Banyak Media Promosi dan Esai Proyek Keren Dibuat oleh Calon Pangeran & Puteri Lingkungan 2019

Lebih dari 500 orang siswa SD dan SMP se Surabaya sibuk membuat media promosi proyek lingkungan hidup yang mereka lakukan, Sabtu (10/8/2019) di Taman Flora Bratang Surabaya. 

Mereka adalah peserta seleksi I Penganugerahan Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2019 yang diselenggarakan oleh Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya, serta didukung PT Dharma Lautan Utama, Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya dan Berita Anak Surabaya

Ada dua media promosi proyek lingkungan hidup yang bisa mereka buat, yaitu poster atau mading. Namun, realisasinya, dari dua jenis media promosi yang ditetapkan panitia itu, beragam bentuk media promosi berhasil diwujudkan. Bentuknya juga tidak hanya 2 dimensi, melainkan juga 3 dimensi.

Alya Luthfitasari, peserta dari SMPN 15 Surabaya, memilih membuat mading sebagai media promosi proyek lingkungan hidupnya. “Proyek saya mengenai pengolahan sampah dengan 3 R atau Reduce, Reuse, Recycle. Dengan mading ini, saya lebih bisa menjelaskan kepada masyarakat cara mengolah sampah secara tuntas,” kata Alya Luthfitasari.

Anindra Felicia, peserta dari SDN Kaliasin I Surabaya memilih membuat mading 3 dimensi sebagai media promosi proyek hidroponiknya. “Dengan masing ini orang awam bisa mengerti bahan yang dibutuhkan untuk memulai budidaya tanaman sayuran dengan cara hidroponik,” ujar Anindra. 

Peserta dari SD Cita Hati Surabaya dengan media promosi mading yang menjelaskan proyek pemanfaatan kulit buah naga untuk olahan makanan

Aktivis Senior Tunas Hijau Bram Azzaino, salah satu juri seleksi I ini, mengatakan bahwa media promosi yang dibuat peserta sangat beragam. “Jenis proyek lingkungan mereka juga sangat beragam dan lebih berbobot dari tahun sebelumnya. Semoga bisa lebih efektif berkontribusi untuk perbaikan lingkungan hidup sekitar,” tutur Bram Azzaino.

Esai bertema “Proyek Lingkunganku, Masa Depan Bumiku” yang menjadi penugasan lain pada seleksi I di tempat sama juga banyak menghasilkan karya luar biasa. “Banyak peserta yang menyiapkan khusus esai mengenai proyek lingkungan hidup ini,” jelas Cahyo Lintang, juri dari Hubungan Internasional Universitas Brawijaya Malang.

Beragam vlog (video blog) keren mengenai proyek lingkungan hidup yang dibuat peserta seleksi I. Vlog itu mereka unggah pada akun Instagram masing-masing. “Dari vlog yang dibuat di Taman Flora Bratang itu nampak bahwa umumnya peserta memiliki kemampuan komunikasi lebih dari rata-rata anak seusianya,” terang Jodi Daniel, juri dari Hubungan Internasional Universitas Brawijaya Malang.

Penulis: Jodi Daniel

Penyunting: Mochamad Zamroni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *