Program bercocok tanam dengan sistem hidroponik di SMPN 40 Surabaya memasuki babak baru. Rabu (24/10/2018), menjadi momen penawaran perdana bagi tim Surabaya Eco School 2018 Si Cilung Spenforty SMPN 40, yang mengelola budidaya tanaman pertanian tanpa media tanah ini.

Mereka menawarkan hasil panen hidroponiknya. Mereka menawarkan sawi samhong kepada para ibu guru di ruang guru sekolah yang berlokasi di Jalan Bangkingan, Surabaya barat ini. Penawaran ini dilakukan oleh Thifa, Zefanya, Madadina, dan Gerald sebagai tim pokja hidroponik.

Sawi samhong adalah salah satu jenis tanaman sayur yang dijadikan uji coba menanam dengan sistem hidroponik dengan menggunakan media rockwool di sekolah ini. Hidroponik menggunakan media rockwool agar memudahkan untuk memasukkan ke dalam net pot.

Cara penawaran yang mereka lakukan ialah memanfaatkan saat waktu senggang para guru tidak ada jam mengajar. Agar menarik konsumen, sawi-sawi tersebut dikemas dalam buket dengan menggunakan kertas bekas. “Wah sudah panen ya. Hasilnya besar-besar lagi,” puji Yunaini, guru mata pelajaran Prakarya, yang sempat membeli dua buket sawi samhong untuk dibawa pulang. (*)

Pewarta: M. Nouval – SMPN 40 Surabaya

Penyunting: Mochamad Zamroni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *