Sekolah adalah rumah kedua bagi murid. Berbagai aktifitas ada di sana. Belajar dan bermain, tentunya. Tak lupa sekolah juga menyediakan sarana untuk menunjang aktifitas, yaitu dengan adanya kantin sekolah. Kantin sekolah menjual berbagai macam makanan dan minuman.

Hal ini yang menjadi sorotan. Karena banyak kantin sekolah yang menjual makanan, minuman yang masih berkemasan plastik, pemakaian kantong plastik, dan sedotan sekali pakai. Tentunya menghasilkan tumpukkan sampah plastik yang banyak, dan akibatnya mencemari lingkungan.

SDN Semolowaru IV Surabaya menjadi sekolah yang peduli dengan penyediaan kantin sekolah tanpa kemasan makanan minuman sekali pakai. Reni Agung Pratiwi, guru pembina lingkungan hidup sekolah ini, mengaku tergerak merealisasikan kantin sekolah zero waste setelah menonton video yang dipaparkan saat Workshop Surabaya Eco School 2018 oleh Tunas Hijau.

Minuman yang dijual di kantin sekolah adalah minuman fresh tanpa kemasan sekali pakai

“Ya, saya kaget. Ternyata seperti itu ya dampak buruknya sampah plastik, ikan di laut perutnya isinya plastic. Kasihan sama binatang-binatang lainnya juga,” ujar Reni Agung Pratiwi. Setelah mengikuti workshop itu, ia langsung menyampaikan usulannya mengenai kantin zero waste kepada Kepala SDN Semolowaru IV Achadijat.

Achadijat setuju. Aksi yang dilakukan selanjutnya adalah mewajibkan murid dan guru membawa tumbler. Tujuannya untuk mengurangi sampah plastik. Dalam aksi ini, Achadijat melarang semua muridnya menggunakan botol plastik minuman sekali pakai dan diganti dengan tumbler. “Alhamdulilah semua siswa nurut. Wali murid juga setuju, karena ini juga program dan anjuran dari Walikota Surabaya Bu Risma,” terangnya.

Kepala SDN Semolowaru IV Achadijat merealisasikan kebijakan kantin zero waste bertahap dan waktu yang cukup singkat. Dia mengaku belajar dari negara-negara lain yang bisa mengurangi sampah, khususnya sampah plastik, dan akan diterapkan di sekolahnya dengan jumlah siswa sebanyak 459 orang.

“Saya melihat dan belajar dari negara-negara lain yang mana tidak ada sampah yang tercecer di daratan maupun di bibir pantai, lalu saya terapkan di sekolah ini. Sebisa mungkin tidak ada sampah plastic,” papar Achadijat.

Warga SDN Semolowaru IV Surabaya sudah membawa tumbler masing-masing

Dalam tiga hari himbauan, penjual kantin sadar dan sudah memulai untuk mengurangi sampah plastik, dengan perlahan-lahan. Kantin sekolah menyiapkan gelas berulang kali pakai untuk minumannya. Menunya setiap hari berganti agar murid tidak bosan. “Menu kantin harus berbeda setiap hari agar murid tidak bosan dan senang jajan di kantin sekolah daripada di luar,” ungkap Achadijat.

Roicha, penjual yang sudah 6 tahun berjualan di kantin SDN Semolowaru IV, mengaku sangat senang telah ikut serta mengurangi sampah plastic. Meskipun, menurutnya, awal mulainya susah. “Mulainya itu agak susah, tapi sekarang sudah terbiasa. Apalagi dampaknya yang disampaikan sama bapak kepala sekolah, ya saya nurut. Apalagi ini juga anjuran dari Bu Walikota,” terangnya.

Nah, SDN Semolowaru IV Surabaya, telah merealisasikan sekolah zero waste. Tidak ada makanan dan minuman yang berkemasan non organik sekali pakai. Tidak ada juga penggunaan sedotan. Murid dan guru sudah membawa tumbler setiap harinya. Bagaimana dengan sekolah kalian?

Penulis: Wahyu

Penyunting: Mochamad Zamroni

5 thoughts on “SDN Semolowaru IV Surabaya Sukses Wujudkan Zero Waste

  1. Syukur alhamdulillah semoga warga SDN Semolowaru 4 selalu dalam lindungan Allah SWT atas keberhasilan menciptakan ramah lingkungan dengan mewujudkan penggunaan tumbler pada semua warga sekolah dan mendapat sambutan hangat dari wali murid dan vagian dari program Pemkot dan eco shool. Sempat The best!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *