Siti Indayati, Bersama Sekeco Siji Tak Lelah Untuk Lingkungan

Tidak ada kata lelah untuk berkegiatan lingkungan hidup bagi SDN Kedung Cowek I Surabaya ini. Semua challenge Ecopreneur 2018 direalisasikan. Beragam kesempatan momen promosi lingkungan hidup dimanfaatkan oleh sekolah juara Surabaya Eco School 2017 ini.

Ialah Siti Indayati, guru pembina lingkungan hidup SDN Kedung Cowek I Surabaya yang tidak mengenal kata mengeluh. Dibantu Kepala SDN Kedung Cowek I Sukarti, energi positif lingkungan hidup Indayati semakin kuat.

“Kami memanfaatkan setiap kesempatan yang ada untuk promosi potensi lingkungan hidup sekolah kami,” ujar Indah, panggilan akrab Siti Indayati. Selama sepekan, 19-25 Maret 2018, SDN Kedung Cowek I Surabaya menggelar pameran lingkungan dan penjualan produk wirausaha lingkungan hidup di Festival Sekolah Prestasi Surabaya di Ciputra World Mall.

Siti Indayati bersama Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti saat bazar ecopreneur pada Festival Jaga Bhumi pada 29 April 2018

Pada Festival Jaga Bhumi, yang diselenggarakan Pemerintah Kota Surabaya dan Yayasan Kebun Raya Indonesia di Jalan Tunjungan Surabaya, Student Company Sekeco Siji, nama perusahaan siswa Ecopreneur 2018 sekolah ini, juga sangat serius menggelar bazar produk lingkungan hidup mereka.

Produk unggulan sirup belimbing wuluh (Sibeluh), produk kreasi dari sampah non organik dan organik dihadirkan pada bazar yang dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia ke-5 Megawati Soekarnoputri.

“Ada tas dari enceng gondok, bros dari kain perca, tempat pensil dari kaleng bekas, kalung dari tutup botol, pigura daur ulang sampah kertas, pupuk kompos hasil pengolahan sampah di sekolah dan gerebek pasar. Kami juga memamerkan tanaman hidroponik selada dengan wick system,” kata guru kelahiran Tuban, 30 September 1986 ini.

Pantang menyerah untuk program lingkungan hidup juga diterapkan dalam pengelolaan tanaman hidroponik di sekolah. “Kami sudah panen hidroponik enam kali. Empat kali sampai penjualan hasil maksimal. Dua kali kurang maksimal dan untuk komsumsi sendiri. Gagal panen dua kali,” terang Indah.

Gagal panen pada dua kali penanaman pertama menjadi pembelajaran berarti bagi Indayati bersama warga SDN Kedung Cowek I. “Pasca gagal panen hidroponik, kami koordinasi bersama tim hidroponik di sekolah. Kami mengevaluasi penyebab kegagalan panen,” lanjut guru yang tinggal di  Jalan Tambak Wedi Lebar Blok K-5 Surabaya.

Pemindahan media hidroponik ke area yang cukup sinar matahari mereka lakukan. “Membeli alat TDS dan Ph meter. Kami menyusun jadwal pembagian tugas merawat tanaman hidroponik. Kami juga melakukan penanaman dengan sistem wick system, setelah sebelumnya menanam dengan NFT,” tutur Indah. (ron)

7 tanggapan untuk “Siti Indayati, Bersama Sekeco Siji Tak Lelah Untuk Lingkungan

  • Mei 14, 2018 pada 05:19
    Permalink

    Gagal berarti belajar. Gagal berarti memacu semangat. Gagal berarti makin berupaya. Begitulah yang ditanamkan dalam diri Bu Indah bersama Tim Sekeco Siji. Semangat dan pantang menyerah, Bu Indah teruslah berkarya untuk bumi kita tercinta.

    Balas
  • Mei 14, 2018 pada 06:03
    Permalink

    Aamiin terimaksih, semoga bisa terus istiqomah.

    Balas
  • Mei 14, 2018 pada 09:52
    Permalink

    SDN BUBUTAN 4 SURABAYA YANG ZERO WASTE DAN HUTAN SEKOLAH , Surabaya sebagai kota metropolitan, memiliki ciri khas bangunan yang tinggi mencakar langit dan rapat. Banyaknya jalan yang menghubungkan antar gedungnya membuat lahan tanah semakin sempit. Sejauh mata memandang, kanan dan kiri, hanya terdapat bangunan saja, tiada satupun lahan tanah kosong yang dapat digunakan untuk bercocok tanam atau berkebun. Padatnya aktivitas di setiap wilayah kota membuat minimnya hawa sejuk dan udara segar dari pohon dan tanaman.
    Kendala sempitnya lahan menjadi permasalahan sebagian besar masyarakat perkotaan untuk bercocok tanam. Penduduk yang tinggal di perkotaan dan tidak memiliki lahan selain perkampungan yang padat penduduk. Untuk mengatasi hal itu, metode hidroponik dapat dijadikan salah satu solusi mengatasinya. Teknik menanam tanpa menggunakan tanah ini mudah dilakukan di mana saja, baik itu di halaman samping rumah yang sempit maupun di rooftop. Serta juga bisa dilakukan kapan saja dan tidak terbatas dengan musim. Jenis tanaman yang dapat ditanam dengan metode hidroponik cukup beragam, tidak hanya sayur dan buah, melainkan tanaman hias atau bunga pun juga bisa tumbuh.
    Metode hidroponik ini praktis, juga ramah lingkungan, khususnya lingkungan perkotaan. Hal itu dikarenakan teknik penanamannya tidak memerlukan alat dan bahan yang rumit, yaitu cukup menggunakan pipa bekas atau botol plastik bekas air mineral dan memanfaatkan air ac. Selain dapat menghijaukan bangunan, metode hidroponik dapat mengurangi sampah lingkungan (sampah plastic) dengan memanfaatkan barang bekas air mineral. Di sekolah kami, SDN BUBUTAN 4 Surabaya sedang mengembangkan mini hidroponik system wick sebanyak 1000 buah yang memanfaatkan botol plastik bekas air mineral.
    Teknik penanamannya cukup mudah, yaitu melubangi pipa bekas atau botol plastik bekas. Kemudian mengisinya dengan benih yang sudah pecah dari media rockwool. Selanjutnya tanam bibit sayur, buah, atau bunganya ke dalam media tanam dengan air yang berisi nutrisi. Setelah proses penanaman selesai, hanya tinggal melakukan proses perawatan saja. Proses perawatannya juga tidak sulit, cukup dengan melihat permukaan air pada media hidroponik dan tanaman secara rutin jika air berkurang kita tinggal mengisi kembali sesuai batas pengukurannya, agar tanaman tetap tumbuh dengan sehat dan segar bias di hand spray setiap hari sampai waktu panennya tiba.
    Nah, cukup mudah bukan? Berawal dari aktivitas sederhana, menjadi hobi yang kemudian berpotensi berkembang menjadi bisnis (ecopreneur sekolah) yang menguntungkan jika ditekuni dengan baik.(mas imam subroto Pembina dan pegiat lingkungan hidup SDN BUBUTAN 4 Surabaya)

    Balas
  • Mei 16, 2018 pada 11:48
    Permalink

    SDN BUBUTAN 4 YANG ZERO WASTE DAN MENUJU HUTAN SEKOLAH, RABU 16 Mei 2018, Salam Lestari. Ada banyak cara untuk mengolah sampah basah, salah satunya melalui pembuatan lubang resapan biopori. Di SDN BUBUTAN 4 SURABAYA pembuatan lubang resapan biopori sudah mulai digalakkan sejak tahun 2014 lalu. Tujuannya tentu saja untuk mencegah terjadinya penumpukan sampah basah dan mengurangi bibit penyakit yang ditimbulkannya.
    Para pelopor dari pembuatan lubang resapan biopori ini adalah anak-anak Kader Lingkungan Hidup Tim Eco School SDN BUBUTAN 4 SBY. Mereka bersama-sama guru-guru pembina Lingkungan Hidup membuat lubang resapan biopori di berbagai tempat baik di sekolah sendiri maupun di sekolah lain dan kampung adopsi biopori. Mereka menyebar dan membuat target untuk mencapai sebanyak-banyaknya biopori, sesuai dengan tujuan yang sudah ditetapkan sekolah.
    Pembuatan lubang resapan biopori ini dilakukan oleh tim kader LH Biopori bersama Pembina LH di sekolah sedangkan adopsi kampong biopori melibatkan tokoh masyarakat RT RW dan warga setempat.
    Sumber sampah organik (buah dan sayuran yang digunakan tentu saja berasal dari masyarakat (pasar tradisional dan rumah makan) dengan teknik grebeg pasar. Mereka secara berkelompok mendatangi pasar tradisonal dan rumah makan dan hasil grebegnya sampah organic untuk dimasukkan dalam lubang resapan biopori, dan sisanya dimasukkan ke tong komposter (aerob). Sampah-sampah organik tersebut kemudian akan dipanen sebulan kemudian untuk dijadikan pupuk kompos yang tentunya berguna bagi tanaman sekolah sendiri dan sisanya untuk dijual sebagai pemodalan ecopreneur sekolah. Kami berharap kegiatan ini bisa ditiru sehingga memberikan manfaat yang nyata bagi lingkungan sekitarnya serta dapat menjadi inspirasi bagi sekolah yang ada di Surabaya bahkan di seluruh Indobnesia. (mas Imam Subroto sebagai Pembina LH dan Pegiat LH di SDN BUBUTAN 4 SBY)

    Balas
  • Mei 16, 2018 pada 12:12
    Permalink

    SDN BUBUTAN 4 YANG ZERO WASTE DAN MENUJU HUTAN SEKOLAH. Salam Lestari (Rabu, 16 Mei 2018). Pelestarian lingkungan dimulai sejak dini Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut. Lingkungan juga dapat diartikan menjadi segala sesuatu yang ada di sekitar manusia dan mempengaruhi perkembangan kehidupan manusia. Lingkungan memiliki fungsi yang sangat besar bagi kehidupan manusia, sumber daya alam dapat dimanfaatkan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup dan kita harus pintar untuk memanfaatkan lingkungan tersebut, lingkungan hidup juga berfungsi sebagai penyerap gas karbondioksida (CO2) dan penghasil oksigen (O2), Hutan memiliki peran sebagai tempat hidup berbagai macam hewan dan tumbuhan untuk berlindung dan mencari makan. Selain binatang dan tumbuhan bagi hutan yang ruag lingkupnya cukup besar sering terdapat berbagai macam sumber daya alam hayati dan non hayati
    Dari beberapa fungsi hutan dan lingkungan yang telah dipaparkan di atas, tentunya hal yang paling esensial bagi kelangsungan hidup kita adalah fungsi hutan sebagai penghasil oksigen (O2) dan penyerap gas karbondioksida serta sebagai pencegahan kurangnya SDA. Rusaknya ekosistem dapat mengakibatkan hilangnya fungsi-fungsi di tersebut. Bayangkan jika hutan rusak, tak ada lagi sesuatu yang mampu menghasilkan oksigen (O2) untuk kita bernapas, tidak ada lagi sesuatu yang dapat menyerap gas (CO2) yang merupakan gas racun dan berbahaya bagi tubuh manusia, serta tak ada lagi suatu pertahanan kokoh yang mampu menghasilkan manfaat bagi makhluk hidup. Saat ini keadaan hutan di Indonesia begitu memperihatinkan. Sebagian besar rusak dan diantaranya habis akibat aktivitas penebangan, dibakar dan lain-lain. Hal ini tentu akan berdampak buruk bagi kelestarian lingkungan hidup kita.
    pentingnya hutan bagi kelangsungan lingkungan hidup kita, perlu adanya solusi untuk penanggulangan masalah yang selama ini terjadi pada hutan. Solusi yang dapat kita lakukan diantaranya yakni ;perlu adanya lahan konservasi terhadap hutan dalam rangka penjagaan dan pelestarian hutan agar fungsi-fungsi ekosistem dapat dioptimalkan sebaik mungkin. melakukan reboisasi atau penanaman kembali terhadap hutan yang telah rusak. Dalam hal ini perlu adanya keterlibatan antara pemerintah dan warga secara teknis dalam pelaksanaan reboisasi. Perlu adanya manajemen tata ruang yang baik terhadap wilayah berhutan, sehingga dapat berpotensi ekonomis dalam hal pariwisata. Provit yang diperoleh dari wisata alam ini dapat digunakan untuk keterbutuhan pelestarian lingkungan. perlu adanya penyuluhan dalam rangka memahamkan masyarakat terhadap pentingnya kelestarian hutan bagi lingkungan hidup. Sanksi hukum yang tegas terhadap siapapun yang merusak kelestarian hutan dan lingkungan hidup
    Kelestarian lingkungan hidup amatlah penting bagi kita. Menjaga hutan dan lingkungan merupakan bagian dari tindakan nyata atas kepedulian kita terhadap lestarinya alam dan kehidupan. Mulai dari diri sendiri, marilah jaga lingkungan demi hidup dan kehidupan. Jaga Bhumiku agar Indonesia tetap Jaya. Aamiin barokallah (mas Imam Subroto sebagai Pembina dan Pegiat Lingkungan Hidup SDN BUBUTAN 4 Surabaya)

    Balas
  • Mei 17, 2018 pada 12:29
    Permalink

    SDN BUBUTAN 4 YANG ZERO WASTE DAN MENUJU HUTAN SEKOLAH (Kamis, 17 Mei 2018). Perkembangan penduduk yang sangat cepat merupakan salah satu problematika yang tidak dapat dihindari. Dengan cepatnya perkemkembangan tersebut telah mewajibkan pemerintah untuk menyediakan sandang dan papan kepada rakyatnya. Sehingga probematika tersebut menyebar kepada beberapa problematika yang lain. Misalnya, penebangan hutan, pencemaran air, PKL berjualan di trotoar dan tepi jalan serta dipinggir sungai, pembuangan sampah sembarangan dan lain-lain.
    SDN BUBUTAN 4 Surabaya dengan segenap warga sekolah dan kader lingkungan, berupaya untuk tetap menjaga bumi sebagai nikmat yang tiada tara. Hal tersebut terimplementasikan dalam beberapa bentuk kegiatan yang dikemas dalam beberapa program kegiatan antara lain, penanaman beberapa pohon buah (pohon jambu, pohon sawo, pohon kelengkeng, pohon belimbing, pohon manga, dan pohon sirsak), perbaikan sarana dan prasarana umum, pembuatan lubang biopori, pembuatan tanaman hidroponik, serta beberapa pelatihan pembibitan dan penyuluhan bertanam teknik hidroponik. Dalam pelaksanaannya SDN BUBUTAN 4 tidak berdiri sendiri. Melainkan menjalin kerjasama dengan LSM Tunas Hijau Indonesia, Komite Sekolah, dan beberapa instansi pemerintahan.
    Kegiatan penanaman pohon buah-buahan tersebut didukung oleh Komite Sekolah sebagai paru-paru sekolah (hutan sekolah). Sedangkan dalam kegiatan pembuatan lubang Biopori yang dilaksanakan di halaman sekolah baik sekolah sendiri maupun adopsi sekolah binaan serta adopsi kampong biopori, diharapakan mampu menekan adanya genangan air dan mencegah adanya banjir. Tidak kalah menarik kegiatan pembuatan hidroponik di sekolah sebagai upaya untuk menuju hutan sekolah (paru-paru sekolah) dan mengatasi kurangnya lahan tanam di area perkotaan khususnya kampong warga sekolah yang padat penduduk.
    Maka dari itu pentingnya menumbuhkan kesadaran dari seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kelestarian linkungan. Misalnya penanaman pohon yang mampu memberikan sumbangsih besar terhadap penyuplian udara bersih atau oksigen. Peran serta masyarakat dan semua warga sekolah bersama dengan pemerintah akan semakin mempermudah upaya pelestarian lingkungan hidup kita.
    Ada banyak Usaha yang dapat kita lakukan untuk memelihara dan melestarikan lingkungan hidup diantaranya, Rehabilitasi sumber daya alam berupa hutan, tanah, dan air yang rusak serta saran prasarana umum. Pendayagunaan lahan kosong dengan menanami tanaman yang produktif. Membudidayakan tanaman dan hidup bersih. Menyadur pada adegium bahwa ” Kebersihan adalah sebagian dari iman ” , maka kita sebagai khalifah di muka bumi memiliki kewajiban untuk merawat dan menjaga kelestarian lingkungan hidup Jaga Bhumiku Indonesia (mas Imam Subroto sebagai Pembina dan Pegiat Lingkungan Hidup SDN BUBUTAN 4 Surbaya)

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *