Arif Dwi Susanto, Penggiat Ecopreneur dan Zero Waste SDN Rungkut Menanggal I

SDN Rungkut Menanggal I Surabaya termasuk sekolah yang sangat aktif dalam mengelola lingkungan hidupnya pada 2011 dan 2012. Beragam penghargaan lingkungan hidup pun diraih sekolah yang berlokasi di perbatasan Surabaya – Sidoarjo ini pada dua tahun tersebut.

Namun, pengelolaan lingkungan hidup di sekolah itu tidak berlanjut hingga sekitar 5 tahun setelahnya. Alasannya adalah pergantian pimpinan sekolah yang tidak lagi peduli lingkungan hidup. Sarana pengolahan sampah yang ada di sekolah ini pun seolah menjadi monumen.

Ialah Arif Dwi Susanto, guru pembina lingkungan hidup SDN Rungkut Menanggal I Surabaya, yang merasakan betapa kepala sekolah sangat berperan dalam mewujudkan sekolah berbudaya lingkungan hidup melalui kebijakannya.  

Mulai tahun 2018, SDN Rungkut Menanggal I Surabaya kembali aktif melibatkan warganya mengolah sampahnya. Mereka pun aktif dalam setiap program lingkungan hidup yang digelar Tunas Hijau dan Pemerintah Kota Surabaya. Diantaranya Penganugerahan Pangeran & Putri Lingkungan Hidup, Ecopreneur, UKS dan Surabaya Eco School.

Beragam pengalaman seru dirasakan Arif Dwi Susanto selama sekolahnya kembali aktif Surabaya Eco School 2018. Tidak terkecuali pada program wirausaha lingkungan hidup Ecopreneur 2019 yang diselenggarakan Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya serta didukung oleh Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya ini. 

Arif Dwi Susanto bersama tim Ecopreneur 2019 SDN Rungkut Menanggal I Surabaya saat bazar di luar sekolah

“Melalui program wirausaha lingkungan hidup Ecopreneur 2019, kami bisa mengajari anak-anak berani memasarkan produk ecopreneur yang pada awalnya malu untuk menjadi penjual. Biasanya kami lakukan penjualan dengan membuka stand di luar sekolah,” kata Arif Dwi Susanto.

Melalui challenge yang dihadirkan pada Ecopreneur 2019, Arif mengaku jadi bisa mengajari anak-anak berani dan bisa berbicara. “Tugas membuat vlog dengan durasi maksimal 1 menit mampu menceritakan semua aksi yang telah dilakukan saat itu membuat anak-anak mampu mengembangkan keberanian dan kemampuan bicara anak-anak,” tutur guru yang tinggal di Perumahan Gununganyar Asri C 20 Surabaya ini.

“Saya pernah bermain petak umpet dengan pedagang kantin sekolah yang janji bahwa tidak akan lagi menjual makanan berpembungkus plastik.” kata suami Ratih Indrawati, guru pembina lingkungan hidup SMP Al Islah Surabaya ini. Tetapi nyatanya besoknya, mereka tetap saja menjual makanan berpembungkus plastik sekali pakai.

Pengalaman bermain petak umpet itu pun disikapi Arif dan sekolahnya dengan terus mengejar dan memantau kantin. “Sosialisasi rutin kepada kantin sekolah harus dilakukan 1 atau 2 kali sepekan. Alhasil, sejak akhir Oktober 2018, SDN Rungkut Menanggal I Surabaya sudah bebas dari sampah plastik,” kata guru kelahiran Mojokerto, 26 Juni 1978 ini.

Menurutnya, program yang mengajak warga sekolah membawa tumbler dan wadah makan yang dapat dipakai berkali-kali merupakan cara jitu untuk bebas dari sampah plastik di sekolah. “Langkah itu sebaiknya ditindaklanjuti dengan menyediakan air mineral galon gratis untuk yang membawa tumbler di kelas-kelas,” tutur Arif Dwi Susanto.

Anti sampah plastik bahkan diterapkan Arif di SDN Rungkut Menanggal I dengan mengupayakan mengganti polibag tanaman dengan batok kelapa. “Kami juga senantiasa mengajak anak-anak dan warga untuk merealisasikan agar aktifitas yang dilakukan tidak lagi menimbulkan sampah plastik,” kata Arif Dwi Susanto, guru pembina lingkungan hidup SDN Rungkut Menanggal I Surabaya. 

Penulis: Mochamad Zamroni

7 tanggapan untuk “Arif Dwi Susanto, Penggiat Ecopreneur dan Zero Waste SDN Rungkut Menanggal I

  • Juni 26, 2019 pada 7:56 am
    Permalink

    Salut untuk Pak Arif yang telah menularkan ilmunya di SMP Al Islah, sukses selalu untuk programnya…

    Balas
  • Juli 18, 2019 pada 6:46 pm
    Permalink

    Saya sangat salut dan juga bangga kepada bapak arif dwi susanto karna dapat berbagi ilmu kepada SDN rungkut surabaya dan dapat membangkitkan semangat siswa atau siswi SDN tersebut,semoga pak arif dapat menjadi salah satu contoh yang baik bagi semua orang.

    Balas
  • Juli 18, 2019 pada 8:16 pm
    Permalink

    Saya setuju dan sangat mendukung pak Arif, tidak hanya mendaur ulang, pak arif juga kreatif dan mampu memasarkan bahan daur ulangnya kepada masyarakat.kegiatan pak arif ini juga sangat bermanfaat untuk mengurangi sampah.

    Balas
  • Juli 18, 2019 pada 9:01 pm
    Permalink

    Saya setuju dan mendukung pak Arif karena kreatif dan bisa memasarkan bahan daur ulangnya kepada masyarakat

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 11:14 am
    Permalink

    NAMA : Mozza Bryantamada Utomo
    ASAL SEKOLAH :SMPN 16 Surabaya

    Wow

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 6:57 pm
    Permalink

    Semoga hal inibdapat dicontoh oleh generasi muda aminn

    Viveria Vlafina R
    SMPN 5 Surabaya

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 7:37 pm
    Permalink

    Setuju sekali pak. Semoga sekolahku bisa menyusul
    VIOLA AURA CASANDRA PUTRI
    SDN TEMBOK DUKUH

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *