Profesi guru tak hanya mendidik. Lebih tepatnya menjadi layaknya orang tua bagi semua anak didiknya di sekolah. Begitulah tugas yang diemban Shanti Sri Rejeki, guru SDN Airlangga I Surabaya yang juga pembina lingkungan hidup sekolah ini.

Sebagai guru pegawai negeri sipil, Shanti ingin membaktikan diri tidak hanya menjadi tenaga pendidik. Dia juga berharap terlibat secara aktif dalam kegiatan pelestarian lingkungan hidup di sekolahnya. Bahkan Shanti rela seringkali disebut tukang rombeng karena suka mengumpulkan barang bekas untuk di jual.

Dia menyadari meski sekolah tempatnya bekerja di pusat kota Surabaya, tepatnya di Jalan Airlangga I/2. “Saya ingin menjadikan budaya ramah lingkungan sebagai tiang karakter untuk generasi muda. Sehingga mendidik siswa harus dibarengi dengan wawasan peduli lingkungan hidup,” terang perempuan kelahiran 6 Desember 1974 ini.

Sejak awal kiprahnya menjadi guru di SDN Airlangga I, Shanti menyediakan dua tempat sampah di ruangannya untuk memilah sampah kertas dan plastik. Dia mengajak anak didiknya memilah sampahnya sendiri. Setelah dipilah, Shanti selalu  mengumpulkan sampah yang bisa dijual.

Dia merasa sedih bila melihat anak-anak jaman now membuang sampah sembarangan. “Bagi saya, sampah itu adalah modal karena dari awal sudah banyak kegiatan yang sumber pendanaannya dari hasil penjualan sampah non organik maupun sampah organik yang telah diolah menjadi kompos,” ujar guru yang tinggal di Jalan Gresikan V/2 Surabaya ini.

Shanti mengaku tak hanya sampah yang menjadi persoalan di sekolahnya, namun kondisi sekolahnya yang kurang rimbun. “Banyak kegiatan sekolah saya itu terinspirasi dari sekolah lain karena saya ingin memiliki sekolah yang hijau, bebas sampah dan banyak kegiatan lingkungan juga. Salah satunya kayak SDN Tanah Kalikedinding I yang tampak hijau dan bersih,” ungkap guru yang menekuni seni beladiri ini.

Perempuan Sarjana Bahasa Inggris ini merencanakan membuat kebun buah dan hidroponik di kelas lantai 2 sekolah. Tujuannya, lantai atas tampak lebih hijau dan mengajak siswa yang kelas atas  untuk berpartisipasi menjaganya. “Rencananya ditanam dengan sistem organik,” sahutnya.

Bagi Shanti sebesar apapun program lingkungan hidup yang terpenting adalah kaderisasi. SDN Airlangga I memiliki kebijaksanaan setiap siswa kelas 4 dan 5 akan menjadi kader lingkungan. Namun seiring perkembangan program lingkungan hidup di sekolah, Shanti akan memajukan proses pengkaderan yaitu mulai dari kelas 3. ”Saya bikin audisi Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup di sekolah untuk mengkader anak-anak menjadi pejuang lingkungan,” terangnya. (*)

Penulis: Satuman Saluki

Penyunting: Mochamad Zamroni

22 thoughts on “Shanti Sri Rejeki, Dikenal Sebagai Tukang Rombeng Selain Guru

  1. Semoga mbak shanty bisa menginspirasi kita2 ini yg jadi pendidik, sekaligus menjadi pejuang dan penggiat Lingkungan Hidup Sejati…aamiin barakallah.Selamat ya bu guru cantik

  2. Bu Shanty Sri Rejeki adalah contoh gr jaman now yg msh peduli thdp lingk sekitar, gr yg penuh dedikasi n ketulusan dlm melakukan sgl sesuatu yg bermanfaat bg smua makhluk hidup. Smg dpt menginspirasi kt smua.

  3. Julukan yang kadang kurang sedap didengar seringkali mewarnai aksi para pejuang lingkungan. Tidak hanya siswanya, gurunya pun tak luput dari julukan yang sumbang. Namun bagi para pejuang lingkungan yang sejati seperti Bu Shanti yang maniz, julukan apapun tak menyurutkan niat & semangat untuk membentuk karakter peduli & berbudaya lingkungan di wllayah SDN Airlangga, karena kelak hasilnya akan berbuah maniz, semanis senyum Bu Shanti.

  4. Alhamdulillah bisa mengenal bunda shanti pribadi yang kerja keras dan pantang menyerah… semoga inovasi dalam kegiatan lingkungan menginspirasi kami untuk menjadi lebih baik

  5. Terima kasih teman-teman atas motivasi dan pembelajaran tentang lingkungan yang diberikan. Semoga yang kita lakukan sebagai penggiat lingkungan akan memberikan perubahan pada lingkungan sekitar ????

  6. Wahhh.. Bu Shanty sangat memberikan kami motivasi dalam hal melestarikan lingkungan. Terimakasih atas motivasi yang telah anda berikan, semoga kedepannya semakin bermanfaat bagi kita semua.

  7. Teruskan bu. Jangan bosan” untuk berbuat hal yang positif.. Susah zaman sekarang yang masih peduli dengan lingkungan. Semoga bu shanti menjadi panutan para guru, murid, dan orang orang sekitar. Amin

  8. Siiiip maju terus pantang mundur. Buat bu shanti trima kasih telah mendidik karakter anak sejak dini untuk peduli lingkungan

  9. mataf bu guru yang satu ini sudah cantik juga peduli dengan lingkungan
    saya sebut ibu guru santi pahlawan lingkungan ….semoga ini menjadi inspirasi untuk guru guru yang laen SALAM

  10. Semua yang teman” tuliskan sudah mendadi tugas dan tanggungjawab seorang guru di jaman skrg, bagaimana anak didik kita agar memiliki jiwa yang tidak hanya pandai matematika saja dikelasnya namun dunia luar terdapat banyak tantangan untuk bisa hidup layak.
    Innovasi adalah faktor yang harus ditumbuh kembangkan oleh seorang guru disamping membuat anak didiknya ahli dalam ilmu.
    Lanjutkan perjuangan hingga karya anak didik mempunyai nilai jual yang tinggi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *