Hari Keanekaragaman Hayati Internasional, Apa Aksimu?

Selamat Hari Keanekaragaman Hayati Internasional (International Day for Biological Diversity) 22 Mei. Beragam kegiatan lingkungan hidup dilakukan sekolah untuk memperingati peringatan yang ke-25 ini. SMPN 6 Surabaya, misalnya. Dengan Eco Spensix-nya, tim lingkungan hidup sekolah, mereka panen perdana sayuran hidroponik di atap sekolah.

Sekolah yang berlokasi di Jalan Jawa Nomor 3 Surabaya juga menggelar donasi pakaian bekas layak pakai untuk ditukar pohon. 1 pakaian layak pakai = 1 pohon. Pohon tersebut akan disumbangkan kepada masyarakat di sekitar untuk dirawat.

SMPN 11 Surabaya tidak mau ketinggalan. Tim lingkungan sekolah yang berlokasi di Jalan Sawah Pulo ini juga akan membagikan ratusan bibit tanaman produktif untuk masyarakat kampung yang mereka adopsi.

Tidak banyak yang memahami pentingnya keanekaragaman hayati. Memahamkan hal ini juga tidak mudah. Penyebabnya, manusia cenderung menilai sesuatu berdasarkan manfaat langsung atau nilai lebih yang dapat diambilnya.

Contohnya, banyak orang yang tidak peduli dengan musnahnya harimau jawa atau semakin menurunnya populasi badak bercula satu. Orang tidak lagi peduli dengan pepaya lokal dan lebih menyukai pepaya bangkok yang memiliki daging buah yang lebih tebal dan tekstur yang relatif keras atau padat.

Keanekaragaman hayati sesungguhnya memiliki banyak manfaat langsung atau tidak langsung. Keanekaragaman hayati juga mempengaruhi kesejahteraan manusia. Manfaat tersebut antara lain sebagai berikut :

MANFAAT KEANEKARAGAMAN HAYATI SECARA LANGSUNG

  1. Tanaman sebagai sumber pangan utama (karbohidrat). Contohnya : padi, jagung, ubi, singkong, dan sagu.
  2. Hewan sebagai sumber pangan (protein). Contohnya : sapi, kerbau, kambing, domba, rusa, kelinci, beberapa jenis unggas seperti ayam, itik, dan bebek, serta hewan-hewan lain seperti ikan, udang, kerang, kepiting serta rajungan.
  3. Tanaman berkhasiat obat. Contohnya : sirih, jahe, kunyit, lidah buaya, kumis kucing, mengkudu (pace), dan pasak bumi.
  4. Sumber vitamin. Contohnya : tanaman yang kaya akan vitamin A (seperti alpukat, belimbing, mangga dan wortel), tanaman yang kaya akan vitamin B (seperti kulit ari beras, jagung dan kedelai). Tanaman yang kaya akan vitamin C (seperti jambu monyet, jambu biji, dan pepaya).
  5. Penghasil kayu komersil. Contohnya : untuk bangunan atau konstruksi seperti jati, meranti, keruing, kamper dan sengon. Bahan baku kertas seperti tusam, pinus dan akasia.
  6. Industri rumah tangga. Contohnya : bambu, rotan, dan kelapa.
  7. Rempah dan bumbu dapur. Contohnya : cengkeh, lada, pala, kemiri, dan daun salam.

 

MANFAAT KEANEKARAGAMAN HAYATI SECARA TIDAK LANGSUNG

  1. Jasa lingkungan. Contoh jasa lingkungan dari keanekaragaman hayati ialah keberadaan serangga penyerbuk. Serangga penyerbuk pembuahan banyak terdapat di alam dengan berbagai jenis. Fungsi serangga ini sangat penting untuk menghasilkan panen berbagai komoditas pertanian maupun perkebunan. Misalnya produk buah-buahan. Apabila tanaman tidak dibuahi maka panen tidak akan terjadi.
  2. Produktivitas dalam suatu ekosistem. Di dalam suatu ekosistem, organisme yang memiliki klorofil disebut produsen. Organisme ini memegang peranan penting dalam rantai dan jaring makanan. Melalui kemampuan berfotosintesis, tumbuhan dan ganggang akan menyerap energi matahari dan melalui proses metabolisme, energi tersebut disimpan di dalam sel, jaringan, dan tubuh produsen. Fitoplankton dan zooplankton yang merupakan jasad renik juga berfungsi menyediakan makanan bagi ikan-ikan kecil dan ikan kecil menjadi makanan ikan besar. Dengan kata lain, terbentuknya rantai makanan dimulai dari peran produsen.
  3. Perlindungan air tanah. Berbagai jenis makanan dalam suatu ekosistem hutan akan membentuk vegetasi. Vegetasi ini sangat penting karena tajuk pepohonan maupun guguran daun yang membentuk serasah akan melindungi tanah dari terpaan air hujan secara langsung. Akar-akar tumbuhan akan menambah kemampuan tanaman untuk menyerap air. Di musim kering, ketersediaan air yang terikat dan tersimpan di dalam tanah sangat bermanfaat bagi aktivitas kehidupan. Sebaliknya pada musim hujan, kemampuan tumbuhan untuk menahan air membantu tanah tidak tergerus oleh curah hujan yang tinggi.
  4. Pengatur iklim. Perlu kita sadari akan suhu global yang semakin meningat. Peningkatan suhu diyakini sebagai efek rumah kaca yang antara lain disebabkan oleh buangan gas industri seperti karbondioksida. Padahal bila luas hutan-hutan didunia ini masih utuh, karbondioksida akan diserap oleh tumbuhan dan pemanasan global tidak akan seperti saat ini. Vegetasi hutan sering diibaratkan sebagai paru-paru dunia karena kemampuannya dalam menyerap karbondioksida dan melepaskan oksigen.
  5. Pengelolaan sampah. Coba kita bayangkan apabila sampah rumah tangga dan pasar tidak ada yang mau me”makan”nya. Dalam sekejap gunungan sampah akan terbentuk, lalat mengumpul dan wabah penyakitpun dapat segera tersebar. Namun, kehadiran dari detrivora dan dekomposer seperti cacing, bakteri, dan jamur sangat membantu untuk mencerna sampah menjadi bentuk yang bermanfaat, seperti pupuk tanaman.
  6. Fungsi rekreasi dan ekoturisme. Keberadaan suatu kawasan yang kaya akan flora dan fauna. Selain pemandangan indah dengan udara yang sejuk karena rapatnya vegetasi, berbagai kicau burung, atau indahnya warna-warni kupu-kupu, indahnya karang-karang bawah laut, dan warna-warni ikan dapat menarik wisatawan untuk berkunjung. Kegiatan rekreasi selain dapat menyegarkan pikiran juga dapat membangkitkan aktivitas ekonomi lokal sekitar daerah wisata.
  7. Nilai pendidikan dan penelitian. Keanekaragaman jenis dan ekosistem yang ada dalam suatu wilayah merupakan laboratorium alam yang bermanfaat bagi pendidikan maupun penelitian. Banyak hal dapat dipelajari dan diteliti dari hewan maupun tumbuhan. Namun hal ini sebaiknya dilakukan langsung di habitat alaminya.
  8. Sumber plasma nutfah. Seringkali orang memandang remeh terhadap jenis tumbuhan atau hewan yang sekilas tidak menarik atau tidak berkualitas. Padahal setiap jenis organisme mengandung materi genetik yang kadang  ekspresinya tidak teramati segera. Materi genetik ini dapat bervariasi. Misalnya, organisme yang tidak memiliki produktivitas tinggi mungkin memiliki keunggulan lain seperti tahan hama penyakit. Sifat tahan hama penyakit ini merupakan kekayaan genetik yang harus dijaga dan dilestarikan karena merupakan sumber plasma nutfah untuk dikawinsilangkan dalam rangka membentuk bibit unggul yang baru.

Bagi Tunas Hijau, keanekaragaman hayati identik dengan kehidupan alam bebas. Bukan banyaknya burung yang bisa didengarkan kicauannya dan diamati di dalam sangkar. Bukan juga harus satwa liar berukuran besar yang terancam punah tapi berada nun jauh di sana.

Keanekaragaman hayati adalah upaya nyata yang kita lakukan secara individu dan kelompok yang bisa meningkatkan kualitas lingkungan hidup sekitar, yang selanjutnya akan bisa menambah kuantitas flora dan fauna untuk hidup manusia yang lebih berkualitas.

Aksi termudah adalah menanam pohon di sekitar kita. Bila tidak ada lahan, bisa dilakukan menggunakan media pot. Pohon yang kita tanam tentunya akan mendatangkan satwa liar, selain meningkatkan kualitas udara sekitar.

Satwa liar yang dimaksud, tentunya bukan satwa yang berukuran besar. Tapi satwa liar sejenis serangga. Bisa kupu-kupu, semut, belalang dan sejenisnya yang hidup bebas. Satwa liar yang ada karena ada dan terawatnya pepohonan/tanaman. (*)

Keterangan foto: Kepala SMPN 6 Surabaya Sya’roni bersama siswa kader lingkungan hidup Eco Spensix Surabaya panen perdana sayuran hidroponik di atap sekolah

Penulis: Mochamad Zamroni

4 tanggapan untuk “Hari Keanekaragaman Hayati Internasional, Apa Aksimu?

  • Mei 23, 2018 pada 10:47
    Permalink

    Di SDN Tanah kalikedinding I/251 akan membagikan tanaman blimbing yang menjadi Icon sekolah kepada kampung adopsi sebanyak 10 batang dan menebar ikan Emas di kolam yang sudah di buat di depan halaman sekolah sebanyak 25 ekor untuk menambah suasana sekolah yang sejuk dan indah dipandang mata. Dilantai 3 sekolah akan memanfaatkan lahan kosong sebagai Roof Garden untuk aneka tanaman sayur, baik hidroponik maupun polibag. Tanaman sayur yang ditanam adalah kacang panjang, terong, labu, sawi , gensing daun, lidah buaya dan beberapa tanaman lainnya .

    Balas
  • Mei 23, 2018 pada 11:57
    Permalink

    SDN Kapasari VIII Surabaya pada hari Rabu, 23 Mei 2018 pukul 10.30 wib membagikan 200 bibit cabai dan 200 bibit terong di kampung binaan, Tambak Dukuh.
    Pembagian ini dilakukan oleh tim lingkungan hidup yaitu kelas 6 dan bapak ibu guru. Kenapa murid kelas 6? Karena mereka sudah selesai pembelajaran, sedangkan adik kelasnyaaaih mengikuti PAS.
    Sebelum dibagikan ke warga, benih cabai ini disemai di sekolah mulai awal bulan ini.

    Balas
  • Mei 23, 2018 pada 23:43
    Permalink

    SDN BUBUTAN 4 (RABU, 23 MEI 2018), mengucapkan selamat hari keanekaragaman hayati tanggal 22 Mei 2018. SDN Bubutan 4 selaku berwawasan lingkungan hidup dalam kesehariannya secara sadar sekolah kami selalu melaksanakan kegiatan salah satu programnya adalah keaneka ragaman hayati (kehayati) diantara 11 program hijau kami. Dalam program kehayati ada tim khusus dari guru kami selaku Pembina LH dan ada 11 tim kader dari siswa gabungan kelas 4 dan 5, sebagai guru Pembina kader tugasnya adalah membuat program selama setahun dan mengkoordinir kegiatan anak dalam kesehariannya. Waktu kegiatan kehayati tidak mengganggu jadwal belajar anak sebab kegiatan ini dilaksanakan saat jam2 kosong atau saat selesai belajar sekolah berakhir atau pada saat jam2 istirahat hanya saja untuk jam istirahat waktunya tidak sebanyak waktu pelajaran sekolah berakhir, dengan demikian adanya kegiatan ini berarti SDN BUBUTAN 4 setiap harinya melaksanakan aksi nyata hari keaneka ragaman hayati. Berikut aksi nyata atau program kehayati untuk siswa dan Pembina LH
    1. Mengganti dan mendata tanaman yang mati
    2. Menambah tanaman gantung
    3. Menambah tanaman yang ada di depan kelas
    4. Tanaman yang mati di bawa ke green house
    5. Perawatan tanaman di halaman depan
    6. Mengganti dan mendata tanaman yang mati
    7. Menambah tanaman gantung
    8. Menambah tanaman yang ada di depan kelas
    9. Tanaman yang mati di bawa ke green house
    10. Perawatan tanaman di belakang kantor
    11. Mengganti dan mendata tanaman yang mati
    12. Menambah tanaman gantung
    13. Menambah tanaman yang ada di depan kelas
    14. Tanaman yang mati di bawa ke green house
    15. Perawatan tanaman di depan green house
    16. Perawatan kolam
    17. Pelebelan tanaman
    18. Perawatan tanaman di green house
    19. Perawatan tanaman di gazebo
    (imam subroto Pembina LH dan Penggiat Hidroponik dan Pembina Gudep Sby 03.033)

    Balas
  • Mei 24, 2018 pada 00:27
    Permalink

    Selamat Hari Keanekaragaman Hayati Dunia (HKHD) tanggal 22 Mei 2018 (mas imam subroto Pembina LH dan Penggiat Hidroponik SDN BUBUTAN 4 Sby). Sebagai wujud kegiatan ini SDN Bubutan 4 tanpa sadar dan disengaja sudah rutin mengadakan aksi ini. Ada 2 agenda rutin kami yaitu bersih-bersih Toilet (ngosek wc) seminggu sekali dan bersih-bersih kali mir sebulan sekali serta Penanaman buah/ tanaman hias dalam pot serta mengelola taman hidroponik setiap hari. Aksi ini melibatkan semua guru siswa dan kepala sekolah. Tujuan Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengajak masyarakat sekolah (siswa dan guru) untuk peduli dan menciptakan lingkungan sekolah (toilet) dan kali mir yang bersih serta menjadikan sekolah ini menuju hutan sekolah. Semoga Toilet siswa dan guru tetap bersih dan masyarakat sadar juga terhadap kebersihan kali mir dengan tidak membuang sampah sembarangan dan membuang limbah nuklir manusia. Menurut Bapak Sastro (KS SDN BUBUTAN 4) mengungkapkan bahwa dia sangat bangga dengan kegiatan ini karena dapat menumbuhkan karakter mereka (guru dan siswa) sebagai penggiat kebersihan toilet sekolah yang bersih dan sehat serta cinta pada sekolah yang ijo royo-royo menuju hutan sekolah. Melalui kegiatan ini siswa dan guru bisa mengamalkan apa yang sudah dilaksanakan dan semoga kegiatan ini bisa dilaksanakan secara rutin atau berkelanjutan dengan kegiatan yang seru dan positif, aamiin

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *