Kiat Wujudkan Green Ramadhan

Melalui Sidang Isbath, 17 Mei 2018 ditetapkan sebagai 1 Ramadhan 1439 Hijriyah. Ini berarti pada tanggal tersebut hingga sebulan ke depan, umat Islam diwajibkan berpuasa Ramadhan.

Seperti sudah menjadi ciri khas selama Ramadhan, aneka takjil atau hidangan berbuka puasa sering menghiasi meja mekan. Belanja beraneka hidangan untuk takjil bahkan menjadi tradisi masyarakat Indonesia. Seolah mau balas dendam setelah sehari berpuasa.

Nah, berkaitan dengan belanja hidangan takjil atau kebutuhan sehari-hari, tidak jarang lupa bahwa upaya minimalisasi sampah tetap harus dilakukan. Tidak hanya sampah tas plastik belanja, kemasan makanan minuman maupun sampah organik makanan yang tidak habis dikonsumsi.

Upaya hemat listrik juga kerap dilakukan meskipun pola tidur umumnya umat Islam menjadi sedikit mengalami pergeseran selama Ramadhan ini. Penggunaan tisu yang sekali pakai juga mesti digantikan dengan sapu tangan atau serbet yang bisa dicuci. Berikut ini kiat Green Ramadhan ala Tunas Hijau seperti poster berikut tersebut. (*)

Penulis: Mochamad Zamroni

Desain Poster: Eka Fadiyah Wati

7 tanggapan untuk “Kiat Wujudkan Green Ramadhan

  • Mei 17, 2018 pada 16:32
    Permalink

    Wow… Kereeen Kak, bisa unt mengingatkan, mengajak atau mengimbau kepada adik-adik, teman-teman, saudara-saudara muslim semuanya yg sedang menjalankan ibadah bln suci Ramadhan, jd suci jg perilaku peduli lingkungannya.
    Mohon izin nyontek boleh yaa, Kak Moch. Zamroni?! He,hehe,he.

    Balas
  • Mei 17, 2018 pada 18:20
    Permalink

    Janjinya semoga dapat dipegang mulai Ramadhan tahun ini sampai ramadhan berikutnya. (Rys)

    Balas
  • Mei 17, 2018 pada 22:17
    Permalink

    Wouw, keren mas Zamroni. Insyaalloh kita jg ikuti jejak peduli lingkungan di bulan suci ramadhan dr Pacomar Crew. “Sedekah sampah di bln suci ramadhan”,
    Sukses sll uk Tunas Hijau

    Balas
  • Mei 18, 2018 pada 00:51
    Permalink

    SDN BUBUTAN 4 SURABAYA YANG ZERO WASTE MENUJU HUTAN SEKOLAH (KAMIS, 17 MEI 2018). Manfaat puasa dengan upaya pelestarian lingkungan hidup, salah satunya adalah menahan lapar dan haus, membiasakan kesabaran, menguatkan kemauan, mengajari dan membantu bagaimana menguasai diri. Berpuasa di bulan Ramadhan dapat mengurangi porsi makan dari tiga kali sehari menjadi dua kali sehari ini berarti, kita mengurangi ketergantungan pada beras. Dengan berhemat menggunakan beras berarti kita ikut menjaga keseimbangan lingkungan tumbuhan di bumi. Lebih jauh lagi penghematan pada beras tidak hanya pada sisi konsumsi beras, tapi merambah kepada kebutuhan pupuk, air, pestisida dan benih untuk menghasilkan beras. Belum lagi berbicara masalah daging, telur, ikan dan sayur dan sebagainya. Fakta lain menunjukkan manfaat lain dari puasa adalah meningkatkan solidaritas umat. Orang mampu menjadi lebih sadar betapa besar nikmat Allah atas dirinya. Allah mengaruniainya nikmat tak terhingga, hal ini akan mengharuskan kita mensyukuri nikmat Allah dan juga akan menjadikan kita berbelas kasih kepada saudaranya yang memerlukan, dan mendorongnya untuk membantu mereka. SDN BUBUTAN 4 mempunyai kegiatan rutin pada bulan Ramadhan yaitu bagi-bagi takjil seminggu sekali ke kampong-kampung adopsi biopori dan memberikan beberapa bibit tanaman sebagai perwujudan nyata syukur kita, ternyata berpuasa dapat meningkatkan kepedulian/ tidak menghalangi anak-anak untuk lebih meningkatkan rasa keimanan dan ketakwaan siswa-siswa kepada Allah SWT serta mencintai lingkungan hidup. Selain itu terhadap lingkungan, bulan puasa memiliki segi preventif pada pencemaran lingkungan yaitu tiga model preventif pencemaran lingkungan lain Reduce, Reuse dan Recycle. Dalam kasus pemanasan global misalnya yang diakibatkan oleh CO2 khususnya kendaraan bermotor ditawarkan solusi reuse, mengganti bahan bakar fosil dengan bahan bakar nabati biofuel,serta misalnya dari jagung atau kedelai. Selain itu ada solusi terbaik mengurangi (reduce) penggunaan bahan yang dapat mengeluarkan CO2 misalnya menggunakan kendaaran umum , ketika bepergian atau berkontribusi pada pengurangan CO2 dengan melakukan penghijauan. Apabila puasa kita jalankan secara benar dan baik, niscaya ramadhan dapat benar-benar menjadi bulan pelestarian lingkungan yang lebih baik dari moment pelestarian apapun karena beranjak dari aspek preventif yang paling efektif yaitu reduce. Bandingkan dengan hari bumi atau hari lingkungan yang masih berkutat pada aspek reuse dan recycle. (mas imam subroto sebagai Pembina dan pegiat LH SDN BUBUTAN 4 Sby)

    Balas
  • Agustus 23, 2019 pada 12:47
    Permalink

    senang sekali dengan program tunas hijau, diet sampah plastik

    Balas
  • Agustus 23, 2019 pada 12:49
    Permalink

    semoga kita semua bisa mewujudkan nol plastik

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.