Sosialisasi Bahaya Plastik dan Dolanan Tradisional Ramaikan Malam Minggu Warga Joyoboyo Belakang Bersama Eco Mobile PJB

Belajar tidak mengenal batasan, baik usia, tempat dan waktu. Sabtu malam, (12/05) kampung Joyoboyo Belakang Kecamatan Sawunggaling RT 08 RW 06 ramai dipenuhi anak-anak, remaja dan ibu-ibu PKK. Bukan untuk demo atau ada peringatan lomba Agustusan, melainkan heboh dengan kedatangan Mobil Edukasi Lingkungan Hidup Keliling atau Eco Mobile PJB di kampungnya.

Pembelajaran mengenai isu-isu lingkungan seperti bahaya sampah plastik diberikan Tunas Hijau melalui tayangan video lingkungan kartun animasi hewan yang sangat menghibur mereka. Tidak hanya itu, semakin malam puluhan anak kecil dan remaja ini bermain ular tangga lingkungan hidup, permainan tradisional yang menjadi agenda rutin setiap minggu digelar, tepatnya setiap sabtu malam, kampung tersebut dikenal sebagai kampung dolanan.

Dengan pemutaran beberapa video berdurasi singkat dari Animal Planet, Anggriyan Permana, aktivis Tunas Hijau sekaligus operator Eco Mobile PJB, mengajak anak-anak kecil untuk berani menyampaikan pendapat mengenai isi atau pesan lingkungan yang ada di video tersebut. Anggun Putri, salah seorang anak berusia 11 tahun, yang mengomentari adegan di dalam video antrian kasir supermarket dari hewan-hewan yang menolak diberikan tas kresek atau plastik sekali pakai.

Pasca pemutaran video lingkungan di Mini theatre Eco Mobile PJB, anak-anak diajak untuk memainkan permainan ular tangga lingkungan dengan ukuran 1 m x 1 m bertema sampah. Permainan ular tangga ini sejakan dengan kegitan kampung dolanan yang digagas Sholeh dan beberapa orang remaja Karang Taruna Kampung Joyoboyo Belakang (Sawunggaling) RT 08 RW 06

“Video tadi pesannya tentang tidak boleh menggunakan tas kresek atau kantong plastik saat berbelanja di toko, pasar bahkan supermarket. Karena bahayanya kalau kantong kresek itu kan berasal dari daur ulang sampah plastik,” ucap Anggun, siswa SDN Sawunggaling. Keceriaan mereka di malam minggu terus berlanjut melalui kegiatan permainan ular tangga raksasa berukuran 1 m x 1 m.berisi tentang sampah. Dua ular tangga mini tersebut langsung menjadi primadona hingga puluhan anak rela bergantian untuk bermain.

Keceriaan warga kampung semakin menjadi-jadi, manakala mereka dibebaskan untuk memilih kegiatan lingkungan selanjutnya. Anggriyan, aktivis lingkungan, mengatakan kepada mereka beberapa pilihan kegiatan adalah bermain permainan tradisional, membaca buku di perpustakaan Eco Mobile PJB dan melihat film lingkungan di Mini Theatre. “Malam ini, karena kalian sudah menjadi anak-anak baik dengan cara belajar mengenai sampah, kalian kakak bebaskan untuk berkegiatan sesuai dengan minat masing-masing,” ujarnya.

Khususnya untuk kegiatan kampung dolanan adalah kegiatan yang digagas oleh Sholeh dan beberapa orang remaja Karang Taruna melihat fenomena maraknya penggunaan handphone bagi anak-anak. Disampaikan oleh Sholeh bahwa tujuannya membuat kampung dolanan ini adalah memberikan pilihan alternatif untuk anak-anak kecil di kampung bahwa belum saatnya mereka mainan dari handphone. “Saya kasihan sama anak-anak sekarang mas, harusnya mereka itu mainannya seperti egrang, engkle, hulahop, bakiak. Sekarang malah main permainan dari handphone pintar,” ujar Sholeh. (ryn)

Keterangan Foto : Anggriyan Permana, aktivis Tunas Hijau sekaligus Operator Eco Mobile PJB menjelaskan mengenai dampak dari bahaya kresek atau kantong plastik dan mengajak anak-anak warga kampung Joyoboyo Belakang (Sawunggaling) untuk menggunakan tas kain sebagai tempat belanja agar kresek bisa dikurangi pemakaiannya dengan menggunakan tayangan video lingkungan pada Eco Mobile PJB

6 tanggapan untuk “Sosialisasi Bahaya Plastik dan Dolanan Tradisional Ramaikan Malam Minggu Warga Joyoboyo Belakang Bersama Eco Mobile PJB

  • Mei 13, 2018 pada 08:46
    Permalink

    Sangat perlu untuk mencari inovasi-inovasi yang mampu memotivasi dan mengalihkan keasyikan anak-anak zaman now dari HP pintarnya. Seperti yang digagas oleh Tunas Hijau dengan mobil edukasinya yaitu Eco Mobile PJB. Mempunyai program berkeliling dari kampung ke kampung untuk mengajak para bocah belajar mengenal lingkungan sambil bermain.

    Balas
  • Mei 13, 2018 pada 09:23
    Permalink

    Bagus dan inovatif sekali. Sukses?

    Balas
  • Mei 13, 2018 pada 10:45
    Permalink

    SDN BUBUTAN 4 SBY YANG ZERO WASTE DAN SEBAGAI SEKOLAH RUJUKAN NASIONAL YANG BERKARAKTER DAN RANAH ANAK
    Sebagai manusia modern, rasanya sulit sekali untuk terlepas dari segala sesuatu yang berbahan plastik. Secara sadar ataupun tidak, plastik sudah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Meskipun akhir-akhir ini banyak cara dilakukan oleh pemerintah maupun LSM Pegiat Lingkungan Hidup demi mengurangi ataupun untuk menghentikan produksi plastik ini, tampaknya hasilnya belum maksimal. Kurangnya aksi nyata dari aparat pemerintah, membuat masyarakat kita yang masih terbiasa menggunakan plastik, cukup kesulitan untuk menggantinya dengan alternatif lain.
    Namun hal ini tidak berlaku bagi para siswa-siswi SDN BUBUTAN 4 SURABAYA. Sejak dinobatkan sebagai sekolah Adiwiyata, dan pegiat Lingkungan Hidup bersama Tunas Hijau Indonesia, pihak sekolah mewajibkan para siswa-siswi untuk membawa tepak makan dan botol isi ulang. Tujuannya tentu saja untuk mengurangi konsumsi sampah plastik (zero waste) di lingkungan sekolah, serta memberikan edukasi pada siswa mengenai bahayanya penggunaan plastik.
    Selain itu, pihak sekolah juga bekerjasama dengan para penjual di kantin mengenai penggunaan plastik. Mereka meminta para penjual untuk tidak lagi menggunakan bungkusan berbahan plastik dan menggantinya dengan alternatif lain yang ramah lingkungan, seperti daun pisang dan pihak kantin hanya melayani siswa-siswi jika beli nasi harus dengan tepak makanan sendiri termasuk beli minuman dengan botol isi ulangnya sendiri, dengan demikian sekolah dan kantin sudah zero waste. Sejauh ini, hal tersebut berhasil menekan penggunaan plastik di SDN BUBUTAN 4 SURABAYA, bahkan tong sampah yang bisanya setiap hari penuh dengan bungkusan sampah plastik, kini berkurang sepenuhnya hingga yang tersisa hanyalah sampah-sampah organik, seperti dedaunan dan ranting pepohonan.
    Program Bank sampah yang sejak dulu diadakan untuk mengurangi sampah-sampah di lingkungan sekolah, biasanya setiap hari selalu mendapatkan kiriman sampah beragam jenis, seperti sampah plastik, dedaunan dan kertas. Kini, setelah program pengurangan sampah plastik digalakkan, jumlah kiriman sampah plastik pada Bank sampah adalah nol. Hal ini menunjukkan betapa suksesnya gerakan sekolah tanpa plastik ini serta tingginya kesadaran siswa akan bahaya yang ditimbulkan oleh plastik ini. Selain itu ada pembiasaan sekolah kami yang lain adalah pembentukan karakter siswa baik melalui kegiatan kader lingkungan hidup (polisi lingkungan,
    grebeg pasar, pengelolaan pupuk kompos, operasi semut dan penghematan terhadap air serta pengelolaan limbah air di antaranya pemanfaatan air ac untuk hidroponik dan menyiram tanaman lain yang ada di pot-pot. Pembiasaan sebelum masuk siswa-siswi berantrian salam dan salim dengan guru yang sudah siap di halaman sekolah sebelum masuk ke kelas dan ini dilakukan rutin setiap hari mulai pukul 06.00 hingga bel berbunyi 5 menit sebelum jam masuk sekolah pukul 06.30 wib. Ngosek wc dan senam setiap jumat seminggu sekali. Di samping itu sekolah kami, lagi mengembangkan permainan tradisional anak-anak di saat jam-jam istirahat dan pada waktu olah raga serta kegiatan kepramukaan seperti egrang, gobag sodor, dakon, engkle dan lain-lain. (Mas Imam Subroto Pembina dan Pegiat Lingkungan Hidup serta Pembina Gudep sby 03.033 SDN BUBUTAN 4 SURABAYA)

    Balas
  • Mei 13, 2018 pada 10:47
    Permalink

    SDN BUBUTAN 4 SBY YANG ZERO WASTE DAN SEBAGAI SEKOLAH RUJUKAN NASIONAL YANG BERKARAKTER DAN RAMAH ANAK
    Sebagai manusia modern, rasanya sulit sekali untuk terlepas dari segala sesuatu yang berbahan plastik. Secara sadar ataupun tidak, plastik sudah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Meskipun akhir-akhir ini banyak cara dilakukan oleh pemerintah maupun LSM Pegiat Lingkungan Hidup demi mengurangi ataupun untuk menghentikan produksi plastik ini, tampaknya hasilnya belum maksimal. Kurangnya aksi nyata dari aparat pemerintah, membuat masyarakat kita yang masih terbiasa menggunakan plastik, cukup kesulitan untuk menggantinya dengan alternatif lain.
    Namun hal ini tidak berlaku bagi para siswa-siswi SDN BUBUTAN 4 SURABAYA. Sejak dinobatkan sebagai sekolah Adiwiyata, dan pegiat Lingkungan Hidup bersama Tunas Hijau Indonesia, pihak sekolah mewajibkan para siswa-siswi untuk membawa tepak makan dan botol isi ulang. Tujuannya tentu saja untuk mengurangi konsumsi sampah plastik (zero waste) di lingkungan sekolah, serta memberikan edukasi pada siswa mengenai bahayanya penggunaan plastik.
    Selain itu, pihak sekolah juga bekerjasama dengan para penjual di kantin mengenai penggunaan plastik. Mereka meminta para penjual untuk tidak lagi menggunakan bungkusan berbahan plastik dan menggantinya dengan alternatif lain yang ramah lingkungan, seperti daun pisang dan pihak kantin hanya melayani siswa-siswi jika beli nasi harus dengan tepak makanan sendiri termasuk beli minuman dengan botol isi ulangnya sendiri, dengan demikian sekolah dan kantin sudah zero waste. Sejauh ini, hal tersebut berhasil menekan penggunaan plastik di SDN BUBUTAN 4 SURABAYA, bahkan tong sampah yang bisanya setiap hari penuh dengan bungkusan sampah plastik, kini berkurang sepenuhnya hingga yang tersisa hanyalah sampah-sampah organik, seperti dedaunan dan ranting pepohonan.
    Program Bank sampah yang sejak dulu diadakan untuk mengurangi sampah-sampah di lingkungan sekolah, biasanya setiap hari selalu mendapatkan kiriman sampah beragam jenis, seperti sampah plastik, dedaunan dan kertas. Kini, setelah program pengurangan sampah plastik digalakkan, jumlah kiriman sampah plastik pada Bank sampah adalah nol. Hal ini menunjukkan betapa suksesnya gerakan sekolah tanpa plastik ini serta tingginya kesadaran siswa akan bahaya yang ditimbulkan oleh plastik ini. Selain itu ada pembiasaan sekolah kami yang lain adalah pembentukan karakter siswa baik melalui kegiatan kader lingkungan hidup (polisi lingkungan,
    grebeg pasar, pengelolaan pupuk kompos, operasi semut dan penghematan terhadap air serta pengelolaan limbah air di antaranya pemanfaatan air ac untuk hidroponik dan menyiram tanaman lain yang ada di pot-pot. Pembiasaan sebelum masuk siswa-siswi berantrian salam dan salim dengan guru yang sudah siap di halaman sekolah sebelum masuk ke kelas dan ini dilakukan rutin setiap hari mulai pukul 06.00 hingga bel berbunyi 5 menit sebelum jam masuk sekolah pukul 06.30 wib. Ngosek wc dan senam setiap jumat seminggu sekali. Di samping itu sekolah kami, lagi mengembangkan permainan tradisional anak-anak di saat jam-jam istirahat dan pada waktu olah raga serta kegiatan kepramukaan seperti egrang, gobag sodor, dakon, engkle dan lain-lain. (Mas Imam Subroto Pembina dan Pegiat Lingkungan Hidup serta Pembina Gudep sby 03.033 SDN BUBUTAN 4 SURABAYA)

    Balas
  • Mei 13, 2018 pada 11:06
    Permalink

    Acara televisi makin hari makin tidak ‘ramah’ pada anak-anak, si kecil juga jadi malas bergerak.
    Coba yuk, Bapak Ibu, ajak anak Anda melakukan beberapa kegiatan Berikut…
    1. MENGGAMBAR DI GELAS KERAMIK

    Siapkanlah spidol atau cat untuk menggambar di alat-alat makanmu yang dibuat dari keramik. Nah, jika kamu ingin membuat gambar tersebut jadi permanen, setelah anak selesai berkreasi di piring keramik, masukkan ke dalam oven yang sudah diatur suhunya 350 derajat selama 30 menit. Jadi deh, gelas unik kreasi si kecil!

    2. ADU SUMO

    Siapkanlah bantal ukuran besar dan pinjamlah kaos rumah si ayah, pakaikan ke anak-anakmu. Masukkan bantal ke dalam kaos dan ajak anak-anakmu melakukan olahraga Sumo. Ajak anak berfantasi, seolah mereka adalah atlet Sumo. Pasti seru!

    3. GAMBAR JARI

    Sediakanlah malam alias lilin yang biasa dimainkan oleh anak-anak yang berwarna-warni, lalu siapkan juga kain putih. Biarkan si kecil berkreasi dengan membentuk malam warna-warni tersebut di atas kain. Biarkan dia bebas berimajinasi di kanvas kain tersebut.

    4. PUKUL BALON

    Main bola di dalam rumah? Bisa saja, Bu! Kamu bisa ajak si kecil pukul-pukulan balon di dalam rumah. Sebelumnya, siapkan paddle stick alias stick es krim dan piring kertas berbentuk bulat untuk pemukul. Nah, untuk bolanya kamu bisa ajak si kecil meniup balon bersama-sama. Pasti deh akan penuh dengan canda tawa!

    5. PESAWAT KERTAS

    Permainan klasik ini tetap menjadi favorit bagi anak-anak. Ajarkan lah bagaimana membuat pesawat dari kertas, bisa menggunakan kertas warna-warni agar terlhiat lebih menarik, dan kemudian ajak untuk berlomba menerbangkannya. Atau buat pesawat kertas sebanyak mungkin sebagai hiasan di kamar mereka.

    6. MEMBUAT CERITA

    Kegiatan ini bisa mengasah imajinasi anak sehingga menimbulkan motivasi mereka terhadap sesuatu keinginan atau cita-cita. Misalnya dengan membuat cerita bersama mengenai liburan sekolah. Atau misalnya mengenai cita-cita mereka kalau besar nanti. Anak-anak akan mengingat terus cerita yang dibuatnya sehingga bisa menjadi motivasi mereka.

    7. TEBAK GAMBAR

    Sediakan kertas gambar kosong, lalu gambar lah hal yang mudah untuk anak-anak tebak. Misalnya gambar hewa, mainan, tanaman, dsb. Dan berikan kesempatan kepada anak Anda untuk melakukan hal sebaliknya.

    8. JADI PENULIS CILIK

    Untuk menghindari kebosanan si kecil mendengarkan kamu bercerita atau membacakan buku dongeng, sekarang kamu bisa gantian meminta si kecil untuk menulis ceritanya sendiri. Sediakanlah buku gambar serta krayon warna-warni dan ajak si kecil untuk menggambar serta menulis cerita buatannya. Berikanlah pujian padanya setiap dia berhasil menulis satu cerita ya, Bu!

    9. MEMBUAT PETA

    Untuk melatih ingatan dan kecerdasan otak anak, mulai lah untuk membuat peta bersama. Tidak perlu peta yang sulit, buatlah peta tempat-tempat di sekitar rumah dan beberapa akses jalan menuju sekolah atau tempat lainnya yang mereka ketahui.

    10. BANGUNLAH BENTENG!

    Siapkan sebuah selimut , bangku-bangku kecil, busa sofa, atau kasur kecil, dan ajak si kecil untuk membuat rumah-rumahan atau benteng pertahanan menggunakan alat-alat tersebut. Setelah jadi, berikan dia senter untuk membuat puppet show menggunakan tangan dan cahaya senter.

    11. MEMBUAT KREATIVITAS

    Asahlah kreativitas anak-anak dengan membuat barang-barng yang mudah dan bermanfaat. Misalnya saja membuat scrapbook, aksesoris dari pita, menghias bola, menggambar baju atau tie-dye, membuat rekaman musik bersama, mengecat kamar anak, dan lain sebagainya.

    12. JADI DETEKTIF CILIK

    Ajak anakmu untuk jadi detektif! Coba kamu sembunyikan beberapa barang misalnya buku, pulpen, atau permen di tempat-tempat tersembunyi di rumah dan berikan dia petunjuk entah dengan peta atau jejak-jejak. Aktivitas seru ini sangat bagus menstimulasi otak anak.

    13. MOMMY’S NEXT TOP MODEL

    Buatlah Project Runway versimu di rumah bersama putrimu yuk, Bu! Bilang padanya bahwa malam ini adalah fashion night dan minta dia pilih baju-bajunya dan padu padan sendiri. Siapkan red carpet misalnya dengan kain merah atau selimut. Jangan lupa foto-foto, ya! Lalu kirim ke facebook Fimela Family ya, Moms! J

    14. BERMAIN SCRABBLE, UNO, DAN SEJENISNYA

    Belilah seperangkat permainan seperti scrabble, halma, ular tangga, uno, dan sejenisnya. Buatlah dua group Ibu dan Ayah, jangan lupa diskusikan peraturan yang seru bai yang menang maupun yang kalah.

    15. EKSPERIMEN SAINS : MENANAM TUMBUHAN

    Ini adalah cara yang tepat untuk menganalkan anak terhadap lingkungan. Menumbuhkan kecintaan anak terhadap alam dan mengajarkan bagaiamana mereka menghargai alam dan lingkungan.

    Selain itu juga secara ilmiah menambah pengetahuan anak mengenai proses pertumbuhan tanaman buah, sayur, maupun yang lainnya.

    Mulai lah dari yang termudah, misalnya menanam biji bunga matahari, biji cabai, umbi-umbian, bumbu masak, atau pohon buah mangga.

    Terus lah bertahap ajarkan jenis-jenis pupuk dan beritahu perbedaan kegunaan masing-masing pupuk, bagaiman cara memberinya, dan ingatkan terus untuk menyiram dan memantau perkembangan tanamanya yang ditanam.

    16. BERKUNJUNG KE PERPUSTAKAAN ATAU TOKO BUKU

    Kenalkan anak Anda kepada buku sejak dini, agar terbangun kecintaan terhadap buku dan kegiatan membaca. Berikan buku sebagai hadiah untuk anak Anda atau Anda juga bisa membangun perpustakaan kecil bersama buah hati Anda di rumah. Biarkan si kecil membantu Anda menata sendiri buku-bukunya dan membersihkan rak-rak buku di perpustakaan keluarga Anda. Semua kegiatan itu dapat menjadi hiburan alternatif yang sangat positif bagi Anda dan keluarga.

    17. BERENANG

    Aktivitas ini termasuk salah satu olahraga fisik yang disukai anak. Hampir semua anak suka bermain air.

    18. BERSEPEDA

    Kalau dilakukan sendiri, mungkin bisa membosankan. Tapi cobalah bersepeda pagi atau sore bersama seluruh keluarga. Murah dan menyehatkan!

    19. BERMAIN BOLA

    Bermain bola tentu saja menyenangkan untuk anak. Jika masih balita, bisa bermain bola di dalam rumah dengan bola-bolaan yang terbuat dari plasik

    18. BERMIAIN MAINAN TRADISIONAL

    Bisa juga dengan memainkan permainan-permainan tradisional. Simak juga main-mainan Tradisinional yang bisa dimainkan

    21. BERJALAN-JALAN

    Jalan-jalan merupakan salah satu alternatif hiburan paling menarik bagi keluarga yang sering kali menghabiskan waktu-waktunya di rumah. Karenanya, jalan-jalan bisa menjadi salah satu hiburan alternatif pengganti televisi yang baik bagi Anda dan keluarga. Anda tak harus selalu mengeluarkan uang untuk berjalan-jalan bersama anggota keluarga. Berjalan santai di pagi atau sore hari mengelilingi kompleks perumahaan atau ke taman terdekat dapat menjadi pilihan jalan-jalan untuk Anda dan keluarga. Selain menyehatkan, aktifitas itu juga bisa menjadi kegiatan yang mendekatkan, menghangatkan dan menghibur bagi Anda dan keluarga.(mas imam subroto pembina dan pegiat lingkungan hidup sdn bubutan 4 sby.

    Balas
  • Mei 14, 2018 pada 09:27
    Permalink

    SDN BUBUTAN 4 SURABAYA yang Zero Waste. Plastik sudah menjadi barang yang dipakai setiap hari oleh manusia untuk segala kebutuhan, plastic sangatlah bermanfaat dan selalu digunakan dalam kehidupan sehari-hari manusia dan kini dampaknya sudah terlihat dan membahayakan. Sampah plastik mulai menumpuk dan mencemari lingkungan barang yang susah diuraikan dan membutuhkan waktu selama 300 tahun untuk teruraikan. Sudah saatnya manusia untuk mengurangi penggunaan plastik demi menuju kehidupan yang lebih baik dan sehat, karena dampaknya sudah memengaruhi seluruh makhluk hidup yang ada di planet bumi tercinta ini.
    Sudah saatnya kita mengurangi penggunaan plastik. Hal ini wajib dilakukan oleh siapa saja dan dimana saja berada. Warga Sekolah SDN BUBUTAN 4 Surabaya sudah menerapkan pengurangan plastik (ZERO WASTE) di setiap harinya. Sekolah kami juga membuat peraturan untuk mengurangi sampah plastik, yaitu dengan membawa botol minum isi ulang dan tempat makan sendiri (tepak makan). Untuk mengurangi sampah botol plastik, siswa wajib menggunakan botol minum isi ulang saat membeli minuman dan tepak makan untuk membeli makanan di kantin. Jika ketahuan melanggar maka baik pihak kantin maupun siswa mendapat teguran kalau masih tetap melanggar maka ada sanksi buat kantin dan siswa. Untuk kantin mungkin tidak diperpanjang masa kontraknya dan untuk siswa wajib mengambil botol plasti atau sampah plastik dan mengumpulkannya di bank sampah untuk dijual atau didaur ulang. Untuk mengakkan aturan ini Tim polisi lingkungan pun ikut berpartisipasi untuk melakukan razia sampah plastik dibantu oleh kader lingkungan Adiwiyata SDN BUBUTAN 4 Surabaya.
    Sampah plastik yang masih ditemukan di sekolah dipilah kembali. Dengan bimbingan Bapak Ibu Guru pendamping LH, sampah plastik di sekolah dipilah untuk dijual kembali dan ada yang di daur ulang menjadi barang-barang ketrampilan serta untuk pembuatan media pembelajaran. Setiap bulan penjualan sampah botol plastik slalu menurun hasilnya. Hal ini menandakan bahwa warga sekolah SDN BUBUTAN 4 Surabaya mulai peduli terhadap lingkungan khususnya sekolah yang Zero Waste (mas imam subroto Pembina dan pegiat LH SDN BUBUTAN 4)

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *