Olah Sampah ala SMPN 11 Surabaya Paska Libur Lebaran

Idul Fitri berarti kembali ke fitrah. Bersih di hati, bersih diri, juga bersih lingkungan sekitarnya. Demikian SMPN 11 Surabaya, sekolah peserta Eco Mobile PJB Challenge 2019, memaknai Idul Fitri 1440 Hijriyah.

Untuk mewujudkan makna Idul Fitri itu, tim lingkungan hidup SMPN 11 Surabaya dengan koordinator pembina Suminah, kembali menggiatkan pengolahan sampah di sekolahnya. Aksi mengolah sampah ini dilaksanakan pada hari kedua setelah masuk dari liburan lebaran, Selasa (11/6/2019).

Aksi pengolahan sampah organik kali ini dilakukan oleh guru dan karyawan, sementara siswa masih libur lebaran. Ada 4 orang guru dan karyawan SMPN 11 Surabaya yang terlibat langsung pada aksi pengolahan sampah organik itu. 

Aksi itu diawali dengan bersih-bersih selama 45 menit. Sampah organik yang terkumpul, umumnya dedaunan kering, lantas diolah pada bak-bak pengomposan di rumah kompos sekolah ini.

“Pada aksi ini kami berhasil mengumpulkan 15 kg sampah organik yang selanjutnya diolah di rumah kompos sekolah,” kata Suminah, guru koordinator pembina lingkungan hidup SMPN 11 Surabaya.

Pada aksi bersih-bersih itu juga didapati sampah non organik. “Sampah non organik yang berhasil kami kumpulkan bukan hasil kegiatan warga SMPN 11. Sampah itu berasal dari warga sekitar sekolah yang melempar sampahnya ke dalam sekolah meskipun sudah ada pagar tembok dan kawat berduri,” kata Wieke Sumarmo, kepala Tata Usaha SMPN 11 Surabaya yang mengikuti aksi ini.

Sementara itu, Lurid Kristiawan, guru pembina lingkungan hidup SMPN 11 Surabaya, menyampaikan bahwa aksi ini sebagai bentuk keteladanan lingkungan hidup. “Aksi kepedulian lingkungan hidup tetap kami lakukan saat para siswa masih liburan,” tutur Luris Kristiawan.

Penulis: Mochamad Zamroni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *