Program Penganugerahan Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup 2018 tidak hanya digelar untuk kategori siswa SD, tapi juga untuk kategori SMP. Ada 136 orang peserta program ini untuk kategori SMP. Seleksi I hari pertama program ini digelar di Aula SMPN 41 Surabaya, Sabtu (1/8/2018).

Seleksi I ini berupa presentasi proyek lingkungan hidup atau aksi lingkungan hidup yang telah dilakukan dan pembuatan esai atau karangan bebas bertema “Bila Aku Pangeran/Puteri Lingkungan Hidup 2018.”

Pada hari pertama seleksi I ini, beberapa orang peserta seleksi adalah purna program serupa untuk kategori SD beberapa tahun sebelumnya. Diantaranya Putri Lingkungan Hidup 2016 Ailsa Araminta dari SMPN 19 Surabaya, finalis Pangeran LH 2016 Risky Maulidani dari SMPN 41 Surabaya, Runner up Putri LH 2016 Maysitha dan Runner up III Putri LH 2017 Destya.

Aktivis Senior Tunas Hijau Satuman Saluki menjelaskan bahwa melalui program ini individu siswa SMP ini diajak untuk peduli lingkungan hidup dengan aksi nyata berkelanjutan. “Mereka harus sudah memulai melakukan aksi lingkungan hidup dan akan berlanjut. Jadi tidak boleh masih rencana,” kata Satuman, yang juga juri seleksi I.

Aktivis Senior Tunas Hijau Mochamad Zamroni mengatakan bahwa para peserta juga diajak menjadi duta lingkungan hidup bagi sekolahnya, keluarganya dan tempat tinggalnya. “Para peserta program ini diajak untuk menjadi teladan berperilaku lingkungan hidup dimana dia berada,” tambah Mochamad Zamroni. (*)

Pewarta: Mochamad Zamroni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *