Miswan, Guru Pembina Ecopreneur SDIT Al Uswah Surabaya

Bagi guru SDIT Al Uswah Surabaya ini, Ecopreneur 2018 menjadi kali pertama dirinya mendapat tugas sebagai koordinator pembina program lingkungan hidup ini. Ecopreneur 2018 juga berarti petualangannya mengelola lingkungan hidup sekolah bersama tim guru sekolahnya dan tim siswa yang sudah dibentuk. Miswan, namanya. Ustadz Miswan, nama panggilan di sekolahnya.

Bagnya, Ecopreneur 2018 banyak pengalaman baru yang didapat. “Yang paling berkesan saat ecopreneur ini adalah pada waktu menjual produk ecopreneur di depan Fapo Laguna, Pakuwon City. Saat itu, tim kami memasarkan produk makanan dan minuman karya kami,” kata guru kelahiran Situbondo, 22 Juni 1985 ini.

Dia merasa terenyuh saat mendapati ada orang yang bela-belain mampir ke stan ecopreneur kami. “Orang itu bela-belain berhenti dan mencari belokan hanya untuk membeli dan melihat semua produk ecopreneur kami,” terang Miswan.

“Tidak hanya itu, para pembeli banyak yang penasaran dengan sirup blimbing hingga ingin minta untuk diajari dan disimulasi kepada warganya,” tambah guru penghobi travelling dan cooking ini.

Rasa haru dan bangga juga sering muncul dari diri Miswan saat melihat kegigihan anak-anak yang tergabung dalam eksekutif student company Ecopreneur SDIT Al Uswah Surabaya.

“Melihat anak-anak ecopreneur kami bisa menjelaskan manfaat dan cara olahan alam produk SDIT Al Uswah membuat kami haru dan bangga,” terang pria yang tinggal Jl Semampir Selatan 2A Gang Jambu ini.

Ecopreneur 2018 juga berarti Miswan harus rela mendampingi anak-anak tim ecopreneur SDIT Al Uswah Surabaya berkegiatan pada saat hari libur. Kegiatannya tidak hanya yang berhubungan dengan penjualan produk, tapi juga sosialisasi dan aksi lingkungan hidup bersama masyarakat sekitar sekolah. (ron)

3 tanggapan untuk “Miswan, Guru Pembina Ecopreneur SDIT Al Uswah Surabaya

  • Mei 9, 2018 pada 21:48
    Permalink

    Bersyukur kepada Allah karena dapat menjadi bagian pahlawan lingkungan. bersama dengan teman2 tunas Hijau mas Roni, mas Bram, Mas Riyan, Mas Satuman dll. dan teman2 guru2 se Surabaya ada oak Janny, Mas Kevin, bu tyas, dan semua yv tak bisa disebut satu2.
    terimakasih atas ilmu dan pengalamnnya.

    Balas
  • Mei 10, 2018 pada 05:54
    Permalink

    Pendidikan dan mendidik itu kan tidak selalu berada di dalam kelas dan berjibaku dengan buku. Terbukti program atau even Surabaya Ecopreneur pun juga merupakan tgs kita sbg pendidik unt mendidik mereka dlm berwirausaha yg bermuatan lingkungan. Spt yg dialami oleh Ustd. Miswan, yg punya banyak pengalaman saat beraksi nyata dlm program Ecopreneur. Tetap semangat Ustd. Miswan berserta para pejuang ciliknya di SDIT Al-Uswah.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *