Beragam Potensi Lingkungan Hidup Sekolah Disajikan Pada Workshop Ecopreneur 2019

Beragam potensi lingkungan hidup dipaparkan oleh sekolah-sekolah pada pelaksanaan Workshop Wirausaha Lingkungan Hidup Ecopreneur 2019 SMP, Rabu (20/2/2019) di SMPN 12 Surabaya. Workshop ini diselenggarakan oleh Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya.

SMPN 19 Surabaya, misalnya. Sekolah yang berlokasi di Jalan Arif Rahman Hakim ini memanfaatkan buah sukun sebagai ikon sekolahnya. “Setiap hari kami mengolah beragam produk olahan makanan dan minuman berbahan buah sukun yang pohonnya banyak di sekolah kami,” kata Fina, peserta workshop dari SMPN 19 Surabaya.

SMPN 40 yang berlokasi di Jalan Bangkingan Surabaya memilih untuk mengolah tanaman bunga asoka sebagai ikon sekolah. “Kami mengolah tanaman herbal asoka ini menjadi beragam olahan makanan dan minuman juga. Kami juga banyak memproduksi ribuan kilogram kompos di sekolah,” ujar Nouval, peserta workshop dari SMPN 40 Surabaya.

Workshop Ecopreneur 2019 bagi SMP ini diikuti oleh 24 sekolah. Sekolah tersebut adalah SMPN 2, SMPN 3, SMPN 5, SMPN 6, SMPN 8, SMPN 13, SMPN 15, SMPN 18, SMPN 19, SMPN 20, SMPN 22, SMPN 29, SMPN 37, SMPN 40, SMPN 46, SMPN 51, SMPN 55, SMPN 56, SMPN 57, SMPN 58, SMPN 60, SMPN 61, SMP Al Islah dan SMP Al Amin.

Sementara itu, Workshop Ecopreneur 2019 SD akan dilaksanakan juga di aula SMPN 12 Surabaya pada Kamis, 21 Februari 2019. Ya, pelaksanaannya bertepatan dengan peringatan Hari peduli Sampah Nasional 2019. Bagaimana potensi lingkungan hidup di sekolah dasar peserta Workshop Ecopreneur 2019? (*)

Penulis: Mochamad Zamroni

34 tanggapan untuk “Beragam Potensi Lingkungan Hidup Sekolah Disajikan Pada Workshop Ecopreneur 2019

  • Februari 21, 2019 pada 09:32
    Permalink

    Kami sebagai keluarga besar sdn petemon 2 yang berada di jalan Tidar no 125 merasa bangga mendapat undangan dari tunas hijau yang bertempat di smpn 12. Sekolah kami tidak luas tapi sudah ada program yg sudah kami lakukan diantaranya pengolahan sampah organik yg nantinya akan kami jadikan sebagai pupuk kompos. Kegiatan sudah sering kami lakukan. Pelatihan kepada siswa siswi eco prenuer yaitu kelas 4 dan 5 tidak terkecuali bibit dari siswa kelas 3. Walaupun sekolah kita baru pertama mengikuti kegiatan ini kami sangat antusias

    Balas
  • Februari 21, 2019 pada 09:35
    Permalink

    Pengolahan sampah di SDN kapasari VIII sudah dilakukan sejak tahun 2014. Baik itu sampah organik maupun an organik.
    Di sekolah kami ada takakura dan komposter yang berisi daun -daun kering yang berasal dari halman sekolah dan hasil grebek pasar. Semua diolah oleh siswa tim lingkungan hidup bersama guru dan orang tua murid.
    Untuk sampah an organik, kami sudah mengolahnya menjadi berbagai kerajinan tangan seperti hiasan dinding, tempat pensil, dll. Selain itu kami juga membuat baju yel-yel dari bahan daur ulang yang ada di sekolah. Kami mengolah kardus bekas dan juga tutup botol serta galon.
    Kegiatan yang sangat menyenangkan adalah ketika kami grebek pasar sambil berjalan kaki.
    Yang kurang menyenangkan adalah ketika ada teman yang kurang mendukung kegiatan ini.
    Harapan kami, semoga di ecopreneur 2019 ini kami bisa lebih baik lagi.

    Balas
  • Februari 21, 2019 pada 09:49
    Permalink

    Kegiatan Ecopreneur 2019 adalah salah satu kegiatan lingkungan yang memounyai makna cukup dalam bagi anak-anak. Kebetulan di SDN Tanah Kalikedinding I/251 Surabaya merupakan peserta Ecopreneur hampir 4 tahun. Banyak hal yang harus kami pelajari berkaitan dengan lingkungan mulai dari pengolahan sampai penataan taman sekolah.

    Untuk pengolahan sampah di tempat kami ada beberapa macam sarana yaitu :
    1. Tong Aerob
    2. Takakura
    3. Biopori
    4. Komposter besar

    Sedangkan untuk penataan lingkungan hidup kami memanfaatkan
    1. Hidropronik
    2. Toga
    3. Budidaya tanaman anjua
    4. Budidaya lele
    5. Budidaya ikan Nila.

    Sedangkan untuk wirausaha kami mengembangkan
    1. Kantin Sekolah
    2. Bazar sekolah

    Kegiatan ecopreneur ini memebrikan banyak ilmu guna mengembangkan sekolah yang betul-betul berwawasan lingkungan.

    @bunda.yuli.5268
    #Ecopreneur2019
    #arkensi_bismillah_isorek
    #tunashijauid #pangputlh2019 #kendalikansampahplastik #beatplaticpollution #banggasurabaya #SurabayaEcoSchool2019 #zerowastesurabayaecoschool #arkensisurabyaecoshool2019 #arkensisdnkedinding1 #sekolahadiwiyata #sekolahbudayamutu #sekolahkusehat #keluargazerowasteses2019 #SES2019

    @tunashijauid
    @dispendiksby
    @mochamadzamroni
    @bram_azzaino
    @89satuman

    Balas
  • Februari 21, 2019 pada 09:51
    Permalink

    Assalamualaikum Wr. Wb Salam Bumi Pasti Lestari. Kata sampah sudah biasa trdengar di mana.. Mana. La di Sdn Kaliasin VII/ 286. Sudah mempunyai program Pengolahan Sampah. Sampah d sdn kal. 7.Dibedakan menjadi 4 jenis.
    1. Sampah kertas yang di peroleh dari kertas2 d kantor dan kertas bekas coretan siswa,
    2. Sampah Organik yang diperoleh dari daun -daun, sisa makanan, serta dari gerebek pasar.
    3. Sampah Botol botol , plastik, kardus yang d dapat dari rumah.
    4. Sampah stik , yg d dapat dari stik jellow.
    Program Pengolahan Sampah ini di ikuti oleh seluruh siswa siswi mulai kelas 1-6. Serta semua bapak, ibu guru.
    Pengolahan Sampah di lakukan supaya bisa mengurangi jumlah sampah.
    Untuk pengolahan sampah kertas kita daur ulang untuk dijadikan kertas kembali atau hiasan serta alat peraga
    2.Sampah daun daun kita daur ulang menjadi kompos
    3.sampah btol plastik, kardus d daur ulang untuk aneka hiasan serta dapat juga d jual.
    4 Sampah Stik di buat macam brg sovenir, spt tempat pensil, bingkai fto, dll
    Demikianlah beberapa cara yang sudah d lakukan oleh sdn kaliasin VII.. dalam. Upaya Pengolahan Sampah.

    Balas
  • Februari 21, 2019 pada 09:58
    Permalink

    Assalamualaikum Wr. Wb Salam Bumi Pasti Lestari. Kata sampah sudah biasa trdengar di mana.. Mana. La di Sdn Kaliasin VII/ 286. Sudah mempunyai program Pengolahan Sampah. Sampah d sdn kal. 7.Dibedakan menjadi 4 jenis.
    1. Sampah kertas yang di peroleh dari kertas2 d kantor dan kertas bekas coretan siswa,
    2. Sampah Organik yang diperoleh dari daun -daun, sisa makanan, serta dari gerebek pasar.
    3. Sampah Botol botol , plastik, kardus yang d dapat dari rumah.
    4. Sampah stik , yg d dapat dari stik jellow.
    Program Pengolahan Sampah ini di ikuti oleh seluruh siswa siswi mulai kelas 1-6. Serta semua bapak, ibu guru.
    Pengolahan Sampah di lakukan supaya bisa mengurangi jumlah sampah.
    Untuk pengolahan sampah kertas kita daur ulang untuk dijadikan kertas kembali atau hiasan serta alat peraga
    2.Sampah daun daun kita daur ulang menjadi kompos
    3.sampah btol plastik, kardus d daur ulang untuk aneka hiasan serta dapat juga d jual.
    4 Sampah Stik di buat macam brg sovenir, spt tempat pensil, bingkai fto, dll
    Demikianlah beberapa cara yang sudah d lakukan oleh sdn kaliasin VII.. dalam. Upaya Pengolahan Sampah.

    Balas
  • Februari 21, 2019 pada 09:59
    Permalink

    Perkenalkan nama saya FONI SUNDARAM saya dari SDN TANAH KALI KEDINDING 1
    Hari ini tanggal 21-02-2019
    Saya akan menjelaskan apa itu sampah plastik,sampah plastik adalah sampah yg sulit untuk dihilangkan butuh waktu bertahun-tahun agar bisa terurai oleh tanah yaitu 80 tahun,jadi kita harus bisa mengelolah sampah agar tidak mencemari bumi ini kita harus melajar menggunakan barang yg tidak terbuat dari plastik.
    Cara menghilangkannya adalah dengan cara 1.menggunakan barang yg bisa dipakai lagi
    2.barang yg dapat didaur ulang
    3.tidak mencemari lingkungan sekitar
    Kita harus menanamkan hidup bersih mulai dini agar kelak bisa mengelolah sampah,kita tidak bisa mengerjakanya sendiri kita butuh orang lain

    Memang kelihatannya sulit!!
    Tapi kalu bukan kita siapa lagi???kalau tidak dikerjakan sekarang mau kapan???
    Mari kita jaga bumi agar tidak tercemar……
    SALAM BUMI LESTARI

    Balas
  • Februari 21, 2019 pada 10:15
    Permalink

    Nama saya RENATALIA dari SDN Kapasari VIII Surabaya. Saya adalah murid yang baru masuk di sekolah ini pada tahun 2018, kelas V.
    Senang sekali saya bersekolah di sekolah ini. Karena ada kegiatan lingkungan hidup yang sangat menyenangkan. Pertama kali yang saya ikuti adalah grebek pasar. Yaitu ke pasar Pecindilan. Nah….saya ke pasar bersama teman – teman, guru dan juga wali murid. Setelah dari pasar, sampah daunnya diolah menjadi pupuk.
    Saya juga senang ketika diajak merawat hidroponik. Setiap hari saya dengan adik saya, ikut membantu merawat hidroponik.
    Saat ini, saya diajak mengikuti workshop ecopreneur 2019. Semoga saya bisa mendapatkan ilmu yang lebih banyak lagi.
    Terima kasih

    Balas
  • Februari 21, 2019 pada 10:15
    Permalink

    Assalamualaikum Wr. Wb Salam Bumi Pasti Lestari.
    Sdn Kaliasin VII/ 286 mempunyai program Pengolahan Sampah. Di sekolah kami ada 4 jenis sampah, yaitu :
    1. Sampah kertas yang di peroleh dari kantor admin, kardus, dan bekas coretan siswa. pengolahan sampah kertas kita daur ulang untuk dijadikan kertas kembali atau hiasan serta alat peraga.
    2. Sampah Organik yang diperoleh dari daun -daun, sisa makanan, serta dari gerebek pasar. Sampah tersebut kita daur ulang menjadi kompos
    3. Sampah Botol plastik yang dikumpulkan oleh siswa dari rumah. Sampah botol plastik, kardus didaur ulang untuk aneka hiasan serta dapat juga dijual.
    4. Sampah stick yang didapat dari stik jellow. Sampah Stik dijadikan berbagai souvenir, seperti tempat pensil, bingkai foto, dll.

    Program pengolahan samoah ini dilakukan oleh seluruh warga sekolah. Demikianlah beberapa cara yang sudah dilakukan oleh sdn kaliasin VII dalam upaya pengolahan sampah.

    Balas
  • Februari 21, 2019 pada 10:16
    Permalink

    Jumberlink, grebek pasar, lima menit memungut sampah, bazar, dan masih banyak lagi program program kegiatan pengolahan sampah sekolah yang ada di SDN Dukuh Menanggal telah banyak membawa perubahan sekolah khususnya di bidang kebersihan lingkungan. Semua program lingkungan ini dilakukan oleh semua warga sekolah termasuk wali murid.dan hingga sampai sekarang program kegiatan ini terus digalakkan di sekolah kami

    Balas
  • Februari 21, 2019 pada 10:17
    Permalink

    Perkenalkan nama saya FONI SUNDARAM dari SDN TANAH KALI KEDINDING 1.hari ini tanggal 21-02-2019 saya sedang berada di SMPN 12 SURABAYA.saya akan menjelaskan apa iyu sampah plastik,sampah plastik adalah sampah yg sangat sulit untuk diurai olrh alam butuh bertahun-tahun lamanya sekitar 80 tahun untuk bisa terurai,jadi kita harus bisa belajar mengurangi sampah plastik agar tidak mencemari bumi,ada 3 cara mengurangi sampah plastik yaitu…….
    1.menggunakan barang yg bisa dipakai ulang
    2.mendaur ulang sampah plastik
    3.menbuang sampah pada tempatnya
    Kita menjaga dan merawat bumi adalah salah satu untuk menghindari pencemaran.

    Memang kelihatannya sulit !!!!
    Tapi kalau bukan kita siapa lagi???jika tidak sekarang mau kapan???
    Makanya ayo bebaskan kotamu dari sampah plastik,jangan memakai plastik terlalu berlebihan.
    SALAM BUMI LESTARI

    Balas
  • Februari 21, 2019 pada 10:21
    Permalink

    Kegiatan Ecopreneur 2019 menurut SDN Bubutan IV adalah kegiatan lingkungan yang dimana siswa belajar berwirausaha yang di lakukan oleh siswa.
    Kegiatan ecopreneur yanga ada di sdn bubutan IV sudah 4 tahun kami pelajari yang berkaitan dengan lingkungan mulai dari pengolahan sampah misalnya :
    1. Tong aerob
    2. Takakura
    3.biopori sedang
    4. Big biopori

    Sedangkan untuk penataan tanaman lingkungan hidup kami :
    1. Hidroponik
    2. Greend house
    3.tanaman toga
    4. Budidaya lele
    5. Pengolahan lidah buaya
    6. Pengolahan blimbing wuluh.

    Sedangakan tentang kegiatan wirausaha kami mengembangkan
    1.kantin sekolah
    2.bazar sekolah
    3. Grebek pasar

    Kegiatan ecopreneur ini memberikan banyak ilmu belajar berwirausaha yang berhubungan dengan lingkungan sekolah.
    #ecopreneur2019
    #tunashijauid
    #ecobupat
    #sdn bubutan IV
    #SurabayaEcoSchool
    #beatplasticpolition

    @tunashijauid
    @dispendiksby
    @mochamadzamroni
    @bram_azzaino

    Balas
  • Februari 21, 2019 pada 10:29
    Permalink

    Kegiatan di sdn bulak rukem 2,tentang ecoprenrur sdah di mulai tahun 2018 hingga sekarang.murid murid senang melalukan keg trrsebut,ktn melatih mrk menjadi usahawan cilik dan biaa di terapkan di rumah.mereka mulai bisa menghitung laba dan rugi usahanya.kegiatan di skolah bulak rukem 2.sudah melakukan penghijauan dan memenuhi rumah komposter.alhamdulilah sdn bulak rukem 2 semakin hijau dan kaya.

    Balas
  • Februari 21, 2019 pada 11:28
    Permalink

    Tugas 3.
    Workshop ecopreneur 2019
    SDN Banyu Urip 3 aktif ikut serta berperan dalam program peduli lingkungan baru dua tahun 2018 lalu.
    Kami mengikuti lomba hidroponik dan SES.
    Kegiatan yg sudah kami lakukan anyara lain : hidroponik, taman sekolah, komposter, lubang biopori, fashion daur ulang dan karya daur ulang, penertiban kantin untuk program zero waste, pilah sampah.
    Saat ini yg menghasilkan uang dari pokja yg sudah berjalan adalah hidroponik, dan pilah sampah.
    Kedepaannya kami berencana untuk produksi komposter komersial, sabun minyak jelantah dan karya 3D, Kita juga sudah melakukm budidaya lele, dan melon hidroponik.
    Hal-hal perlu perbaikan adalah memberikan edukasi dan menciptakan budaya anti sampah plastik di lingkungan sekolah khususnya.

    Ahmad Effendi, S. Pd.I
    Koordinator SES &Eco Preneur 2019
    SDN Banyu Urip 3 Surabaya

    Balas
  • Februari 21, 2019 pada 11:34
    Permalink

    Di sekolah kami tercinta yaitu SDIT Al Uswah, pengelolaan sampah rutin dilakukan melalui kerjasama antara duta lingkungan, para siswa dan guru serta tim CS sekolah.

    Pengelolaan sampah dimulai dari sampah dimasukan ke tong sampah yang sesuai jenisnya, ada tong sampah organik dan anorganik.

    Setiap harinya ada tim duta lingkungan atau disingkat duling yang melakukan tugas lingkungan. Seperti duling kelas 4 bertugas memungut sampah kertas yang ada di setiap kelas setelah itu ditaruh di tempat pengumpulan sampah kertas. Duling kelas 5 bertugas memungut sampah gelas dan botol plastik. Duling kelas 3 membuat pupuk dari takakura. Duling kelas 1 dan 2 menjaga kebersihan kelas dan sekitarnya. Selain itu juga ada tim hidroponik dari tim duling kelas 3 beserta guru.

    Hal unik dari sekolah hami, setiap jam istirahat pertama ada waktu 5 menit untuk memungut sampah di sekitarnya.

    Pengolahan sampah takakura dan komposter nantinya akan dijadikan pupuk organik. Sampah kertas, gelas dan botol plastik dikumpulkan untuk dijual kepada pengepul. Untuk pupuk organik, setiap 3 bulan sekali kami panen dan kami jual ke warga sekolah maupun wali murid.

    Hal yang bagus dari sekolah kami yaitu program duling yang harus terus dijalankan, pengolahan sampah anorganik dan organik, hidroponik dan kantin zero waste.

    Hal yang belum bagus dari sekolah kami masih ada sampah plastik yang di kantin dan harus terus dibudayakan zero plastic.

    Balas
  • Februari 21, 2019 pada 11:39
    Permalink

    Kegiatan ecopreneur 2019 di SDN Bubutan IV merupakan kegiatan lingkungan dalam bidang wirausaha yang dilakukan oleh siswa.kegiatan ecopreneur sudah cukup lama kita laksanakan kurang kebih 4 tahun dan banyak sekali kegiatan yang dilakukan disekolah kita mulai dari pengolahan sampah dan pemanfaatan tanaman yang ada disekolah.
    Pengolahan sampah misalnya:
    1.tong aerob
    2. Takakura
    3. Biopori sedang
    4. Big biopori

    Penataan lingkungan hiduo yang ada dilingkungan sekolah kita :
    1. Hidroponik
    2. Toga
    3. Budidaya lele
    4.budidaya anggrek
    5. Budidaya hewan ayam dan burung lovebird

    Dan untuk kegiatan wirausaha kami
    1. Kantin sekolah
    2. Bazar
    3. Grebek pasar

    Harapan kami ditahun 2019 kegiatan ecopreneur di SDN Bubutan IV jauh lebih baik lagi dan lebih hijau lagi serta dalam pengolahan tanaman lidah buaya dan blimbing wuluh akan kami olah menjadi stick lidah buaya,sirup blimbing wuluh dan selai belimbing wuluh serta untuk pengolahan sampah organik kami jadikan pupuk kompos.
    Ecopreneur SDN Bubutan IV memang sip 👍

    Balas
  • Februari 21, 2019 pada 11:41
    Permalink

    Tugas 3 workshop eco preneur 2019 SDN Banyu Urip 3
    Hal Yang menarik buat saya selama kegiatan peduli lingkungan yg dilakukan adalah mengikuti lomba fashion show berbahan daur ulang sampah plastik kertas dan lain lain .
    Dalam kegiatan itu semua anak anak menggunakan busana daur ulang dan melakukan peragaan busana. Kegiatan ini untuk melatih sikap peduli lingkungan kreatifas percaya diri kerja sama siswa dan orang tua. Kegiatan terus dilakukan 1 bulan sekali setiap akhir bulan.
    Hal hal yg perlu ditingkatkan yaitu melatih kreativitas dalam membuat busana.

    Ditulis oleh Safa Sabrina /sekertaris Ses 2019 /Pokja taman sekolah
    SDN Banyu Urip 3

    Balas
  • Februari 21, 2019 pada 11:55
    Permalink

    Program lingkungan hidup di SDN Morokrembangan 1 pada tahun 2019 memiliki target utama pada pengelolaan sampah dan meningkatkan penghijauan sekolah. Anak-anak adalah ujung tombak kegiatan lingkungan hidup di SDN Morokrembangan 1. Dipimpin oleh siswa-siswi Kader Lingkungan Morsa, setiap Jum’at melakukan pengumpulan sampah non organik di bank Sampah Morsa. Sedangkan setiap hari Selasa & kamis, anak-anak melakukan pengomposan. Pengomposan dan pembuatan kerajinan daur ulang adalah kegiatan paling favorit bagi anak-anak Morsa.

    Balas
  • Februari 21, 2019 pada 12:01
    Permalink

    Assalamualaikum,
    Salam save the earth
    Pengelolaan sampah di SDN PUTAT JAYAII/378 yaitu :
    1.memilah sampah organik dan anorganik
    2.mengolah sampah plastik menjadi barang yg mempunyai nilai jual
    Selain itu sekolah kami mempunyai kegiatan mengumpulkan sampah plastik disetiap hari jumat
    Dalam hal wirausaha SDN Putat Jaya II
    Mengandalkan hidroponik sekolah
    Misalnya = keripik sawi keripik bayam, cabe yg bisa dipasarkan ke wali murid /penduduk sekitar sekolah.
    Kendala kami adalah waktu,alat dan bahan.
    Pembibitan yg memakan waktu serta bahan bahan yg kurang memadai.
    Namun sedikit sedikit semua kekurangan tersebut dapat diatasi dari hasil hidroponik dan pemilahan sampah.

    Balas
  • Februari 21, 2019 pada 13:09
    Permalink

    Assalamualaikum..
    Salam Semangat “Zero Waste”!!!
    Pagi ini, 21 Pebruari 2019 kami tim ecoschool “Cinta Balrisa” yang kini menjadi tim ecopreneur 2019 menghadiri undangan Tunas Hujau dalam kegiatan workshop ecopreneur 2019 yang diselenggarakan di SMPN 12 Surabaya. Bangga bisa terlibat dalam kegiatan lingkungan sebagai upaya pelestarian lingkungan di kota Surabaya khususnya dan dunia umumnya. Karena tidak ada planet B untuk kita tempati jika bumi ini rusak. Kami akan mensukseskan ecopreneur 2019 yang diselenggarakan bulan Maret sampai Mei 2019 ini dengan penh semangat.
    Target akan kami buat semaksimal yang bisa kami lakukan.
    Salam SELINGKUH ( Selamatkan Lingkungan Hidup” kawan- kawan……

    Balas
  • Februari 21, 2019 pada 13:10
    Permalink

    Pengolahan sampah di sekolah kami di SDN Petemon sudah lebih baik daripada sebelumnya. Program zerowaste yg dicanangkan pemerintah telah cukup berhasil kami aplikasikan secara nyata terhadap masyarakat SDN Petemon. Namun ada beberapa kendala yg menjadikan program ini berjalan kurang maksimal. Penjual jajanan di luar sekolah yg masih berkeliaran sangat sulit utk dikendalikan. Bungkus kemasan plastik & lainnya terkadang terbawa masuk ke area sekolah. Belum lagi adanya proyek saluran air di sekolah kami yg juga menghambat program2 lingkungan hijau yg sudah kami rencanakan. Namun kami semua telah berkomitmen bahwa kami warga SDN Petemon berupaya terus utk melaksanakan program zero waste & pelestarian lingkungan.

    Balas
  • Februari 21, 2019 pada 13:13
    Permalink

    Pengolahan sampah di SDN Semolowaru IV/614 berupa sampah organik yaitu sampah dari sisa-sisa daun yang dimasukkan ke dalam komposter sehingga menjadi pupuk kompos. Selain itu di sekolah saya juga sudah memilah sampah kertas. Di tiap kelas terdapat tempat sampah khusus kertas untuk mengumpulkan kertas-kertas yang sudah tidak dipakai. Saya merasa sangat bangga sekali karena kantin di sekolah saya sudah bebas dari sampah atau “Zero Waste”. Sekolah juga sudah mewajibkan seluruh siswa untuk selalu membawa botol minum sendiri atau tumbler ke
    sekolah. Hal tersebut tentunya sangat mengurangi penggunaaan botol minum plastik sekali pakai di sekolah kami. Setiap hari Sabtu di SDN Semolowaru IV/614 juga ada kegiatan makan bersama dengan membawa kotak makan berulang kali pakai untuk menghindari adanya sampah. Saya merasa bangga sekali karena sekolah saya bebas sampah plastik. Saya berharap program-program seperti ini akan terus berjalan demi kelestarian lingkungan. Hal yang paling membuat saya sedih adalah ketika masih terdapat siswa yang membuang sampah sembarangan, misalnya di berem atau tempat tanaman. Semoga kedepan kejadian seperti itu tidak terulang lagi agar sekolah kita menjadi sekolah yang indah dan bebas sampah.

    Balas
  • Februari 21, 2019 pada 13:31
    Permalink

    Keluarga sdn kebonsari 1 sangat antusias mengikuti ecopreneur yang di pelopori oleh tunas hijau. Produk produk ecopreneur binaan dari tunas hijau berupa memilah dan memilih sampah, pembuatan kompos dari daun, takakura , kompos yang berasal dari lubang biopori, dan produk minuman sehat yaitu jamu daun afrika memjadi icon sdn kebonsari 1. Target untuk tahun 2019 mulai dari pendapatan dan produksi akan ditingkatkan serta mensosialisasikan sampah sebagai bagian hidup kita serta aktivitas kita sehari hari. Semoga dari workshop ecopreneur 2019/ini siswa yang baru ikut lebih semangat lagi…
    Bravo tunas hijau
    Sdn kebonsari 1

    Balas
  • Februari 21, 2019 pada 13:31
    Permalink

    Tugas 3 workshop eco preneu
    Kegiatan ecopreneur 2019 di SDN Karah 1 merupakan kegiatan lingkungan dalam bidang wirausaha yang dilakukan oleh siswa.kegiatan ecopreneur sudah laksanakan dalam pengolahan tanaman pohon mangga dan banyak sekali kegiatan yang dilakukan disekolah kita mulai dari pengolahan sampah dan pemanfaatan tanaman yang ada disekolah. Contohnya di sekolah kami ada tanaman selain mangga adalah juwet dan sekarang yg sudah mulai di tanam adalah jeruk nipis dan serai. Untuk program selanjutnya akan memproduksi selai juwet dan teh jeruk nipis serai (TEH JENISE K) .

    Balas
  • Februari 21, 2019 pada 13:37
    Permalink

    Nama saya adalah Arya Matthew baru mengikuti ecopreneur 2019 dan ternyata materi yang diberikan sama kakak kakak tunas hijau memberikan pengetahuan dibidang lingkungan dab ecopreneur usaha sekolah. Saya sebagai ketua akan berupaya semaksimal mungkin melanjutkan ecopreneur dengan semaksimal mungkin. Terimakasih kakak kakak dari tunas hijau.

    Balas
  • Februari 21, 2019 pada 13:39
    Permalink

    Assalammualaikum wr.wb
    Senang sekali bisa hadir di SMP negri 12.Di sana kami di jelaskan oleh kakak pembina mengenai lingkungan SMP negri 12 Surabaya.Pertama-tama kita diajak ke pokja Biopori fungsi Biopori menyerap air dan tidak menyebabkan genangan air,saat setelah hujan.Lalu lanjut ke Gedung O setelah itu di jelaskan tentang taman SMP negri 12 Surabaya setelah di taman lalu lanjut ke pengolahan kertas,caranya kertas yang sudah rusak/tidak terpakai bisa diubah menjadi selembar kertas yang bagus.Lanjut ke ruang kropener disana banyak pengelolahan kain perca yang bisa di ubah menjadi dompet,taplak,dll.Lalu kita mendatangi pokja takakura,takakura adalah pengomposan sisa makan yang bisa di jadikan pupuk.Lalu lanjut bertemu polisi lingkungan,polisi lingkungan adalah mengawasi warga sekolah agar mengembalikan tempat makan/minum yang di pinjam di kantin.Lalu lanjut ke Green house di sana tempat untuk menaruh tanaman yang kurang sehat/sakit seperti layu,kering,dll.
    Ternyata semua kegiatan lingkungan di SM negri 12 juga sudah kita lakukan di sekolah juga.
    Semangat menyambut ecopreneur 2019 ya teman- teman….

    Balas
  • Februari 21, 2019 pada 14:02
    Permalink

    Saya senang dapat mengikuti workshop ecopreneur 2019 di SMP negeri 12. Saya sebagai salah satu peserta sangat antusias mengikuti workshop ini.

    Di sekolah kami, ecopreneur berkenaan dengan usaha sirup dari daun belimbing wuluh. Kami bekerja sama dengan wali murid dan warga di sekitar sekolah.

    Harapannya eco school di sekolah menjadi lebih baik dan seluruh warga lebih peduli lagi terhadap lingkungan sekolah

    Balas
  • Februari 21, 2019 pada 14:03
    Permalink

    Sekolah SDN karah 1
    Di sekolah kami lahanya sangat luas dan banyak tanaman yg bisa di produksi,yg telah ada saat ini adalah pohon mangga & juwet dan yg sedang ditanaman sekarang ada jeruk nipis dan serai produksi tanaman yg sudah pernah di olah dan di produksi adalah tanaman pohon mangga yg di jadikan mainsan mangga
    Program selanjutnya tanaman langka yaitu juwet yang akan diolah menjadi selai
    Dan program selanjutnya adalah tanaman jeruk nipis dan serai yang akan diolah menjadi produk minuman yaitu jeruh nipis serai
    Nama teh nya : (TEH JENISE K)

    Balas
  • Februari 21, 2019 pada 14:40
    Permalink

    Sekolah SDN Airlangga 1 merupakan salah satu sekolah adi wiyata yang akan maju ke tingkat nasional. Oleh sebab itu pengolahan sampah di Sekolah kita benar- benar harus sudah berjalan dengan baik. Sekolah kita mengolah sampah organik dan non organik dengan beberapa cara yaitu organik dengan takakura, kompos air dan pemanfaatan sampah kertas untuk dibuat kerajinan dan jelantah untuk disetorkan ke bank sampah untuk diolah menjadi biodiesel.
    Untuk sampah non organik, tahun kedua sejak mengikuti kegiatan ecoschool kita manfaatkan sampah plastik untuk membuat kostum yel-yel.
    Sehingga manfaatnya sangat besar sekali, selain dipakai sendiri. Sehingga kita tidak mengeluarkan biaya untuk sewa kostum. Kostum2 kita yang sudah hampir 300 itu bisa disewakan ke masyarakat yang juga akan mengikuti lomba lingkungan.
    #Ecopreneur2019
    #tunashijauid
    #kendalikansampahplastik
    #beatplasticpollution
    #airlangga1
    #airone198
    #tantangan1

    Balas
  • Februari 21, 2019 pada 15:51
    Permalink

    Sukses sll ecopreneur 2019 bersama Tunas Hijau. Alhamdulillah sekolah kami sudah memiliki bbrp potensi spt komposter dan biopori, budidaya lele, kebun dg puluhan tanaman “Gedi” atau “Pepaya Jepang”. Semua itu adalah bagian dari semangat mengikuti program ecoschool dan ecopreneur ke depannya, semoga berhasil dan sukses sll bersama Tunas Hijau dan Dinas Pendidikan Surabaya. #salamzerowaste

    Balas
  • Februari 21, 2019 pada 17:07
    Permalink

    Surabaya, 21 Februari 2019
    Dinamika pengolahan sampah di SDN Rungkut Menanggal 1 Surabaya yang sudah dilaksanakan adalah:
    1. Peran aktif dan kreatif Semua warga sekolah dalam memiliah sampah organik (daun) dan non organik (kemasan makanan, dan minuman).
    2. Pengolah sampah daun menjadi pupuk kompos dengan media komposter, mesin pencacah, dan biopori.
    3. Pengolahan sisa makanan menjadi pupuk kompos melalui takakura.
    4. Pengolah sampah kertas menjadi karya seni kolase, montase, mozaik, dan lain-lain.
    5. Mendaur ulang sampah dan dijadikan pakai daur ulang dan kerajinan.

    Hal yang disukai dari pengolahan sampah di sekolah kami yaitu:
    1. Sampah di sekolah dapat terkendali dan bahkan sekolah bisa bebas sampah organik dan non organik.
    2. Sampah yang terkumpul dapat di pilah dan di Jual ke pengepul sampah (Bank Sampah Kota)
    3. Hasil penjualan sampah berupa Rupiah dapat di gunakan untuk pembelian benih tanaman, pot, benih ikan, dan lain-lain.

    Hal yang tidak disukai dari pengolahan sampah di sekolah kami yaitu:
    1. Sekolah kami sudah Zero Waste tetap sering kali anak-anak atau tamu membawa sampah plastik dari luar.

    Balas
  • Februari 21, 2019 pada 21:17
    Permalink

    Selamat datang Program wirausaha Ecopreneur 2019, Tahun ini merupakan Keikutsertaan Kami yang ke 2, Setelah Sukses pada Tahun 2018, kami tidak boleh berpuas diri, karena tantangan didepan semakin berat,
    Pada Awal Tahun tim Lingkungan Squad Babatan IV Surabaya memiliki beberapa Program diantaranya

    1.GERDU BATMAN (GERakan DUa bulan membawa bekal dari rumah,BAbaTan eMpAt Nol sampah plastik)
    2.SATU JIWA SATU JELANTAH, setiap siswa mengumpulkan jelantah/limbah minyak goreng
    3.SATU SAMPAH SATU PUPUK jika siswa membuang sampah sembarangan dendanya mengumpulkan 1 sak pupuk 5 kg
    4.JUM’AT LERI:seluruh siswa wajib membawa air leri/air cucian beras setiap hari jumat
    5.Pembuatan Pupuk dengan Komposter Takakura

    Dari kegiatan tersebut banyak hal yang baik di dapat, contohnya terkumpulnya jelantah yang biasanya dibuang di selokan, terkumpulnya air leri yang biasanya dibuang langsung, terkumpulnya 10 sak pupuk dari hasil denda siswa,

    Ada hal yang kurang Baik
    meskipun denda pupuk terlalu berat dibandingkan 1 sampah yang dibuang sembarangan, kenyataannya belum ada efek jera, dari sebagian siswa,

    Inovasi Ecopreneur 2019
    Squad Babatan IV Surabaya salah satu diantaranya adalah Pembuatan Pot/Vas Bunga dari Handuk bekas dan kaleng bekas, yang hari ini sudah di presentasikan,
    Selain itu tetap melanjutkan program yang memberi keuntungan lebih yaitu Memasarkan Produk olahan Hidroponik,
    Dan pengolahan sampah non organik menjadi barang yang bernilai jual tinggi,

    Serta melanjutkan program penghijauan sekolah dengan menanam Toga dan Tanaman Produktif lainnya

    Balas
  • Februari 21, 2019 pada 21:36
    Permalink

    Salam Bumi
    Lestari Lingkungan Hidup.

    Dinamika pengolahan sampah di SDN Babatan IV Surabaya sangat menarik untuk dicermati, karena melibatkan, siswa, guru wali murid dan warga masyarakat sekitar Sekolah

    Ada hal hal yang disukai
    Dalam pelaksanaannya sudah baik yang patut dilanjutkan diantaranya :
    1.Untuk pembuatan Kompos Takakura, Kami Biasa Grebek Pasar, mengambil sampah sisa buah dan sayur di pasar belakang sekolah,
    2.Untuk pengolahan limbah kain perca warga babatan kita bisa olah menjadi produk keset
    3.Untuk Limbah Jelantah dari wali murid, kita setorkan ke bank Sampah induk Surabaya
    4.Untuk Limbah Air Leri dari rumah siswa, kita bisa buat siram tanaman dan pupuk cair
    5.Terbaru Handuk/ kain bekas dan kaleng bekas kita buat pot bunga atau vas bunga yang sangat indah

    Namun juga ada hal yang tidak disukai
    Harapan kesepan tidak terjadi lagi
    1. Meskipun sudah ada denda 1 sak pupuk jika membuang 1 sampah secara sembarangan, belum ada efek jera
    2. Terkadang saar siswa sudah melakakukan budaya zero.waste ada sebagian oknum yang masih membawa sampah plastik ke sekolah
    3. Meskipun sudah di jadwal piket pengolahan sampah khususnya sampah organik untuk kompos, masih hanya beberapa siswa yang berperan aktif
    4. Saat Bazar kita menjual produk dari olahan sampah non organik kurang diminati, para siswa lebih berminat pada berbagai olahan makanan sehat
    5. Kurangnya kepedulian warga sekitar sekolah yang masih menjual produk makanan dengan wadah plastik sekali pakai

    Ini PR kita bersama
    Semoga kegiatan Ecopreneur 2019
    Menumbuhkan jiwa wirausaha seluruh siswa, dapat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan bagi seluruh warga SDN BABATAN IV SURABAYA

    Balas
  • Februari 22, 2019 pada 15:23
    Permalink

    Surabaya, 22 Februari 2019
    Saya Cantika Siswi SDN Rungkut Menanggal 1, Pengolahan sampah di sekolah kami yang sudah dilaksanakan yaitu:
    1. Sampah dipilah sesuai jenisnya.
    2. Sampah basah di olah pada komposter agar menjadi pupuk.
    3. Sisa makanan masukan ke dalam takakura agar menjadi pupuk.
    Hal yang kita suka dari pengolahan sampah di sekolah kami yaitu:
    1. Sekolah menjadi bersih tidak ada sampah berceceran.
    2. Sampah dipilah di bank sampah.
    Hal yang tidak disukai dari pengolahan sampah di sekolah kami yaitu:
    1. Terkadang ada siswa yang membuang sampah sembarangan

    Ayo kawan!!!,ayo kawan mari kita manfaatkan. Sampah yang ada di lingkungan kita

    Ecopreneur SDN Rungkut menanggal 1!!!! Pasti bisa !!!

    Balas
  • September 28, 2019 pada 05:46
    Permalink

    Semoga smpn lain yg berada di surabaya dapat diperluas lahan kosong nya oleh pemerintah dispendik agar dapat menjadikan hutan sekolah dan potensi sekolah tersebut

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *