Gerakan Penanaman 1000 Pohon PT PLN (Persero) bersama Tunas Hijau di bekas tempat pembuangan akhir sampah (TPA) Keputih Surabaya berlanjut. Selasa (17/7/2018) pagi, 75 siswa baru dan guru SMPN 19 Surabaya melakukan tanam pohon ini. Ikut serta juga beberapa mahasiswa UNESA yang sedang praktek kerja lapangan di sekolah itu.

Aksi ini sebagai rangkaian masa layanan orientasi siswa baru di sekolah yang berlokasi di Jalan Arief Rahman Hakim Surabaya itu. Sejak pukul 07.00 WIB para siswa berdatangan di lokasi dengan membawa beberapa peralatan bercocok tanam.

Dian Rahmawati, guru pembina lingkungan hidup SMPN 19 Surabaya, mengatakan bahwa aksi tanam pohon ini maju dari rencana semula keesokan harinya, Rabu (18/7/2018). “Jumlah siswa yang kami libatkan pada aksi tanam pohon ini lebih sedikit dari rencana semula yang melibatkan semua siswa baru, 400-an siswa,” kata Dian Rahmawati.

Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau Kota Surabaya Chalid Buchari ikut serta tanam pohon ini

Jenis pohon yang ditanam pada aksi adalah ketapang. “150 pohon yang ditanam ini adalah bagian dari bantuan 1000 pohon PT PLN (Persero) pada puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 5 Juni lalu,” kata Aktivis Senior dan Presiden Tunas Hijau Mochamad Zamroni.

Lebih lanjut Zamroni mengajak para siswa untuk menanam pohon dengan keseriusan. “Pohon yang akan kita tanam adalah makhluk hidup. Jangan biarkan tanah induknya terlepas saat melepas polibagnya. Kita awali dengan berdoa, semoga pepohonan yang akan ditanam akan tumbuh subur dan menjadi kebun amal kita,” pesan Zamroni.

Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau Kota Surabaya Chalid Buchari mengapresiasi kepedulian warga SMPN 19 Surabaya tersebut. “Peduli lingkungan dengan menanam pohon ini adalah aksi mulia. Kita yang melakukan aksi mulia ini akan dimuliakan Allah SWT. Insya Allah,” kata Chalid Buchari dalam sambutannya.

Aksi tanam pohon ini sekaligus sebagai edukasi kepada para siswa betapa sampah plastik, diantaranta kresek, tidak terurai di dalam tanah setelah belasan tahun

Putri Lingkungan Hidup 2016 Ailsa Araminta nampak mengikuti aksi tanam pohon ini. Keterlibatan Ara, panggilan akrab Ailsa Araminta, karena dia siswa baru SMPN 19 Surabaya. Ara ditunjuk teman-temannya satu gugus mengikuti aksi tanam pohon ini.

Putri Lingkungan Hidup 2016 yang memiliki proyek adopsi pengomposan sampah organik kampung nelayan Kenjeran Surabaya ini juga mengajak masyarakat ikut serta menghijaukan lahan ini. “Siswa baru SMPN 19 Surabaya tanam pohon pagi ini, di Taman Harmoni. Kapan kamu meniru kami?” ajak Ara. (*)

Pewarta: Mochamad Zamroni

Foto-foto: Satuman

2 thoughts on “Siswa Baru SMPN 19 Surabaya Tanam Pohon di Bekas TPA Sampah Keputih

  1. Semangat selalu unt adik-adik siswa baru di SMPN 19, yang beraksi nyata dengan menanam pohon di bekas TPA sampah Keputih. Tunjukkan pelajar Surabaya adalah pelajar yang peduli lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *