Banyak Biji Berkecambah pada Hari Kedua

Lomba Hidroponik SD Surabaya 2019 telah dimulai sejak 1 Agustus kemarin. Umumnya tim hidroponik sekolah memanfaatkan hari pertama perlombaan itu untuk menyemai biji tanaman sayuran hidroponik.

Banyak juga tim hidroponik SD Surabaya yang langsung memanfaatkan hari pertama lomba ini untuk sekaligus melakukan edukasi kepada warga sekolah. Diantara yang melakukan edukasi kepada warga sekolah adalah SDN Kendangsari III.

Sementara itu, biji tanaman sayuran yang telah disemai pada hari pertama, Kamis (1/8/2019) banyak yang didapati sudah pecah oleh tim hidroponik sekolah pada hari kedua, Jumat (2/8/2019). Diantaranya didapati oleh tim SDN Kapasari VIII, SDN Simolawang KIP dan SDN Pacarkembang I.

Aksi penjemuran, atau pemindahan penyemaian ke tempat yang mendapatkan sinar matahari langsung banyak dilakukan. “Banyak biji tanaman yang pada hari kedua didapati sudah pecah. Ini bebarti sudah waktunya dijemur seperti yang sudah banyak dilakukan oleh tim hidroponik sekolah,” kata Aktivis Senior Tunas Hijau Bram Azzaino.

Tim hidroponik SDN Pacarkembang I Surabaya memindahkan biji tanaman sayuran yang sudah berkecambah ke Tampa yang mendapatkan sinar matahari langsung

Bram juga mengingatkan bahwa penjemuran biji yang sudah pecah tidak perlu dibatasi. “Setelah dijemur, biji yang sudah pecah atau berkecambah tidak perlu dimasukkan ke tempat teduh atau gelap lagi,” kata Bram Azzaino, koordinator Lomba Hidroponik SD Surabaya 2019.

Rockwool dengan biji yang sudah berkecambah juga perlu dipastikan tidak dalam kering. “Pastikan rockwool tetap basah. Lebih baik lagi bila bak penampung semaian hidroponik digenangi air. Harus basah. Tidak perlu diberi nutrisi dulu sampai keluar daun sejati atau daun keempat,” ujar Bram Azzaino.

Penulis: Mochamad Zamroni  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *