Alisya Ramadhani, Putri Lingkungan Hidup 2018 SD

Maraknya penggunaan tas belanja dari plastik sekali pakai mengundang keprihatinan siswa perempuan ini. Ialah Alisya Ramadhani Kusumaningrum, siswa kelas 6 SDN Dukuh Menanggal I Surabaya, yang terpilih sebagai Putri Lingkungan Hidup 2018 SD.

“Tas kresek atau tas belanja berbahan plastik sangat marak digunakan di masyarakat. Biasanya tas kresek ini tidak awet atau hanya digunakan sekali saja. Jadi hanya digunakan beberapa menit saja. Setelahnya akan menjadi sampah plastik yang awet hingga ratusan tahun,” kata Alisya Ramadhani Kusumaningrum.

Menyikapi minimnya tas ramah lingkungan atau tas non kresek awet yang harganya mahal, Alisya punya kiat sendiri untuk mengatasinya. “Kita bisa menggunakan kaos bekas yang sudah lama tidak kita gunakan di rumah. Kaos bekas ini biasanya hanya digunakan kain pel. Ini yang menjadi proyek lingkungan hidupku,” ujar siswa yang tinggal di Jalan Bungurasih Tengah Gang Melati RT 05/03 Surabaya ini.

Untuk mengubah kaos bekas menjadi tas belanja ramah lingkungan tidak dibutuhkan mesin jahit atau bahkan jarum dan benang. “Untuk mengubah kaos bekas menjadi tas belanja ramah lingkungan cukup menggunakan gunting saja,” terang Alisya yang hobi membaca dan bersepeda ini.

Alisya Ramadhani saat mengajari anak-anak kampung Joyoboyo Surabaya membuat tas belanja dari kaos bekas

“Bila kita menggunakan kaos bekas yang lama disimpan di lemari untuk tas, sebaiknya dicuci terlebih dahulu. Agar tas yang dihasilkan bersih dan tidak bau. Kaos dengan motif bagus akan membuat tas kita terlihat lebih menyenangkan,” jelas Alisya.

Selanjutnya, jelas Alisya, lipat kaos tepat di tengah-tengah. “Setelah itu posisikan lengan kaos bagian kanan dan kiri presisi agar mudah dalam memotongnya. Setelah kedua lengan dalam keadaan rata, potong dari bagian atas ke bawah,” tutur Alisya. Memotongnya jangan sampai melewati jahitan pada lengannya, karena akan dijadikan pegangan tas.

Untuk mempercantik tas, perlu membuat variasi. “Caranya, gambar serangkaian garis vertikal di bagian bawah kaos. Lebar variasi tas ini bisa kita sesuaikan dengan selera masing masing. Untuk acuan, kita bisa membuat garis antara 1 sampai 3 sentimeter lebarnya,” terang siswa pemilik cita-cita sebagai dokter ini.

Alisya saat sedang sosialisasi kepada ibu-ibu di kampung Joyoboyo agar menggunakan tas belanja ramah lingkungan

Setelah membuat garis pola untuk hiasan pada tas, selanjutnya potong garis vertikal tersebut perlahan-lahan. “Pastikan dalam memotong melalui kedua lapisan kaos pada saat yang sama, agar hasilnya memuaskan. Jangan sampai melebihi garis yang sudah dibuat,” ujar Alisya.

Selanjutnya, menurut Alisya, ikat pangkal kain yang sudah dipotong tadi. Ikat kain satu persatu dengan teliti. Jangan sampai kelewat walau hanya satu potongan kain. “Agar tas yang kita buat tidak bolong dan bisa menampung barang berukuran kecil, kita perlu mengikat hiasan atau rumbai pada tas sekali lagi,” jelas Alisya.

Bagi Alisya, menggunakan tas dari kaos bekas ketika masuk mall menjadi tantangan tersendiri. “Menggunakan tas belanja dari kaos bekas ke mall akan membuat kita menjadi pusat perhatian karena uniknya tas tersebut. Siapkan tas berjumlah banyak, karena biasanya belanja juga banyak,” kata Alisya.

Sementara itu, selama menjalankan proyek tas ramah lingkungan dari kaos bekas ini, Alisya mengaku sudah sosialisasi kepada sekitar 900 orang. “Saya pernah sosialisasi di Taman Flora Bratang, mall Cito, Rumah Sakit Cempaka Putih, kampung Joyoboyo, SMAN Mojoagung Jombang dan sekolahku,” ujar Alisya.

Di sekolahnya, SDN Dukuh Menanggal I Surabaya, Alisya bahkan pernah mengajari sekitar 300 orang siswa secara bersamaan cara membuat tas ramah lingkungan dari kaos bekas. “Setiap siswa membawa sendiri kaos bekas dan guntingnya. Kita langsung praktek,” terang Alisya Ramadhani Kusumaningrum. (*)

Penulis: Mochamad Zamroni

5 tanggapan untuk “Alisya Ramadhani, Putri Lingkungan Hidup 2018 SD

  • Maret 25, 2019 pada 10:15 pm
    Permalink

    Sosialisasi tanpa mengenal waktu, tempat dan batasan usia.
    Slalu semangat bersama senyum keikhlasan dlm menjalankannya.
    Lanjutkan….!

    Balas
    • Maret 26, 2019 pada 11:58 am
      Permalink

      Luar biasa… masih kecil tp pemikirannya besar, semoga alisya menjadi org hebat di masa depan nantinya…. amin

      Balas
  • Maret 25, 2019 pada 10:33 pm
    Permalink

    Masya Allah, alisya hebat

    Balas
  • Maret 25, 2019 pada 11:22 pm
    Permalink

    Bangga dengan alisya, sekecil ini sdh berprestasi dan sadar akan lingkungan semoga dapat support dari pemerintah agar lebih membanggakan Indonesia dimasa depan.goodluck alisya

    Balas
  • Juni 4, 2019 pada 2:37 pm
    Permalink

    Hallo Alisya kamu hebat, terus berkarya dan jangan pernah berhenti. Prestasi dibidang lingkungan terus digelorakan. Kamu harapkan di masa Depan bagi pelestarian lingkungan.
    Good Job buat Alasya.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *