Kurangi Sampah Plastik, Hotel Mercure Surabaya Hanya Sediakan Sedotan Stainless

Penggunaan sedotan plastik kian marak digunakan masyarakat. Tidak hanya masyarakat perkotaan, masyarakat di pedesaan juga sangat terbiasa menggunakan sedotan plastik saat minum.

Faktanya, rata-rata sedotan plastik hanya digunakan kurang dari 15 menit. Setelahnya, selama ratusan tahun, sampah sedotan plastik itu akan awet dan mengancam kehidupan makhluk hidup di bumi ini.

Upaya Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya patut ditiru hotel, restoran dan warung makan  lainnya untuk mengurangi sampah sedotan plastik. Bermula pada Agustus 2018, sedotan plastik yang dibungkus kertas tidak lagi langsung dimasukkan ke dalam gelas minuman yang disajikan kepada konsumen.

Dengan sedotan plastik tidak dimasukkan ke dalam minuman, maka penggunaan sedotan hanya menjadi pilihan. Bila tidak digunakan, maka sedotan plastik dalam bungkus kertas masih baru kondisinya. Bila langsung dimasukkan ke dalam minuman, maka sedotan plastik akan menjadi sampah meskipun digunakan atau tidak digunakan oleh konsumen.

Menurut Treti Christina  Kusumawardani, Talent & Culture Manager Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya, sejak tahun 2019 ini bahkan sudah tidak disediakan lagi sedotan plastik pada setiap minuman yang disajikan di hotelnya.

“Mulai Februari 2019, Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya hanya menggunakan sedotan berbahan stainless yang bisa digunakan berulang kali. Pastinya dicuci bersih. Jadi hotel kami sudah tidak lagi menghasilkan sedotan plastik,” kata Treti.

Namun, Treti menjelaskan, tidak semua orang terbiasa dengan penggunaan sedotan non plastik yang bisa digunakan berulang kali. Tidak jarang karyawan hotelnya harus mengedukasi konsumennya mengenai dampak buruk penggunaan sedotan plastik. (*)

Penulis: Mochamad Zamroni �B��ejd

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *