Pangeran & Putri Lingkungan Hidup 2018 Memukau Arumi Bachsin

Momen peringatan Hari Anak Nasional 2019 di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya “Mengangkat Dongeng Nusantara dan Wayang” bersama Arumi Bachsin Emil Dardak (istri wakil Gubernur Jawa Timur), Minggu (21/7/2019), dimanfaatkan oleh Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup 2018 untuk memamerkan proyek masing-masing.

“Masing-masing dari kami memiliki proyek lingkungan hidup. Yaitu aksi lingkungan hidup yang dilaksanakan berkelanjutan. Proyek saya adalah pemanfaatan sampah bungkus plastik menjadi squishy,” kata Putri Lingkungan Hidup 2018 SMP Moza Legitara memulai penjelasannya kepada Arumi Bachsin.

Mendengarkan penjelasan Moza, Arumi meresponnya dengan menggerakkan tangannya menangkap maksud dari penjelasan Moza. “Iya, squishy yang saya maksud adalah sejenis permainan yang berfungsi untuk meningkatkan motorik anak,” terang Moza Legitara, alumni SMPN 6 Surabaya ini.

Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Surabaya Iis Hendro Gunawan yang mendampingi 4 orang pangeran dan putri lingkungan hidup 2018 itu mengiyakan bahwa anak-anak itu aktif melakukan upaya pelestarian lingkungan hidup.

Selanjutnya, Putri Lingkungan Hidup 2018 SD Alisya Ramadhani menjelaskan proyeknya yang memanfaatkan kaos bekas untuk membuat tas ramah lingkungan. “Tas berbahan kaos proyek saya dibuat tanpa jahit. Hanya menggunakan alat bantu gunting. Anak-anak sudah bisa membuatnya,” jelas Alisya, alumni SDN Dukuh Menanggal I Surabaya.

Dari kiri ke kanan: Laksamanan Nanda, Iis Hendro Gunawan, Zaki Raihansyah, Alisya Ramdhani, Arumi Bachsin dan Moza Legitara

Giliran Pangeran Lingkungan Hidup 2018 M Zaki Raihansyah menjelaskan proyeknya berupa ecobrick. Mendengar Zaki mengucapkan “Ecobrick” Arumi langsung mengajaknya toss dengan tangan saling mengepal. “Saya suka ecobrick,” kata Arumi.

Zaki menjelaskan bahwa melalui proyek ecobrick dirinya memanfaatkan sampah plastik menjadi bahan penyusun beragam material seperti furniture. “Sampah plastik dipotong berukuran kecil dan dimasukkan penuh ke dalam botol bekas air mineral dengan massa yang sama,” tutur Zaki, alumni SMPN 6 Surabaya.

Sementara itu, mendapatkan giliran terakhir menjelaskan proyeknya, Pangeran Lingkungan Hidup 2018 SD Laksamana Nanda Dwitama menjelaskan budidaya dan pemanfaatan tanaman cincau yang dilakukan hampir setahun terakhir. “Cincau banyak dikenal untuk bahan makanan sejenis agar-agar. Tapi saya juga mengolahnya untuk teh cincau,” terang Laksamana Nanda Dwitama, alumni SDN Kaliasin I Surabaya.

Penulis: Mochamad Zamroni

Satu tanggapan untuk “Pangeran & Putri Lingkungan Hidup 2018 Memukau Arumi Bachsin

  • September 23, 2019 pada 08:25
    Permalink

    Kalau membaca semua pengalaman dr para pemenang thn2 sebelum nya ..
    Waduh kami ternyata msh ‘jauuuhh’…
    Dan msh harus banyak menggali ilmu.. belajar..dan belajar…
    Tentang apa arti dr ‘tunas hijau’ itu sendiri. ..
    L.. U..A..S.. artinya teramat luas dan besar.
    Karena ..tidak hanya sekedar hidup bersih …. menanam. ..atau buang sampah pada tempatnya.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *