Laba Besar dan Program CSR (Coorporate Social Responsibility) Ala SDN Kedung Cowek I

Potensi lingkungan hidup yang ada di sekolah bisa dijadikan ide bisnis untuk diubah menjadi produk ecopreneur yang siap untuk dipasarkan. Beragam potensi lingkungan seperti sampah bungkus kopi, sampah kertas, sampah organik, pohon blimbing wuluh, sayuran hidroponik sampai tanaman eceng gondok berhasil diubah menjadi produk bernilai jual. Seperti sirup blimbing wuluh, tas dan dompet dari eceng gondok, pigora dari sampah kertas, tempat pensil dan tisu dari kardus bekas hingga produk kompos dari kotak komposter.

Informasi tersebut disampaikan oleh Siti Indayati, guru pembina lingkungan sekaligus dewan komisaris dari perusahaan siswa SDN Kedung Cowek I. Perusahaan siswa bernama SEKECO_SIJI ini benar-benar gigih dalam menjalankan roda bisnis produk olahan ramah lingkungan dari sekolah. Setiap satu minggu sekali, selalu ada produk yang dijual kepada warga sekolah. “Segala macam produk yang sudah dibuat anak-anak dipasarkan kepada warga sekolah, hasilnya kebutuhan dan keinginan anak-anak beragam, tetapi sirup blimbing wuluh tetap jadi yang terlaris,” ujarnya.

Menariknya lagi adalah capaian banyaknya sampah anorganik yang diolah oleh sekolah yang berlokasi di Jalan Mochammad Noer Nomor 1, Kedung Cowek. Indah, sapaan akrab dari guru pembina ini menunjukkan sebanyak 21. 300 buah sampah anorganik mulai dari bungkus kopi, kaleng bekas, botol plastik, sampah kertas, sedotan plastik, sendok plastik hingga kain perca. “Niatnya adalah kami ingin mempunyai produk yang benar-benar dari sampah tapi yang masih bernilai jual, sekaligus kampanye pengurangan sampah plastik,” ucap Indah.

Salah satu program CSR dari perusahaan siswa SDN Kedung Cowek I adalah memberikan workshop hidroponik gratis kepada 7 TK yang ada di sekitar sekolah dan mendapatkan hadiah berupa media hidroponik seperti botol, bibit dan rockwooll

Dari besarnya usaha untuk pengurangan sampah plastik dan gencarnya penjualan produk yang dilakukan oleh perusahaan siswa sekolah yang berada di dekat Jembatan Suramadu ini, didapatkan keuntungan sebesar Rp. 4.519.900. “Keuntungan ini kami dapatkan dari hasil 16 kali kami menggelar bazar di dalam maupun di luar sekolah. Dengan laba sebesar itu membuat kaget saat penghitungan terakhir, pasalnya modal awal kami hanya Rp. 713.000 yang didapat dari penjualan sampah anorganik yang berasal dari warga sekolah,” pungkas Sukarti, kepala sekolah.

Tidak hanya sampah anorganik saja, capaian lainnya adalah pengolahan sampah organik perusahaan siswa ini mengagumkan. Sebanyak 112 kg sampah organik hasil grebek pasar dan 3 pick up penuh sampah daun dari DKRTH menjadi bahan baku mereka membuat kompos. Hasilnya sebanyak 347 kg kompos berhasil dipanen dalam kurang lebih 10 minggu  ini. “Kompos yang sudah dipanen kemudian dikemas dan dijual kepada warga sekitar sekolah dan guru-guru yang sebelumnya sudah memesan pupuknya,” pungkas Indah.

Program lingkungan baru milik sekolah yakni hidroponik mampu memberikan dampak yang begitu besar, tidak hanya sekedar dikelola sendiri dan rutin panen. Dengan hidroponik ini mereka sudah mengadopsi 2 kampung dan bisa berbagi informasi memberikan workshop gratis kepada 7 TK yang ada di sekitar sekolah. “Sebagai rangkaian program CSR dari perusahaan SEKECO_SIJI ya kami menggelar workskhop hidroponik gratis, syaratnya hanya mereka harus membawa kardus sebagai syarat pendaftarannya dan mendapat media hidroponik  (botol, bibit dan rockwool),” imbuhnya.

Bagi Sukarti, momen program Ecopreneur yang tidak bisa dilupakan adalah saat mereka diberi kesempatan untuk berjualan di event Jaga Bhumi Festival yang dihadiri oleh Megawati Soekarnoputri, Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti dan Walikota Surabaya Tri Rismaharini. “Selain di jalan Tunjungan kemarin pas Jaga Bhumi Festival, anak-anak juga senang saat bisa berjualan produk Ecopreneurnya di Ciputra Mall. Sirup blimbing wuluh lagi-lagi menjadi primadonanya,” ucap Sukarti.

Rencana kedepan, sekolah yang tahun lalu menjadi jawara Surabaya Eco School 2017 ini berkeinginan untuk menambah jumlah target CSR dari perusahaan siswa SEKECO_SIJI. Mereka akan menambah 5 yayasan panti asuhan di sekitar sekolah untuk diajak peduli lingkungan melalui workshop hidroponik, pengenalan sampah dan lain-lainnya,” celetuk Indah. Dengan 29 kali jualan produk, tidak heran bila produk ecopreneur mereka sudah dikenal di di wilayah Kecamatan Bulak dan Kenjeran. Produk ini dipasarkan melalui KKG Kecamatan, kegiatan PKK dan kegiatan pengajian. (ryn)

Keterangan foto : Bazar produk unggulan Ecopreneur dari perusahaan siswa SDN Kedung Cowek I yang biasa disebut Sekeco_Sji company ini digelar di sekolah, dengan beragam produk mulai dari mainan dari kardus, kain perca, sirup blimbing wuluh dan kotak pensil kepada warga sekolah

5 tanggapan untuk “Laba Besar dan Program CSR (Coorporate Social Responsibility) Ala SDN Kedung Cowek I

  • Mei 30, 2018 pada 12:47
    Permalink

    Mantab…… Super pooollll. Kreatifitas yg perlu mendapat apresiasi dan menjadi inspirasi bagi sekolah lain. Dengan ketelatenan dan kesungguhan yang luar biasa dari SDN Kedung Cowek I dapat meraup untung yang besar dan kentungan tersebut dapat digunakan untuk kegiatan sosial yang bermanfaat bagi orang lain.

    Bravo Kedung Cowek I

    Balas
  • Mei 30, 2018 pada 13:02
    Permalink

    Alhamdulillah terimakasih pak janny, kami masih terus berbenah supaya bisa terus bermanfaat buat yg lain.

    Balas
  • Mei 30, 2018 pada 13:13
    Permalink

    Sdn kedung cowek 1 menurut saya ecopreneurnya sangat bagus dan banyak ide untuk mengembangkan produknya, sangat kreatif memanfaatkan sumber daya alam yg ada di sekolah didukung oleh para kader dan pembina ecoprennya yg mumpuni dan kompak, tidak heran kalau sekarang sekolah2 lain mulai meirik dan melaksanakan aktivitas ecopren mirip sekoci, jujur saja sekolah kami juga ada yg terinspirasi dari kegiatan ecroprennya idenya dari sekoci. Mudah2an aksi ecopren sekoci sukses untuk tahun 2018 membawa manfaat barokah, aamiin.Selamat ya

    Balas
  • Mei 30, 2018 pada 13:14
    Permalink

    Student Company ‘SEKECO_SIJI’ bermodal awal 713.000 namun meraih keuntungan 4.519.900 benar-benar ‘Cetar Membahana’, dengan Bu Siti Indayati sebagai pembinanya. Sangat mengagumkan, semua merupakan hasil upaya yang tak henti-hentinya. ‘Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ketepian’ begitu yang diterapkan oleh Bu Indah bersama tim SEKECO_SIJInya.

    Balas
  • Mei 30, 2018 pada 13:17
    Permalink

    Sdn kedung cowek 1 menurut saya ecopreneurnya sangat bagus dan banyak ide untuk mengembangkan produknya, sangat kreatif memanfaatkan sumber daya alam yg ada di sekolah didukung oleh para kader dan pembina ecoprennya yg mumpuni dan kompak, tidak heran kalau sekarang sekolah2 lain mulai meirik dan melaksanakan aktivitas ecopren mirip sekeco siji, jujur saja sekolah kami juga ada yg terinspirasi dari kegiatan ecroprennya idenya dari sekeco siji. Mudah2an aksi ecopren sekeco siji sukses untuk tahun 2018 membawa manfaat barokah, aamiin.Selamat ya

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *