Sampah Plastik Jajanan Menjadi Tantangan Kampung Pesisir Tambak Wedi

Sampah plastik kemasan makanan ringan dan minuman sekali pakai terus mengancam masyarakat Surabaya. Tidak hanya yang berada di tengah kota, masyarakat di kawasan pesisir Surabaya juga mengalaminya. Adalah anak-anak yang biasa senantiasa menghasilkan sampah plastik kemasan sekali pakai itu setiap harinya.

“Biasanya kalau masalah sampah plastik yang agak susah untuk dicegah adalah anak-anaknya. Mungkin karena di kampung ini memang banyak sekali anak-anak kecil. Anak-anak kalau sudah jajan kadang susah mengontrolnya,”kata Lina, salah satu ibu rumah tangga lainnya di Kampung Tambak WediGang Mawar, kepada Tunas Hijau saat mengunjungi kampung ini, Sabtu (13/7/2019). 

Namun, kondisi kampung itu Nampak selalu bersih. Pasalnya, ibu-ibu dikampung ini rajin membersihkan rumahnya hampir setiap hari. Biasanya saat sore hari menjelang maghrib. “Tidak yang jauh-jauh, hanya sekitaran rumah saja yang dibersihkan. Namun karena dilakukan secara rutin dan  semuanyaikut terlibat untuk membersihkan,sehinggakebersihan disini ya senantiasa terjaga,” kata Uliva, salah satu ibu rumah tangga di Kampung Tambak WediGang Mawar.

Sementara itu, pengolahan sampah organik menjadi kompos dengan menggunakan keranjang takakura dan komposter aerob nampak terus dilakukan di kampung ini. Dari 25 keranjang takakura pemberian PT Pembangkitan Jawa-Bali, lebih dari separuh yang digunakan setiap harinya oleh keluarga penerima. Sedangkan 5 komposter aerob di kampung itu nampak penuh dengan sampah organik.

Affandi, ibu rumah tangga di Kampung Tambak Wedi Gang Mawar yang menjabat sebagai sekretaris RT, mengatakan bahwa ada sekitar 50 kepala keluarga di kampungnya. “Jumlah kepala keluarga di kampungini lebih banyak, namun yang lainnya hanya warga yang ngontrak, kos, maupun yang bukan asli warga sini,“ ujar Affandi.

Penulis: Masyithoh Nur, Jodi Daniel Siringoringo

126 tanggapan untuk “Sampah Plastik Jajanan Menjadi Tantangan Kampung Pesisir Tambak Wedi

  • Juli 15, 2019 pada 3:48 pm
    Permalink

    Kampung Pesisir Tambak Wedi dengan warga yang hebat utamanya dalam menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal . Meski sampah plastik jajanan menjadi ancaman namun semangat untuk menjaga kebersihan terus dijalankan.

    Warga kampung ini ingin Lingkunganya selalu bersih.Pengelolaan sampah organik melalui Takakura yang mereka miliki.
    Terus dan terus semangat buat warga kampung Tambak Wedi Pesisir semoga Tuhan memberkahi kita semua yang peduli dengan lingkungan hidup. click

    Balas
    • Juli 16, 2019 pada 12:29 pm
      Permalink

      Suatu berkah untuk masyarakat tambak Wedi Surabaya bahwa sampah plastik jajanan bisa kita jadikan sebagai perabotan rumah tangga seperti tas,pernak pernik dan di per kenalkan kpd masyarakat inilah sampah’plastik’dan bisa di jual,uangnya bisa untuk kebutuhan sehari-hari

      Balas
      • Juli 17, 2019 pada 7:05 pm
        Permalink

        Plastik sekali pakai adalah tantangan Kita bersama. Yang paling penting Kita lakukan adalah Reduce, reduce, reduce.
        Mengurangi.. point penting dalam mengendalikan sampah plastik.

        Balas
        • Juli 18, 2019 pada 5:09 pm
          Permalink

          Kampung tersebut bagus sekali untuk mengurangi sampah terutama sampah plastik.warga bekerja sama untuk mengolah sampah untuk menjadi barang yang lebih bermanfaat

          Balas
          • Juli 19, 2019 pada 3:55 pm
            Permalink

            Sebaiknya penggunan sampah plastik harus dikurangi dan mengganti dengan kemasan yg mudah di daur ulang agar mengurangi adanya sampah plastik yg berlebihan.

        • Juli 19, 2019 pada 5:04 pm
          Permalink

          Sampah plastik bukan hanya menjadi tantangan bagi warga pesisir …tetapi menjadi tantangan bagi kita semua …bagaimana cara menanggulangi dan mengurangi penggunaan plastik dengan memakai wadah yg bisa dipakai berulang kali dan ramah lingkungan

          Balas
        • Juli 19, 2019 pada 6:59 pm
          Permalink

          Viola Aura Casandra Putri (SDN Tembok Dukuh)
          Kita bisa belajar dari kampung ini. Mari kita Kendalikan sampah plastik bersama

          Balas
      • Juli 18, 2019 pada 7:33 am
        Permalink

        Anak anak memang agak sedikit sulit untuk di edukasi tentang bahaya sampah.Tapi dengan sosialisasi setiap hari dan contoh nyata dalam kegiatan sehari hari,lambat laun anak2 akan sadar dan menjadi terbiasa untuk tidak menghasilkan sampah plastik.
        Pengolahan sampah di kampung pesisir tambak wedi ini sangat bagus karena didukung penuh oleh warganya yg sangat antusias ikut melestarikan lingkungan.
        Galang Satriyo Utomo
        SDN Bubutan IV Surabaya

        Balas
        • Juli 18, 2019 pada 6:59 pm
          Permalink

          Kampung yang menjaga lingkungan tetap bersih dari sampah plastik. Peran serta dan Kerjasama ibu ibu dikampung tambak wedi ini yang patut ditiru karena bisa mengurangi sampah plastik. Dan bisa mengolah sampah organik

          Balas
          • Juli 19, 2019 pada 4:20 pm
            Permalink

            Sampah plastik harus di kurangi supaya lingkungan menjadi bersih
            Eliyasha haura atha dumen 1/424

      • Juli 18, 2019 pada 7:55 pm
        Permalink

        Warga Pesisir Tambak Wedi sangat hebat, Ini patut untuk di contoh oleh masyarakat Surabaya dan sekitarnya karena mereka bisa menjaga lingkungannya tetap bersih meskipun karena plastik yang selalu menjadi tantangan bagi masyarakat indonesia maupun warga indonesia, dan mereka mengolah sampah organik atau sisa sisa makanan mereka olah melalui takakura yang mereka punya. Kita selalu semangat melakukannya tanpa harus di suruh dan kita mampu melakukan Reuce, Reduce, Recycle, itu pun adalah poin penting bagi kebersihan

        Balas
        • Juli 19, 2019 pada 7:56 am
          Permalink

          Sangat bagus, ide yg bagus sekali. Bisa mengurangi sampah plastik. Dan sampah plastik itu dapat di gunakan kembali.

          Balas
    • Juli 19, 2019 pada 3:15 pm
      Permalink

      Sikap warga tambak wedok merupakan sikap warga yg harus ada di seluruh warga indonesia. Meskipun sampah plastik merupakan tantangan bagi warga tambak wedi tapi mereka bisa mengolah kembali menjadi barang yg berguna….
      Nama: Naylah Shafa Saviola
      Asal sekolah: SDN Wonokusumo V/44 Sby
      No. Wa: 082233124168
      Instagram:
      naylahshafasaviola
      fristkarheny

      Balas
    • Juli 19, 2019 pada 8:38 pm
      Permalink

      Pengolahan sampah jajanan plastik sangat lah penting karena bisa mengurangi limbah sampah plastik di tempat tsb. Maka dari itu sebagai langkah penting mengurangi limbah plastik jajanan bisa di olah menjadi kerajinan tangan yg sangat indah serta secara tidak langsung bisa menambah income bagi para pengolah nya.
      Sehingga lingkungan bersih dan rapi dan indah.

      Balas
  • Juli 17, 2019 pada 4:15 pm
    Permalink

    Kerjasama yang terjalin diantara para warga tambak wedi gg Mawar menjadi upaya yang patut dicontoh. Pasalnya tidak mudah mengelola sampah plastik yang sudah menjadi menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari.

    Balas
    • Juli 17, 2019 pada 4:22 pm
      Permalink

      Sama seperti di sekolah kami, saat ini juga sedang berusaha untuk menjadikan lingkungan kami zerowaste. Setiap siswa diwajibkan membawa tumbler dan piring dari rumah supaya ketika membeli jajan tidak menambah sampah plastik.

      Balas
  • Juli 17, 2019 pada 4:28 pm
    Permalink

    Saya juga tinggal di kampung tambak wedi. Teman saya pernah ke sekolah membawa tas dari bahan bungkus kopi. Dan kami satu kelas pernah belajar cara membuat tas dari bahan bungkus kopi. Satu tas bisa membutuhkan bungkus kopi yang banyak sekali. Menurut saya kreativitas memanfaatkan bungkus plastik kemasan jajan atau bungkus kopi seperti yang dilakukan teman saya itu luar biasa. Sangat membantu mengurangi jumlah sampah di lingkungan.

    Balas
    • Juli 19, 2019 pada 10:15 pm
      Permalink

      Yang pertama dari kampung pesisir tambak wedi adalah warganya yg hebat dgn menjaga kebersihan yg diawali diri sendiri.
      Yang kedua meskipun sampah plastik menjadi ancaman namun dgn memilah sampah adalah luar biasa.

      Balas
  • Juli 17, 2019 pada 6:23 pm
    Permalink

    Kampung pesisir di daerah tambak wedi sangat lah peduli dengan lingkungan terutama sampah plastik karena mereka tahu bahwa sampah plastik telah mengancam warga daerah tambak wedi.

    Tetapi karena mereka memiliki semangat demi kebersihan lingkungan, lingkungan mereka tidak menjadi kotor.

    Balas
    • Juli 19, 2019 pada 8:03 pm
      Permalink

      Sampah plastik lebih baik di daur ulang dan dibuat untuk barang barang yang bermanfaat

      Balas
  • Juli 18, 2019 pada 11:22 am
    Permalink

    Kalau tiap warga diwajibkan mengumpulkan sampah2 yg bisa dijual lagi,spt kardus,plastik dsb,adakan Bank sampah yg dikelola swadaya,pasti akan signifikan mengurangi sampah,sebab dari sampah kita bisa dapat uang,pasti akan lebih semangat

    Balas
    • Juli 18, 2019 pada 3:57 pm
      Permalink

      Idenyaa sangat kreatif dan dapat dicontoh oleh orang lain.

      Balas
      • Juli 19, 2019 pada 8:39 am
        Permalink

        Warga pesisir tambak Wedi sangat kreatif karena dapat mengubah sampah menjadi barang yg bermanfaat

        Balas
        • Juli 19, 2019 pada 9:51 pm
          Permalink

          Yang pertama, kampung pesisir tambak wedi adalah warga yg hebat dgn menjaga kebersihan yang diawali dari diri sendiri.
          Yang kedua, meskipun sampah plastik menjadi ancaman namun dengan memilah sampah adalah luar biasa dan adanya pengolahan sampah di kranjang takakura untuk sampah organik

          Balas
      • Juli 19, 2019 pada 7:25 pm
        Permalink

        Nama :Alyssa Zahra salfarizki
        Asal sekolah :SMPN 19 Surabaya

        Balas
  • Juli 18, 2019 pada 12:50 pm
    Permalink

    Kampung tambak wedi gg mawar sangat luar biasa. Kegiatan tersebut harus dicontoh dan patut dilakukan

    Balas
    • Juli 18, 2019 pada 5:38 pm
      Permalink

      Kegiatan pada kampung wedi gg mawar ini Perlu dicontoh bagi masyarakat lain

      Balas
      • Juli 19, 2019 pada 8:04 am
        Permalink

        Ryan Abiyyu Permana
        SMPN 16 Surabaya
        Kampung Pesisir tambak wedi dapat dijadikan contoh bagi kampung lain

        Balas
  • Juli 18, 2019 pada 3:54 pm
    Permalink

    Sungguh tantangan yg berat untuk warga tambak wedi ini. Memang sdh menjadi hal yg patut di revisi.
    I gede ivan as
    Smpn 8 surabaya

    Balas
  • Juli 18, 2019 pada 4:08 pm
    Permalink

    Kita support ibu ibu yang peduli dengan lingkungan sekitar. Juga yang lebih penting seharusnya para pemuda disana harus kreatif dalam mendesign kampung menjadi sedemikian rupa sehingga anak kecil bisa meminimalis pembuangan sampah plastik.

    Balas
    • Juli 18, 2019 pada 6:50 pm
      Permalink

      kampung tambak wedi telah mengolah atau memilah sampah dengan bersih sehingga membuat kampung tersebut terciptanya kenyamanan keindahan dan kebersihan dan maka dari itu kita juga mendukung agar mereka tetap menjaganya dari sampah dimanapun berada

      Balas
  • Juli 18, 2019 pada 4:17 pm
    Permalink

    kampung di daerah tambak wedi sangat luar biasa, sebab sedikit demi sedikit mereka bisa menghilangkan sampah2 kecil maupun besar dengan bekerja sama tersebut mereka juga dapat menghilangkan sampah2nya dengan rapi dan itu patut dicontoh dan ditiru

    Balas
  • Juli 18, 2019 pada 4:19 pm
    Permalink

    kreativitas tanpa batas dengan mengelolah sampah sampah plastik menjadikan beberapa macam hal yang luar biasa

    Balas
  • Juli 18, 2019 pada 4:19 pm
    Permalink

    Suatu keistimewaan untuk kampung tambak wedi meskipun banyak sampah plastik bekas jajanan anak-anak mereka bisa mendaur ulang sampah plastik itu menjadi barang yang berguna dan salut dengan warga-warga nya yang sangat peduli terhadap lingkungan mereka
    INGE FRIDAYANTI LISMAWATI
    SMPN 37 SURABAYA

    Balas
  • Juli 18, 2019 pada 4:32 pm
    Permalink

    Ada baiknya jika sampah plastik tersebut dikumpulkan lalu dipilah dan di daur ulang menjadi barang-barang yang bisa digunakan atau dijual contohnya bisa dijadikan tas dari rangkaian plastik jajanan tersebut.

    Balas
  • Juli 18, 2019 pada 4:37 pm
    Permalink

    Lebih baik sampah plastik tersebut dipilah lalu di daur ulang untuk dijadikan barang barang yang lebih berguna atau untuk dijual .contohnya tas belanjaan yang terbuat dari bekas sampah plastik jajanan

    Balas
    • Juli 19, 2019 pada 9:30 pm
      Permalink

      Yang pertama dari pesisir kampung tambak wedi adalah warganya yang sehat dengan menjaga kebersihan yang di awali dari diri sendiri.
      Yang kedua meskipum sampah plastik menjadi ancaman namun dgn memilah sampah adalah luar biasa dan adanya pengolahan di kranjang takakura untuk sampah organik.

      Balas
  • Juli 18, 2019 pada 4:44 pm
    Permalink

    Kampung pesisir tambak wedi kampung yang peduli lingkungan, warga bekerja sama untuk mengelola sampah sampah tersebut supaya lingkungannya tidak tercemar terutama sampah plastik, dan hasilnya pun sangat bermanfaat untuk warga

    Balas
  • Juli 18, 2019 pada 4:59 pm
    Permalink

    Produksi jajanan dgn kemasan plastik memang semakiin banyak. Tapi dg pengarahan dan pembiasaan dari kecil, membeli makanan dengan menggunakan wadah yg bisa dipakai berulang, masalah ini akan bisa diminimalisir. Perlu kesabaran para ortu diantaranya dengan memberi contoh pada anak-anak.

    Balas
  • Juli 18, 2019 pada 5:31 pm
    Permalink

    Kondisi Kampung Pesisir Tambak Wedi senantiasa tampak bersih. Ibu-ibu di kampung ini selalu membersihkan rumah dan sekitarnya secara rutin. Pengolahan sampah organik menggunakan keranjang takakura dan komposter aerob selalu terus dilakukan. Para warga sangat peduli dengan lingkungan terutama kerja samanya yang sangat mempengaruhi lingkungan sekitar. Kegiatan yang dilaksanakan Kampung Pesisir Tambak Wedi patut sangat patut di contoh.

    Balas
  • Juli 18, 2019 pada 5:54 pm
    Permalink

    Kampung Pesisir Tambak Wedi Gang Mawar, salah satu kampung yang terancam sampah plastik kemasan makanan ringan dan minuman sekali pakai. Meski terancam, kondisi Kampung Tambak Wedi Gang Mawar terlihat bersih, para warga tetap semangat membersihkan rumah dan sekitarnya secara rutin agar kebersihan juga terjaga. Tak hanya membersihkan lingkungan, mereka juga semangat mengolah sampah organik menjadi kompos menggunakan keranjang takakura dan komposter aerob.
    Kampung Pesisir Tambak Wedi Gang Mawar patut dicontoh.
    Tetap semangat untuk warga Kampung Pesisir Tambak Wedi Gang Mawar untuk membersihkan, menjaga lingkungan, mengurangi sampah plastik, dan mengolah sampah organik menjadi kompos.

    Balas
  • Juli 18, 2019 pada 6:00 pm
    Permalink

    Nama: Muh. Fahrezi Erdya Putranta
    Asal sekolah: SMPN 61 Surabaya

    Inilah tantangan berat bagi warga Indonesia, khususnya Surabaya. Ialah Sampah

    Balas
  • Juli 18, 2019 pada 6:01 pm
    Permalink

    Nama: Muh. Fahrezi Erdya Putranta
    Asal sekolah: SMPN 61
    Inilah tantangan berat bagi warga Indonesia, khususnya Surabaya. Ialah Sampah

    Balas
    • Juli 19, 2019 pada 9:42 am
      Permalink

      Salut sama semangat ibu-ibu di kampung Tambak wedi gang mawar untuk menjadikan kampung yang bebas sampah plastik.
      disekolah saya juga sudah mulai bersih sampah plastik.semoga jadi inspirasi buat sekolah saya

      Balas
    • Juli 19, 2019 pada 8:36 pm
      Permalink

      Jagalah kesehatan dan kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya
      Hafifah
      SMP Negeri 5 Surabaya

      Balas
  • Juli 18, 2019 pada 6:23 pm
    Permalink

    Kampung tambak Wedi adalah salah satu contoh kampung yang bersih dan harus di contoh karna dapat mengatasi sampah baik organik maupun non organik,,dan sebagai contoh saya menerapkan 3R yaitu:reuse,reduce,recycle kepada keluarga saya agar dapat mengurangi sampah rumah tangga

    Balas
  • Juli 18, 2019 pada 7:19 pm
    Permalink

    Brilian! Ketekunan warga beserta komitmen dari anak untuk mengurangi jajan, semoga, sangat bermanfaat untuk mengurangi sampah plastik sekali pakai!

    Balas
  • Juli 18, 2019 pada 8:06 pm
    Permalink

    Kreativitas tanpa batas dengan mengelolah sampah plastik menjadikannya sesuatu benda yang luar biasa
    DICKYPUTRA
    SMPN 60 SURABAYA

    Balas
  • Juli 18, 2019 pada 8:40 pm
    Permalink

    Pada kampung seperti ini haruslah dijadikan sebagai aikon atau contoh sebagai kampung yang peduli pada lingkungan sekitar dan haruslah dikenalkan pada masyarakat luas juga pada masyarakatnya yang telah berjasa membuat sebuah kampung yang indah dan nyaman

    Balas
  • Juli 18, 2019 pada 8:41 pm
    Permalink

    Pada kampung seperti ini haruslah dijadikan sebagai aikon atau contoh sebagai kampung yang peduli pada lingkungan sekitar dan haruslah dikenalkan pada masyarakat luas juga berterima kasih pada masyarakatnya yang telah berjasa membuat sebuah kampung yang indah dan nyaman

    Balas
    • Juli 19, 2019 pada 5:30 pm
      Permalink

      Ide nya pintar untuk pengurangan sampah

      Balas
  • Juli 18, 2019 pada 8:45 pm
    Permalink

    Sangat hebat untuk kampung tambak wedi karena telah ikut menjaga kelestarian bumi dengan mengurangi penggunaan sampah plastik, ini bisa menjadi contoh kampung kampung yang lainnya, sangat salut untuk kampung tambak Wedi, dan bila itu bida dilakukan oleh kampung kampung yang lain maka bumi kita dapat terjaga dengan baik sampai ke anak cucu kita.

    Balas
    • Juli 19, 2019 pada 8:17 am
      Permalink

      Kampung yg bisa diteladani bisa dicontoh bagi masyarakat untuk ikutmenjaga kelestarian lingkungan

      Balas
  • Juli 18, 2019 pada 9:25 pm
    Permalink

    Kita semua orang tua maupun
    anak-anak juga harus bisa mencontoh kegiatan yang baik seperti yang dilakukan oleh warga dikampung dengan mencintai lingkungan sekitar,seperti warga tambak wedi gg.mawar yang bisa menjalani tantangan ya semestinya berat bagi orang orang. Tapi warga ini sangatlah semangat dalam menjalani nya, jadi sampah juga jangan terbuang sia-sia bisa dikondisikan,dikelola menjadi barang yang berguna dan mendapatkan keuntungan

    Balas
  • Juli 18, 2019 pada 9:29 pm
    Permalink

    Kita semua orang tua maupun
    anak-anak juga harus bisa mencontoh kegiatan yang baik seperti yang dilakukan oleh warga dikampung dengan mencintai lingkungan sekitar,seperti warga tambak wedi gg.mawar yang bisa menjalani tantangan ya semestinya berat bagi orang orang. Tapi warga ini sangatlah semangat dalam menjalani nya, jadi sampah juga jangan terbuang sia-sia bisa dikondisikan,dikelola menjadi barang yang berguna dan mendapatkan keuntungan
    MELDA TITA NURCANTIKA
    SMPN 60 SURABAYA

    Balas
  • Juli 18, 2019 pada 9:51 pm
    Permalink

    Warga didaerah tambakwedi pun juga menjaga yang namanya kebersihan,dan menambah harga jual barang bekas menjadi uang yang bisa digunakan untuk keprluan sehari hari,

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 7:06 am
    Permalink

    kampung tambak wedih adalah kampung yang selalu bersih dari sampah pelastik . ini patut di contoh oleh warga surabaya .agar kota surabaya selalu bersih .

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 7:53 am
    Permalink

    Sampah plastik dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu/barang yang lebih bermanfaat.

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 7:55 am
    Permalink

    Reyhan smpn 16
    Moralnya bagus,bisa jadi contoh bagi orang lain

    Balas
    • Juli 19, 2019 pada 5:39 pm
      Permalink

      Dapat dijadikan contoh bagi kampung lain karena sampah plastik tidak dapat terurai

      Balas
  • Juli 19, 2019 pada 7:56 am
    Permalink

    Sangat kagum dengan kampung tambak Wedi. Mereka semua bisa sama sama menjaga lingkungan. Jadi pembelajaran juga untuk selalu memakai barang yang dapat di pakai kembali agar kita juga mengurangi jumlah sampah plastik di Indonesia

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 9:20 am
    Permalink

    Ramadhanie Barista Setyonie: Alhamdulillah di tempatku belajar yaitu SDN Rungkut Menanggal 1 sudah bebas sampah plastik, terus semangat ya kendalikan sampah plastik dan hindari pemakaian pembungkus plastik. Semoga pembiasaan dikampung Tambak Wedi dan di sekolahku bisa mengimbas diseluruh kampung dan sekolah di kota Surabaya.

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 9:50 am
    Permalink

    sampah plastik sudah tidak zamannya lagi

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 10:40 am
    Permalink

    sampah plastik sudah tidak layak ditanah yang subur seperti di Indonesia ini

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 11:49 am
    Permalink

    semoga kampung -kampung di surabaya mencontoh kampung tambak wedi sehingga terjaga kebersihan kota surabaya
    nama : sabrina syahla gadis
    asal sekolah :sdn kertajaya

    Balas
    • Juli 19, 2019 pada 1:11 pm
      Permalink

      Cara pengendalian sampah plastik diKampung Pesisir Tambak Wedi patut dicontoh karena warga kampung mempunyai keperdulian terhadap lingkungan sekitar selain itu warga Tambak Wedi juga menggalakkan pengolahan sampah organik dengan menggunakan keranjang takakura dan komposter aerob nampak terus dilakukan di kampung Tambak Wedi hal inilah adalah ide yang sangat baik.

      Balas
  • Juli 19, 2019 pada 11:52 am
    Permalink

    Sungguh hebat ya kepedulian..warga Tambak Wedi
    dalam menjaga lingkungan sekitar..
    Semua hal yang mereka lakukan bertujuan… untuk mengurangi sampah plastik…dengan cara mendaur ulang..menjadi barang 2 yg bermanfaat…
    Saluuuttt…

    Balas
    • Juli 19, 2019 pada 12:58 pm
      Permalink

      Ide yang bagus untuk mengurangi sampah plastik dengan cara didaur ulang. Salut

      Balas
      • Juli 19, 2019 pada 5:52 pm
        Permalink

        Hanya orang bodoh yang membuang sampah sembarangan. orang orang Yang membuang sampah sembarangan ITU TIDAK tahu kalau mereka menghancurkan planet dia tinggalih!!!

        Balas
  • Juli 19, 2019 pada 11:52 am
    Permalink

    Meski sampah plastik jajanan menjadi ancaman namun semangat untuk menjaga kebersihan terus dijalankan.

    Warga kampung ini ingin Lingkunganya selalu bersih.Pengelolaan sampah organik melalui Takakura yang mereka miliki.
    Terus dan terus semangat buat warga kampung Tambak Wedi Pesisir semoga

    Irma Nur Emilia
    SDN Margorejo 1/403

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 12:01 pm
    Permalink

    Keren,,kampung lain perlu meniru kampung tambak wedi agar selalu bersih dan mengolah sampah menjadi barang berharga yg bisa dipakai kembali

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 12:03 pm
    Permalink

    Kampung Pesisir Tambak Wedi dengan warga yang sangat hebat utamanya dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Meskipun sampah-sampah plastik dari jajanan-jajanan menjadi ancaman.Namun,warga kampung pesisir tambak wedi sangat semangat untuk menjaga kebersihan dan tetap terus dilaksanakan

    Balas
    • Juli 19, 2019 pada 1:23 pm
      Permalink

      kegiatan yang dilakukan warga setempat membuat ekonomi pada daerah tersebut meningkat

      Balas
      • Juli 19, 2019 pada 6:53 pm
        Permalink

        Julita Puji Safitri (SDN TEMBOK DUKUH)
        Kita harus mengendalikan sampah plastik, karena sampah plastik sangat bahaya bagi kehidupan

        Balas
    • Juli 19, 2019 pada 2:34 pm
      Permalink

      Warga kampung Tambak Wedi gang Mawar sangat patut untuk dicontoh oleh warga kampung lainnya, karena walaupun disana banyak sekali sampah mereka masih ttp semangat membersihkan sampah tsb

      Warga kampung ini ingin lingkungan nya ttp bersih dan sehat dg cara mengolah sampah organik melalui keranjang takakura dan komposter aerob yang mereka miliki, dan selalu dilakukan.
      Semangat trs untuk warga Kampung Tambak Wedi gang Mawar yg selalu bersemangat menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat.

      Anisa Ayu Dwi Ariyanti
      SMP NEGERI 5 SURABAYA

      Balas
  • Juli 19, 2019 pada 12:16 pm
    Permalink

    Kampung pantai yang busa jadi inspirasi bagi kampung2 di sekitarnya
    Namun sayang warga nya masih kurang grerget
    Semoga ke depannya bisa lebih semangat lagi

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 12:18 pm
    Permalink

    Sampah memang membuat tidak nyaman, karena bau dan kotornya. Gagasan seperti di kampung ini sangat baik, karena bisa menjaga lingkungan tetap bersih dan nyaman. Disamping itu dengan pengolahan sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat, akan menjadikan nilai lebih bagi sampah dan mendatangkan keuntungan secara ekonomis

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 12:39 pm
    Permalink

    Tetap semangat.. Warga kampung Tambak Wedi Gang Mawar…Menjaga lingkungan agar tetap bersih adalah tanggang jawab kita bersama… 🙂👍

    Balas
    • Juli 19, 2019 pada 12:42 pm
      Permalink

      Tetap semangat.. Warga kampung Tambak Wedi Gang Mawar…Menjaga lingkungan agar tetap bersih adalah tanggang jawab kita bersama… 🙂👍

      Balas
      • Juli 19, 2019 pada 1:46 pm
        Permalink

        Kampung tambak wedi sangat bagus pengelolahan sampah nya. Saya sarankan agar terus di tingkatkan pengelolahan sampah nya. Azizah putri wachidah SDN Dukuh menanggal 1/424

        Balas
  • Juli 19, 2019 pada 12:48 pm
    Permalink

    tambak wedi semakin bersih

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 1:03 pm
    Permalink

    Sampah plastik memang sudah lama menjadi musuh bagi kita smeua. kita harus bisa bersama-sama menguranginya dengan cara tidak membuang sampah sembarangan untuk ikut menjaga lingkungan.

    Novia tri anggraeni – SDN AIRLANGGA I/198 SURABAYA

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 1:04 pm
    Permalink

    Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi sampah plastik, yaitu dengan melakukan 3R.
    Anak-anak juga harus mengurangi jajan sembarangan yang terbungkus plastik.

    Almamitha ardanisa putri anwar – SDN AIRLANGGA I/198 SURABAYA

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 1:08 pm
    Permalink

    Benar sekali kalau sampah plastik adalah sampah yang paling banyak aada di sungai atau laut. ketika aku dan teman-teman melakukan aksi bersih-bersih pantai kenjeran , aku menemukan banyak plastik makanan dan jajan.

    mari kita ikut menjaga kebersihan agar lingkungan bersih

    Salzabilla putri faurizka santoso – SDN AIRLANGGA I/198 SURABAYA

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 1:09 pm
    Permalink

    AYO TEMAN-TEMAN IKUT MENJAGA KEBERSIHAN LINGKUNGAN DENGAN MENGURANGI SAMPAH PLASTIK

    Callysta putri nindy rahman – SDN AIRLANGGA I/198 SURABAYA

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 1:11 pm
    Permalink

    Nama: Rezky Eka
    sekolah : SDN kapasari VIII
    Nama IG : rezkyeka17
    Nama IG lain: marianamasita dan enytyass

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 1:11 pm
    Permalink

    sedih adalah ketika mengetahui bahwa salah satu penyebab dari pencemaran lingkungan adalah ulah kita sendiri. namun warga di sekitar sudah sangat hebat, mampu berusaha melakukan pengolahan sampah dengan baik.
    smeoga semangatnya terus terjaga.

    Zabrina tri hapsari Wardani – SDN AIRLANGGA I/198 SURABAYA

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 1:13 pm
    Permalink

    Bergotong-royong dalam membersihkan lingkungan adalah cara yang teppat untuk mengatasi masalah sampah yang menumpuk. Dengan banyak bantuan, maka kebersihan lingkungan dapat terwujud.

    Almira diana Clarissa – SDN AIRLANGGA I/198 SURABAYA

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 1:15 pm
    Permalink

    jangan menyerah untuk terus menjaga lingkungan. meskipun masalah sampah plastik tidak bisa hilang begitu saja, tetapi dengan semangat maka masalah sampah ini akan segera terastasi.

    Aisyah fitri nur rohma-SDN AIRLANGGA I/198 SURABAYA

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 1:16 pm
    Permalink

    Kesadaran warga nya menjaga kebersihan perlu di contoh, yg terpenting kesadaran untuk mengurangi sampah plastik, dan memulai dari diri sendiri
    Aqilah khairina RR
    SDN Dukuh menanggal I

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 1:17 pm
    Permalink

    masalah sampah plastik adalah masalah yang terjadi di mana-mana, namun pasti bisa diselesaikan.
    upaya dari warga kampung wedi merupakan upaya yang terbaik dengan memanfaatkan sampah plastik yang dihasilkan.
    mungkin perlu ada banyak sosialisasi mengenai bahaya sampah plasyik supaya anak-anak tidak menghasilkan sampah.

    Mischa Maheswari Nadine-SDN AIRLANGGA I/198 SURABAYA

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 1:21 pm
    Permalink

    Sampah plastik adalah ancaman bagi bumi. Oleh karena itu manusia dibatasi dlm menggunakan plastik. Plastik2 yg telah kita ciptakan dapat di daur ulang menjadi lrbih bermanfaat oleh karena itu kita cerdas dlm menggunakan plastik

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 1:21 pm
    Permalink

    keren, kampung lain perlu meniru kampung tambak wedi agar selalu bersih dan mengolah sampah menjadi barang berharga yang bisa dipakai kembali

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 1:21 pm
    Permalink

    Kekreativitas warga setempat yang mengubah sampah menjadi kerajinan membuat ekonomi meningkat pada daerah tersebut

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 1:22 pm
    Permalink

    Kampung daerah tambak wedi sangat luar biasa,karena dapat mengolah sampah jajanan menjadi barang yang bermanfaat
    -angel veronica aprilia s
    -smp negeri 2 surabaya

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 1:25 pm
    Permalink

    Sangat patut di contoh !
    Pemanfaatan sampah plastik untuk meningkatkan ‘nilai’ gunanya sangat baik daripada membakar yg ujungnya mencemari udara dan lingkungan.
    Dibutuhkan sinergi yang kuat antar sesama untuk mengurangi bahaya sampah dan mengurangi jumlah sampah.

    TRI AZIZAH
    SDN TAMBAKSARI III/159 SURABAYA

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 2:28 pm
    Permalink

    Warga dan anak-anak sekitar setelah membeli jajan atau makan yang mengandung plastik biasanya membuang sampah sembarangan maka dari itu kampung ini sangat lah penting untuk menjaga kelestarian lingkungan.

    Balas
    • Juli 19, 2019 pada 4:16 pm
      Permalink

      Waaa kampung yang sangat memotivasi

      Balas
  • Juli 19, 2019 pada 3:17 pm
    Permalink

    Semoga hal ini bisa menjadi inovasi bagi warga Indonesia

    Viveria Vlafina R
    SMPN 5 Surabaya

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 3:19 pm
    Permalink

    Zargon kita di sekolah ..
    Kurangi sampah plastik dengan mendaur ulang kembali.sangat bermanfaat

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 4:12 pm
    Permalink

    Artikel yang sangat bagus Dan memotivasi banyak orang

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 4:28 pm
    Permalink

    Salah satu sifat yang harus dicontoh oleh semua masyarakat Surabaya agar lingkungan tetap bersih dan lebih pandai mengolah sampah organik

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 5:08 pm
    Permalink

    Patut di acungi jempol . Karena plastik adalah masalah kita bersama maka kegiatan tersebut bisa di contoh untuk warga2 yg lain.

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 5:09 pm
    Permalink

    Semoga kegiatan seperti ini dapat di tiru oleh masyarakat sekitar. Selain itu membuat kita lebih semangat lgi dlm mengurangi sampah

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 6:01 pm
    Permalink

    Semoga sampah plastik Berkurang 🙂

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 6:18 pm
    Permalink

    Bagus banget kampungnya rajin tpi seharusnya kurangi ajah penggunaan sampah plastiknya

    Nama:Mozza Bryantamada Utomo
    SekolahSMPN 16 Surabaya

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 6:19 pm
    Permalink

    Kegiatan yang patut dicontoh.
    Semoga sampah ditambak wedi semakin berkurang Dan warganya semakin peduli dengan lingkungan.
    Nama: Dinda Maidina
    Asal sekolah: SDN wonokusumo V/44
    No WA: 083854716141
    Akun instagram:DindaMaidina
    Akun instagram:firstkarheny

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 6:56 pm
    Permalink

    Sampah plastik sangat meresahkan masyarakat marilah kita mengurangi penggunaan plastik dari sekarang

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 6:58 pm
    Permalink

    Masalah sampah plastik di daerah pesisir sudah menjadi masalah yang amat besar.karena banyak mencemari lingkungan 😢

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 7:07 pm
    Permalink

    Kerjasama yang terjalin diantara para warga bergotong royong yang memilah sampah plastik yang bisa didaur ulang adalah kegiatan yang patut dicontoh. Pasalnya tidak mudah mengelola sampah plastik yang sudah menjadi menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari.

    Balas

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 7:07 pm
    Permalink

    Viola Aura Casandra Putri (SDN Tembok Dukuh).
    Kegiatan yang patut dicontoh.
    Semoga sampah ditambak wedi semakin berkurang Dan warganya semakin peduli dengan lingkungan.

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 7:08 pm
    Permalink

    Smoga kedepannya kampung pesisir tambak wedi ini lingkungannya bisa bersih

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 7:13 pm
    Permalink

    Julita puji safitri(SDN Tembok dukuh)
    Sampah plastik bukan hanya menjadi tantangan bagi warga pesisir …tetapi menjadi tantangan bagi kita semua …bagaimana cara menanggulangi dan mengurangi penggunaan plastik dengan memakai wadah yg bisa dipakai berulang kali dan ramah lingkungan

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 7:13 pm
    Permalink

    safina
    SDN Pagesangan

    plastik jadi momok dimana saja,seharusnya ada peraturan yang tegas agar menghindari penggunaan plastik

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 7:16 pm
    Permalink

    Julita puji safitri(SDN Tembok dukuh)

    Sama seperti di sekolah kami, saat ini juga sedang berusaha untuk menjadikan lingkungan kami zerowaste. Setiap siswa diwajibkan membawa tumbler dan piring dari rumah supaya ketika membeli jajan tidak menambah sampah plastik.

    Balas
    • Juli 19, 2019 pada 8:06 pm
      Permalink

      Saya sangat mengapresiasi warga kampung tersebut,karena bisa mengolah sampah dengan baik..semoga bisa dicontoh oleh daerah daerah lain
      Alyssa Zahra salfarizki
      SMPN 19 surabaya

      Balas
      • Juli 19, 2019 pada 9:12 pm
        Permalink

        Kegiatan yang patut dicontoh. Saya turut senang kampung tersebut dapat mengelola sampah secara maksimal

        Balas
  • Juli 19, 2019 pada 7:34 pm
    Permalink

    Nama : Alyssa Zahra salfarizki
    Asal sekolah : SMPN 19 surabaya
    No wa : 087759203145
    Instagram : @_alyssahidayatullah
    @ricaintanf
    @zrackx

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 7:40 pm
    Permalink

    Sampah plastik sangat meresahkan masyarakat, terutama ekosistem laut
    Nama: laila nikmatus zahra
    Sekolah: smpn 23 surabaya
    Akun instagram : izza.raina
    : zastore.izza

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 8:07 pm
    Permalink

    Bagus sekali…
    Hal ini juga diakukan di sekolah sy yg dikenal dg istilah “semut” atau sejenak memungut. Jadi kgiatan ini dilakukan 5mnit sblm pelajaran dimulai. Smoga semua daerah di sby bis mengikuti jejak warga tmbak wedi ini

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 8:42 pm
    Permalink

    Kita harus menjaga lingkungan agar tetap sehat, kita harus tetap menjaga lingkungan kita.
    Hafifah
    SMP Negeri 5 Surabaya

    Balas
  • Juli 19, 2019 pada 9:13 pm
    Permalink

    Kegiatan yang patut dicontoh. Saya turut senang kampung tersebut dapat mengelola sampah secara maksimal

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *