Tunas Hijau pernah menerbitkan buku komik lingkungan hidup. Komik pertama yang diterbitkan berjudul Ayo Tanam Pohon pada tahun 2003. Buku komik Ayo Tanam Pohon bahkan sampai dicetak beberapa kali. Lebih dari 10.000 exp telah didistribusikan ke seluruh Indonesia.

Tidak lama berselang setelah itu,  beberapa judul buku komik lingkungan hidup juga diterbitkan. Andi Kusmianto menjadi ilustrator atau komikus pada buku komik Ayo Tanam Pohon itu. Dari 32 halaman isi buku komik, Andi membuat gambar ilustrasi sebanyak 25 halaman. 7 halaman lainnya dibuat oleh paguyuban pangeran dan putri lingkungan hidup 2003.

Andi Kusmianto saat itu masih siswa SMA Negeri 18 Surabaya. “Saya bergabung dengan Tunas Hijau melalui pelatihan lingkungan hidup Young Eco People (YEP) yang diselenggarakan Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya,” kata Andi Kusmianto yang mengaku bisa menggambar ilustrasi secara mandiri ini.

Salah satu bagian buku komik Air Darah Kehidupan karya Andi Kusmianto

Setelah karyanya dalam bentuk gambar ilustrasi lingkungan hidup diterbitkan dalam bentuk buku, semangatnya untuk terus berkarya semakin tinggi. “Bangga karena bisa mengedukasi banyak orang lain agar peduli lingkungan hidup melalui ilustrasi gambar yang saya buat,” tutus Andi Kusmianto. Terlebih penghasilannya dari karya itu tergolong fantastis untuk ukuran siswa SMA/SMK .

Beberapa judul komik lingkungan hidup lainnya pun dibuat oleh Andi Kusmianto dan diterbitkan oleh Tunas Hijau. Judul buku komik lingkungan hidup yang diterbitkan setelah “Ayo Tanam Pohon” adalah Air Darah Kehidupan, Duta Ozon, Monster Plastik dan Perubahan Iklim. Khusus buku komik  Perubahan Iklim bahkan juga diterbitkan dalam versi bahasa Inggris berjudul Climate Change Threat.

Ada juga buku komik yang dibuat khusus bekerja sama dengan PT Freeport Indonesia. “Judul buku komiknya Papuaku Mutiaraku. Khusus untuk buku komik ini, saya dan dua orang aktivis Tunas Hijau lainnya mendapat berkunjung khusus ke Kabupaten Mimika, Papua, tempat dimana tambang PT Freeport Indonesia beroperasi,” terang Andi, yang pernah bekerja sebagai marketing communication Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya ini.

Bisa mengunjungi Papua dan seluk beluk tambang PT Freeport Indonesia menjadi pengalaman luar biasa bagi Andi. “Seperti anugerah bisa mengunjungi pertambangan Freeport di Papua, tempat luar biasa yang tidak bisa diakses sembarangan orang itu,” ujar Andi Kusmianto.

Salah satu bagian buku komik Monster Plastik karya Andi Kusmianto

Perjalanan ke Australia dalam rangka Perth Royal Show 2007 menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi Andi Kusmianto. “Itu adalah pengalaman saya pertama kali ke luar negeri. Sekaligus sebagai membawa misi mengharumkan negara Indonesia,” kata Andi Kusmianto, yang kini bekerja sebagai marketing communication Hotel Fairfield Surabaya ini.

Pada Perth Royal Show 2007 itu, Indonesia menjadi negara tamu yang diundang khusus oleh penyelenggara, yaitu Royal Agriculture Society of Western Australia (RASWA). Sesuai namanya, RASWA adalah asosiasi masyarakat pertanian Australia yang telah aktif sejak lebih dari 180 tahun lalu.

Tunas Hijau diundang khusus oleh Departemen Luar Negeri Republik Indonesia untuk menjadi exhibitor karena program Cross Culture Environment Education Exchange Australia – Indonesia yang diselenggarakan bersama mitranya, Millennium Kids Australia, sejak Maret 1999.

Mengunjungi Australia Barat saat bulan Ramadhan menjadi pengalaman luar biasa bagi Andi Kusmianto bersama tim Tunas Hijau saat itu. “Waktu siang yang lebih lama dan nuansa Ramadhan sangat berbeda dibandingkan dengan di tanah air tercinta. Pusat keramaian sudah tutup semua sore hari saat itu,” kata Andi Kus.

Andi Kusmianto juga mempunyai peran besar dalam pembuatan beberapa tema khusus ular tangga lingkungan hidup produksi Tunas Hijau. Andi membuat ilustrasi dambar dari setiap pesan yang akan disampaikan. Ada tema air, sampah, hutan, ozon, perubahan iklim, lingkungan hidup dan Papua yang telah dibuat menjadi media edukasi ular tangga.

Pria yang memulai karir dunia perhotelan di salah satu hotel Nusa Tenggara Barat ini juga berperan aktif pada aksi mural yang dibuat Tunas Hijau. Diantaranya pada dinding kaki jembatan menuju WTC Surabaya – hutan kota I Tunas Hijau. Mural lain juga dia buat pada dinding SMAN 11 Surabaya saat Children Conference on Climate Change 2007 bersama delegasi 8 negara. (*)

Pewarta: Mochamad Zamroni

3 thoughts on “Andi Kusmianto, Komikus/Ilustrator Tunas Hijau

  1. Adanya ajakan untuk peduli lingkungan dengan cara yg kreatif dan menyenangkan seperti komik bertemakan lingkungan ini memang sangat bermanfaat bagi kalangan muda, karena para anak muda yg merupakan motor penggerak harus aware dengan keadaan bumi saat ini
    Diharapkan dengan adanya orang seperti mas andi ini, dapat menginspirasi komikus lainnya agar menyelipkan nilai peduli akan lingkungan pada karya mereka sehingga pesan tersebut dapat tersebar lebih mudah

  2. Mengajak anak-anak muda untuk lebih peduli terhadap lingkungan itu penting, karena mereka memiliki banyak energi dan kreativitas sehingga akan banyak gerakan-gerakan ramah lingkungan yang muncul jika pemuda-pemuda sudah memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
    Dan menggunakan media komik adalah cara yang ampuh untuk mengenalkan hal tersebut. Ini karena komik tidak hanya disukai oleh anak kecil tapi remaja bahkan orang dewasa juga banyak yang lebih suka membaca komik daripada hanya tulisan tanpa gambar.
    Pak andi ini sangat menginspirasi untuk kita menggunakan hobi dan kemampuan kita untuk hal yang berguna yaitu berkontribusi pada alam

  3. Mengenalkan wawasan lingkungan dan menumbuhkan karakter budaya hidup ramah lingkungan dapat melalui berbagai cara. Di antaranya melalui hiburan membaca komik. Membudayakan literasi sambil mengenalkan hidup ramah & peduli lingkungan kepada anak usia dini. Tentu lebih mengasyikan bagi anak membaca komik yg bergambar warna-warni & lbh diingat karena tidak hanya membaca tulisan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *