Fina Lutfia, Ketua Tim Lingkungan Hidup SMPN 19 Surabaya

Gerakan pengumpulan jelantah, minyak gorek berulang kali pakai, terus dilakukan, Fina Lutfia, ketua tim lingkungan hidup SMPN 19 Surabaya ini. Aksi pengumpulan jelantah itu bahkan menjadi proyek pribadi lingkungan hidupnya.

“Jelantah yang saya berhasil kumpulkan mulai Juli 2018 hingga Maret 2019 sebanyak 292 liter. Total uang hasil penjualannya adalah 1.312.983 rupiah. Jelantah hasil pengumpulan April – Mei 2019 belum disetor,” kata Fina Lutfia, yang tinggal di Perumahan Regency 21 Blok I-12 Surabaya ini.

Jelantah sebanyak itu, menurut Fina, bukan hasil pengumpulan kolektif dia bersama tim lingkungan hidup SMPN 19 Surabaya yang dipimpinnya. “Itu yang saya kumpulkan dari warga kampung dan warga sekitar tempat tinggalnya,” ujar siswa kelahiran Magelang, 2 November 2004 ini.

Menurutnya, aksi pengumpulan jelantah sudah cukup lama juga dilakukan oleh warga SMPN 19 Surabaya. Sejak awal 2018. Kegiatan pengumpulan jelantah bahkan sudah banyak dilakukan di tempat tinggal warga SMPN 19 Surabaya.

“Beberapa dari warga SMPN 19 Surabaya sudah menyetorkan jelantahnya di daerah rumah. Gerakan pengumpulan jelantah sudah berlanjut terus di masyarakat. Ini berarti bagus karena semakin sedikit jelantah yang mencemari saluran air sekitar,” kata siswa yang bercita-cita menjadi spesialis dokter bedah ini.

Untuk gerakan pengumpulan jelantah ini, Fina Lutfia bahkan memiliki kampung adopsi. Kampung adopsi itu adalah kampung yang dibina berkelanjutan. “Paling banyak saya mendapatkan jelantahnya dari warga kampung adopsi saya yaitu Kampung Deles,” tutur penghobi membaca ini.

Selama aktif sebagai kader lingkungan hidup SMPN 19 Surabaya, remaja ini mengaku banyak hal menariknya. “Hal menarik itu jadi sering berkegiatan di luar sekolah. Saya juga mengenal banyak tanaman baru yang kami sosialisasikan diantaranya pohon tin dan pohon katuk,” kata Fina Lutfia.

Dia juga mengajak sekolah yang belum melakukan gerakan pengumpulan jelantah untuk segera memulainya. “Ayo kumpulkan jelantah. Ajak keluarga siswa dan keluarga guru untuk mengumpulkannya di rumah masing-masing. Jelantah dibuang ke saluran air akan jadi limbah. Jelantah disetor ke bank sampah akan menjadi berkah,” pesan Fina Lutfia, yang juga finalis putri lingkungan hidup 2018 ini.

Penulis: Mochamad Zamroni

7 tanggapan untuk “Fina Lutfia, Ketua Tim Lingkungan Hidup SMPN 19 Surabaya

  • Mei 15, 2019 pada 16:29
    Permalink

    🔥🔥🔥🔥
    💪💪💪💪
    👌👌👌👌

    Balas
  • Mei 15, 2019 pada 18:00
    Permalink

    Semoga impian kakak fina menjadikan sekolah” disurabaya menjadi sekolah ramah lingkungan terkabulkan aamiin..

    Balas
  • Mei 15, 2019 pada 18:27
    Permalink

    Tim Adiwiyata SMP 19 Surabaya pancen ok. Lanjut dan tingkatkan program. Sukses selalu….

    Balas
  • Mei 15, 2019 pada 18:30
    Permalink

    Sukses untuk Fina dan Adiwiyata SMP 19 Surabaya

    Balas
  • Mei 15, 2019 pada 18:38
    Permalink

    Bagus sekali aksi pengumpulan jelantah ini. Menurut saya jika pengumpulan jelantah ini diteruskan selalu maka kemungkinan besar semakin sedikit jelantah yang mencemari lingkungan sekitar. 👍👍👍👍

    Balas
  • Mei 16, 2019 pada 18:34
    Permalink

    Alhamdulillah, semoga lancar dan sukses selalu aamiin.

    Balas
  • Mei 16, 2019 pada 18:51
    Permalink

    Fina kamu keren , luar biasa. Terus berkarya dan berprestasi ya Fina. Proyek kalian sangat hebat semoga Fina sukses bersama tim lingkungan hidup SMPN 19.

    Maju terus jalan masih panjang kamu generasi emas yang akan menyelamatkan bumi ini . Good Job

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *