Hidroponik SDK Santa Theresia I, Giat Pencegahan Perubahan Iklim

Semakin bertambah jumlah manusia, maka semakin besar tantangan yang akan dihadapi oleh para petani untuk bisa memberi makan di bumi ini. Perubahan iklim yang juga mengiringi dan makin parah tiap harinya juga memperburuk tekanan terhadap kebutuhan pangan. 

Mengenai pangan, secara global, masyarakat dunia sedang menghadapi tantangan besar dalam hal ketahanan pangan. “Ketahanan pangan itu, merupakan upaya yang paling penting untuk memastikan ketersediaan bahanpangan bagi seluruh umat manusia agar dapat makanan,” kata Cahyo Lintang.

Penjelasan Cahyo Lintang, mahasiswa magang Tunas Hijau dari Jurusan Hubungan Internasional Universitas Brawijaya Malang, itu disampaikan saat pembinaan lingkungan hidup bersama mobil edukasi lingkungan hidup keliling Eco Mobile PJB di SDK Santa Theresia I Surabaya, Selasa (27/8/2019).

Menurutnya, ada daerah yang makin panasdan kemarau terjadi sepanjang tahun.Namun, adajuga daerah yang hujan terus sepanjang tahun. “Pertanian konvensional bisa jadi makin tidak efisien, maka bercocok tanamhidroponik terus diperkenalkankepadapara pelajar sekolah dasarSurabaya,” tutur Cahyo.

Di SDK SantaTheresia I Surabaya ini, program hidroponik sudah cukup baik.Para siswa yang tergabung dalamtim hidroponik SDK Santa Theresia I sudah bisa memberikan penjelasan. “Kak, hidroponik itu ada kata hidro-nya.Berarti media tanamnya menggunakan air,” kata Michael, anggota divisi perawatan tim hidroponikSDKSanta TheresiaI. 

Meskipun terdengar seperti hal yang rumit, namun bercocok tanam dengan media airini ternyata sudah dilakukan sejak lama. “Sejarah mencatat, masyarakat Aztec diAmerika Tengah telah melakukan hidroponik sejak tahun 2200 sebelum Masehi. Sebagai pengganti tanah, air yang dipakai diberikan nutrisi dan vitamin pengganti nutrisi dalam tanah,” terang Cahyo.

Meskipun tidak menggunakan tanah, hidroponik ditumbuhkan secara artifisial. Seperti yang ada di SDK Santa TheresiaI, mereka bisa menggunakan lahan seluas 4×6 meter, namun bisa menumbuhkan lebih dari 90 tanaman. 

“Kalau di negara-negara empat musim, biasanya tanaman hidroponik mesti menggunakan lampu penerangan tambahansebagai pengganti sinar matahari.Agartanaman yang dirawat bisa tumbuh kapanpun,” jelas Cahyo Lintang. Untungnya Surabaya terpapar panas dan cahaya matahari lebih dari 5 jam tiap harinya, jadi tanaman hidroponik kalian harusnya tumbuh sehat,” papar Cahyo. 

Negara-negara dengan empat musim mengupayakan tanaman sayuran dan buah bisa terus ada sepanjang tahun.Dengan demikian itu menjadi alasan utama bagi mereka untuk mengembangkan hidroponik. Penggunaan lampu pengganti matahari diperlukan agar bisa membantu proses fotosintesis dari tanaman.

Meskipun hidroponik adalah salah satu alternatif pertanian pada masa depan, ketelitian dalam penanaman dan proses perawatan tetaplah diperlukan. Proses hidroponik itu kompleks, butuh ketelatenan dan presisi. Proses penanaman membutuhkan banyak nutrisi tambahan. 

“Untuk setiap harinya, kamimemantau kadar nutrisi yang ada di air tanaman. Kadar nutrisinya harus sesuai kadar,” kata Felicia, anggota tim hidroponikSDK SantaTheresiaI. Sama seperti di luar negeri, biaya besar penanaman hidroponik digunakan untuk pemantauan dan perawatan nutrisi bagi tiap jenis tanaman hidroponik.

Penulis: Cahyo Lintang

Penyunting: Mochamad Zamroni

Satu tanggapan untuk “Hidroponik SDK Santa Theresia I, Giat Pencegahan Perubahan Iklim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *