Semangat Kartini Lingkungan ala Pesantren Nurul Karomah

Selamat Hari Kartini 21 April. Apa kegiatanmu hari ini? Bertepatan dengan Hari Kartini ini, Minggu (21/4/2019), Kartini-Kartini dari Pondok Pesantren Nurul Karomah Surabaya menggelar aksi mengolah sampah organik menjadi kompos. Mereka mengolahnya menggunakan keranjang takakura bantuan dari PT Pembangkitan Jawa-Bali melalui program Eco Mobile PJB Challenge 2019 bersama Tunas Hijau. 

Pengolahan sampah organik dengan keranjang takakura di pondok pesantren yang berlokasi Jl Kendangsari gang III ini bukan kali pertama ini lho. Alhamdulillah selain belajar mengaji Islam, para santri/santriwati di pondok ini telah membiasakan mengolah sampah organik. Mereka bahkan sudah pernah memanen kompos dari keranjang takakura ini sebelumnya.

Kompos hasil panen keranjang takakura digunakan untuk budidaya tanaman kangkung di Pondok Pesantren Nurul Karomah Surabaya ini

Siapa yang isi? Siapa yang mengaduk? Sampah organik darimana? Kehujanan atau tidak keranjang takakuranya? Jangan salah, santri di pondok ini cukup terbiasa mengolah sampah organik menjadi kompos.

Si Emak yang memasak di dapur pondok sudah selalu memisahkan sampah organiknya yang selanjutnya santri ada piket memasukkan ke takakura dan menulis jurnal. Mereka menempatkan takakura di dapur agar tak kehujanan sekaligus dekat dengan sumber sampah organik.

Pada saat panen kompos sebelumnya, mereka mengaku kelupaan tidak menghitung volume atau menimbang massa kompos yang berhasil dipanen. Tapi, yang pasti, mereka telah memanfaatkan kompos hasil panen itu untuk memupuk tanaman sayuran seperti kangkung di balkon depan kamar mereka supaya bisa bisa pantau. Piket menyiram tanaman pun rutin dilakukan dua kali sehari.

Penulis: Nunis Indah Nur Fuadah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.