Sampah plastik menjadi sampah yang mengancam masa depan bumi kita.  Sampah yang tidak bisa hancur hingga ratusan tahun ini akan sangat “awet”  tertimbun di tanah,  terbawa air sungai,  bahkan terdampar di pantai.  Sampah jenis plastik inilah yang paling banyak dijumpai oleh peserta Bersih-Bersih Pantai Jembatan Suramadu Surabaya, Minggu (30/9/2018).
Bersih-Bersih Pantai Jembatan Suramadu Surabaya ini diselenggarakan oleh Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya, serta didukung oleh PT PP Properti Grand Shamaya Surabaya,  Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya dan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur.
Uniknya,  dalam kegiatan bersih-bersih pantai Jembatan Suramadu ini,  kita akan menemui sampah jenis plastik yang relatif kecil,  tetapi dalam jumlah yang cukup besar. Sampah sedotan plastik ditemui oleh teman-teman peserta Bersih-Bersih Pantai Jembatan Suramadu yang jumlahnya lebih dari 21.000 orang dalam jumlah yang cukup besar dan mendominasi hampir di semua glangsing yang ada.
Aktivitas  minum segelas es teh,  atau es jeruk yang hanya memerlukan waktu kira kira 5-10  menit akan menghasilkan sampah plastik jenis sedotan ini, jika kita terus pada kebiasaan lama kita,  yaitu minum dengan menggunakan sedotan.  Padahal,  tanpa menggunakan sedotan pun,  kita tetap bisa menikmati minuman kita.
Setelah mengamati jenis-jenis sampah yang ada,  seorang siswa kelas 5 dari SDN Kaliasin 1 Surabaya bernama Albyro menggumam. “Coba,  kita minum tidak usah pakai sedotan ya. Sampah ini tidak akan tercipta,” ujar Albyro. Dan Albyro pun berjanji tidak akan menggunakan sedotan lagi setiap kali minum untuk mengurangi jumlah sampah plastik yang dihasilkan setiap hari.
“Selama ini,  kadang-kadang pakai sedotan,  kadang-kadang tidak.  Tapi setelah ini,  akan kuingat-ingat untuk benar-benar menghindari penggunaannya,” ujar Albyro sambil menggeleng-geleng dan menunjukkan sedotan plastik yang ditemuinya dalam kegiatan Bersih-Bersih Pantai Jembatan Suramadu Surabaya pagi ini. (*)
Keterangan foto: Kepala SDN Kaliasin I Surabaya Mardiningsih (dua dari kiri) bersama sebagian warga sekolahnya saat membersihkan pantai Jembatan Suramadu Surabaya
.
Pewarta: Tim Surabaya Eco School SDN Kaliasin I 
Penyunting: Mochamad Zamroni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *