Qurban Ramah Lingkungan Masjid Al Akbar Surabaya

Masjid Al Akbar Surabaya menerapkan konsep qurban syar’i, higienis dan ramah lingkungan pada pelaksanaan Idul Adha 1440 Hijriyah ini. Konsep qurban syar’i dan higienis direalisasikan dengan supervisi Dinas Peternakan Provinsi Jatim dan Fakultas Kedokteran Hewan Unair terhadap hewan qurban yang akan disembelih.

Pelaksanaan qurban Idul Adha yang sebelumnya identik dengan banyaknya penggunaan kantong plastik sekali pakai untuk wadah daging yang dibagikan, juga tidak lagi nampak di masjid nasional yang berlokasi di Jalan Masjid Al Akbar Timur nomor 1, Pagesangan, Surabaya ini.

Sebagai ganti dari kantong plastik (kresek) itu, di masjid ini digunakan wadah dari besek bambu. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa penggunaan besek bambu untuk pengemasan daging qurban yang akan dibagikan sebagai bentuk ikhtiar mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

“Tidak hanya ramah lingkungan, penggunaan besek ini diprediksi akan bisa menggerakkan UKM (usaha kecil menengah) di Jawa Timur tahun depan untuk produksi dalam jumlah lebih besar,” kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Humas Masjid Al Akbar Surabaya Helmy Noor menjelaskan bahwa qurban ramah lingkungan juga diterapkan dengan mengolah kotoran hewan menjadi pupuk. “Jeroan dicuci dan diolah setengah matang. Kami juga tidak membiarkan ada limbah dari pelaksanaan qurban yang dibuang ke sungai,” ujar Helmy Noor.

Penulis: Mochamad Zamroni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *