Eka Fadiyah Wati, Guru Terbaik Pangeran & Putri Lingkungan Hidup 2018 SMP

Guru yang satu ini masih mudah dan tidak mengenal lelah berkarya. Beragam penghargaan pribadi lingkungan hidup juga diraihnya. Ada Guru Terbaik SD Ecopreneur 2017, Guru Terbaik Pangeran & Putri Lingkungan Hidup 2017 (SD), Eco Teacher (Junior) of the Year 2017 sebagai guru pembina lingkungan hidup SMPN 60 Surabaya, dan Guru Terbaik Pangeran & Putri Lingkungan Hidup 2018 SMP bersama SMPN 6 Surabaya. Eka Fadiyah Wati, namanya.

Baginya, Penganugerahan Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup merupakan program luar biasa yang diselenggarakan oleh Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya. “Program ini  mengharuskankan pesertanya memiliki proyek lingkungan hidup berkelanjutan,” kata Eka Fadiyah Wati, guru pembina lingkungan hidup SMPN 6 Surabaya. 

Beberapa tahun sebelumnya, program ini hanya diperuntukkan siswa jenjang SD. “Namun mulai tahun 2018 Penganugerahan Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup yang sudah digelar sejak 16 tahun lalu, tepatnya sejak 2002, juga diadakan untuk siswa SMP,” Eka Fadiyah Wati menjelaskan.

Tahun 2018 adalah tahun pertamanya bertugas di SMP Negeri 6 Surabaya. Dia memulai program lingkungan hidup di sekolah kawasan yang sudah tak terbilang lagi prestasinya itu dengan tidak mudah. “Namun, menjadi guru baru di SMPN 6 Surabaya yang penuh prestasi juga tidak ada yang mustahil,” dia menjelaskan. 

Eka Fadiyah Wati bersama para pemenang dan finalis Pangeran & Putri Lingkungan Hidup 2018 dari SMPN 6 Surabaya

Perkembangan program lingkungan hidup di SMPN 6 Surabaya selama setahun ini telah memberikan perubahan yang signifikan. “Terbukti dalam pencapaian tersebut ada 25 piala dari program lingkungan hidup telah menambah koleksi prestasi EcoSpenSix, tim LH SMP Negeri 6 Surabaya yang belum pernah ada sebelumnya,” tuturnya dengan bangga.

Pemilihan calon Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup bukan hal yang mudah. “Kami awalnya menyeleksi mereka dari pengetahuan layaknya Pemilihan Putri Indonesia dan harus dilakukan agar guru bisa memahami pola pikir dan sikap siswa dalam menyikapi masalah serta lebih mengenal satu sama lain,” terang guru bahasa Inggris ini. 

Dia mempersiapkan proyek lingkungan hidup yang menjadi prasyarat siswa bisa mengikuti Penganugerahan Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup dengan serius dan tidak boleh ala kadarnya. 

“Penentuan ide proyek tidak harus dari anak yang bersangkutan. Bahkan tidak menutup kemungkinan ide tersebut dari guru pembina yang mengerti kondisi setiap siswa yang akan dibinanya,” tambah guru yang mengidolakan Walikota Tri Rismaharini ini

Setelah proyek lingkungan hidup dipilih dan dikerjakan oleh siswa, maka tugas belum seketika tuntas. “Guru harus memotivasi siswa untuk mengerjakan proyek lingkungan berkelanjutan. Siswa juga harus dipastikan membuat jadwal pelaksanaan aksi untuk proyeknya,” terang Eka Fadiyah yang juga mantan guru SDN Kedung Cowek I Surabaya ini. 

Dia selalu menekankan bahwa semakin sering aksi proyek lingkungan hidupnya dilakukan oleh siswa, maka semakin bagus dampak yang akan diberikan. “Siswa harus dibiasakan mencatat capaian aksi proyek yang telah dilakukan,” lanjut mantan guru SDN Ujung IX Surabaya ini dengan serius. 

Pengalaman mendampingi siswa calon Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup 2017 jenjang SD dan 2018 jenjang SMP memberikan pengalaman luar biasa baginya. “Bahkan mendampingi mereka di setiap tahapan seleksi dengan jenjang yang berbeda membuat saya termotivasi untuk meyakinkan mereka jika sekecil apapun langkah mereka untuk lingkungan akan berdampak besar suatu saat nanti bagi lingkungan,” Eka Fadiyah menuturkan.

6M kiat membina calon Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup versi Eka Fadiyah Wati adalah sebagai berikut:

1.  Memilih proyek lingkungan yang out of the box yang manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dan lingkungan.

2.  Membuat dokumen dan dokumentasi perjalanan proyek sedetail mungkin.

3.  Memberikan support kepada siswa untuk melakukan yang terbaik dalam mengembangkan proyek lingkungan.

4.  Membangun komunikasi antara murid, walimurid, guru dan sekolah sebagai aksi dan  interaksi untuk merealisasikan setiap tahapan pengembangan proyek lingkungan.

5.  Memotivasi diri untuk memberikan pengalaman hebat bagi siswa yang menjadi binaan karena Mewujudkan mimpi itu sudah BIASA namun membantu orang lain mewujudkan mimpi baru LUAR BIASA.

6.  Meyakini jika hasil takkan pernah menghianati proses, melakukan setiap tahapan proyek dengan ikhlas dan semaksimal mungkin, inshaallah tidak ada yang sia-sia. 

Beberapa kiat diatas sangat besar dirasakan manfaatnya oleh sang jawara. “Namun hati saya tidak bisa berbohong ketika menyaksikan para finalis Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup yang saya bina selama berbulan-bulan menangis terisak bahkan sampai pingsan ketika nama mereka tidak disebut saat pengumuman di grand final,” Eka Fadiyah mengatakan. 

Saat itu pula dia menarasa harus TATAG meski kondisi KEMRATAG untuk meyakinkan kepada mereka dan orangtua jika ada tangan Tuhan yang berkehendak bahwa tidak semua harapan sama dengan kenyataan. “Memang tidak mudah menerima namun dengan berjalannya waktu akhirnya saya bisa membuat mereka move on dengan segala hal yang telah terjadi,” katanya.

Meski begitu banyak diantara mereka yang tetap menjalankan proyek lingkungan meski belum dinobatkan menjadi pemenang Pangeran dan Putri Lingkungan 2018. Proyek Lingkungan Hidup yang berkelanjutan telah terwujud dan menjadi nyata. Prestasi memang penting, namun aksi jauh lebih penting.

Penyunting: Mochamad Zamroni

2 tanggapan untuk “Eka Fadiyah Wati, Guru Terbaik Pangeran & Putri Lingkungan Hidup 2018 SMP

  • Mei 9, 2019 pada 3:52 pm
    Permalink

    Mantap…… Super sekali 🌹🌹🌹🌹🌹🌹👍👍👍👍👍👍👍👍👍👏👏👏👏👏👌👌👌👌👌💐💐💐💐💐💐💐

    Balas
  • Mei 9, 2019 pada 4:05 pm
    Permalink

    Segala sesuatu jika diupayakan, diperjuangkan, dan diikhtiarkan dengan sungguh, In Syaa Allah tak ada yg sia-sia. Semangat & sukses sll untuk Mam Diyah yg syantik & imut. 😄💪👍💞

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *