spt pak afiq dan saya bangga nampaknya yg ada di grup ecopreneur banyak juga pejuang2nya spt pak janny, bu indah, bu tyas dan banyak yg tidak saya sebut satu persatu dan yg penting SDN BUBUTAN 4 punya super hero Pembina dan pegiat LH serta penggiat hidroponik yaitu mas imam subroto trima kasih.

    Balas
  • Mei 24, 2018 pada 08:33
    Permalink

    Semangat & terus berkarya pak Guru demi kemaslahatan ummat!
    Tanaman2 kebaikan jnengan akan berbuah manis di akhirat kelak.. ?

    Salam dr Kluarga Ponorogo ?

    Balas
  • Mei 24, 2018 pada 08:34
    Permalink

    Terima kasih Tim Tunas Hijau lndonesia
    Terima kasih para Pembina
    dan terima kasih pada seluruh penggiat lingkungan di kota Surabaya

    Kami masih perlu banyak belajar dari para Senior
    agar kegiatan lingkungan bukan hanya sekedar slogan namun lebih pada budaya dan kebutuhan
    Semoga tetap bisa istiqomah Amin??

    Terima kasih Untuk Almarhum Bapak Suyono Ayah saya yang 2 tahun lalu telah wafat, Beliau mengabdikan hidupnya sebagai seorang petani di desa Coper kec.Jetis Kabupaten Ponorogo

    Tidak ada kata malu jika orangtua kita seorang petani,
    Kita harus bangga menjadi anak seseorang yang memberi manfaat bagi orang banyak karena hasil buminya…

    Selain orang Tua dan guru, ada satu sosok lagi bentuk pahlawan tanda jasa di dunia ini. Keberadaannya kini cenderung dikesampingkan dan semakin terlupakan. Siapakah dia?
    Ya, dia adalah PETANI.

    Petani adalah sosok yang jauh lebih pantas ditempatkan setelah orang tua dan guru. Hal ini tak lepas dari besarnya jasa dan pengorbanan yang telah mereka berikan. Benarkah?
    Tak dapat dipungkiri kalo jasa petani itu amat besar bagi makhluk di dunia ini.

    Petani berjasa dalam menyediakan bahan pangan bagi masyarakat.

    Sungguh amat mulia sosok petani ini, di era materialistik dan individualistik ini masih ada sekelompok orang yang masih memikirkan kehidupan orang lain. Memikirkan agar orang lain masih bisa makan dan bertahan hidup.

    Hidup Petani 1ndonesia

    ??

    Balas
  • Mei 24, 2018 pada 08:40
    Permalink

    Pak afiq memang layak dinobatkan sebagai ecoteacher terbaik 2018,karena semangatnya kini semua anggota sekolah tertularkan jiwa kepedulian lingkungan, yang awalnya masa bodoh dengan lingkungan kini semua paham dan ikut serta menjaga,karena kalau bukan kita…siapa lagi?

    Balas
  • Mei 24, 2018 pada 08:43
    Permalink

    Salam Bumi Lestari, Maju terus pak semoga apa yg pak afiq usahakan membuahkan hasil. Semoga sukses selalu

    Balas
  • Mei 24, 2018 pada 09:00
    Permalink

    Lingkungan adalah tanggung jawab bersama, namun tanpa seorang penggerak dalam suatu komunitas hal tsb hanya akan mjd sebuah wacana. SDN Babatan IV bersyukur mempunyai Pak Afiq sbg penggerak roda kegiatan lingkungan?.
    Semangat membara dlm diri Pak Afiq di setiap kegiatan lingkungan mampu membakar asa setiap anggota sekolah untuk menjadikan SDN Babatan IV mjd “Zero Waste School” dengan orientasi sekolah tanpa sampah demi bumi yg lbh indah. Setiap program baru yang dicetuskan Pak Afiq sangat ruarrrr biasa???
    Program BaTMan membuat anak2 semakin sehat dan mengurangi smpah sekolah. Program KaCa juga mmpu mengurangi limbah sampah kain perca yg banyak dimiliki warga babatan IV sehingga limbah kain tsb mnjd bermanfaat dan memiliki nilai jual. Semoga ke depannya ide-ide cemerlang Pak Afiq terus berkembang dan melahirkan program-program kekinian yg Joss.
    Go Pak Afiq…??. Suksesss selaluu ?

    Balas
  • Mei 24, 2018 pada 09:33
    Permalink

    Semangat yang luar biasa, semoga bisa terus istiqomah ya bapak afiq. Mari sama-sama berproses untuk lingkungan, khususnya untuk anak-anak didik kita.

    Balas
  • Mei 24, 2018 pada 11:25
    Permalink

    Pak afiq memang guru SDN babatan 4 yang konsisten dengan program lingkungan yang ada di SDN babatan 4 dengan ecopreneur bazar tepak makan hidroponik biopori …semangat untuk pak afiq

    Balas
  • Mei 24, 2018 pada 11:28
    Permalink

    Pak afiq adalah sosok yg totalitas tanpa batas untuk pejuang lingkungan program2nya cukup cetar membahana sehingga anak2 semakin semangat untuk menjaga lingkungan babtan 4 utk ttp bersih dan bebas sampah….SDN BABATAN 4 JAYA JAYA LUAR BIASA…

    Balas
  • Mei 24, 2018 pada 14:55
    Permalink

    Alhamdulillah perjuangan yang sungguh luar biasa Kang Afiq dalam membina siswa untuk peduli terhadap lingkungan. Berbagai kreasi dan inovasi telah dilakukan untuk menggerakan berbagai elemen sekolah agar peduli terhadap lingkungan. Sukses terus Kang Afiq…We are proud of you…go green…

    Balas
  • Mei 24, 2018 pada 21:46
    Permalink

    Saya sebagai salah satu wali murid SDN Babatan IV benar-benar salut kepada beberapa guru yang sangat berperan aktif dalam program2 yang berkaitan dgn lingkungan hidup, seperti bu Eka Arista, bu Sugiarti, bu Aswatik, bu Nikmah, dll dan terutama pak Afiq Hakim ini. Beliau selalu penuh semangat, tidak kenal lelah dan sangat totalitas dlm menghimbau dan memberi arahan semua pihak di SDN Babatan IV dan lingkungan sekitarnya utk lebih peduli sesama dan peduli lingkungan hidup. Beberapa prestasi sdh berhasil diraih SDN Babatan IV berkat kerjasama yg solid antara pak Afiq sebagai koordinator, guru2, siswa-siswi, dan wali murid SDN Babatan IV. Semoga kedepannya SDN Babatan IV semakin jaya luar biasa.
    #Salam Bumi Lestari#

    Balas
  • Mei 25, 2018 pada 07:28
    Permalink

    Sungguh hebat luar biasa.seorang guru olah raga yang mau peduli terhadap lingkungan . Perlu di acungi jempol. dan berhak mendapat sebut pahlawan lingkungan .semangatmu akan menjadi suritauladan bagi kita dan anak didikmu serta masyarakat luas.kobarkan semangat jiwa kepahlawanan

    Balas
  • Mei 25, 2018 pada 18:07
    Permalink

    Semangat, maju terus pantang mundur… Salam hijau.. You’ll never walk alone

    Balas
  • Mei 25, 2018 pada 18:07
    Permalink

    Sangat tepat bila saya menyebutnya pahlawan lingkungan. Sikap peduli terhadap lingkungan sangat dibutuhkan sekali untuk kelestarian bumi tercinta. Beruntunglah SDN Babatan IV memiliki sosok guru yg penuh tanggung jawab dan kreatif dalam usaha melestarikan lingkungan.
    Semangat terus Pak Afiq… Semoga dgn tauladan yg baik membuat anak2 bangsa semakin tergerak hatinya untuk ikut melestarikan bumi kita tercinta…

    Balas
  • Mei 27, 2018 pada 22:25
    Permalink

    Terima Kasih Pada Sahabat Semua
    Semoga ini tidak menjadikan kami Takabbur

    Namun harus menjadikan kami lebih Amanah dalam mengemban tanggung jawab
    Dan Selalu bisa Istiqomah dalam nenyebarkan virus Kebaikan Amiin

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *