Belum genap setahun, SMPN 40 Surabaya dipimpin oleh kepala sekolah ini. Dia bertugas sebagai kepala sekolah di Jalan Bangkingan VIII/8 Surabaya ini sejak 13 September 2017. Agus Sutowo, nama kepala sekolah ini.

Bagi warga sekolahnya, Agus Sutowo dikenal memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan hidup. Pada beberapa pekan awalnya mengepalai SMPN 40 Surabaya, dia langsung memperhatikan dan mengevaluasi efektifitas sarana prasarana program lingkungan di sekolah barunya itu.

Rencana renovasi gedung sekolah menjadi ujian berat pertamanya. “Ketika akan dilaksanakan pembangunan gedung di sudut barat berdampak pada lokasi di sebelah selatan dan sudut sebelah timur. Sementara di areal tersebut banyak terdapat tanaman hias dalam pot, tanaman cabai, juga terdapat 3 kolam pengomposan khusus daun.

Dengan sigap dan tegas, menurut guru pembina lingkungan hidup SMPN 40 Surabaya Andajani, kepala sekolahnya justru tidak membongkar sarana prasarana lingkungan hidup tersebut. “Pak Agus Sutowo justru merelokasi ke tempat yang aman dan tidak terganggu. Aktivitas rutin pengelolaan lingkungan hidup jadi tetap bisa dilakukan,” kata Andajani.

Agus Sutowo juga dalam proses renovasi green house dan membuat instalasi hidroponik untuk sementara sambil proses pembangunan berjalan. “Kepsek juga membuat secara permanen rumah kompos, jika pembangunan telah selesai. Rumah kompos ini akan berdekatan dengan kolam pengomposan, alat pemotong daun dan tong aerob,” ujar Andajani.

Bagi Agus Sutowo, menurut Andajani, pengomposan sampah daun adalah produk unggulan dari The Asoka Team SMPN 40 Surabaya. “Beliau minta benar-benar harus ditata serius. Tak jarang beliau juga terjun secara langsung ke lapangan, seperti mengolah sampah, menyiram tanaman, memindahkan tanaman dalam pot,” terang Andajani.

Mengenai program wirausaha lingkungan hidup Ecopreneur 2018 di tahun pertamanya sebagai kepala SMPN 40 Surabaya, dia merasakan banyak manfaatnya. “Ecopreneur membangun karakter wirausaha siswa. Program ini menggali potensi siswa untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan,” kata Agus Sutowo ini.

Baginya, Ecopreneur bisa mengoptimalkan potensi lingkungan sekolah dan mengolah limbah lingkungan di sekolah. “Kreativitas dan inovasi para siswa ditantang untuk dituangkan dalam bentuk berbagai karya melalui Ecopreneur ini. Baik itu berupa kerajinan tangan maupun olahan makanan dan minuman,” tambah Agus Sutowo.

Ide-ide atau kreativitas di luar dugaan pun bermunculan dari peserta didik khususnya tim kader LH Si Cilung Spenforty sekolahnya. “Jika tidak ada program dari Tunas Hijau seperti Ecopreneur, mungkin ide, kreativitas, inovasi seperti itu tidak akan pernah muncul. Sebab tidak ada yang mewadahinya,” ujarnya.

Gagasan/ide itu tidak ada artinya dan tidak ada manfaatnya jika hanya disimpan di dalam kepala. “Tunas Hijau dengan program rutin tahunan Surabaya Ecopreneur bersama Pemerintah Kota Surabaya sangat membantu dan mengapresiasi warga sekolah,” kata mantan guru SMPN 28 Surabaya ini.

Dia merasakan perubahan yang cukup signifikan terjadi pada diri peserta didiknya dengan program Ecopreneur 2018. “Siswa, guru, dan sekolah diajak terlibat aktif dalam pembentukan karakter, dan menggali potensi lingkungan sambil berkompetisi. Komitmen seluruh warga sekolah juga menjadi padu melalui setiap tantangan yang dimunculkan,” kata Agus Sutowo. (*)

Penulis: Mochamad Zamroni

5 thoughts on “Agus Sutowo; Pengelolaan LH Berlanjut Saat Pembangunan Gedung SMPN 40 Surabaya

  1. Sebaga pembina LH di suatu sekolah di tiap jenjang pasti berbeda, begitu pula di setiap SD atau SMP pasti mempunyai karakter masing-masing. Nah sebagai pembina LH harus mempunyai kreatifitas yang selalu update, sehingga para kader LH tidak mengalami kejenuhan, inilah yang dilakukan oleh Bapak Kita ini yaitu Bapak Agus, sehingga beliau selalu dekat denga para kader.

    soga sukses selalu Bapak Agus, dan SMPN 40 semakin maju dan jaya

  2. Salut kepada bapak ks smpn 40 sby bapak agus sutowo, sepertinya ide dan gagasan beliau brilian, beliau merasakan perubahan yang cukup signifikan terjadi pada diri peserta didiknya dengan program Ecopreneur 2018. “Siswa, guru, dan sekolah diajak terlibat aktif dalam pembentukan karakter, dan menggali potensi lingkungan sambil berkompetisi. Komitmen seluruh warga sekolah juga menjadi padu melalui setiap tantangan yang dimunculkan. Saya sangat sangat setuju dengan pendapat bapak agus sutowo, ide dan gagasan bapak agus sutowo akan saya praktikan di sekolah saya agar aksi ecopren sekolah saya lebih berkembang dan bisa dijadikan contoh sekolah2 yg ada di kecamatan bubutan sby untuk ikut ecopten semua di tahun 2019, aamiin. Trims tunas hijau dan sukses buat bapak agus sutowo ks smpn 40 sby.salam lestari

  3. Pak Agus adalah kepala sekolah yg sangat antusias, care, dan respek banget terhadap program LH di SMPN 40. Kami bangga punya pemimpin yang tidak hanya bisa memberi perintah dan contoh, tapi juga selalu menjadi contoh atau teladan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *