Sekali Grebek Pasar, SMPN 11 Surabaya Olah 540 Kg Sampah Organik

Challenge I Eco Mobile PJB 2019 telah berlalu. Masa realisasi challenge I ini adalah 15 28 Maret 2019. Ada 10 poin tema/ajakan/tema/tugas pada challenge I itu. SMPN 11 Surabaya ialah salah satu sekolah peserta Eco Mobile PJB Challenge 2019 yang mampu merealisasikan semua poin tersebut.

“Tim lingkungan hidup Eco Mobile PJB Challenge 2019 SMPN 11 Surabaya sudah dibentuk dan ditandatangani oleh kepala sekolah. Tim ini terdiri atas 66 orang dengab melibatkan guru, karyawan, siswa dan komite sekolah,” kata Koordinator Lingkungan SMPN 11 Surabaya Luluk Zunairo.

Tim Eco Mobile PJB Challenge SMPN 11 Surabaya kampanye Hari Air Sedunia di depan sekolah

Peringatan Hari Air Sedunia 22 Maret juga sudah diperingati sekolah ini. “Kami menggekar kampanye kreatif dengan menggunakan baju daur ulang, media publikasi poster, mading, dan caping,” tambah Luluk Zunairo. Kampanye dilakukan 2 kali. 

Kampanye di Jl Sultan Iskandar Muda dilaksanakan Jumat (22/3/2019) diikuti oleh 42 orang selama 45 menit. “Kampanye kedua dilakukan di Jl Sawah Pulo pada hari Kamis (28/3/2019) diikuti oleh 15 orang dengan diliput oleh Jawa Pos Mas Fajar. Semua aksi sudah didokumentasikan dalam bentuk foto dan vlog dan sudah diunggah ke Tunas Hijau melalui istagram,” jelas Luluk Zunairo.

Media promosi Lingkungan hidup juga diaktifkan kembali di sekolah yang berlokasi di Kecamatan Semampir. “Siaran radio sekolah bertema lingkungan hidup sudah diaktifkan kembali minimal satu hari satu kali. Mading sudah direalisasikan pada Rabu (27/3/2019),” kata Suminah, guru koordinator pembina lingkungan hidup SMPN 11 Surabaya.

Kampanye perilaku ramah lingkungan hidup kepada keluarga siswa yang tinggal di sekitar SMPN 11 Surabaya

Target pengolahan sampah selama pelaksanaan Eco Mobile PJB Challenge 2019 juga sudah disahkan Kepala SMPN 11 Surabaya Sufyan. “Target kami bisa mengolah sampah organik 1200 kg, mengolah sampah kertas 1000 kg, dan daur ulang kertas 1000 lembar. Target pengumpulan jelantah kami sebanyak 1000 liter.

SMPN 11 Surabaya menetapkan 3 sekolah adopsi dan 1 kampung adopsi. “Sekolah adopsi itu adalah SDN Sidotopo Wetan I, SDN Sidotopo Wetan II dan SDN Ujung IX. Sosialisasi ke sekolah adopsi telah dilakukan 27 Maret 2019. Untuk kampung adopsi adalah Kampung Sawah Pulo Tengah II. Sosialisasi I kampung telah dilakukan 26 Maret 2019,” tutur Luluk Zunairo.

Sosialisasi Keluarga Zero Waste sudah dilakukan oleh SMPN 11 Surabaya pada Selasa (26/3/2019). Aksi ini melibatkan tim lingkungan sebanyak 14 orang,  warga 10 orang dari 10 keluarga siswa. “Sosialisasi dilakukan pada keluarga siswa di Kampung Sawah Pulo Tengah II Surabaya,” ujar ketua Eco Mobile PJB Challenge 2019 SMPN 11 Surabaya Ahmad Husni.

Kertas hasil daur ulang juga sudah dimanfaatkan untuk produk kreatif untuk pembelajaran. “Kami sudah memproduksi kertas daur ulang sebanyak 120 lembar. Kertas daur ulang produksi kami sudah digunakan untuk pembelajaran,” terang Ahmad Husni.

Ibaratnya mesin di pabrik, semua media pengomposan sampah organik SMPN 11 Surabaya selalu efektif memproduksi komposto

Pengumpulan sampah non organik di SMPN 11 Surabaya terkumpul sebanyak 150 kg “Dari sampah non organik yang terkumpul kami mendapat finansial sebanyak Rp 353.000. Pengumpulan jelantah 85 liter dengan mendapat finansial sebanyak RP 340.000,” terang Suminah.

Untuk pemenuhan semua media pengolahan sampah organik sudah dilakukan SMPN 11 Surabaya dengan sampah pasar sebanyak 540 kg hasil grebek Pasar Pabean. “Kami melakukan grebek pasar Selasa (26/3/3019). Kami juga mengolah sampah organik yang dibawa siswa dari rumah,” terang Luluk Zunairo.

Sekolah yang berlokasi di Jalan Sawah Pulo ini juga mengolah sampah organik berupa daun kering dari sekolah sebanyak 40 kg untuk rumah kompos. “Kami mengolah sampah daun sekolah sebanyak 15  kg untuk pengisian 35 lubang resapan biopori,” tambah Luluk Zunairo.

Dengan kerja keras, serius, kompak dan penuh keyakinan tim lingkungan SMPN 11 Surabaya merealisasikan ChallengeI1 Eco Mobile PJB Challenge 2019. “Perlu adanya kerja keras dan kerja sama semua unsur yang ada di sekolah, termasuk dukungan dari orang tua untuk realisasi challenge itu,” jelas Suminah. (*)

Keterangan foto utama: Tim Eco Mobile PJB Challenge 2019 SMPN 11 Surabaya mengolah sampah daun di sekolahnya nutuk kompos.

Penulis: Mochamad Zamroni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *