Pria kelahiran 31 Agustus 1963 ini pernah menjabat sebagai kepala di SMPN 33 Surabaya. Sebelumnya, dia juga menjadi seorang pendidik di SMPN 28 Surabaya sebagai guru Ilmu Pengetahuan Alam. Dialah Agus Sutowo, yang bertugas sebagai kepala sekolah di SMPN 40 Surabaya sejak September 2017.

Agus Sutowo merupakan tipe pemimpin yang tak mau diam atau hanya duduk di belakang meja. Dia tak segan-segan turun tangan sendiri untuk menjadi teladan bagi pekerja yang lain. Misalnya menyirami tanaman, menata atau memindahkan pot-pot tanaman.

Dia sangat mendukung sepenuhnya dan secara total program lingkungan hidup berkelanjutan di sekolah yang dipimpinnya, SMPN 40 Surabaya. Apapun programnya, apapun aksinya, apapun kegiatannya, di mana pun dilaksanakan.

Jika tidak ada tugas kedinasan, Agus Sutowo akan hadir untuk menyemangati. Dia sangat peduli, perhatian, berperan aktif, dalam setiap aksi nyata lingkungan di dalam dan di luar sekolah.

Dia selalu menampung  dan merespon kendala maupun tantangan yang timbul dalam merealisasikan program lingkungan hidup SMPN 40 Surabaya yang dimotori oleh tim Si Cilung Spenforty.

Agus juga tak segan-segan terlibat langsung saat program Wirausaha Lingkungan Hidup Ecopreneur 2018 lalu. Dengan menawarkan produk sambal geprek asoka kepada para kepala SMP Surabaya.

Saat memasuki program Surabaya Eco School 2018, tanpa disadari muncul kendala adanya penjualan minuman teh dan susu dalam kemasan kotak karton/kardus di kantin sekolah. Secara tidak langsung menghasilkan sampah non organik kemasan sekali pakai.

Hal itu telah menodai citra label SMPN 40 Surabaya Zero Waste. Tanpa menunda terlalu lama, Agus Sutowo selaku kepala SMPN 40 Surabaya menginstruksikan untuk mengganti produk-produk tersebut dengan produk kemasan botol kaca atau produk lain yang tidak menghasilkan sampah non organik.

Pro dan kontra dari beberapa guru terjadi karena hal tersebut juga terkait dengan finansial. Namun Agus Sutowo tidak menyurutkan niat untuk merebut kembali label Sekolah/Kantin Zero Waste ini. Agar sekolah ini dikenal oleh masyarakat karena kepedulian lingkungan hidup berkelanjutan.

Cita-cita Agus Sutowo sangat mulia dalam mewujudkan dan mengaplikasikan program-program lingkungan hidup berkelanjutan dan mendidik karakter peserta didik untuk selalu hidup ramah dan berbudaya lingkungan.

Hanya setahun lebih sebulan Agus Sutowo sebagai kepala SMPN 40 Surabaya. Banyak teladan lingkungan hidup yang diterapkannya. Diantaranya kegigihannya merealisasikan zero waste di sekolah yang terakhir dipimpinnya.

Semoga Allah SWT mengampuni segala dosanya, dan menerima segala amal kebaikannya. Semoga Allah SWT menempatkannya sebagai penghuni surga. Aamiin. (*)

Penulis: Andajani, guru pembina lingkungan hidup SMPN 40 Surabaya

Penyunting: Mochamad Zamroni

9 thoughts on “Agus Sutowo, Pahlawan Zero Waste SMPN 40 Surabaya

  1. Kami para pengabdi lingkungan dan para pejuang zero waste akan melanjutkan cita-cita dan impian beliau di SMPN 40 pada khususnya juga di lingkungan pada umumnya. Teladan beliau adalah semangat kami. Beliaulah seorang bapak, pemimpin, sahabat, dan teman bagi kami. In Syaa Allah beliau wafat dalam keadaan husnul khotimah. Aamiin.

    1. ikut berduka krn ditinggal dg satu pahlawan lingkungan utk menghadap Sang Maha Kuasa, kiranya cita-cita beliau tdk berhenti disitu melainkan ada penerusnya yg lebih gigih lagi.Amin

  2. Surabay memang dikenal sebagai kota pahlawan, akhir-akhir ini muncul pembicaraan seperti apa sosok pahlawan di kota Surabaya saat ini. Pak Agus Sutowo bisa disebut sebagai sosok pahlawan kota Surabaya saat ini yang memperjuangkan kelestarian lingkungan hidup, beliau patut dijadikan teladan untuk seluruh warga Surabaya lainnya. Semoga segala amal baik beliau diterima oleh Allah SWT, Aminn…

  3. Turut berduka cita atas meninggalnya bapak Agus Sutowo semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT. Semoga cita cita Bapak Agus Sutowo untuk merealisasikan zero waste di SMPN 40 bisa terus di realisasikan .

  4. Saya memang tak pernah mengenal sosok bapak Agus Sutowo, tapi tak hanya satu atau dua orang yang bercerita jika beliau merupakan seorang pemimpin penuh karismatik, dan banyak tauladan yang bisa dicontoh, semoga amal ibadahnya di terima oleh Allah SWT, di lapangkan kuburnya, di tempatkan di raudhotul jannah dan semoga diberikan kesabaran bagi keluarga yang di tinngalkan, amin

  5. One of the zero waste heroes has passed away, but his knowledge and enthusiasm are still burning.
    And now SMP 40 has realized a zero waste school. Thank you for your enthusiasm and concern, cares.
    Hope you rest in peace in the name of God

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *