Pramuka Tanam Pohon PLN di Eks TPA Keputih Surabaya

Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur bersama Tunas Hijau, PLN Peduli, dan Pemerintah Kota Surabaya peringati Hari Pramuka ke-57 dengan menyelenggarakan Pramuka Tanam Pohon, Sabtu (28/7/2018). Kegiatan itu dilaksanakan di eks tempat pembuangan akhir sampah (TPA) Keputih Surabaya.

200 pohon ditanam pada aksi itu. “Jenis pohon yang ditanam adalah keben atau perdamaian, tabebuya daun lebar, ketapang, spatodea dan kiara payung. Pohon-pohon ini adalah bagian dari 1000 pohon bantuan PT PLN (Persero) yang diperuntukkan untuk ditanam di eks TPA Keputih ini,” kata Mochamad Zamroni, andalan daerah urusan lingkungan hidup Kwarda Jatim, yang juga aktivis senior Tunas Hijau.

300 orang Pramuka ikut serta aksi penanaman pohon itu. Diantara peserta aksi itu adalah para pembina Pramuka peserta Pelatihan Gudep Jatim Ramah Lingkungan Hidup 2018 dari seluruh Jatim. Ada juga peserta dari internasional dari negara Tunisia, Kamboja, Malaysia dan Kanada. Peserta aksi lainnya adalah dari pangkalan gugusdepan Pramuka Surabaya dan sekitarnya.

Pramuka tanam pohon bersama partisipan dari Kanada (mengenakan kaos biru)

Gugusdepan yang ikut serta aksi Pramuka Tanam Pohon ini adalah yang berpangkalan di SMPN 36 Surabaya, SMPN 46 Surabaya, SMA St Carolus Surabaya, SMAN 3 Surabaya, SMAN 20 Surabaya, SMKN 10 Surabaya, SMK Adhikawacana Surabaya, SMPN 28 Surabaya,  SMA Dharma Wanita I Pare Kediri dan Madrasah Aliyah Negeri Surabaya.

Pangkalan gugusdepan lainnya yang ikut serta adalah SMK Wachid Hasyim 1 Surabaya, SMKN 3 Surabaya, SMA Islam Parlaungan Sidoarjo, SMKN 1 Surabaya, SMPN 53 Surabaya, SMAN 17 Surabaya,  SMPN 2 Sedati dan SMA Yapita Surabaya.

Zamroni mengatakan bahwa diharapkan akan lebih sering lagi menggelar aksi nyata peduli lingkungan hidup. “Kami akan lebih sering lagi menyelenggarakan aksi Pramuka Tanam Pohon dan aksi peduli lingkungan hidup lainnya. Bahwa Pramuka memang  cinta alam dan kasih sayang sesama manusia. Seperti darma kedua Pramuka,” kata Zamroni, yang juga presiden Tunas Hijau Indonesia ini.

Pembina Pramuka dari seluruh Jawa Timur mengikuti aksi tanam pohon ini

Budi, pembina Pramuka dari Kwarcab Nganjuk peserta Pelatihan Gudep Jatim Ramah Lingkungan Hidup 2018 yang mengikuti tanam pohon ini merasakan pengalaman berbeda pada tanam pohon ini. “Lahan tanam pohonnya menantang. Tidak mudah membuat lubang tanam di lahan eks gunungan sampah itu. Penuh dengan sampah plastik,” ujar Kak Budi.

Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau Kota Surabaya Chalid Buchari ikut serta aksi tanam pohon. Dalam pengarahannya sebelum dimulainya aksi penanaman, dia mengatakan bahwa bekas gunungan sampah seluas sekitar 60 hektar itu akan diubah menjadi taman kebanggaan masyarakat Surabaya. “Pengelompokan pohon yang ditanam diantaranya berdasarkan warnanya,” terang Chalid Buchari. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *