Andajani, Komisaris The Asoka Student Company

Beragam program lingkungan hidup berkelanjutan terus dilaksanakan Si Cilung Spenforty, tim lingkungan hidup SMPN 40 Surabaya. Tidak hanya melalui program Surabaya Eco School, tapi juga melalui program wirausaha lingkungan hidup sekolah – Ecopreneur. Mereka juga pantang lalai membuat artikel laporan kegiatan melalui media sosial yang mereka kelola.

Ialah Andajani, guru Bahasa Indonesia sekolah yang berlokasi di Jalan Bangkingan VIII/8 Surabaya ini, yang seolah tanpa lelah membina pada kader lingkungan hidup sekolah ini tetap semangat. Baginya, lelah dan kebosanan dilarang hinggap dalam kesehariannya sebagai pembina lingkungan hidup SMPN 40 Surabaya.

Merasa lelah dan bosan adalah manusiawi dan menjadi musuh utama dalam bergiat lingkungan hidup. “Lelah dan bosan dalam bergiat lingkungan hidup bisa dilawan dengan selalu mengajak, memotivasi, dan menggali potensi anak-anak didik tim lingkungan untuk melakukan terobosan-terobosan baru,” terang Andajani.

Menurut Andajani, kebosanan bisa diperangi dengan keyaninan untuk mengoptimalkan potensi kader agar berprestasi. “Contohnya, tahun ini ketua tim lingkungan hidup SMPN 40 Surabaya Si Cilung Spenforty lolos seleksi pertukaran pelajar Surabaya ke Busan, Korea,” tutur Andajani, yang juga komisaris the Asoka Student Company SMPN 40 ini.

Prestasi itu merupkn kebanggaan yang menghapus segala rasa bosan dan letih. “Prestasi itu juga menghapus suara miring tentang kegiatan lingkungan yang melulu soal sampah. Begitu pun dengan penyakit pribadi yang lainnya,” kata guru yang pernah mendapatkan penghargaan Eco Student (Junior) of the Year dari Walikota Surabaya Tri Rismaharini ini.

Baginya, mendidik kader lingkungan hidup bukan mendidik siswa, tetapi mendidik anak sendiri. “Mendidik kader lingkungan hidup harus dilakukan dengan sepenuh hati, jiwa, raga, waktu, tenaga dan pikiran dicurahkan,” tambahnya. Baginya, mereka kelak harus bisa membanggakan orang tua, lingkungan dan masyarakat sekitar pada umumnya.

Saat ini, di bawah binaannya, Si Cilung Spenforty mengukuhkan diri sebagai sekolah produsen kompos dengan kapasitas lebih dari 1 ton. Olahan tanaman bunga asoka menjadi makanan dan minuman juga terus dilakukan timnya. Tidak terkecuali dengan eksistensi kantin sekolah tanpa kemasan makanan dan minuman sekali pakai.

Yang terbaru dari program lingkungan hidup kami adalah upaya menggalakkan budidaya tanaman pertanian dengan hidroponik. “Kami juga menghidupkan kembali bank sampah. Kami juga sedang bereksperimen untuk peluncuran produk sabun dari olahan tanaman bunga asoka,” jelas Andajani. (*)

Penulis: Mochamad Zamroni

7 tanggapan untuk “Andajani, Komisaris The Asoka Student Company

  • Mei 19, 2018 pada 08:20
    Permalink

    Alhamdulillah..bu Andayani terus berkarya..
    Semangat..pejuang lingkungan sejati…

    Balas
  • Mei 19, 2018 pada 08:25
    Permalink

    Seharusnya begitulah. Begitulah kewajiban sebagai Komisaris sebuah perusahaan yang berwawasan lingkungan harus banyak meluangkan waktu untuk kemajuan perusahaan ecopreneur.

    Balas
  • Mei 19, 2018 pada 08:39
    Permalink

    Salut saya pada bu andayani, dengan sepak terjangnya beliau meski seorang ibu guru dan ibu rumah tangga beliau masih sempat2nya ngopeni dan mempelopori khususnya dalam hal lingkungan hidup, maka menurut saya pantaslah bu andayani sebagai sosok panutan baik di sekolah maupun untuk kota sby sebagai pendekar lingkungan hidup mudah2an sepak terjang dapat menginspirasi semua khususnya, diam2 saya jg mengagumi dan meniru jejak bu andayani dan alhamdulillah kepala sekolah saya bapak sastro mempercayakan semua amanah kegiatan lingkungan hidup sebagai pembina dan pegiat LH kepada saya di SDN BUBUTAN 4 dan saya siap dan ikhlas untuk menjalaninya sebagai ibadah yg barokah manfaat..aamiin (mas imam subroto ditunjuk sbg koordinator eco school eco preneur, pengelola taman hidroponik dan sbg pembina gudep sby 03.033)

    Balas
  • Mei 19, 2018 pada 10:20
    Permalink

    Maturnwun sanget Bu Dwi Murwanti, Pak Janny M, Pak Imam Subroto, atas apresiasi & motivasinya. Apa yg saya lakukan tidak jauh beda dg yg panjenengan-panjenengan lakukan. Kita sama-sama berjuang untuk menggali potensi, membentuk karakter, mendidik jiwa, membekali dg life skill, para bocah generasi penerus bangsa agar kelak mereka mampu menjadi pribadi yg tangguh siap menghadapi tantangan hidup dlm kehidupan, namun tetap peduli pd lingkungan dan mengedepankan akhlakul karimah.

    Balas
  • Mei 19, 2018 pada 10:47
    Permalink

    Sami2…Bu yani no wa nya brp trims…barangkali saya mau share lebih mudah menghubunginya…matur nuwun

    Balas
  • Mei 19, 2018 pada 12:21
    Permalink

    Semangaaat dan sukses sll uk bu Andayani selaku komisaris si cilung. Berkarya, berkreasi dan peduli lingkungan sll.
    Sukses uk tim ecopreneur si cilung,,,,,

    Balas
  • April 4, 2021 pada 13:40
    Permalink

    Salam kenal bu andayani

    Nevan punya proyek langka bu tanaman jeruk kingkit, mungkin diperbolehkan sharing tntang pembibitan yang baik dan sosialisasi manfaat tanaman jeruk kingkit

    Nevan azka fiardy
    Sdn kaliasin 1 surabaya
    No peserta 93

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *