Surabaya Diverifikasi Tim Kemenkes sebagai Kota Sehat Nasional 2019

Tim verifikasi lapangan Kota Sehat Surabaya dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengunjungi Kota Surabaya hari ini, Selasa (3/8/2019). Mereka Anita Gultom dan Trisno Subarkah tim juri, Selasa (3/8/2019). Selama dua hari tim juri Kemenkes akan melakukan visitasi banyak tempat Surabaya. 

“Kunjungan lapangan di Surabaya ini terkait dengan verifikasi penghargaan Kota Sehat Nasional untuk tingkatan Swasti Saba Wistara pengembangan bagi Kota Surabaya,” kata Ketua Forum Kota Sehat Surabaya Oedoyo Soedirham, Ph.D

Dijelaskan oleh Oedoyo bahwa sebelumnya Kota Surabaya sudah mendapatkan penghargaan Swasti Saba Padapa,  Swasti Saba Wiwerda dan Swasti Saba Wistara untuk Kota Sehat yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan. 

Diantara tempat yang akan diverifikasi lapangan oleh Anita Gultom dan Trisno Subarkah adalah Pasar Soponyono, SDN Kandangan I, SDK Santa Maria, Sekolah Santa Clara, TK At Taqwa, TPA Benowo, Taman Korea, Taman Paliatif, Taman Flora, Taman Lansia, dan Kampung Safety Riding Kelurahan Wiyung.

Tim juri didampingi Forum Kota Sehat Surabaya mendapat penjelasan dari Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya Irvan saat di Surabaya Intelligent Transport System (SITS) di lantai 2 Terminal Bratang Surabaya

“Selain itu kami juga menyiapkan lokus verifikasi lapangan lain yaitu kantor Kelurahan Margorejo, kantor Kecamatan Wonocolo, Tiara Handicraft, Posyandu Melati Benowo, kampung hidroponik Wonocolo, Plaza Marina, Sonokembang Catering dan Stasiun Gubeng,” tambah Mochamad Zamroni, sekretaris merangkap anggota Forum Kota Sehat Surabaya.

Penyiapan lokus kunjungan lapangan ini sudah dilakukan sejak dua tahun lalu. “Forum Kota Sehat Surabaya melakukan pembinaan berkelanjutan bersama organisasi perangkat daerah Pemkot Surabaya terhadap banyak lokus termasuk yang akhirnya diputuskan untuk dikunjungi pada dua hari verifikasi lapangan ini,” ujar Lulut Sri Yuliani, anggota Forum Kota Sehat Surabaya.

Di SDK Santa Maria Surabaya, Sekolah Adiwiyata Mandiri yang pada tahun 2018 mendapatkan penghargaan dari Walikota Surabaya sebagai Sekolah Zero Waste, tim juri Kementerian Kesehatan mengaku sangat kagum dengan pengendalian sampah yang dihasilkan.

“SDK Santa Maria Surabaya keren dalam upaya mengendalikan sampahnya. Termasuk juga aturan bekal makanan minuman dari rumah yang harus menggunakan wadah berulang kali pakai plus harus buatan mama,” ujar Anita Gultom.

Di Sekolah Santa Clara, pemanfaatan atap gedung lantai 4 menjadi kebun atap atau roof garden menuai pujian. Pemanfaatan kebun atap di Sekolah Santa Clara bahkan juga untuk rumah jamur, dan kultur jaringan atau pengembangbiakan tanaman anggrek.

Verifikasi lapangan yang dilakukan oleh tim kementerian kesehatan terkait dengan 8 tatanan kota sehat yang direalisasikan di Kota Surabaya. Tatanan itu adalah kawasan permukiman, sarana dan prasarana umum; kawasan sarana lalu lintas tertib dan pelayanan transportasi; kawasan hutan sehat; kawasan industri dan perkantoran sehat; kawasan pariwisata sehat; ketahanan pangan dan gizi; kehidupan masyarakat sehat dan mandiri; dan kehidupan sosial sehat. 

Penulis: Mochamad Zamroni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *