Ahmad Sya’roni, Komisaris Utama Eco Spensix Student Company

Program wirausaha lingkungan hidup Ecopreneur yang digagas oleh Tunas HIjau bersama Pemerintah Kota Surabaya menurut sosok ini merupakan bentuk pendidikan entrepreneur. Ecopreneur ini akan menjadi jalur baru bagi siswa untuk menggali potensi dalam berkreasi dan berinovasi.

Menurut pandangannya, siswa akan mempunyai jiwa eksplorasi untuk mencari peluang dan berani mengambil resiko untuk mencoba hal-hal baru. “Termasuk ide untuk mengoptimalkan potensi lingkungan hidup sekolah dan sekitarnya,” kata Ahmad Sya’roni, kepala SMPN 6 Surabaya yang juga komisaris utama Eco Spensix Student Company SMPN 6 Surabaya.

Sosok ini dikenal memiliki karakter visioner dan konstruktif. Di tahun pertamanya sebagai kepala sekolah yang belokasi di Jalan Jawa Surabaya ini memang mempunyai antusiasme tinggi terhadap lingkungan hidup. Pria kelahiran 2 Agustus 1968 ini membuat gebrakan dengan merevolusi sarana lingkungan yang sebelumnya mangkrak di sekolah.

Seolah menemukan chemistry dengan guru pembina lingkungan hidup yang baru didatangkan di sekolahnya, Eka Fadiyah Wati, beragam sarana pengelolaan lingkungan hidup dioptimalkan di sekolahnya. Tong komposter aerob, keranjang komposter, hidroponik dan pembuatan lubang resapan biopori langsung direalisasikan.

Sarana lingkungan hidup yang semula hanya menjadi onggokan barang tak terurus, layaknya museum, sudah tidak tampak lagi di sekolah yang sebelumnya dikenal hanya berprestasi di bidang non lingkungan hidup ini.

Sosok yang dikenal bertanggung jawab ini juga dikenal suka memberikan contoh dan teladan bagi tim lingkungan hidup sekolah yang sudah lama mati suri mulai bangkit kembali. “Saya mencoba mematahkan image bahwa siswa SMPN 6 tidak bisa diajak serius mengurusi lingkungan hidup. Kini, secara perlahan dan pasti, Eco Spensix SMPN 6 Surabaya diperhatikan warga sekolah dan masyarakat luas,” katanya.

Menurutnya, pendidikan  tidak bisa hanya mengunggulkan siswa hanya dalam satu bidang studi saja, yang biasanya disimbolkan dalam angka kuantitatif tanpa disertai penjelasan makna. Ecopreneur ini justru akan lebih mendukung siswa untuk mengembangkan pontensi diri yang dibutuhkan di era sekarang.

Proses membentuk kemandirian siswa perlu dibentuk agar mereka dapat melihat, mencari, mengelola dan menciptakan peluang. “Anak-anak perlu diajak mengembangkan ide-ide inovatif yang dapat diterima orang lain. Mereka perlu diajak menemukan dan mengkomunikasikan ide itu disertai  kejujuran, tanggung jawab dan kepekaan terhadap kebutuhan orang lain,” ujar Sya’roni.

Membekali siswa dengan semangat mengambil resiko dan keterampilan-keterampilan untuk memecahkan masalah nyata dalam kehidupan perlu dilakukan. Caranya, dengan mengajarkan dan melatih siswa dalam program pendidikan wirausaha sejak dini, maka di masa yang akan datang akan lahir para wirausahawan muda yang berkarakter.

Bagi Eka Fadiyah Wati, guru pembina lingkungan SMPN 6 Surabaya, kepala sekolahnya adalah sosok yang istimewa. Hanya dalam kurang dari setahun, sejumlah gebrakan lingkungan hidup dibuat berupa kebijakan maupun teladan untuk ikut kegiatan bersama dengan siswa kader lingkungan. “Tidak hanya kader lingkungan saja, gudepdepan pramuka juga diarahkan untuk menjadi gugusdepan ramah lingkungan,” ujar Eka Fadiyah.

Kebijakan yang pro lingkungan adalah kebijakan untuk pengurangan penggunaan plastik kemasan sekali pakai di kantin. “Salah satu yang paling berasa kebijakannya adalah realisasi kantin zero waste. Jadi, anak-anak harus membawa tempat makan dan minum sendiri. Selain itu, bapak juga merombak taman depan sekolah agar pedagang kaki lima tidak punya akses untuk berjualan di depan sekolah,” ujar Eka Fadiyah. (*)

Penulis: Anggriyan Permana

Penyunting: Mochamad Zamroni

4 tanggapan untuk “Ahmad Sya’roni, Komisaris Utama Eco Spensix Student Company

  • Mei 21, 2018 pada 09:10
    Permalink

    Mantaaap pak Roni, goodjobs uk Komisaris Eco Spensix yg membawa semangat hidup dan bankit kmbali uk Lingkungan srkitar

    Balas
  • Mei 21, 2018 pada 09:31
    Permalink

    Kereeennnnn…..Pak Ahmad. gayanya itulho yang bikin oke……..coba kalau semua Kepala Sekolah punya andil besar dalam memberikan kontribusi pada lingkungan maka bayak anak-anak didik yang lebih peduli kepada lingkungan, terutama di sekolah. Semoga sukses pak Ahmad.

    Balas
  • Mei 21, 2018 pada 22:49
    Permalink

    Saya salut buat bapak ahmad syaroni sebagai pelopor dan pegiat lingkungan di sekolahnya, dengan semangat dan kepeduliannya bapak berhasil membuat perubahan di sekolah dan berprestasi dalam lingkungan hidup terutama pada jiwa wira usaha siswa, sangat susah lho pak seperti bapak ini dengan berbagai karakter yang berbeda tapi bapak sanggup membuat karakter berbeda menjadi berpestasi salut dan angkat topi buat bapak ahmad saroni…insya allah prestasi bapak menginspirasi dan memacu saya untuk lebih giat dan berprestasi buat sekolah saya…insya allah

    Balas
  • September 28, 2019 pada 20:32
    Permalink

    Waaaah… kereeen~!!!

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *