Dongeng Nusantara dan Wayang Peringati Hari Anak Nasional 2019

Rotary Club Surabaya Selatan bersama Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya, Tunas Hijau, Kumpul Dongeng Surabaya, dan Rotaract Club Surabaya menyelenggarakan peringatan Hari Anak Nasional 2019 “Mengangkat Dongeng Nusantara dan Permainan Wayang”, Minggu (21/7/2019).

Kegiatan yang dilaksanakan di ruang Jakarta, Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya ini melibatkan 7 sekolah swasta. Sekolah tersebut adalah SD Bina Putra Surabaya, SDI Al Furqaan , SD Aisyah, SD Ana Maritim, SD Nurul Iman Menganti, SD Dewi Sartika dan SD Mardi Sunu.

Pada kegiatan ini, masing-masing tim sekolah diwakili oleh 10 orang siswa dan 1 guru. Mereka mempresentasikan wayang berbahan kertas bekas yang telah dibuat di sekolah sebelumnya. 

Perwakilan tim sekolah mempresentasikan wayang yang sebelumnya mereka buat di sekolah

“Halo teman-teman. Namaku Binar. Hari ini aku mau cerita tokoh wayang bernama Yudistira. Kalian tahu siapa Yudistira itu?”sapa Binar, siswa SD Mardi Sunu Surabaya, saat maju di atas panggung mengawali presentasi sekolah-sekolah. Meski terlihat grogi, namun Binar cukup lugas berkisah tentang tokoh pewayangan Yudistira yang dipilihnya.

Selain Binar, ada juga Tasya. Siswi SD Nurul Iman Surabaya ini berduet dengan temannya, Amel, saat mempresentasikan tokoh pewayangan Gareng. Keluwesan dalam mempresentasikan tokoh wayang hasil buatannya merupakan salah satu poin penilaian.

“Wayang dibuat dari kertas daur ulang seperti kalender ataupun koran. Dibuat di sekolah masing-masing, jadi disini mereka tinggal presentasi tokoh wayang yang diangkat,” kata  Mochamad Zamroni, Aktivis Senior dan Presiden Tunas Hijau.

Presiden Rotary Club Surabaya Kaliasin menjelaskan bahwa kegiatan ini untuk melestarikan budaya bangsa Indonesia. “Acara ini digelar sebagai bentuk konstribusi dalam melestarikan kekayaan nilai-nilai asli akan beranekaragaman kebudayaan yang ada di Indonesia yang menjadi fokus kegiatan Rotary,” jelas Etty Soraya.

Puluhan siswa yang hadir dalam acara yang juga dihadiri istri Wakil Gubernur Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak ini dihibur oleh penampilan Kak Gentong dan Kak Tobi dari Komunitas Kumpul Dongeng yang sukses membuat siswa tertawa bahagia karena suguhan dongengnya. 

“Membaca atau mendengar dongeng merupakan salah satu cara menanamkan nilai-nilai moral yang positif bagi pembentukan karakter Anak Unggul Indonesia ke depannya. Dengan kegiatan ini mudah-mudahan bisa menginspirasi anak-anak agar semakin mencintai nilai budaya Indonesia,” tutur Etty.

Arumi Bachsin Emil Dardak menyampaikan bahwa beragam kegiatan positif harus terus dikembangkan untuk anak-anak. “Anak-anak akan mengingat setiap proses yang mereka alami dan akan membentuk kepribadian mereka sampai besar. Cuma biasanya diekspresikan mulai remaja,” pesan Arumi yang istri Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak ini. 

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Pangeran Lingkungan Hidup 2018 SMP Zaki Raihansyah, Putri Lingkungan Hidup 2018 SMP Moza Legitara, Pangeran Lingkungan Hidup 2018 SD Laksamana Nanda Dwitama, dan Putri Lingkungan Hidup 2018 SD Alisya Ramadhani.

Penulis: Mochamad Zamroni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.