Berhadiah. Sampaikan Usulanmu Agar Surabaya Eco School 2019 Menjadi yang Terbaik

Program, gerakan dan lomba peduli lingkungan hidup sekolah-sekolah Surabaya Eco School 2019 akan kembali digelar. Ini adalah tahun kesembilan Surabaya Eco School, atau juga penyelenggaraan kesembilan. Kali pertama diselenggarakan pada tahun 2011.

Penyelenggaraan Surabaya Eco School (SES) 2018 (tahun lalu) menghadirkan beberapa inovasi program baru. Yaitu, inovasi untuk melibatkan keluarga siswa/guru menjadi lebih peduli lingkungan hidup dengan “Keluarga Zero Waste Surabaya Eco School 2018”. Bahkan ada penghargaan khusus bagi 3 Keluarga Zero Waste SES 2018 SD dan SMP.

SES 2018 juga mengajak sekolah-sekolah mengadopsi warung makan, restoran, dan/atau depot yang berpotensi menghasilkan sampah plastik sedotan serta wadah makan/minum sekali pakai. Tujuan adopsinya, adalah untuk mengurangi sampah plastik yang dihasilkan.

Surabaya Eco School 2018 juga berhasil merealisasikan penghargaan khusus bagi sekolah-sekolah Surabaya yang tidak menghasilkan sampah non organik kemasan makanan/minuman sekali pakai di kantinnya. Ada 61 sekolah yang mendapatkan penghargaan Walikota Surabaya sebagai Sekolah Zero Waste 2018.

Lomba Yel-Yel Lingkungan Hidup yang memadukan lirik lagu, kostum daur ulang, alat musik daur ulang dan gerakan seluruh anggota timnya, selalu menjadi salah satu agenda pelaksanaan Surabaya Eco School sejak tahun 2011.

Penganugerahan individu terbaik warga sekolah, yaitu siswa, guru dan kepala sekolah dari masing-masing jenjang pendidikan, juga selalu mewarnai penyelenggaraan sejak Surabaya Eco School 2011.

Bersih-Bersih Pantai Kenjeran pada akhir pekan ketiga September juga menjadi agenda rutin. Pada dua tahun terakhir pelaksanaan Bersih-Bersih Pantai Kenjeran bahkan diikuti oleh lebih dari 20.000 orang relawan.

Logo Surabaya Eco School 2019. Tema yang diangkat adalah “Zero Waste (Terus)

Lomba Jingle atau juga Lomba Cipta Lagu Lingkungan Hidup baru meramaikan Surabaya Eco School sejak pelaksanaan tahun ketiga, yaitu tahun 2013. Jingle terbaik SES 2013 hingga 2017 bahkan direkam di studio musik profesional untuk bisa dinikmati banyak orang dalam bentuk audionya. 

Selama delapan tahun penyelenggaraan Surabaya Eco School, tahun 2013 dan 2014 menjadi tahun yang terbaik, khususnya dalam penyediaan hadiah dari sponsor. Beragam hadiah buat sekolah-sekolah terbaik diberikan pada dua tahun pelaksanaan itu. Ada instalasi pengolahan air limbah, penampungan air bekas wudhu dan rainwater tank atau tandon penampungan air hujan.

Pada penyelenggaraan 2011, disediakan hadiah bagi individu terbaik berupa laptop dari ASUS. Pada penyelenggaraan 2013 dan 2014 itu, hadiah buat individu terbaik terbilang luar biasa. Hadiah tersebut adalah mengunjungi Australia Barat untuk program lingkungan hidup.

Pada pelaksanaan 2016, 2017 dan 2018, Walikota Surabaya Tri Rismaharini menyediakan hadiah istimewa berupa tabungan masing-masing 5 juta rupiah bagi tiap individu terbaik Eco Person of the Year.

Surabaya Eco School adalah program dimana Pemerintah Kota Surabaya dan Tunas Hijau menjangkau semua sekolah di Surabaya agar melaksanakan program lingkungan hidup berkelanjutan. Setidaknya, semua utusan sekolah diharuskan mengikuti workshop/pelatihan lingkungan hidupnya.

Tantangan terbesar dalam Surabaya Eco School 2018 adalah membuat inovasi agar sekolah-sekolah yang selama ini pasif menjadi tergerak, tidak hanya sekedar hadir workshop/pelatihan. Bisa tergerak karena terpaksa yang diharapkan menjadi terbiasa. Bisa tergerak karena panggilan hati nuraninya. Bisa juga tergerak karena alasan yang lainnya. Namun, apapun alasan awalnya, yang penting bergerak untuk lingkungan hidup yang lebih baik.

Penyelenggaraan Surabaya Eco School 2019 bakal lebih banyak lagi menghadirkan aksi-aksi warga sekolah untuk mewujudkan lingkungan hidup lebih baik dan Surabaya lebih ramah lingkungan. Pasalnya, sejak awal tahun 2019, program “Bendera Hitam” dijalankan Tunas Hijau bersama Dinas Pendidikan Kota Surabaya hingga ahir tahun 2019.

Program “Bendera Hitam” ini terbukti berhasil menggerakkan semua SD dan SMP negeri se Surabaya agar tidak mendapatkannya. Indikatornya tidak ada sampah non organik selain di tempat sampah, selokan/saluran air tidak ada endapan, toilet bebas jentik + coretan, jendela tidak butek/berdebu dan tidak ada puntung rokok di sekolah. 

Dengan perpaduan “Bendera Hitam” dan Surabaya Eco School, insyaAllah sekolah-sekolah di Surabaya akan menjadi barometer pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia. Sebab tidak akan ada lagi sekolah jorok, dan semakin banyak aksi spektakuler peduli lingkungan hidup yang dilakukan.

Sebagai penyelenggara Surabaya Eco School, Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya tentu sangat mendambakan Surabaya Eco School 2019 lebih baik daripada 8 tahun penyelenggaraan sebelumnya.

Sampaikan usulanmu terhadap rencana penyelenggaraan Surabaya Eco School 2019 agar lebih baik dari 8 tahun sebelumnya. Usulan agar semakin banyak sekolah bergerak peduli lingkungan hidup. Usulan agar semakin banyak individu warga sekolah yang peduli lingkungan hidup dengan aksi-aksi nyata. Usulan agar semakin banyak keluarga individu warga sekolah peduli lingkungan hidup.

Usulan disampaikan melalui kolom komentar artikel tersebut. Usulan terbaik akan mendapatkan hadiah menarik. Hadiah berupa handbag atau tas tangan eksklusif terbatas Tunas Hijau dan notes eksklusif. Batas akhir usulan Selasa, 16 Juli 2019. (*)

Penulis: Mochamad Zamroni

51 tanggapan untuk “Berhadiah. Sampaikan Usulanmu Agar Surabaya Eco School 2019 Menjadi yang Terbaik

  • Juli 13, 2019 pada 11:03
    Permalink

    Untuk supaya lebih baik maka Eco School hendaknya mengahdirkan tantangan yang lebih realistis tapi berbobot, misalnya sekolah berkewajiban menjalin mitra ibu-ibu PKK untuk mengolah sampah yang berdampak. Positif bagi kampung dan sekolah tempat belajar anak-anak. Disampinh sudah menjalin mitra denga warung, toko maupun pasar tradisonal.

    Peserta Eco School kalau bisa cakupannya lebih luas dengan catatan sekolah yang pernah menjadi Juara 1 tidak boleh ikut akan tetapi menjadi penggerak sekolah lain untuk menjadi yang terbaik sehingga akan muncul sekolah-sekolah baru baik negeri maupun swasta yang berwawasan lingkungan.

    Itu saya kura usulan kami dari SDN Tanah Kalikedunding I/251 Surabaya.

    Salam Bumi Lestari

    Balas
    • Juli 18, 2019 pada 18:16
      Permalink

      Nama: Muh. Fahrezi Erdya Putranta
      Sekolah: SMPN 61

      Terus berinovasi dan berkreasi, siapa tau akan berguna di masa depan.

      Balas
      • Juli 19, 2019 pada 19:23
        Permalink

        Nama :Alyssa Zahra salfarizki
        Asal sekolah :SMPN 19 Surabaya

        Balas
  • Juli 13, 2019 pada 11:46
    Permalink

    Untuk Pelaksanaan Surabaya Eco School thn 2019/2020 agar lebih ekpektakuler lagi yaitu dengan mengajak kerja sama dengan para aparat Kelurahan terdekat utk ikut dalam Challenge terutama dalam Penggunaan Sampah Plastik dengan membuat Peraturan secara tertulis bagi warga setempat (di dalam peraturan tsb ada Reward dan ada Punishment) dan Aksi Nyata bagi warga setempat agar Kelurahan tsb dpt mewujudkan Zero Waste TERUS bukti fisiknya berupa Peraturan, Dokumen Foto Deklarasi antara Sekolah dan Kelurahan.
    UUsulan yang ke 2 , Challengenya munculkan Produksi unggulan berupa barang/ jaga Kelurahan atau daerah setempat dg mengangkat budaya setempat sehingga nantinya dapat menghasilkan Devisa Daerah /Sekolah tersebut hingga terwujud Kampung dg Identitas yg berbeda dg Kampung atau Kelurahan Lain.

    Salam Bumi selalu Lestari
    Itu Usulan dari SDN DUKUH MENANGGAL I/424 Surabaya.

    Balas
    • Juli 19, 2019 pada 15:20
      Permalink

      Bangga sekali. Kegiatan Surabaya Eco School cukup bagus dan kreatif. Semoga ditagih ajaran baru bisa lebih baik lagi
      Nama: Naylah Shafa Saviola
      Asal sekolah: SDN Wonokusumo V/44 Sby
      No. Wa: 082233124168
      Instagram:
      naylahshafasaviola
      fristkarheny

      Balas
      • September 25, 2019 pada 11:34
        Permalink

        Adanya kegiatan eco school ini sangat luar biasa manfaatnya. Dukungan dan peran serta dari guru, murid, orang tua dan masyarakat sangat penting untuk kelancaran kegiatan ini.

        Balas
      • Oktober 8, 2019 pada 09:03
        Permalink

        SES programnyg bagus dan menginspirasi sekolah utk peduli lingkungan dan harapan kami sbg peserta , SES bisa memberikan kontribusi dgn memberikan pendampingan bagi sekolah2 yg belum mampu melaksanakan Program peduli lingkungan di wilayah sekolahnya masing2
        Sehingga ke depan nantinya sekolah yg mendapat pendampingan bisa ikut serta lagi di lomba SES dan otomatis dpt mengubah paradigma CUEK SAMPAH bisa terkikis habis di pikiran kita

        Balas
  • Juli 13, 2019 pada 18:41
    Permalink

    Beberapa program rutin yang mengisi event Surabaya Eco School di antaranya adalah lomba yel-yel LH, Jingle LH, poster. Ketiga lomba tsb. terkait dg seni, bahkan ada pula salah seorang aktivis lingkungan yg gemar melukis dan menerbitkan komik berisi cerita tentang lingkungan. Nah, bagaimana pada SES 2019 ini jg diadakan lomba menulis puisi atau cerpen, yang nantinya hasil seleksi yang terbaik bisa dibukukan menjadi kumpulan puisa atau kumpulan cerpen. Siapa tahu dr membaca karya sastra lingkungan mampu menggerakkan ht para pembacanya untuk peduli lingkungan.

    Balas
    • Juli 19, 2019 pada 19:04
      Permalink

      Julita Puji Safitri (SDN TEMBOK DUKUH)
      SEMOGA SURABAYA ZERO WASTE

      Balas
  • Juli 13, 2019 pada 18:53
    Permalink

    Untuk mendukung kegiatan eco school supaya menjadi lebih baik, peran serta orangtua sangat diperlukan sekali dalam setiap kegiatan anak-anak di lingkungan sekolah terutama sekolah berbasis eco school.

    Balas
  • Juli 13, 2019 pada 19:29
    Permalink

    Semua yang sudah berjalan tetap dilakukan.
    Ada Challenge yang melibatkan sebanyak mungkin warga sekolah dan sekitarnya. Misalnya Road Show dengan melibatkan seluruh warga sekolah, orang tua , sekolah adopsi, kampung adopsi, rumah makan adopsi, pusat perbelanjaan hingga pihak hotel.
    Dan instansi terkait . Mengundang media masa .

    Label semacam Bendera hitam mungkin istilahnya berbeda bisa diterapkan bagi sekolah peserta Surabaya Eco School untuk indikator Monggo disesuaikan misanya jika sekolah peserta tidak merealisasikan Challenge dll.

    Pembinaan lebih intensif , untuk motivasi sekolah peserta.

    Adanya jaminan prestasi lingkungan untuk jalur prestasi meniuju jenjang SMP, SMA maupun SMK .

    Balas
  • Juli 14, 2019 pada 18:47
    Permalink

    Penyelenggaraan surabaya Eco School 2018 sudah baik,untuk penyelenggaraan Surabaya Eco School 2019 saya mengusulkan:
    1. Terwujudnya kampung Zero Waste,yang dibina oleh sekolah yang bekerjasama dengan RT,RW,Kelurahan.
    2. Terwujudnya tetangga Zero Waste,yang diprakarsai oleh keluarga siswa maupun guru.
    3. Terwujudnya sekolah binaan yang peduli lingkungan.
    4. Terwujudnya perda sampah plastik,sterofoam dll, yang diprakarsai oleh Tunas hijau pasa saat launching Eco School 2019 yang dipatuhi oleh pejabat sampai rakyat jelata.
    he hehe……… kebanyakan usul ya,maaf.

    Balas
  • Juli 17, 2019 pada 05:07
    Permalink

    Usulan saya tentang SES 2019 Oleh : Imam Subroto, Pembina Lingkungan SDN BUBUTAN 4 Surabaya
    “Program Surabaya Eco School (SES) 2019 dari Tunas Hijau Indonesia membawa dampak dan perubahan besar tidak hanya bagi siswa sekolah saja tapi juga bagi masyarakat Surabaya terutama dalam pelestarian dan kecintaan pada lingkungan hidup kita. Oleh karena itu saya berharap program ini terus dipertahankan jangan sampai vakum bahkan bubar maka perlulah pemerintah, dan semua pihak ikut peduli, mendukung, dan membantu pada program ini agar tetap ada. SES perlu dipertahankan karena SES sejalan dengan program sekolah dalam meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan hidup sekolah kami. Semangat yang ditunjukkan oleh kader-kader lingkungan hidup yang disebut tim eco school SDN BUBUTAN 4, layak diacungi dua jempol, biopori dan komposter semakin banyak terisi sampah organik dan semaikn banyak pula pupuk kompos yang dipanen, grebek pasar semakin semarak, siaran radio sekolah selalu on air, operasi semut dan polisi lingkungan semakin digalakkan, konservasi air dengan pemanfaatan limbah air dan air ac dapat menghemat air demi menjaga kelangsungan hidup tumbuhan dan seluruh warga sekolah yang membutuhkan air setiap hari, dan tak kalah penting siswa diwajibkan membawa tumbler (botol air minum isi ulang) dan tepak makan. Dengan menggunakan tumbler kita dapat mencegah 4 sampah botol plastic kemasan air minum perhari oleh karena itu dari sekarang kita harus bisa kendalikan sampah plastik dan mengganti gaya hidup kita dengan kurangi sampah plastic.
    Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya tahun ini akan segera menggelar kembali Lomba lingkungan hidup (SES 2019) Surabaya Eco School 2019 bagi Sekolah se Surabaya, yang tahun 2019 ini mengambil tema “Zero Waste Terus” . Tema tersebut adalah tema nasional dan tema internasional lingkungan hidup tahun 2019 ini. Sengaja diangkat untuk sebagai upaya mendukung gerakan tersebut agar melokal dan juga agar gerakan peduli lingkungan hidup sekolah-sekolah Surabaya lebih mendunia dan dikenal secara internasional. Melihat pentingnya program SES 2019 ini saya sangat setuju kegiatan surabaya eco school tahun 2019 ini wajib diikuti oleh semua sekolah tidak hanya untuk level sekolah dasar dan menengah saja tapi taman kanak-kanak bahkan PAUD juga ikut. Mengingat pentingnya pembentukan karakter peduli lingkungan harus ditanamkan sejak dini, selain itu program eco school masuk program wajib ekstrakurikuler sekolah sebagaimana ekstra-ekstra kurikuler yang lain dan ada penilaian nilai di rapor. Sebagai evaluasi saya untuk SES 2019 sbb :
    1. Untuk pembukaan ses 2019 tetap melibatkan atau mengundang kepala sekolah se surabaya oleh ibu walikota sby spt tahun kemarin 2018 dan ini terbukti meningkatnya sekolah yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ses 2018 istilahnya dipaksa rela
    2. Untuk lomba-lomba baik itu yel-yel atau jingle atau yang lainnya harus ada kategori SD dan SMP, jangan dijadikan satu seperti tahun kemarin untuk juara jingle nya, sebab kemampuan anak anak SD berbeda dengan anak anak SMP, ya seperti pangput penganugerahannya ada kategori SD dan SMP
    3. Untuk tantangan-tantangan tahun 2018 sudah bagus perlu ditingkatkan, hanya saja untuk lombanya bisa ditambahi misal ada lomba patrol lingkungan hidup yang zero waste dgn perkusi daur ulang, lomba tempat sampah unik dan kreatif, dan cerdas cermat bertema lingkungan hidup yang zero waste termasuk pengurangan emisi gas buang agar udara kota surabaya bersih
    4. Untuk penganugerahan bendera hitam sebaiknya dilakukan bersamaan dengan awarding ses terpisah hal bisa ini menambah motivasi semua sekolah untuk ikut ses 2019 secara otomatis dengan demikian akan tercipta budaya bersih dan zero waste dilingkungan sekolah dan kepedulian warga sekolah tetap zer owaste terus dan tentunya Tunas Hijau tetap jaya dan eksis sebagai LSM peduli lingkungan hidup yang zero waste terus, terima kasih

    Balas
  • Juli 17, 2019 pada 17:07
    Permalink

    Usulan SES 2019:
    1. Ada muatan edukasi lingkungan tidak hanya bagi siswa,guru, keluarga, pedagang kantin dan pedagang warung makanan yang ada di sekitar sekolah tetapi juga warga masyarakat di sekitar sekolah. Bagaimana upaya dari masing-masing sekolah untuk mengedukasi warga masyarakat yang ada di sekitar sekolah untuk bersama-sama mengelola sampah termasuk gerakan massal menzerowastekan lingkungan bersama warga masyarakat. (bersih pantai bersama warga masyarakat yg ada di sekitar sekolah, sosialisasi pengelolaan sampah rumah tangga, pelatihan kreasi daur ulang sampah dll) sehingga sekolah betul-betul memberikan kontribusi tidak hanya bagi sekolahnya sendiri tetapi juga bagi masyarakat lingkungan sekitar.
    2. Ubah pelabelan bendera hitam dengan stigma yg lebih positif misal bendera putih atau lainnya bagi sekolah yang mampu mempertahankan kebersihan selama 3 bulan berturut-turut dgn kriteria yang jelas. Dan berikan apresiasi khusus bagi sekolah yang mampu mempertahankan bendera putih selama 4 periode berturut turut (1 tahun) berupa pemenuhan fasilitas sesuai kebutuhan sekolah.
    3. SES adalah kegiatan yang membutuhkan waktu, tenaga, dan biaya yang tidak sedikit bagi sekolah-sekolah yang mengikuti. Setiap tahun jumlah sekolah yang mengikuti juga bertambah, menambah jumlah penghargaan (thropy dan piagam) juga diperlukan setidaknya sebagai motivasi dan penyemangat dalam melaksanakan kegiatan. Atau berikan apresiasi berupa piagam bagi semua sekolah yang mengikuti SES. Setidaknya itu sudah cukup membahagiakan.
    Mudah-mudahan SES 2019 berjalan dengan lancar dan sesuai harapan.

    Balas
  • Juli 18, 2019 pada 16:22
    Permalink

    adanya challenge Yang menjadikan masyarakat khususnya kota surabaya berinisiatif untuk mengikuti setia lomba lomba yang ada apa lagi kalau di lombakan dengan bu tri risma
    semangat untuk meraih prestasi yang sebanyak banyaknya

    Balas
  • Juli 18, 2019 pada 20:56
    Permalink

    Usulan saya :
    Mengadakan kegiatan kegiatan yang bisa membuat kota Surabaya menjadi kota yang lebih baik, misalnya mengadakan penanaman 1000 pohon, atau ketika car free day orang yang ingin berpartisipasi bisa membantu petugas kebersihan membuang sampah dan sebagainya, itu saja usulan saya, terimakasih

    Balas
  • Juli 18, 2019 pada 20:59
    Permalink

    Lingkungan perlu dilestarikan agar alam tidak rusak dan melakukan tebang pilih,reboisasi dan penghijauan agar lingkungan tetap terjaga

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 07:55
    Permalink

    NAMA : Mozza Bryantamada Utomo
    ASAL SEKOLAH :SMPN 16 Surabaya

    Adakan lomba sesering mungkin

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 08:14
    Permalink

    Tetap semangat dan berusaha menjadikan eco school yg lebih lebih baik dari sebelumnya dan yg paling penting tidak ada kata malas untuk berusaha dan berdoa

    Balas
    • Juli 19, 2019 pada 13:33
      Permalink

      Siap mendukung Eco school agar lingkungan menjadi lingkungan yang lebih baik, bersih,indah.
      Namun,Untuk mendukung kegiatan eco school supaya menjadi lebih baik, peran serta masyarakat,orang tua,guru sangat diperlukan sekali di lingkungan sekolah terutama sekolah berbasis eco school.

      Balas
      • Juli 19, 2019 pada 21:37
        Permalink

        Program ini sangat bermanfaat bagi para siswa, siswi dan sekolah lainnya, agar membuat inovasi agar sekolah-sekolah yang selama ini pasif menjadi tergerak.

        Balas
  • Juli 19, 2019 pada 09:35
    Permalink

    Ramadhanie Barista Setyonie:
    Senantiasa mendukung dan berperan aktif pada kegiatan-kegiatan eco school supaya menjadi lebih sukses dan berkelanjutan.

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 09:54
    Permalink

    Lomba Eco School harus diadakan rutin setiap tahunnya

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 10:05
    Permalink

    Siap mendukung Eco school agar lingkungan bisa dilestarikan dan menjadi lingkungan yang lebih baik, bersih,indah dan nyaman.
    mengadakan Eco School dengan muatan Edukasi lingkungan bagi siswa guru dan kantin sekolah serta bekerjasama dengan pihak-pihak sekitar sekolah seperti pedagang warung makanan.agar program Eco school berjalan lancar.

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 10:45
    Permalink

    setiap sekolah di surabaya, seharusnya wajib mengikuti kegiatan Eco School

    Balas
    • Juli 19, 2019 pada 13:35
      Permalink

      Sangat mendukung adanya eco school,agar lingkungan menjadi besih,indah,dan nyaman
      Untuk mendukung kegiatan eco school supaya menjadi lebih baik, peran serta orangtua,guru,masyarakat dalam setiap kegiatan anak-anak di lingkungan sekolah terutama sekolah berbasis eco school.

      Balas
  • Juli 19, 2019 pada 12:27
    Permalink

    SES semoga tambah berkembamg dan bukan hanya hadiqh yg kita raih
    Namun pembiasaan diri masing2 individu itulah yg jadi tujuan utamanya

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 12:49
    Permalink

    selamat untuk kota surabaya

    Balas
    • Juli 19, 2019 pada 19:22
      Permalink

      Luar biasa dan sangat mendukung eco school semoga makin majuu

      Viveria Vlafina R
      SMPN 5 Surabaya

      Balas
  • Juli 19, 2019 pada 13:25
    Permalink

    Kegiatan eco ekskul sangat efektif dalam meningkatkan kinerja dan kreativitas siswa dalam berkreasi

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 13:25
    Permalink

    membuat kegiatan seminar ke sekolah supaya siswa bisa mengerti pentingnya berinovasi dengan lingkungan.

    Novia tri anggraeni – SDN AIRLANGGA I/198 SURABAYA

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 13:27
    Permalink

    Program Ecoschool mungkin bisa berkolaborasi dengan platform penjualan di sosmed untuk memasarkan produk ke lingkup lebih luas.

    Almamitha ardanisa putri anwar – SDN AIRLANGGA I/198 SURABAYA

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 13:29
    Permalink

    setiap sekolah memiliki satu atau dua pendamping dari tunas hijau atau pihak terkait dupaya dapat terus memantau kegiatan lingkungan hidup. juga untuk menambah pengetahuan siswa mengenai proram lingkungan hidup
    Salzabilla putri faurizka santoso – SDN AIRLANGGA I/198 SURABAYA

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 13:31
    Permalink

    Menurut saya, Mengadakan kegiatan kegiatan yang bisa membuat kota Surabaya menjadi kota yang lebih baik, misalnya mengadakan penanaman 1000 pohon, atau ketika car free day orang yang ingin berpartisipasi bisa membantu petugas kebersihan membuang sampah, membuang sampah pada tempatnya berdasarkan golongan sampah nya, tdk membuang sampah sembarngan, serta ulah buruk manusia yg berubah menjadi baik

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 13:33
    Permalink

    Usulan saya Agar Surabaya Eco School 2019 Menjadi yang Terbaik adalah dengan terus mengadakan program pengembangan inovasi. bukan hanya program pangeran putri lingkungan hidup, tapi bisa dengan cara membuat satu program digital yang mampu menarik perhatian banyak orang.
    bisa melalui games, aksi khusus seperti dance lingkungan atau flashmob, dll.

    Callysta putri nindy rahman – SDN AIRLANGGA I/198 SURABAYA

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 13:35
    Permalink

    Mungkin kegiatan lingkungan hidup bisa dijadikan salah satu program ekstra kulikuler yang diadakan di seluruh sekolah di Surabaya

    Zabrina tri hapsari Wardani – SDN AIRLANGGA I/198 SURABAYA

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 14:10
    Permalink

    Saran sya adalah membuat banyak iklan di media sosial,bukan hanya mengenai bahaya lingkungan dan hal yang menyeramkan, lebih banyak mengenai hal positif yang kita dapatkan.

    Almira diana Clarissa nuri – SDN AIRLANGGA I/198 SURABAYA

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 14:12
    Permalink

    Supaya ecoschool makin maju , harus makin banyak kader yang terjun langsung di masyarakat. dan semua kegiatan didokumentasikan dalam bentuk vlog supaya menarik pehatian,

    Aisyah fitri nur rohma-SDN AIRLANGGA I/198 SURABAYA

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 14:14
    Permalink

    Lebih banyak lagi kegiatan rutin yang diadakan, pendamping sekolah harus banyak mengunjungi sekolah supaya program berjalan dengan lancar.
    karena saya juga ingin banyak belajar dengan kakak pembina

    Mischa Maheswari Nadine-SDN AIRLANGGA I/198 SURABAYA

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 15:19
    Permalink

    Semoga semakin eksis surabaya eco school agar semua warga surabaya dan sekitarnya peduli akan kebersihan lingkungan dan semangat zero waste

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 15:20
    Permalink

    Semangat zero waste.

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 16:51
    Permalink

    Kami … disekolah juga sudah mulai… menjalankan program ECO SCHOOL…
    Dengan cara membawa tepak makan dan Tumbler.. sendiri dr rumah .
    Dikantin sekolah juga sudah tidak diperbolehkan lagi ..memakai sedotan plastik… pembungkus makanan dari plastik juga tidak diperbolehkan…
    InshaaAllah meski harus kerja keras.. mentaati nya ..kami semuanya..warga sekolah..ikut mendukung program ECO SCHOOL….

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 18:23
    Permalink

    Saran agar mempunyai lomba lomba yg baru tpi bermanfaat utk Tunas Hijau dan masyarakat Surabaya bahkan Indonesia

    Nama:Mozza Bryantamada Utomo
    SekolahSMPN 16 Surabaya

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 19:27
    Permalink

    Wah … Kesempatan yang kutunggu-tunggu nih … Saya sangat senang sekali dengan kesempatan ini , karena itu saya akan ikut lomba poster yang diadakan Tunas Hijau Indonesia bersama Hotel Golden Tulip Surabaya . Maka dari itu saya sangat semangat mengikutinya dan berusaha menjadi terbaik

    Nama : Vania sabrina
    Alamat :jl. Amir Mahmud IX kav 4
    Sekolah : SMPN 23 SURABAYA
    Akun instagram : @vaniasbrn
    @vvniaaa @herl_official

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 19:33
    Permalink

    Nama : Alyssa Zahra salfarizki
    Asal sekolah : SMPN 19 surabaya
    No wa : 087759203145
    Instagram : @_alyssahidayatullah
    @ricaintanf
    @zrackx

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 19:35
    Permalink

    Nama : Alyssa Zahra salfarizki
    Asal sekolah : SMPN 19 surabaya
    No wa : 087759203145
    Instagram : @_alyssahidayatullah
    @ricaintanf @zrackx

    Balas
    • Juli 19, 2019 pada 20:10
      Permalink

      Eco school sangat membuat kami tau akan pentingnya menjaga lingkungan dan sangat membantu sekolah sekolah menjadi hijau asri dan tanpa sampah plastik…ZERO WASTE
      Alyssa Zahra salfarizki
      SMPN 19 SURABAYA

      Balas
  • Juli 19, 2019 pada 21:08
    Permalink

    Dengan adanya kegiatan positif ini sekiranya dapat membantu kesadaran masyarakat untuk tidak membuang atau membuat sampah sembarang an.
    NAMA :Anandhita dwi juniar
    ASAL SEKOLAH :SMP Negeri 4 Surabaya
    AKUN INSTAGRAM (calon peserta dan 2 akun instagram aktif) :@andwjr dan @real_aaddjjj

    Balas
  • Agustus 24, 2019 pada 07:07
    Permalink

    dengan adanya kegiatan positif ini saya membantu masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan.

    Balas
  • Agustus 25, 2019 pada 07:00
    Permalink

    Tantangan seperti ini semakin membuat bumi cinta penghuninya. Sukses selalu untuk tunas hijau. Semoga semakin berinovasi untuk Eco School Challenge untuk Surabaya sehat!💚🌍

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *