Keikutsertaannya pada workshop dan lomba video ponsel peduli sampah 2018 berawal dari paksaan oleh sekolahnya. Dalam lomba yang diikuti oleh lebih dari 150 orang siswa SMP se Kota Surabaya ini, siswa kelas 8 SMPN 44 Surabaya ini terpilih menjadi juara III. Ketidaksengajaan itu menjadi titik balik dirinya untuk mengulik dan menggemari fotografi dan videografi yang baru kali pertama dikenalnya.

Siswa tersebut ialah Ahmad Izzudin Firmansyah. Dia anggota tim lingkungan hidup di SMPN 44 Surabaya. Dengan mengusung tema sampah, dirinya  memperkenalkan program bank sampah yang ada di sekolahnya. “Jadi ya detail yang saya ambil. Mulai dari aktivitas pengumpulan botol plastik dan kertas, penimbangan sampah hingga proses penjualannya,” ujar Izzudin Firmansyah.

Video awal yang dibuat untuk babak penyisihan lomba video pendek ponsel berdurasi hampir 4 menit. Dia mengaku banyak keterbatasan tentang teknik-teknik dasar pengambilan gambar, angle kamera dan informasi lainnya pada video pertama yang dibuatnya pada tahap penyisihan. “Awalnya, saya kira itu seperti dokumenter. Jadi saya rekam terus menggunakan handphone. Memori internal dan eksternal saya cepat habis,” imbuh Ahmad.

Momen workshop video pendek sebelum praktek on the spot pengambilan (shoot) stok video untuk lomba menjadi titik balik dirinya menyerap sebanyak mungkin informasi mengenai teknik videografi. “Tetapi ya video saya yang pertama dengan durasi 4 menit itu masih ada goyangnya. Teknik yang saya gunakan juga masih dasar yakni hanya dua teknik saja, yaitu geser kanan dan geser kiri,” imbuh siswa kelahiran Surabaya 10 Mei 2003 ini.

Menjadi juara ketiga merupakan momen yang tidak pernah diduganya. Dia sangat bangga atas prestasi yang dicapainya. Siswa yang gemar bermain badminton ini merupakan siswa pekerja keras, tidak mudah menyerah dan mau mempelajari hal baru.

“Dengan mengulik kamera di ponsel saya, awalnya saya ragu untuk bisa lolos grandfinal. Tetapi setelah melihat pengumuman saya lolos, ya saya senang. Baru, setelah itu keinginan untuk terus membuat karya video semakin besar,” cetusnya.

Hasilnya, pasca workshop kedua final lomba video pendek yang diselenggarakan di Koridor Co-working Space Siola, siswa yang tinggal di Bulak Jaya ini percaya diri dan mempunyai bekal pengetahuan tambahan untuk memperkaya kemampuannya membuat video. Dengan durasi hanya 2.59 menit atau hampir 3 menit, Ahmad membuat video pendek lingkungan mengenai peremajaan tanaman anggrek di sekolah.

Dipilihnya bunga anggrek karena tanaman tersebut merupakan ikon lingkungan dari sekolah dan jumlahnya yang banyak tertempel di beberapa sudut lingkungan sekolah. Tujuan pembuatan videonya adalah menginformasikan cara peremajaan tanaman anggrek yang memiliki bunga indah. “Gak nyangka dan bangga kak, gara-gara video ini saya jadi pemenang juara III,” ucap Ahmad.

Perbedaan paling mencolok antara karya pertama dan kedua miliknya adalah teknik pengambilan gambar lebih banyak. Angle kamera yang bervariatif tidak kaku dan tentunya semakin padat informasi. “Saya ingin kedepannya mengulik aplikasi edit video di laptop. Jadi bisa membantu saya untuk edit video saat ponsel saya bermasalah. Intinya, pasca menjadi pemenang ini saya ingin terus membuat karya video lingkungan lagi. Nagihin,” imbuhnya. (*)

Penulis : Anggriyan Permana

Penyunting: Mochamad Zamroni

4 thoughts on “Ahmad Izzudin, Juara III Lomba Video Ponsel Lingkungan Hidup 2018

  1. Sukses selalu unt Ach. Izzudin, jangan pernah berhenti untuk belajar, belajar, dan belajar. Dan jangan pernah berpuas diri dengan ilmu yang telah kita miliki saat ini. Agar kita selalu dan selalu untuk semangat menambah wawasan/pengetahuan, apapun bidangnya.

  2. Sukses buat izzudin atas prestasinya smg bisa mengangkat prestasi2 yg lain dan diikuti oleh teman2nya untuk keharuman dan kejayaan smpn 44 selangkah lebih maju dari smp2 negeri lain yg ada di sby, aamiin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *