Olah Sampah Anorganik Datangkan Keuntungan Besar Bagi SMPN 4

Sepuluh minggu lebih kurang program wirausaha lingkungan yang diselenggarakan Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya berjalan. Beragam cerita dilalui oleh setiap perusahaan siswa sekolah peserta program yang lebih dikenal sebagai Ecopreneur. Salah satuny adalah SMPN 4 Surabaya yang fokus pada pengolahan sampah organik dan nonorganik sebagai produknya. Informasi tersebut disampaikan Henny, salah seorang guru pembina saat monitoring program di sekolahnya.

Sebesar 3.703.500 rupiah menjadi keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan siswa bernama Puring’s Company. Keuntungan tersebut didapatkan dari penjualan produk berbahan sampah, mulai dari penjualan sampah nonorganik hingga penjualan kompos dari sampah organik. Disampaikan oleh Hendy, direktur perusahaan siswa bahwa penjualan sampah nonorganik yakni mulai dari sampah kertas, kardus secara berkala, begitu juga dengan penjualan kompos yang berasal dari keranjang komposter.

Disinggung tentang banyaknya produk yang diproduksi, siswa kelas 8 ini menjelaskan bahwa mereka memiliki produk seperti  kalung dari kain perca, sirup blimbing wuluh, bros dari kain perca dan kompos. “Kami sudah melakukan penjualan produk unggulan sebanyak 13 kali kak, baik itu di dalam maupun di luar sekolah. Hasilnya, sirup blimbing wuluh menjadi olahan minuman favorit warga sekolah, sedangkan kalung dari kain perca merupakan favorit dari warga sekitar,” ujar Hendy.

Tim marketing perusahaan siswa SMPN 4 Surabaya melakukan penjualan produk kalung dari kain perca, bros dan sirup blimbing wuluh di luar sekolah, tepatnya kepada pengunjung yang melintasi jalan menuju sekolahnya di Jalan Tanjung Anom 12

Lebih lanjut, bukan karena bentuk kalung maupun bahan baku yang membuat kalung ini begitu laris di luar, melainkan proses pembuatan kalung ini. Menariknya adalah kalung ini dibuat oleh anak-anak yang mempunyai kebutuhan khusus. “Sekolah kami kan sekarang mempunyai kelas khusus anak-anak inklusi atau yang berkebutuhan khusus, sebagai bagian dari kegiatannya mereka diajarkan untuk membuat kreasi berupa kalung dan bros dari kain perca,” imbuh Hendy.

Sementara pengolahan sampah organik, dari tiga kali melakukan aksi grebek pasar mulai dari pasar Genteng hingga pasar Keputran, mereka berhasil mengolah sebanyak 300 kg sampah sayuran yang didominasi oleh kubis. “Dari 300 kg sampah yang diolah, kami berhasil memanen kompos sebanyak 150 kg secara bertahap kak. Dan hasilnya langsung kami kemas dan jual kepada walimurid, serta warga sekitar sekolah yang sebelumnya sudah memesan,” ucap Aisyah, salah seorang anggota perusahaan siswa bagian marketing.

Capaian lain yang sudah direalisasikan oleh perusahaan siswa yang berlokasi di Jalan Tanjung Anom Nomor 12 adalah sudah mengumpulkan sebanyak 22 kg sampah kertas dan kardus,  penambahan tanaman baru sebanyak 53 tanaman dan merealisasikan adopsi kampung di Kampung Blauran II. “Di Kampung Blauran II, kami mempromosikan produk ecopreneur berupa sirup blimbing wuluh dan melakukan aksi pembuatan lubang biopori sebanyak 5 lubang,” ujar Aisyah kepada Anggriyan Permana, aktivis Tunas Hijau. (ryn)

Keterangan Foto : Perusahaan siswa SMPN 4 Surabaya yang bernama Puring’s Company fokus pada pengolahan sampah sebagai salah satu produk yang mendatangkan keuntungan terbesar dari penjualan produk yang dilakukan sebanyak 13 kali

3 tanggapan untuk “Olah Sampah Anorganik Datangkan Keuntungan Besar Bagi SMPN 4

  • Mei 26, 2018 pada 08:42
    Permalink

    Sebuah prestasi yg hebat dengan persaingan sehat untuk menciptakan ecopreneur2 sejati untuk jadi wirausaha top kelak kalau sudah dewasa, waluaupun posisi smpn 4 terletak di jantung kota tp sekolah ini sangat peduli pada lingkungan hidupnya, nyaman dan asri serta mampu berkompetisi dengan smp2 lain yang sudah memiliki reputasi sekolah berwawasan lingkungan hidup. Misal smpn 11 dan smpn 26..selamat buat smpn 4 sukses selalu

    Balas
  • Mei 26, 2018 pada 09:05
    Permalink

    Capaian yang luar biasa, memang banyak oarang memandang sebelah mata terhadap sampah,padahal sampah kalau ditangani dengan sepenuh hati dan sungguh-sungguh akan menhasilkan keuntungan yang luar biasa. Semoga artikel di atas memberikan inspirasi bagi para pembaca untuk lebih peduli terhadap pengolahan sampah.

    Salam Bumi Lestari
    #suroboyowani
    #suroboyolestari

    Balas
  • Mei 26, 2018 pada 22:08
    Permalink

    Sebuah perusahaan memang harus tekun & konsisten dalam menjalankan roda perusahaannya. Begitulah yang dilakukan oleh ^Puring’s Company^ yang eksis pada pengolahan sampah organik dan anorganik.
    *Tetap Semangat & Jangan Pernah Lelah*

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *