Pusat Daur Ulang Jambangan Olah 5-6 Ton Sampah Setiap Hari

Pusat Daur Ulang (PDU) Jambangan merupakan salah satu upaya untuk mengurangi volume sampah yang dikirimkan ke tempat pengolahan sampah akhir (TPA) Benowo. PDU Jambangan hampir setiap harinya menampung sampah yang beratnya sekitar enam ton yang berasal dari 25 – 30 gerobak sampah. 

Sampah-sampah yang masuk di PDU Jambangan ini kemudian dipilah oleh tenaga pemilah yang memiliki tugas yang berbeda-beda. Ada yang bertugas untuk memisahkan sampah plastik dengan organiknya. Ada yang bertugas memisahkan plastik putih dengan plastik berwarna. Ada juga yang bertugas mengumpulkan residu dari sampah secara keseluruhan.

Para tenaga pemilah tersebut bekerja mulai pukul delapan pagi hingga empat sore dengan jeda waktu istirahat. Mereka dibayar 90 ribu rupiah setiap harinya serta mendapatkan tambahan bulanan sekitar 500 ribu rupiah. 

Setelah proses pemilahan sampah selesai, selanjutnya dilakukan proses pengepresan hasil pemilahan. Pengepresan antara botol kardus dan plastik dibedakan wadahnya dengan pengepresan botol kaca dan besi. Hasil pemilahan tersebut akhirnya disimpan dan kemudian dijual. Uang hasil penjualan tersebut diberikan kepada para tenaga pemilah. 

Sampah-sampah residu yang ada di PDU Jambangan tersebut kemudian akan diambil oleh pengepul. Sampah residu sendiri merupakan sampah hasil dari proses pemilahan yang tidak bisa lagi diolah kembali. Diantara sampah residu adalah kain, popok, styrofoam, dan pembalut. Sampah residu tersebut kemudian dimasukkan ke dalam kontainer. Selanjutnya, kontainer tersebut kemudian membawa residu untuk diolah di TPA Benowo. 

Sampah organik yang sebelumnya sudah masuk di conveyorakan masuk ke mesin pencacah. Sampah organik yang sudah diproses di mesin pencacah tersebut kemudian ditimbang. Setelah proses penimbangan selesai, sampah organik akan diolah di rumah kompos hingga suhunya mencapai sekitar 70 derajat Celcius

Pasca pengolahan selesai, kompos akan ditunggu hingga suhunya menurun menjadi sekitar 30 derajatCelciussebelum akhirnya boleh digunakan. Barulah kemudian kompos ini akan digunakan untuk tanaman yang ada di taman-taman kota serta digunakan untuk kebutuhan warga.

Selain itu, di dalam proses pembuatan kompos ini tidak lepas dari bantuan dari organisme yang disebut dengan Black Soldier Fly (BSF).Organisme ini adalah lalat yang berfungsi membantu proses pengomposan sampah organik menjadi lebih cepat. Lalat jenis ini berbeda dengan lalat-lalat lain seperti lalat hijau dan lalat buah. 

Lalat ini memiliki peran penting dalam penanganan sampah organik dengan cara memakan sampah organik tersebut sebagai sumber makanannya. Di dalam PDU Jambangan ini juga terdapat tempat proses pembibitan dari larva dari BSF ini. 

Tempat pembibitan tersebut memiliki dua ruangan yang memiliki fungsi yang berbeda, yaitu satu ruangan sebagai kandang kawin dan satu ruangan lagi untuk perawatan dari larva yang dihasilkan di kandang kawin tersebut. 

Proses yang ada di kandang kawin tersebut berlangsung selama sekitar satu minggu sebelum kemudian menghasilkan larva. Hasil larva kemudian dipindahkan ke ruang perawatan dimana larva akan diberikan makan sementara sebelum kemudian siap dilepas untuk diberikan ke sampah organik setelah enam hari. 

Penulis: Masyithoh/Jodi Daniel

Penyunting: Mochamad Zamroni

31 tanggapan untuk “Pusat Daur Ulang Jambangan Olah 5-6 Ton Sampah Setiap Hari

  • Juli 11, 2019 pada 3:04 am
    Permalink

    Sungguh luar biasa. Kampung Jambangan sebagai kampung wisata yang memiliki kemampuan dalam mengelola sampah. Memiliki usaha yang di sebut Pusat Daur Ulang. Kampung yang mampu mengelola 5 hingga 6 ton sampah setiap hari. Ini benar benar patut mendapat apresiasi.

    Mari kita belajar dari semangat warga Kampung Jambangan ini. Paling tidak bisa menambah incam bagi warganya.
    Selain itu sangat membantu pemerintah Kota Surabaya dalam menangani sampah yang dihasilkan oleh Kota Surabaya.
    Kita mestinya bisa menerapkanya pada diri kita, Keluarga kita , sekolah kita dan Lingkungan sekitar tempat tinggal kita.
    Zero Waste haruslah kita terapkan kapanpun dan di manapun kita berada.
    Realisasi keluarga ZERO WASTE .

    Balas
    • Juli 17, 2019 pada 7:53 pm
      Permalink

      Kampung Daur Ulang Jambangan, kampung yang keren. Ini baru gaya hidup kekinian.

      Tapi, harus diingat yang lebih penting adalag mengurangi.

      Reduce, reduce, reduce !!!

      Balas
      • Juli 19, 2019 pada 8:01 am
        Permalink

        Saya dari SMP negeri 16, sangat kagum dengan kampung ini karna bisa mengolah sampah dengan baik dan benar. Dan bisa jadi contoh kampung kampung lainnya

        Balas
  • Juli 12, 2019 pada 4:43 pm
    Permalink

    Pusat Daur Ulang Jambangan sangat bagus dalam pengolahan sampah, karena sampah yang datang akan di pilah terlebih dahulu antara organik dan nonorganik. Untuk sampah nonorganik akan di pres dahulu baru di jual, untuk sampah organik akan dibuat pupuk kompos dengan lalat black soldier. Di PDU juga disediakan tempat pembibitan untuk lalat black soldier, sungguh tempat yang unik tapi menarik.

    Balas
    • Juli 19, 2019 pada 11:49 am
      Permalink

      Pusat daur ulang sangat bagus dalam pengolahan sampah.Sampah yang datang dipisah antara organik dan anorganik.

      Balas
  • Juli 16, 2019 pada 1:35 pm
    Permalink

    PDU jambangan bisa menjadi lapangan kerja untuk masyarakat sekitarnya.Sampai dengan lalatnya ikut berperan!!!!!!!!bagus sekali…………

    Balas
    • Juli 18, 2019 pada 7:38 am
      Permalink

      Wow pengolahan sampahnya keren.Suatu hari aku ingin berkunjung ke sini melihat langsung proses pengolahan sampahnya.
      Galang Satriyo Utomo
      SDN Bubutan IV Surabaya

      Balas
  • Juli 17, 2019 pada 7:37 pm
    Permalink

    PDU didaerah Jambangan sangatlah menarik dan bagus karena sampah yang dipilah dalam setiap harinya bisa mencapai 5 sampai 6 ton. Dan uniknya lagi adalah dalam memilah sampah ini PDU Jambangan memanfaatkan lalat untuk membantu proses pengomposan sampah organik bisa menjadi lebih cepat.

    Balas
    • Juli 18, 2019 pada 4:57 pm
      Permalink

      Pengolahan sampah didaerah tersebut sangat bagus untuk mengurangi sampah sampah yang menyebabkan lingkungan tercemar

      Balas
    • Juli 18, 2019 pada 8:53 pm
      Permalink

      Saya sangat kagum sekali dengan kreatifitas di Kampung Jambangan itu, yah karena kan Kampung itu bisa mengurangi pencemaran di Surabaya, apa lagi di kampung itu bisa mengolah 5 sampai 6 ton sampah setiap hari dengan bantuan hewan lalat. Warga sekitar juga pasti memiliki penghasilan juga. Kegiatan seperti ini harus banget di kembangkan di manapun juga.
      Najwa Aulia Andin
      SMPN 37 Surabaya

      Balas
  • Juli 18, 2019 pada 10:20 am
    Permalink

    Wow luar biasa sehari bisa menampung dan mengolah 6 ton sampah. Kontribusi yang diberikan untuk lingkungan betul-betul patut dicontoh.

    Balas
    • Juli 19, 2019 pada 1:39 pm
      Permalink

      SANGAT MENGINSPIRASI!!
      Pemilahan sampah sangat memudahkan dalam pengolahan sampah selanjutnya.

      Namun pengurangan dalam menghasilkan sampah harus tetap disosialisasikan kepada seluruh lapisan masyarakat.

      Tetap semangat menjaga kebersihan!

      TRI AZIZAH
      SDN TAMBAKSARI III/ 159 SURABAYA

      Balas
  • Juli 18, 2019 pada 10:23 am
    Permalink

    Ternyata sampah mampu menjadi salah satu potensi untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat jika mampu mengelolanya dengan baik. Tapi tetap saja tidak semua sampah mampu diolah di PDU jambangan, artinya tetap harus ada upaya untuk mengurangi sampah dari setiap individu.

    Balas
  • Juli 18, 2019 pada 10:29 am
    Permalink

    Popok menjadi salah satu penyumbang sampah yang sulit diolah. Namun pemakaian popok saat ini sudah menjadi gaya hidup masyarakat era modern dan hal ini tentu menjadi masalah lingkungan. Hemmm…

    Balas
  • Juli 18, 2019 pada 5:54 pm
    Permalink

    Pusat Daur Ulang (PDU) Jambangan sangat bagus karena merupakan salah satu upaya mengurangi volume sampah. Kampung jambangan ini setiap harinya menampung sampah sekitar enam ton dari 25-30 gerobak. Sampah-sampah tersebut dipilah-pilah oleh para tenaga pemilah yang setiap harinya diberi upah 90 ribu rupiah setiap harinya.
    Kita seharusnya juga bisa melakukan apa yang dilakukan Kampung Jambangan. Kegiatan ini juga menguntungkan dan sangat membantu pemerintah kota dalam menangani sampah.

    Balas
  • Juli 18, 2019 pada 6:18 pm
    Permalink

    Salut buat warga pusat daur ulang jambangan. Ternyata sampah yang biasanya dibuang percuma bisa diolah menjadi benda yang bermanfaat dan mempunyai nilai ekonomi tinggi yang bisa menambah income warga.

    Balas
  • Juli 18, 2019 pada 6:27 pm
    Permalink

    Pusat Daur Ulang (PDU) jambangan bagus dan hebat. PDU Jambangan salah satu upaya untuk membantu mengurangi volume sampah yang dikirimkan ke Tempat Pengolahan Sampah (TPA) akhir Benowo. PDU Jambangan ini hebat setiap harinya dapat menampung sampah yang beratnya sekitar 6 ton. PDU Jambangan memiliki tenaga pemilah yang memiliki tugas yang berbeda-beda. Para tenaga juga di bayar. Upaya ini sangat membantu Pemerintah Kota Surabaya dalam menangani sampah. Upaya ini juga dapat kita contoh dan terapkan pada diri kita, sampai lingkungan sekitar tempat tinggal kita.

    Balas
  • Juli 18, 2019 pada 10:01 pm
    Permalink

    Kampung daur ulang jambangan sangat sangat bisa menginspirasi atau sebagai contoh kampung yang bisa mendau ulang sampah sampah menjadi barang yang berguna,semoga kampung jambangan bisa menjadi contoh kampung zerowaste

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 7:12 am
    Permalink

    WOW,, luar biasa

    Pusat Daur Ulang (PDU) Jambangan mampu menunjukkan eksistensinya menjadi Pusat Daur Ulang yang mampu mengurangi volume sampah yang dikirimkan ke tempat pengolahan sampah akhir (TPA) Benowo yang setiap harinya menampung sampah yang beratnya sekitar enam ton yang berasal dari 25 – 30 gerobak sampah.

    Semoga ke depan lebih banyak lagi Pusat Daur Ulang di Surabaya untuk menjadikan Surabaya lebih baik lagi

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 7:34 am
    Permalink

    Tidak menyangka lalat yang selama ini dianggap menjijikan dan menyebar berbagai bibit penyakit, tapi ternyata lalat sangat berperan untuk pelestarian lingkungan

    Balas
    • Juli 19, 2019 pada 6:59 pm
      Permalink

      Nirina az zahra SDN WONOKUSUMO V
      Mari kita galakkan menanam tumbuhan disekitar rumah supaya ada penghijauan disekitar rumah

      Balas
  • Juli 19, 2019 pada 8:07 am
    Permalink

    PDU Sampah di Kelurahan Jambangan Surabaya yang berkapasitas 5-6 ton per hari telah beroperasi sejak 2015. Sebagian sarana dan prasarananya dibangun oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan dana APBN, sisanya oleh APBD Pemkot Surabaya.

    Di PDU Jambangan, para pemilah sampah bekerja tidak secara konvensional, melainkan sudah didukung mesin penggerak dan alat khusus presser untuk mengemas sampah.

    Sukses selalu untuk PDU Jambangan.

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 8:19 am
    Permalink

    Lalat yang selama ini dianggap banyak orang sebagai penyebar bibit penyakit, tetapi ternyata lalat juga berperan penting untuk pelestarian lingkungan.

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 8:20 am
    Permalink

    Pola pemikiran tentang sampah kini telah berubah, bukan lagi yang dikumpulkan, diangkut, lalu dibuang. Kini sampah bernilai ekonomis dan mampu menjadi motor penggerak perekonomian masyarakat.

    Sampah menjadi bernilai bila dikelola dengan bijak dan melibatkan semua elemen masyarakat. Dahulu sampah hanya dikumpul, diangkut, lalu dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), yang akhirnya menumpuk dan berbahaya terhadap lingkungan. Namun kini, komunitas masyarakat peduli sampah terus tumbuh berkembang di berbagai kota dan mampu memanfaatkan sampah melalui prinsip 3R (reduce, reuse, recycle) sehingga memperoleh manfaat ekonomi seperti yang dilakukan di Pusat Daur Ulang Jambangan, Surabaya.

    Selamat dan sukses untuk PDU Jambangan.

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 11:25 am
    Permalink

    Kereeeen bgt Pusat daur ulang jambangan Di kota surabaya ini.. Bisa mengurangi volume sampah yang akan dikirim ke TPA benowo…

    Balas
    • Juli 19, 2019 pada 3:33 pm
      Permalink

      Sukses selalu buat kampung jambangan dalam mengurangi sampah dengan mendaur ulang kembali sehingga dapat menjadi semangat bagi kampung jambangan.

      Balas
  • Juli 19, 2019 pada 11:44 am
    Permalink

    Bagus sekali dan layak untuk ditiru, di setiap kelurahan di seluruh kota Surabaya.
    AMALIA NURIZA DWITAMI
    SDN MARGOREJO I

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 3:31 pm
    Permalink

    Daur ulang di jambangan selalu bikin saya pengen meniru desain baju daur ulangnya…kampung jambangan selalu penuh kreatif buat daur ulang sampah terutama plastik.

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 7:17 pm
    Permalink

    Kampung ini bener” melakukan hal yg sangat baik bagi kehidupan saat ini
    Semoga kedepannya bisa terus dikembangkan ya!

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 7:36 pm
    Permalink

    Sangat bangga dengan kampung jambangan yang mengolah sampah. Kegiatan yang berjasa bagi bumi dan menjaga kelestarian kota👏🖒

    Nama : Vania sabrina
    Alamat :jl. Amir Mahmud IX kav 4
    Sekolah : SMPN 23 SURABAYA
    Akun instagram : @vaniasbrn
    @vvniaaa @herl_official

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *