Memilah sampah menjadi hal yang sudah sewajarnya dilakukan setiap kali sampah dihasilkan. Tidak hanya di rumah, tepi juga di sekolah. Memilah sampah juga harus dilakukan mulai dari sumbernya. Contohnya, pagi ini (16/11), SMPN 40 Surabaya mengadakan sosialisasi dengan wali murid kelas IX di gedung baru SMPN 40.

Setiap wali murid menerima konsumsi dalam kotak kardus. Beruntung, para wali murid peduli dan sadar, jadi mereka membuang sisa makanan dan kotak kardus mereka di tempat yang seharusnya.

Karena tong sampah yang menumpuk, akhirnya tim Surabaya Eco School (SES) 2018 SMPN 40 Si Cilung Spenforty dibantu oleh pengurus OSIS beraksi untuk memilah sampah. Sampah yang dipilah hanya berupa kotak kardus yang dipipihkan, selebihnya maka akan di tempatkan di tempat semestinya.

Nantinya kotak-kotak kardus tersebut akan disimpan bila sewaktu-waktu dan didaur ulang. Jadi ibaratnya mempunyai simpanan yang bisa digunakan nantinya daripada hanya menumpuk terbuang sia-sia.

Momen tersebut sama sekali tidak pernah terlewatkan oleh tim kader lingkungan hidup. Hampir setiap kegiatan yang menyangkut mengolah sampah, maka tim kader LH langsung mengambil kesempatan.

Sebanyak dua setengah tong dipilah sampahnya. Mereka mendapatkan 1 setengah gelangsing yang berisi kardus tersebut. “Masih banyak masyarakat yang belum paham cara membuang sampah dengan bijak,” terang pembina lingkungan hidup SMPN 40 Andayani saat koordinasi dengan ketua kader LH SMPN 40 Surabaya Faishal. Sehingga mereka selalu berinisiatif untuk memilah sampah setiap kali ada acara bersama.

Surabaya Eco School 2018 dengan tema Kendalikan Sampah Plastik diselenggarakan oleh Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya serta didukung oleh PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur, PT Dharma Lautan Utama, Hotel Mercure Grand Mirama dan Hotel Ciputra World Surabaya. (*)

Pewarta: M. Nouval – SMPN 40

Penyunting: Mochamad Zamroni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *