Ikan Pari Ditemukan Mati, Perutnya Penuh Sampah Non Organik

Ikan pari ditemukan mati dengan kondisi yang sangat mengenaskan. Perutnya penuh dengan sampah non organik. Hidup bermigrasi, ikan pari menjadi rentan salah makan. Dikiranya semua yang ada di lautan adalah makhluk hidup yang bisa dimakannya.

Ada beragam jenis sampah non organik yang ditemukan di dalam tubuh ikan pari ini. Ada bungkus rokok, botol, puntung rokok, beragam sampah plastik, kamera saku dan bahkan buku.

Perut ikan pari mati yang baru dibelah

Dilihat dari jenis sampah yang ada di dalam perut ikan pari ini, bisa disimpulkan bahwa tidak semua adalah jenis sampah non organik yang mengapung di permukaan laut.

Kamera saku yang ada di dalam perut ikan pari ini tentunya tidak mengapung di atas permukaan laut, melainkan tenggelam atau mungkin melayang di bawah permukaan laut.

Nampak beragam sampah non organik di dalam perut ikan pari yang mati

Foto yang diunggah melalui akun instagram @interseccionalidad tentunya patut menjadi pembelajaran bagi umat manusia. Bahwa sampah plastik dan sampah non organik lainnya terbukti mengancam kehidupan makhluk hidup di muka bumi ini.

Sampah-sampah non organik yang ditemukan di lautan itu tentunya banyak yang sebelumnya dibuang ke tempat sampah. Namun, sangat mungkin, dari tempat sampah, atau proses selanjutnya yang kemudian sampah-sampah tersebut akhirnya berujung ke lautan. 

Buku dalam keadaan utuh didapati ada di dalam perut ikan pari yang mati itu. Juga bungkus rokok dan botol

Secara global, sampah non organik yang didaur ulang (umumnya secara industri) hanya sekitar 7 % dari semua sampah non organik yang dihasilkan. Selebihnya, sampah itu berujung ke tempat pembuangan akhir atau ke lautan.

Jadi, sedapatnya setiap individu meminimalkan dihasilkannya sampah. Yang paling mudah dengan menghindari penggunaan sedotan plastik saat minum dan menghindari minum dengan kemasan sekali pakai. Termasuk juga menggunakan tas belanja non plastik yang bisa digunakan berulang kali.

Kamera saku yang termasuk berat juga ditemukan di dalam perut ikan pari yang mati itu

Di Indonesia, pemilahan sampah seyogyanya dilakukan mulai dari sumbernya, yaitu dapur atau rumah. Setelah dipilah, akan lebih tepat lagi bila sampah non organik dipastikan diolah secara industri dengan menjual atau menyerahkan ke pengepul atau bank sampah. 

Sebab, sampah yang dipilah dan kemudian dipindahkan ke gerobak sampah umum, umumnya hanya akan dicampur lagi. Ujung-ujungnya, paling bagus,  ke tempat pembuangan akhir sampah. Sangat mungkin juga berujung ke lautan.

Penulis: Mochamad Zamroni

4 tanggapan untuk “Ikan Pari Ditemukan Mati, Perutnya Penuh Sampah Non Organik

  • Juni 24, 2019 pada 04:42
    Permalink

    Sangat memprihatinkan. Ikan pari yang juga makhluk Sang Pencipta ini ingin hidup layak. Namun apa yang dialami. Ikan ini mati dengan mengenaskan perut penuh dengan limbah non organik. Dia tidak bisa membedakan apa yang dihadapinya, karena keterbatasan.

    Untuk itu manusia yang diberikan akal sehat bisa membantu makhluk lain agar selamat hidupnya utamanya dari limbah non organik.
    Jadi mari dimulai dari hal kecil diri sendiri dengan perilaku mengurangi limbah non organik.
    Sebisa mungkin mengelola sampah non organik agar tidak mencemari lingkungan atau mencelakai makhluk hidup lainnya.
    Jadi secara tidak langsung kita bisa membantu makhluk lain terhindar dari sampah non organik

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 11:54
    Permalink

    Sungguh memperihatinkan..
    Ini adalah bagian dari kesalahan kita sebagai penyumbang sampah plastik di muka bumi.
    Mari dari sekarang kita muali untuk hidup lebih baik dengan mengurangi penggunaan sampah plastik.
    AMALIA NURIZA DWITAMI
    SSN MARGOREJO I

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 21:13
    Permalink

    Sungguh memprihatinkan segala sesuatu yg telah dimakan oleh ikan tersebut. Bahkan kamera dan buku yang ada di perut ikam tersebut.
    Dengan adanya kegiatan positif ini sekiranya dapat membantu kesadaran masyarakat untuk tidak membuang atau membuat sampah sembarang an.
    Sekiranya perlu kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarang.
    NAMA :Anandhita dwi juniar
    ASAL SEKOLAH :SMP Negeri 4 Surabaya
    AKUN INSTAGRAM (calon peserta dan 2 akun instagram aktif) :@andwjr dan @real_aaddjjj

    Balas
  • Agustus 23, 2019 pada 18:48
    Permalink

    Sunggu sangat,,, sangat,, memprihatinkan apa pun yang telah dimakan oleh ikan tersebut, yang ternyata hasil perbuatan dari manusia sendiri. Ikan dan Manusia adalah cipataan Tuhan Yang Maha Esa, yang juga memiliki hak hidup di Dunia.

    Ikan tersebut tidak dapat membedakan mana yang menurutnya makanan atau bukan.

    Dengan kejadian ini, marilah kita mengolah sampah-sampah non organik menjadi barang yang lebih bernilai dan berharga agar dapat menjaga laut laut di Dunia agar bersih dari Sampah perbuatan manusia.
    Masyarakat perlu menerapkan gerakan “Anti Kantong Plastik” atau “Anti Botol

    NAMA : Achmad Rafif Arya Putra
    ASAL SEKOLAH : SMP Negeri 6 Surabaya

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *