Kepedulian sosial dan lingkungan hidup Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya, hotel bintang empat yang berlokasi di Jalan Raya Darmo 68-78 Surabaya ini sudah tidak diragukan lagi. Beragam program kepedulian dilakukan oleh hotel yang dipimpin oleh Sugito Adhi, general manager hotel ini.

Setiap pekan ketiga September pada tahun 2015, 2016 dan 2017, hotel ini tidak pernah absen menjadi pendukung utama pelaksanaan Bersih-Bersih Pantai Kenjeran Surabaya. Kegiatan pengumpulan sampah dari pantai itu digelar sebagai bagian dari program Surabaya Eco School dan kampanye global Clean Up the World.

Program wirausaha lingkungan hidup Ecopreneur 2017 yang diselenggarakan oleh Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya juga didukungnya. Tidak terkecuali program Penganugerahan Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup 2017, yaitu program yang mengajak anak-anak menerapkan perilaku ramah lingkungan dan membuat proyek lingkungan hidup yang tidak seharo selesai.

Hampir setiap peringatan hari-hari lingkungan hidup dan hari-hari besar lainnya juga diperingati hotel yang dipimpin oleh Sugito Adhi ini dengan melibatkan elemen masyarakat lainnya. Diantaranya warga sekolah dan panti asuhan.

Sugito Adhi bersama Pangeran Lingkungan Hidup 2018 Caisar dan Putri Lingkungan Hidup 2018 Vellisa saat di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya

World Food Day pada 16 Oktober 2017 lalu diperingatinya bersama guru-guru sekolah dasar Surabaya dengan workshop pemanfaatan limbah kulit bawang putih dan sisa bahan makanan.

Yang teranyar, pada Ramadhan 1439 Hijriyah, 1000 anak yatim/dhuafa diajak berdoa plus berbuka bersama di hotelnya. Anak-anak yatim/dhuafa itu juga mendapatkan bingkisan dari Hotel Mercure Grand Mirama bersama beberapa pendukungnya.

Sugito Adhi menjelaskan bahwa kepedulian sosial dan lingkungan hidup yang selama ini diterapkannya bersama hotel yang dipimpinnya adalah realisasi sebagai bagian aktif dari masyarakat sekitar. “Kami memiliki tanggung jawab sosial dan lingkungan hidup kepada masyarakat di sekitar kami berada,” kata suami dari Annisa Hikmah dengan 3 orang anak ini.

Kepedulian lingkungan hidup juga diterapkan Sugito dalam keseharian di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya. Nuansa hijau juga sangat terasa dengan hotel yang tergabung dalam grup Accor ini. Nuansa hijau itu hampir terasa di setiap bagian bangungan. Estetika kesan hijau itu juga sangat harmonis dengan memadukan pepohonan pelindung dan tanaman hias/perdu.

“Kami bahkan memanfaatkan sampah plastik botol air mineral untuk pot tanaman. Kami merawat banyak tanaman dalam pot itu diantaranya di dalam restoran Trimurti dengan mengoptimalkan sinar matahari yang ada,” terang general manager hotel yang pada 2013 mendapat penghargaan sebagai National Green Hotel ini.

Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya menerapkan pemilahan sampah yang dihasilkan dari operasional hotel setiap harinya. “Hotel kami memilah sampah menurut jenisnya, yaitu plastik, kertas, logam, organik/sisa makanan dan bahan beracun berbahaya (B3),” ujar penghobi berkebun dan bersepeda ini.

“Pengolahan sampah kardus, kaleng dan plastik dari hotel selama ini dilakukan dengan menjualnya. Ada pengepul sampah sendiri. Uangnya digunakan untuk aktivitas sosial seperti adopsi anak asuh hotel dan dana sosial lainnya,” tutur Sugito Adhi yang memimpin Hotel Mercure Grand Mirama ini sejak 2013.

“Melalui aktivitas sosial dan lingkungan hidup yang sering dilakukan Hotel Mercure Mirama Surabaya, kami menegaskan bahwa hotel ini tidak murni bisnis tetapi juga aktif dalam pengembangan masyarakat,” lanjut Sugito yang pernah tinggal di Bali, Bintan, Batam, Riau dan Semarang ini.

Dalam operasional keseharian Hotel Mercure Grand Mirama, Sugito juga menunjuk seorang duta lingkungan hidup dan keselamatan kerja. “Kami menyebut duta itu dengan Eco Gesture. Tugasnya untuk mengampanyekan peduli lingkungan hidup, diri sendiri plus masyarakat,” kata Sugito.

Eco Gesture terus memastikan dilakukannya efisiensi sumber daya alam di dalam operasional hotel. “Diantaranya tidak membiarkan kran air menyala tidak digunakan. Termasuk juga penghematan energi listrik di ruangan yang tidak digunakan,” tutur pria kelahiran 9 Juli 1974 ini. (*)

Pewarta: Mochamad Zamroni

3 thoughts on “Sugito Adhi, Dibalik Kepedulian Sosial dan Lingkungan Hidup Hotel Mercure Grand Mirama

  1. Kepedulian dan Kesuksesan pak gito ini dalam kiprah aksi Lingkungan hidup tidak diragukan lagi dan ini real, saya katakan suasana hotel pun bahkan restorannya di design berlatar belakang suasana alam pedesaan dan memanfaatkan limbah plastik dan kertas koran untuk didaur ulang, dinding2nya penuh hiasan taman gantung green wall dan settingan kertas koran dan hotel ini mempunyai bank sampah dan pengelolaan limbah yg wahid ini bisa ditiru oleh2 hotel yang lain, saya bisa bercerita karena sdh 4 kali merasakan suasana hotel ini dan menikmati masakan yg super ciamik, sampek2 pingin rasanya saya diundang lagi, trims tunas hijau dan hotel mercurrie karena jasa2nya saya kalo masuk hotel tidak canggung dan desani, sukses terus buat pak gito dan teman2 tunas hijau serta para pegiat LH yg ada di Sby. Aamiin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *