Fatih Abdul Aziz, Direktur Surabaya Eco School 2019

Pemuda ini sangat erat dengan program Surabaya Eco School yang diselenggarakan oleh Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya sejak tahun 2012 hingga tahun 2019 ini. Peran yang dia mainkan pada penyelenggaraan Surabaya Eco School juga beragam. Dialah Fatih Abdul Aziz, direktur Surabaya Eco School 2019.

Pada penyelenggaraan tahun 2012, tahun kedua Surabaya Eco School, aktivis Tunas Hijau ini berperan sebagai siswa anggota kader lingkungan hidup SMAN 14 Surabaya. Sekolah ini termasuk sekolah yang selalu aktif dengan Surabaya Eco School saat SMA/SMK dalam pengelolaan Pemerintah Kota Surabaya.

Pada penyelenggaraan tahun 2013, tahun ketiga Surabaya Eco School, Fatih berperan sebagai ketua tim lingkungan hidup SMAN 14 Surabaya. Saat kelas 12, pada penyelenggaraan Surabaya Eco School 2014, Fatih terus aktif mendampingi adik kelasnya di SMAN 14 untuk aktif Surabaya Eco School.

Pada Surabaya Eco School 2014 itu, Fatih Abdul Aziz terpilih sebagai peraih penghargaan Eco Student (Senior) of the Year 2014. “Alhamdulillah saya juga lolos menjadi peserta kunjungan belajar ke Australia Barat tahun 2015 dalam rangkaian Surabaya Eco School 2014,” kata Fatih Abdul Aziz, yang kini sedang menyelesaikan sebagai mahasiswa jurusan PPKN tingkat akhir Universitas Negeri Surabaya.

Fatih Abdul Aziz saat menjelaskan Surabaya Eco School 2019 di depan seluruh kepala SD dan SMP negeri se-Surabaya dan perwakilan SD/SMP swasta

Setelah lulus SMA, dia juga kerap terlibat dalam pembinaan lingkungan hidup di sekolah-sekolah Surabaya. Lomba lingkungan hidup dalam rangkaian Surabaya Eco School  juga kerap dia ikuti. Dia juga tidak jarang menjadi pemandu acara resmi dalam skala besar dalam rangkaian kegiatan Surabaya Eco School. Fatih juga pernah mendapat tugas sebagai direktur Surabaya Eco School 2016.

Pada penyelenggaraan Surabaya Eco School 2019 ini, Fatih berharap lebih. “Surabaya Eco School 2019 merupakan ikhtiar bersama masyarakat Kota Surabaya, melalui sekolah, untuk mengurangi produksi sampah. Plus mengajak keluarga,” kata Fatih Abdul Aziz.

“InsyaAllah amal jama’i kalau setiap sekolah melakukan gerakan zero waste dengan ikhlas sepenuh tenaga,” ujarnya. Amal jama’i, yang dimaksud pemuda kelahiran 13 Oktober 1995 ini, adalah amal yang dilakukan secara berjamaah atau yang diatur dalam sebuah kelembagaan (tanzhim). 

“Kalau satu orang yang bergerak mengolah sampah, maka dampaknya kurang terlihat. Namun kalau dilakukan bersama, seperti melalui Surabaya Eco School, maka dampaknya akan terlihat luar biasa,” terang Fatih Abdul Aziz. 

Misalnya, kalau sekolah minimal mampu menampung sedikitnya 50 liter jelantah, maka akan ada 15.000 liter jelantah yang mampu tertampung dengan adanya 300 sekolah SD/SMP di Kota Surabaya. 

Penulis: Mochamad Zamroni

9 tanggapan untuk “Fatih Abdul Aziz, Direktur Surabaya Eco School 2019

  • Oktober 19, 2019 pada 08:16
    Permalink

    Mau tanya, itu bagi waktunya gimana ya kak fatih sebagai mahasiswa tingkat akhir dan direktur SES 2019 ? Bisa bagi tipsnya

    Balas
    • Oktober 19, 2019 pada 17:59
      Permalink

      Selamat kepada mas fatih yg selalu gigih membina lingkungan khususnya di kota Surabaya sangat menginspirasi smg sukses selalu

      Balas
  • Oktober 19, 2019 pada 08:28
    Permalink

    Tetap semangat …kak Fatih, semoga akan mendapatkan hasil yang lebih baik.

    Balas
    • Oktober 19, 2019 pada 08:53
      Permalink

      Selamat buat Mas Fatih Abdul Azis sebagai direktur Surabaya Eco School (SES) 2019 dari Tunas Hijau Indonesia, saya berharap dengan mas fatih sebagai direktur, akan membawa dampak dan perubahan besar tidak hanya bagi siswa sekolah saja tapi juga bagi masyarakat Surabaya terutama dalam pelestarian dan kecintaan pada lingkungan hidup kita dan tentunya Tunas Hijau Indonesia makin berkibar. Oleh karena itu saya berharap program ini terus dipertahankan jangan sampai vakum bahkan bubar maka perlulah pemerintah, dan semua pihak ikut peduli, mendukung, dan membantu pada program ini agar tetap ada. SES 2019 perlu dipertahankan karena SES 2019 sejalan dengan program sekolah dalam meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan hidup sekolah kami. Semangat yang ditunjukkan oleh kader-kader lingkungan hidup yang disebut tim pokja SES 2019 SDN BUBUTAN 4 Surabaya, berbuah manis, dalam jiwa mereka sudah tertanam rasa kepedulian dan rasa cinta akan lingkungan hidupnya sejak dini. Terima kasih (mas Imam Subroto presiden eco SDN BUBUTAN 4 SBY Tahun 2019)

      Balas
  • Oktober 19, 2019 pada 08:31
    Permalink

    Cinta Lingkungan memang berasal dari lubuk hati yg paling dalam…Mas Fatih memang punya modal itu dan berkembang dg baik krn dia bisa memilih teman, orang orang sekitar yang juga mendukung…sehingga ada yg ada di dati, pemikiran sinergi dg apa yang dlakukan…GOOD ACTION..GOOD ON….THAT”S OK ..YOU ARE AWESOME…FATIH

    Balas
  • Oktober 19, 2019 pada 08:36
    Permalink

    Tetesan air, yang lama dan terus menerus menetes, akan mengikis kerasnya batu. Sekecil apapun usaha kita untuk bumi ini, pasti akan ada dampaknya. Mari kita berikan dampak yang baik kepada alam ini.

    Balas
  • Oktober 19, 2019 pada 10:08
    Permalink

    Cinta lingkungan

    Balas
  • Oktober 19, 2019 pada 18:20
    Permalink

    Surabaya Eco School mantul (mantap betul).Diusianya yang ke- 9 tahun ini Semoga Surabaya Eco School 2019 semakin oke. Zero Waste terus inilah temanya.

    Apalagi dengan presiden yang masih muda belia. Dengan semangat yang luar biasa , dengan visi kedepan yang oke dibidang lingkungan hidup itulah Mas Fatih Abduk Aziz.

    Tetap semangat ya Mas Fatih, kami siap untuk mendukung program Surabaya Eco School 2019 Saling menyemangati dalam nenjalankan aksi mulia dibidang lingkungan hidup.

    Dengan berbasis keluarga semoga Surabaya Eco School 2019 bisa mencapai visi dan misibya. Lingkungan menjadi semakin berkualitas

    Good Job buat Mas Fatih Abdul Aziz , sukses untuk Surabaya Eco School , sukses untuk kita semua

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *