Hari pertama seleksi I Penganugerahan Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup 2018 Sekolah Dasar digelar di Bappeko Surabaya, Sabtu (4/7/2018). Lebih dari 100 orang peserta mengikuti seleksi berupa presentasi proyek lingkungan hidup dan membuat karangan esai lingkungan.

Pada sesi presentasi proyek lingkungan hidup, beragam proyek lingkungan hidup bermunculan pada hari pertama seleksi I itu. “Proyek-proyek lingkungan hidup yang dipresentasikan adalah aksi lingkungan hidup berkelanjutan yang telah mereka lakukan,” kata Pangeran Lingkungan Hidup 2009 Gunawan Wibisono, salah satu juri.

Salah satu SD yang mengikuti pagelaran ini adalah SDN Kedung Cowek I, yang mengirimkan enam siswanya. Proyek-proyek yang yang dilakukan oleh siswa SDN Kedung Cowek 1 ini antara lain adalah Adopsi Kampung Belimbing Wuluh oleh Aditya Satria Pambudi.

Ada juga proyek Bank Sampah Sekeco Siji oleh Ali Adam Ramadhan, Adopsi Kampung Budidaya Aloevera oleh Zahlevi Maulana Iqbal, Adopsi Kampung Hidroponik oleh Farel Ardianto, Adopsi Kampung Budidaya Tanaman Okra oleh Nailul Fahmil Khoir dan Adopsi Pedagang di Pasar Surya untuk Mengolah Sisa Sayuran Menjadi Pupuk oleh Satria Agrizky Prasetyo.

Para peserta tersebut antusias dalam mengikuti seleksi ini, terlihat dari proyek-proyek yang mereka jelaskan. Aditya, dengan proyeknya Adopsi Kampung Belimbing Wuluh, menjelaskan bahwa ia telah melaksanakan proyek tersebut selama enam bulan. Aditya bahkan membawa produk hasil proyeknya yaitu Sirup Belimbing Wuluh (SIBELUH) untuk diberikan kepada juri dan panitia.

Peserta dari SDN Kaliasin I tidak mau kalah. Laksamana Nanda Dwitama, diantaranya. Dengan proyek teh cincau yang digarapnya, Laksamana Nanda menjelaskan aksi nyata yang telah dilakukannya sejak 14 Februari 2018. “Tanaman cincau yang menjadi bahan proyek ini saya budidayakan,” terang Laksamana Nanda.

Abirama Daniswara dari SDN Kaliasin I, nampak memukau dalam mempresentasikan proyek adopsi jelantah rumah makan yang dijalankannya. “Saya sudah mensosialisasikan ke banyak rumah makan agar tidak membuang jelantahnya. Saya sarankan kepada mereka untuk mengumpulkannya untuk selanjutnya dijual ke bank sampah,” kata Abirama.

Selain Gunawan Wibisono, juri presentasi proyek lingkungan hidup ini adalah Aktivis Senior Tunas Hijau Satuman Saluki dan Eka Fadiyah Wati, guru pembina terbaik pangeran dan putri lingkungan hidup 2017. Sedangkan juri esai lingkungan hidup ialah Andajani, guru Bahasa Indonesia dan pembina lingkungan hidup Si Cilung Spenforty, sebutan tim lingkungan hidup SMPN 40. (*)

Keterangan foto: Proyek wayang kardus oleh Endra Bekti dari SDN Dukuh Menanggal I

Pewarta: Citria Oktaviani

Penyunting: Mochamad Zamroni

5 thoughts on “Saling Pamer Proyek Warnai Hari I Seleksi I Pangeran Putri LH 2018 SD

  1. Sukses ya anak-anak, apapun hasilnya kalian sudah luar biasa dengan proyek lingkungan hidup yg sudah kalian jalankan selama ini.

  2. Anak – anak yang hebat. Meskipun masih duduk di bangku SD, sudah berani tampil di hadapan publik dan mempunyai proyek lingkungan hidup yang sangat menarik.
    Sukses ya

  3. Calon-calon generasi penyelamat LH zaman now, dengan berbagai gagasan, kreativitas, dan inovasinya yang sangat menakjubkan. Di tangan merekalah kota ini, negeri ini, dan bumi ini akan lestari, aman, dan nyaman.

  4. Luar biada untuk generasi emas dan gemilsng calon psngput. Maju terus dan terus berjuang sembari mengukir prestasi dan mengabdi untuk lingkungan kita. Ditangan kalianlah bumi ini di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *