Sekolah Pendatang Siap Berkiprah pada Surabaya Eco School 2019

Hari ketiga Workshop Surabaya Eco School 2019 digelar untuk SMP dan MTs swasta wilayah Surabaya barat, Rabu (9/10/2019) di SMPN 26 Surabaya. “Berbeda dengan pelaksanaan workshop hari pertama dan kedua yang diikuti sekolah dengan banyak program lingkungan hidup, sekolah peserta workshop pada hari ketiga ini diikuti oleh pendatang baru dalam program lingkungan hidup,” kata Nunis Indah, aktivis Tunas Hijau.

Namun, peserta workshop ini terlihat antusias ketika Bram Azzaino, aktivis senior Tunas Hijau, menyampaikan beragam permasalahan lingkungan hidup di sekitar dan global. Para peserta nampak semakin tercengang ketika paparan materi terkait bencana lingkungan yang diakibatkan oleh sampah plastik. “Lautan yang seyogyanya menjadi rumah bagi biota laut sekarang disulap menjadi neraka di dalam air bagi penghuninya,” ujar Bram Azzaino.

Siswa peserta Workshop Surabaya Eco School 2019 hari ketiga menjelaskan permasalahan lingkungan hidup di sekolah

Sekolah perserta workshop hari ketiga ini mengaku memiliki inspirasi untuk memulai kegiatan aksi peduli lingkungan setelah sesi kunjungan lapangan SMPN 26 Surabaya. Guru dan siswa peserta workshop sangat antusias ketika dinamika kelompok dibentuk untuk merumuskan permasalahan lingkungan yang terdapat di sekolah serta solusi paling relevan yang mungkin direalisasikan oleh sekolah.

Peserta dibagi dalam 4 kelompok, yaitu 2 kelompok siswa dan 2 kelompok guru dan semuanya berbeda sekolah. Mereka selanjutnya berdiskusi. “Guru membahas kebijakan kalau siswa berbicara mengenai aksi nyata. Dengan begitu terdapat banyak problematika sesuai kondisi sekolah masing-masing,” ungkap Fatih Abdul Aziz, aktivis Tunas Hijau  dan direktur Surabaya Eco School 2019.

Problem lingkungan pada sekolah pendatang baru sangat kompleks. Hal ini dibuktikan dengan belum adanya program peduli lingkungan hidup yang berjalan. Namun antusiasme guru dan siswa sangat luar biasa untuk memulai program lingkungan dari nol.

Guru memaparkan kebijakan sekolah yang bisa dibuat untuk membantu permasalahan lingkungan hidup di sekolah

“Sederhananya kami akan mencoba edukasi kepada sekolah untuk menerapkan sekolah zero waste dengan gerakan membawa tempat minum sendiri dan menyediakan gallon isi ulang dikelas,”ungkap salah satu guru peserta dari SMPIT Usman bin Affan Surabaya.

Lebih lanjut, Fatih Abdul Aziz menjelaskan bahwa memulai zero waste sangat sederhana. Bisa dimulai dengan penerapan larangan penggunaan sedotan plastik selama sepekan. Hasil dari penerapan larangan harus diekspose kepada warga sekolah.

Setelahnya, kebijakan bisa berlanjut dengan keharusan menggunakan gelas minum berulang kali pakai di kantin. Begitu selanjutnya hingga tidak ada lagi penggunaan kemasan non organik makanan/minuman sekali pakai di sekolah. 

Bagaimana dengan upaya pengelolaan lingkungan hidup di sekolahmu?

Penulis: Fatih Abdul Aziz

87 tanggapan untuk “Sekolah Pendatang Siap Berkiprah pada Surabaya Eco School 2019

  • Oktober 10, 2019 pada 07:59
    Permalink

    Lanjutkan terus Surabaya Eco School 2019. Kurangi sampah plastik terus.

    Balas
    • Oktober 10, 2019 pada 08:18
      Permalink

      Mengajak siswa dalam kelompok kelompok untuk memilah sampah dan mengajak mereka menyetorkan sampah pada Bank Sampah perumahan sekitar sehingga menghasilkan uang.
      Uang yang terkumpul digunakan untuk membeli tanaman buah dan di tanam di halaman sekolah. Menjadi tantangan dan kenangan tersendiri bagi siswa

      Balas
      • Oktober 10, 2019 pada 09:28
        Permalink

        Siap ajak siawa peduli lingkungan seperti mas2 tunas hijau.

        Balas
        • Oktober 10, 2019 pada 09:29
          Permalink

          Siap ajak anak2 peduli lingkungan seperti mas mas tunas hijau

          SDN SIMOMULYO VIII/497

          Balas
        • Oktober 10, 2019 pada 16:35
          Permalink

          Semangat …mengajak siswa peduli lingkungan dengan mengurangi sampah terutama sampah plastik dan menghijaukan sekolah

          Balas
    • Oktober 10, 2019 pada 08:18
      Permalink

      Zero Waste harus didukung oleh semua pihak dan saya sangat mendukung semua kegiatan bertemakan Go green. Insha Allah sekolah kami sedang bertumbuh dan bisa menjadi EcoSchool !!! Semangaaatt 🙂

      SDI Al Mizan Surabaya

      Balas
      • Oktober 10, 2019 pada 08:35
        Permalink

        SDN Manukan kulon 6 siap melaksanakan kegiatan Eco School yaitu membawa tempat makan dan minum sendirT

        Balas
    • Oktober 10, 2019 pada 08:24
      Permalink

      SDN Balasklumprik I siap mensukseskan program Surabaya bebas sampah plastik dengan cara membawa tambler tempat makan dan minum setiap hari. Hal serupa juga diwajibkan bagi warga kantin agar tidak
      menggunakan bungkus atau tempat makan dari plastik.Sukses Surabaya Eco Shool.

      Balas
  • Oktober 10, 2019 pada 08:00
    Permalink

    Salam bumi…
    Dengan semakin banyaknya sekolah baru dan pembina baru yang ikut workshop SES, maka upaya menciptakan Surabaya sebagai kota bebas sampah plastik akan semakin terwujud.
    Semangat….sambut SES 5019

    Balas
    • Oktober 10, 2019 pada 08:16
      Permalink

      Kegiatan ini positif utk sekolah kami SDN Putat Jaya 3 krn kami tau semakin lama kami tidak membuat aksi eco maka akan samakin lama pula sekolah kami tertinggal utk berperan serta menyelamatkan bumi.

      Balas
      • Oktober 10, 2019 pada 08:38
        Permalink

        Kami warga sekolah SDN pakis 3 / 370 siap melaksanakan program zero waste

        Balas
    • Oktober 10, 2019 pada 08:17
      Permalink

      Salam bumi.
      Semangat untuk Kota Surabaya menuju bebas sampah plastik.
      Semangat!!!!!!
      SDN KEDUNGDORO 1

      Balas
  • Oktober 10, 2019 pada 08:01
    Permalink

    Kami selalu mendukung dengan adanya lingkungan bebas plastik, memang semua diawali dari anak didik kita dan sebagai pendidik memberi contoh
    Di SDN Banjarsugihan 1 telah ada pembiasaan tiap anak selalu membawa tumbler

    Balas
  • Oktober 10, 2019 pada 08:02
    Permalink

    Siap dukung Surabaya bebas sampah
    Siap dukung wajib bawa Tumbler n tempat makan

    Balas
  • Oktober 10, 2019 pada 08:02
    Permalink

    Iin Endah Widyawati, SDN Tembok Dukuh
    Aksi nyata dengan memberi contoh kepada anak akan lebih ampuh masuk ke ruang pikir anak.
    Di mulai dari kebiasaan guru untuk mengurangi sampah plastik dengan membawa tempat makan dan minun yang digunakan berulangkali.
    Semangat zero waste adalah salah satu contoh pendidikan karakter bagi anak untuk mencintai dan bisa menjaga lingkungan.

    Balas
    • Oktober 10, 2019 pada 08:44
      Permalink

      SDN. Pakis VIII Surabaya sudah melaksanakan program Eco School dengan cara tidak menggunakan plastik sama sekali di kantin sekolah, kantin sekolah kami menggunakan daun pisang untuk pembungkus makanan. Sedangkan siswa-siswi SDN. Pakis VIII sudah terbiasa untuk membawa tumbler dan tempat makan sendiri. Program zero waste dengan cara pengurangan penggunaan samapah plastik ini sudah berjalan dengan baik di sekolah kami. Semoga dengan pembiasaan penggurangan penggunaan sampah plastik yang sudah ada di SDN. Pakis VIII dapat mereka terapkan juga dikeseharian mereka.
      Selain itu SDN. Pakis VIII juga sudah mulai membuat pupuk kompos yang terbuat dari dedaunan kering yang berasal dari pepohonan disekitar lingkungan sekolah kami.
      Salam Zero Waste, Kendalikan Sampah Plastik. Surabaya Pasti Bisa!!!

      Balas
    • Oktober 10, 2019 pada 12:21
      Permalink

      Assalamualaikum
      Salam bumi hijau lestari…..
      Bagi SDN Sememi II Surabaya tahun ini adalah tahun kedua mengikuti kegiatan Surabaya Ecoschool. Tahun kemarin kami belum maksimal dlm menjalankan program 2nya. Insya Allah tahun ini dengan bertambahnya sekolah baru dan para pembina SES akan menambah semangat kami dalam utk lebih melanjutkan dan merelisasikn program2 SES…. Pokoke…Zero Waste teruslah….Bravo Surabaya Eco School 2019🌱🌻🌼🌷😍

      Balas
    • Oktober 11, 2019 pada 20:31
      Permalink

      Alhamdulillah dan luar biasa jika banyak sekolah yang peduli lingkungan. Sekolah pendatang apalagi. Jika banyak sekolah yang terlibat dalam pengelolaan lingkungan hidup. Ini sangat berpengaruh dalam pelestarian lingkungan hidup. Semangat untuk semua peserta Surabaya Eco School 2019. Good Job. Semoga Tuhan meridhoi

      Balas
  • Oktober 10, 2019 pada 08:02
    Permalink

    SDN Kapasari V ikut berpartisipasi dalam mensukseskan SES 2019 dengan penggunaan tumbler dan meminimalisir sampah plastik

    Balas
    • Oktober 10, 2019 pada 08:11
      Permalink

      Sdn romokalisari siap mensukseskan Eco school

      Balas
    • Oktober 10, 2019 pada 08:22
      Permalink

      SDN Lidah Kulon III/ 466 surabaya
      Sudah ikut berpartisipasi ikut serta SES
      Dengan membiasakan anak.anak membawa bekal,tumbler dan ada nya isi ulang dikelas.Ini berlaku buat seluruh wrg sekolah guru pun membawa bekal.

      Pembiasaan kararter anak harus d dbiasakan sejak dini.
      Sehinga membekas dan tertanaam d masing” siswa.
      Zero waste ok…ok….

      Balas
    • Oktober 10, 2019 pada 08:25
      Permalink

      Zerowast hrs di dukung smua warga sekolah dan harus berkelanjutan….

      Balas
  • Oktober 10, 2019 pada 08:03
    Permalink

    Luar biasa program yang cinta lingkungan

    Balas
  • Oktober 10, 2019 pada 08:05
    Permalink

    Dengan penuh semangat saya datang untuk mengikuti Workshop SES dan sangat mendukung kegiatan Tunas Hijau. Surabayaku oke

    Balas
    • Oktober 10, 2019 pada 08:28
      Permalink

      Dengan adanya kegiatan ecoschool ini dapat memberikan motivasi kepada kami untuk lebih meningkatkan lagi kegiatan zero waste dengan membiasakan membawa tumbler.
      SDN TEMBOK DUKUH III/85 SURABAYA

      Balas
  • Oktober 10, 2019 pada 08:05
    Permalink

    SDN Simomulyo V/102. Oleh Nafis Samsul. “Sampah non organik/plastik menjadi tantangan utama di sekolah kami. Upaya yang akan dilakukqn sekolah adalah mengendalikan sampah dimulai dari kantin sekolah dan kelas. Upaya tersebut untuk meminimalisir sampah plastik di sekolah. Selain itu mengajak siswa untuk mengolahnya menjadi barang berguna seperti ecobrik. Selain itu siswa diajak untuk mengolah sampah organik dengan membuat kompos sederhana dari daun kering. Itulah tadi upaya kami pengendalian sampah organik dan non organik”.

    Balas
  • Oktober 10, 2019 pada 08:06
    Permalink

    Mantap segera ada tindak lanjut semua insan untuk menyelamatkan lingkungan.

    Balas
  • Oktober 10, 2019 pada 08:06
    Permalink

    Saya sangat mendukung sekali adanya Gerakan Zero Waste. …karena dengan adanya gerakan ini maka Seluruh warga sekolah diajak berperan aktif untuk meminimalisir adanya sampah non organik ..yang pada akhirnya siswa dapat menerapkan perilaku tersebut di lingkungan keluarga dan Masyarakat ..

    Balas
  • Oktober 10, 2019 pada 08:06
    Permalink

    Wah hebat utk zero waste ini. Di sekolah saya SD Kristen Petra 1, siswa dihimbau untuk membawa perlengkapan makan sendiri. Apabila ada yang tidak membawa, bisa membeli makan di kantin namun tetap dihimbau untuk tidak dibungkus plastik mika. Siswa tetap membawa kotak makan kosong untuk diisikan, atau dapat membawa piring kantin lalu dikembalikan lagi ke tempat semula.

    Balas
    • Oktober 10, 2019 pada 08:17
      Permalink

      Pelan tapi pasti jika semua pihak berkomitmen dan bergerak untuk selalu melakukan gerakan Zero Waste.
      Maka tidak ada kata tidak mungkin.

      Surabaya Bersih.
      Surabaya Bisa.
      Indonesia Bisa.
      Salam Zero Waste.

      Balas
  • Oktober 10, 2019 pada 08:06
    Permalink

    Sekolah saya anak _ anak membawa minum atau bekla daru rumah.sehingga kemasan air mineral tidak terlalu banyak.Tetapi anak _ anak masih banyakbyang minum dengan kemasan air di plastik dengan memakai sedotan.

    Balas
  • Oktober 10, 2019 pada 08:06
    Permalink

    Sangat mengedukasi sekali, terutama bagi anak-anak generasi millenial yg wajib menyelamatkan lingkungan alam sekitarnya.

    Balas
  • Oktober 10, 2019 pada 08:06
    Permalink

    Alhamdulillah
    SDN PUTAT JAYA II juga telah melaksanakan Eco_school yg zero waste.
    Anak-anak juga dianjurkan untuk membawa tumbler dari rumah. dan kantin kami pun bebas plastik.
    Setiap hari Jumat anak-anak memilah sampah organik atau non organik
    Yg mempunyai nilai jual bisa kami packing dan hasilnya bisa bermanfaat untuk kegiatan LH SDN PUTAT JAYA II
    Hari ini pun kami melaksanakan workshop eco school dari tunas hijau
    Semakin menambah wawasan kami untuk menyelamatkan lingkungan.

    Balas
    • Oktober 10, 2019 pada 08:13
      Permalink

      SDN PETEMON XII…telah melaksanakan eco school anak anak telah membawa kotak makan dan tempat minum sendiri…kantinpun d anjurkan agar tdk memakai plastik…harapan kami kegiatan eco school ini dpt berlanjut terus agar dpt mengurangi sampah plastik…anak anakpun dpt hidup dgn sehat…sehat bumi kita

      Balas
    • Oktober 10, 2019 pada 08:13
      Permalink

      Sangat baik… Kegiatan memilah sampah akan memudahkan dalam pengolahan nya… Untuk pupuk misalnya.. Atau didaur ulang… Kegiatan ini perlu dikerjakan secara serentak sehingga hasilnya memuaskan …Suroboyo Bersih Rek… (SDN Dukuh Kupang V/534 Surabaya)

      Balas
  • Oktober 10, 2019 pada 08:07
    Permalink

    Saya pribadi sangat setuju dengan pernyataan di atas. Memulai kebiasaan zerowaste sangat sederhana. Dilakukan pelan-pelan mulai dari bulanan, mingguan hingga setiap hari. Salah satunya membiasakan siswa maupun guru dan karyawan untuk selalu membawa tumbler dan tepak makan ke sekolah. Seperti yang sudah dipaparkan di atas, di SDN BABATAN IV sudah melakukan pembiasaan dengan sebutan TEMAN BATMAN (Tepak makan dan tumbler babatan 4 nol sampah plastik). Seperti yang dilakukan pada pernyataan di atas akan mnyediakan galon di tiap kelas dan mngurangi penggunaan gelas dan sedotan plastik sekali pakai, hal tersebut adalah salah satu pembiasaan sederhana untuk menciptkan sekolah zerowaste..

    Balas
  • Oktober 10, 2019 pada 08:07
    Permalink

    InsyaaAllah setelah workshop ini sy dan semua warga sekolah akan lebih meningkatkan program ecoschool khususnya dlm memerangi sampah plastik yg selama ini masih belum maksimal,karena sempat terhenti untuk pemilahan sampah basah dan kering sebab terkendala pembangunan sekolah

    Balas
  • Oktober 10, 2019 pada 08:07
    Permalink

    SDN Banjarsugihan II / 117 Surabaya Dengan penuh semangat saya datang untuk mengikuti Workshop SES dan sangat mendukung kegiatan Tunas Hijau. Surabayaku oke

    Balas
  • Oktober 10, 2019 pada 08:07
    Permalink

    Semoga program Surabaya Eco School ini semakin membudaya,, tak hanya di sekolah tetapi juga di setiap keluarga masyarakat kota Surabaya,, terutama upaya pengurangan sampah plastik.. SES 2019.. ZERO WASTE TERUS..!!!

    (Dian Sofamarita, SDN Pradah Kalikendal I)

    Balas
  • Oktober 10, 2019 pada 08:07
    Permalink

    Pengurangan Sampah Plastik di SDN Dukuh Kupang 3 sudah mulai dilaksanakan meskipun belum maksimal. Di kantin² sekolahpun sudah mulai mengurangi jajanan/snack yg menggunakan kantong plastik. Anak² sudah diwajibkan membawa tumbler sendiri,namun masih ada beberapa siswa yg tidak membawa tumbler. Tetapi hal tersebut tidak menjadi masalah besar buat kami,karena di kantin sekolah juga di sediakan gelas² dan tempat makan untuk anak² membeli makanan dan minuman.

    Yang belum berjalan di sekolah kami adalah pengolahan sampah organik untuk diolah menjadi kompos. Semoga dengan adanya SES 2019 sedikit demi sedikit program pengolahan sampah dapat terealisasi.

    Balas
  • Oktober 10, 2019 pada 08:08
    Permalink

    TUGAS KE-2: Review
    Isu-isu mengenai zero waste memang sangat penting untuk disebarluaskan karena menyangkut kelestarian bumi kita. Di SDN BUBUTAN II/70 sudah dilakukan upaya zero waste, guru dan siswa harus membawa tumbler dan kotak makan sendiri-sendiri, kantin tidak menyediakan makanan-makanan/minuman berbungkus plastik sekali pakai.
    Jika ada sampah kertas dan plastik maka akan dikumpulkan dan dijual ke tukang loak, jika berupa karton akan didaur ulang menjadi kotak-kotak cantik tempat meletakkan buku atau sepatu.

    Balas
  • Oktober 10, 2019 pada 08:08
    Permalink

    Menurut saya dng adanya eco school ini sangat bagus skali krn melatih ank2 utk peduli lingkungan trutama pd zaman skrg terkadang ank2 suka acuh terhadap lingkungan contoh stlh mereka membuang smpah di sembarangan tmpt..klo di skolah saya pengolahan sampah hny ank2 buang smpah di tmpt lalu smpahnya di angkut oleh tukang sampah

    Balas
  • Oktober 10, 2019 pada 08:08
    Permalink

    Program yg bagus dan perlu diupayakan penerapannya disekolah-sekolah.sy akan memulai dari siswa sendiri disekolah,untuk kegiatan-kegiatan peduli lingkungan apalagi dibuku tema jg diajarkan.(SDN.Kedungdoro II/307)

    Balas
  • Oktober 10, 2019 pada 08:09
    Permalink

    Sekolah Kami SDN Bibis 113 sudah menerapkan Zero waste dg cara mengurangi sampah plastik, tdk menggunakan air kemasan , tdk menggunakan sedotan.
    Siswa setiap hari membawa Tumbler dan bekal dari rumah sehingga mengurangi sampah.
    Sekolah kami melakukan pembiasaan makan pagi / sarapan setiap hari , siswa di wajibkan membawa bekal dan tumbler .

    Balas
    • Oktober 10, 2019 pada 08:18
      Permalink

      Sekolah kami ( SDN Kandangan II/620) sudah menerapkan Zero Waste dengan cara menghimbau siswa untuk membawa Tumbler guna mengurangi sampah plastik. Selain itu kami beserta siswa juga melakukan beberapa program dalam pengolahan sampah organik untuk terus melestarikan lingkungan agar segera terwujud Surabaya yg bersih dr sampah..

      Balas
  • Oktober 10, 2019 pada 08:09
    Permalink

    Komentar saya dgn judul Upaya Menciptakan Peduli Lingkungan Hidup Sekolah yang Bersih dan Zero Waste terus Oleh : Imam Subroto, ketua SES 2019 SDN BUBUTAN 4 SBY
    “Program Surabaya Eco School (SES) 2018 dari Tunas Hijau Indonesia membawa dampak dan perubahan besar tidak hanya bagi siswa sekolah saja tapi juga bagi masyarakat Surabaya terutama dalam pelestarian dan kecintaan pada lingkungan hidup kita. Oleh karena itu saya berharap program ini terus dipertahankan jangan sampai vakum bahkan bubar maka perlulah pemerintah, dan semua pihak ikut peduli, mendukung, dan membantu pada program ini agar tetap ada. SES perlu dipertahankan karena SES sejalan dengan program sekolah dalam meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan hidup sekolah kami. Semangat yang ditunjukkan oleh kader-kader lingkungan hidup yang disebut tim eco school SDN BUBUTAN 4, layak diacungi dua jempol, biopori dan komposter semakin banyak terisi sampah organik dan semakin banyak pula pupuk kompos yang dipanen, grebek pasar semakin semarak, siaran radio sekolah selalu on air, operasi semut dan polisi lingkungan semakin digalakkan, konservasi air dengan pemanfaatan limbah air dan air ac dapat menghemat air demi menjaga kelangsungan hidup tumbuhan dan seluruh warga sekolah yang membutuhkan air setiap hari, dan tak kalah penting siswa diwajibkan membawa tumbler (botol air minum isi ulang) dan tepak makan. Dengan menggunakan tumbler kita dapat mencegah 4 sampah botol plastic kemasan air minum perhari oleh karena itu dari sekarang kita harus bisa kendalikan sampah plastik dan mengganti gaya hidup kita dengan kurangi sampah plastic.terim kasih

    Balas
  • Oktober 10, 2019 pada 08:09
    Permalink

    SES, wujud nyata tentang pelestarian lingkungan. Zero Waste mengurangi limbah plastik yang merusak lingkungan. SDN Gadel 2 siap mendukung aktivitas peleatarian lingkungan.

    Balas
  • Oktober 10, 2019 pada 08:09
    Permalink

    Untuk menyelamatkan dan melestarikan lingkungan ,
    Saya setuju dg salah satu cara yg dilakukan dlm upaya zero waste…spt membawa tumbler air minum, kotak makan
    SDN PAKIS V

    Balas
    • Oktober 10, 2019 pada 08:21
      Permalink

      Program Zero Waste bagus sekali untuk menyelamatkan lingkungan, kami dari SDN Banyu Urip VI akan mendukung dengan mengurangi sampah palstik dengan cara memakai Kotak makan dan Tumbler air minum, semangat semangat menuju dunia yang indah dan bersih 😍😀 Tunas Hijau
      SDN Banyu Urip 6

      Balas
    • Oktober 10, 2019 pada 08:26
      Permalink

      Lanjutkan aksi SES 2019 !! Di SDN Putat Jaya I sudah menerapkan aksi zero waste dengan menghimbau siswa untuk selalu menggunakan tumbler dan tempat makan dari rumah sehingga dapat mengurangi sampah plastik. Semangat cintai bumi !!

      Balas
  • Oktober 10, 2019 pada 08:10
    Permalink

    Zero waste selamatkan dunia

    Balas
    • Oktober 10, 2019 pada 08:17
      Permalink

      Kami seluruh warga SDN pakis 3 siap melaksanakan dan terus menjaga zero waste di lingkungan sekolah kami , siap…. Berubah ke zero waste

      Balas
  • Oktober 10, 2019 pada 08:11
    Permalink

    Di SD Junior Activities Centre membawa botol untuk air minum sudah lama dilakukan. Membawa makanan dan botol minum mulai dijalankan ketika anak-anak masih duduk di kelas playgroup dan kindergarten. Dengan membawa tempat makan dan botol minum membawa dampak yang besar, jumlah sampah yang dihasilkan tidak terlalu banyak. Sudah kita ketahui bahwa bahan plastik yang sering kita pakai dan sampah plastik sangat sukar untuk di daur ulang. Mari cintai alam sejak dini demi kehidupan lebih baik bagi kita dan makhluk sekitar.

    Balas
    • Oktober 10, 2019 pada 10:47
      Permalink

      SDN Petemon II/350 siap melaksanakan dan mendukung program Surabaya Eco School dengan melakukan aksi membawa tumbler untuk bekal makan dan minum setiap hari. Kantin sekolah kami juga sudah mendukung program EcoSchool karena sudah zero waste. Selain itu kita juga sudah melaksanakan aksi memilah sampah plastik dan hasil ya nanti bisa kita jual ke bank sampah surabaya. Lanjutkan terus aksi zero waste

      Balas
  • Oktober 10, 2019 pada 08:14
    Permalink

    Alhamdulillah pengelolaan lingkungan hidup di sekolah kami Sdn Kandangan 1 sudah berjalan,namun dengan adanya workshop eco school yang berkelanjutan dapat memotivasi sekolah-sekolah lain dan khususnya SDN Kandangan 1 untuk konsisten mengelola lingkungan hidup di sekolah,semangat semoga sukses

    Balas
    • Oktober 10, 2019 pada 08:40
      Permalink

      Dengan adanya workshop ecoschool ini memotivasi kami untuk meningkatkan lagi kegiatan Zero waste dengan menghimbau anak-anak untuk membawa tumbler dari rumah masing -masing.

      Balas
  • Oktober 10, 2019 pada 08:14
    Permalink

    Guru dan siswa dalam workshop Echo school sangat antusias memilah sampah sehingga mendapat solusi berkurang nya menangani sampah di SDN Banyu Urip 2 Surabaya. Serta menggunakan botol tambler
    Serta tempat makanan.

    Balas
  • Oktober 10, 2019 pada 08:14
    Permalink

    SDN Banjarsugihan II / 117 Surabaya Dengan penuh semangat saya datang untuk mengikuti Workshop SES dan sangat mendukung kegiatan Tunas Hijau. Surabayaku oke.
    Di sekolah saya tiap hari Jum’at diadakan keg. Jum’at bersih diantaranya milah sampah, hidroponik
    ngosek bareng dan tiap kelas sarapan bareng dan bawa tambler sendiri

    Balas
    • Oktober 10, 2019 pada 08:26
      Permalink

      Alhamdulillah melalui kegiatan ini, banyak sekaloah yang akan memulai kegiatan zero waste. salah satunya SDN Sumberejo II sudah memulai untuk zero waste. Dimulai dari siswa membawa Tumbler sendiri, pembiasaan sarapan bersama, dan membuat karya siswa dengan sampah kertas ataupun plastik. Memang tidak mudah untuk melakukan hal ini, tapi jika semua warga sekolah mendukung kegiatan ini maka pasti sekolah kami akan menyukseskan program Surabaya yaitu SES 2019

      Balas
    • Oktober 10, 2019 pada 08:31
      Permalink

      SDN Simomulyo 7 Surabaya
      Saya menghadiri undangan THS ini dengan antusias sekali. Setiap hari Jumat SD kami melakukan kerja bakti untuk kebersihan sekolah yg jauh dr sampah plastik. Dan hari Sabtu membawa bekal dr rumah TdK diperbolehkan dibungkus plastik.

      Balas
  • Oktober 10, 2019 pada 08:15
    Permalink

    Menurut saya, dengan adanya Surabaya Eco school ini sangat baik. Karena dari eco school ini bisa melatih anak-anak untuk peduli terhadap lingkungan sekitar apalagi di lingkungan sekolahnya sendiri dan anak-anak bisa membandingkan mana sampah organik dan non organik sehinga anak-anak Tidak membuang sampah dengan sembarangan dan dari eco school ini bisa memberikan contoh untuk anak-anak di Sd petra 7.

    Balas
  • Oktober 10, 2019 pada 08:15
    Permalink

    SDN Gunungsari 2
    Semangat rek… !!!
    Sampah memang bikin pandangan tak sedap …
    Namun harus ada pengetahuan kepada orang tua … Agar bisa singkron

    Balas
  • Oktober 10, 2019 pada 08:15
    Permalink

    Kami seluruh warga SDN pakis 3 siap melaksanakan dan terus menjaga zero waste di lingkungan sekolah kami , siap…. Berubah ke zero waste

    Balas
  • Oktober 10, 2019 pada 08:16
    Permalink

    Alhamdulillah SDN Petemon in shaa Allah sudah melaksanakan program cinta lingkungan dari Tunas Hijau salah satunya adalah Zero Waste. Dengan cara kantin bersih dari sampah plastik dan siswa wajib membawa tumbler maupun tempat makan untuk wadah bekalnya setiap hari. Teruskan program SES 2019. Selain mengurangi sampah plastik juga bisa menanamkan karakter pada peserta didik di kehidupan sehari-harinya. Terima kasih Tunas Hijau, Semoga ke depannya banyak program yang bisa meningkatkan kualitas peserta didik di Sekolah. Mantap☺👍

    Balas
  • Oktober 10, 2019 pada 08:16
    Permalink

    SDN Kapasari 1 mendukung kegiatan pengurangan sampah plastik. meminimalkan penggunakaan sampah plastik, sudah proses berjalan yaitu dengan cara siswa sudah menggunakan gelas dan piring yang sudah di siapkan dalam kelas. Teruslah berusaha untuk mengurangi sampah plastik…
    Semangat Guru…
    Semangat Siswa…
    Hijaukan sekolah tercinta kita…

    Balas
  • Oktober 10, 2019 pada 08:17
    Permalink

    Alhamdulillah surabaya eco school 2019 dtg lagi semoga tambah baik dan lebih bermanfaat bagi semua. Dengan adanya kegiatan ini di sekolah kami telah terjadi pembiasaan yang luar biasa bagi anak dengan pola hidup tanpa menggunakan sampah plastik . Mulai dari siswa. Guru hingga kantin sekolah alhamdulillah sekolah kami sdh zero waste . Bravo tunashijau..

    Balas
  • Oktober 10, 2019 pada 08:18
    Permalink

    SD Muhammadiyah 12 Surabaya
    Berdasarkan artikel di atas ini adalah program yang bagus untuk dikembangkan. Terus ciptakan Surabaya bebas plastik. Di Sekolah kami pun sudah memulai program bebas plastik dari tahun 2018. Sekolah kerjasama dengan pihak kantin sekolah untuk menjual makanan bebas plastik dan saos, serta pihak sekolah menyiapkan gelas dan tempat makan untuk siswa di setiap kelas. Mari kita mulai dari hal-hal kecil di lingkungan masing-masing. Semangattttt…..

    Balas
  • Oktober 10, 2019 pada 08:19
    Permalink

    Secara pribadi saya sangat setuju, Dan kebetulan sekolah kami sudah mulai menerapkan “aksi nyata siswa” membawa tumbler dan tepak makan
    setiap hari nya ke sekolah. Semoga sekolah SDN Tandes Kidul 1 / 110 mampu mengurangi sampah setiap hari nya,
    Semangat terus ZERO WASTE ❤
    Ciayo Surabaya Eco Green 💪

    Balas
  • Oktober 10, 2019 pada 08:22
    Permalink

    SDN LIDAH WETAN IV. Pengolahan sampah di SD kami masih kerjasama dengan TPA warga /RW.

    Balas
  • Oktober 10, 2019 pada 08:22
    Permalink

    Yuk….. bersama melestarikan lingkungan ,diawali dari sekolah sendiri (SDN Banjarsugihan V/617) siap !!! Dukung zero waste …. Surabaya bebas plastik

    Balas
  • Oktober 10, 2019 pada 08:22
    Permalink

    SDN Dr Sutomo V/327 membiasakan siswa siswinya membawa tumbler dan tempat makan dpt mengurangi sampah plastik dan bisa mendukung kota Surabaya bebas dari sampah plastik serta menjaga keasrihan kota Suabaya sebagai kota terbersih seIndonesia

    Balas
  • Oktober 10, 2019 pada 08:23
    Permalink

    Di SDN Dukuh Pakis upaya zero waste dilakukan dengan memberikan contoh dan membiasakan siswa untuk membawa tempat minum dan membawa bekal sendiri. Sehingga diharapkan dapat mengurangi sampah plastik di sekolah. Untuk upaya pengelolaan sampah dilakukan dengan penyediaan fasilitas tong sampah yang berbeda untuk jenis sampah organik dan anorganik. Seluruh komponen sekolah harus sepakat untuk membuang sampah pada tempatnya dan bersama-sama mengawasi proses pemilahan saat pembuangan sampah.
    Surabayaecoschool keren.

    Balas
  • Oktober 10, 2019 pada 08:24
    Permalink

    Pengolahan sampah disekolah kami SDN SIMOMULYO 3 selama ini masih sebatas kerjasama dengan pengolah sampah warga /RW.
    Padahal penting bagi siswa mengenai bagaimana cara pengolahan sampah yg tepat. Program yang sudah berjalan hanya pemungutan sampah serentak setiap jam tertentu.

    Balas
  • Oktober 10, 2019 pada 08:25
    Permalink

    Sampah yang makin lama makin bertambah harus segera ditanggulangi. Bila tidak, mungkin bumi kita akan dipenuhi oleh sampah. Kesadaran untuk menanggulangi sampah harus di tanamkan sejak masih muda. Namun sebelum mengajarkan anak didik untuk mencintai lingkungan, sekolah harus menjadi role model yang aktif agar menjadi teladan bagi mereka.

    Untuk mendukung lingkungan, sekolah kami mewajibkan anak didik untuk selalu membawa botol minum sendiri serta menyediakan galon isi ulang di sekolah. Selain itu, apabila siswa lupa membawa botol minum, siswa dianjurkan untuk menggunakan gelas yang disediakan di kantin. Sehingga siswa tidak perlu membeli botol plastik sekali pakai. Disamping itu, kami juga membatasi penggunaan tissue di kamar mandi tiap harinya. Lebih jauh lagi, sekolah kami juga menyediakan tempat sampah organik dan non-organik untuk memudahkan proses daur ulang selanjutnya. Dalam proses belajar mengajarpun, anak-anak terbiasa untuk menggunakan used paper, dan mengerjakan proyek dengan menggunakan barang-barang bekas.

    Apabila sekolah telah memberikan yang terbaik untuk menjadi teladan bagi anak-anak, saya percaya, kebiasaan baik yang sama pun akan tertular kepada anak didik kita.

    Balas
  • Oktober 10, 2019 pada 08:27
    Permalink

    SDN Manukan Wetan IV siap mendukung zero waste , siswa telah dihimbau membawa tumbler dan tempat makan sendiri untuk meminimalkan sampah plastik . Mari kita menyelamatkan lingkungan hidup dimulai dari kita!
    Semangat….

    Balas
  • Oktober 10, 2019 pada 08:28
    Permalink

    Kami sangat mendukung program tunashijau tentang peduli lingkungan. Kita mulai dari sekolah anak-anak membawa tempat makan dan minim
    sendiri supaya mengurangi sampah plastik. Lanjutkan….
    Tunashijau mantap 👍👍

    Balas
  • Oktober 10, 2019 pada 08:30
    Permalink

    Pembiasaan zero waste harus dimulai sejak usia dini.
    Dengan pembiasaan warga sekolah membawa tumbler dari rumah,
    sampah plastik dapat diminimalisir penggunaannya.
    Di sekolah kami setiap jumat ada kegiatan memilah
    sampah organik dan non organik.
    Ayo budayakan malu buang sampah sembarangan..!!!
    Ayo selamatkan bumi kita dari sampah plastik… !!!

    Balas
  • Oktober 10, 2019 pada 08:31
    Permalink

    Go…go..go… Surabaya zero waste!! Tunas Hijau – Surabaya Eco school 2019 keren!
    Sekolah kami membiasakan mengolah barang2 bekas.

    Mulai dari yg kecil2. Mulai dari diri sendiri. Mulai sekarang !! Ely -SD MARGIE

    Balas
  • Oktober 10, 2019 pada 08:32
    Permalink

    SDN KEDURUS 3 sdh menerapkan zero waste dgn membiasakan anak2 membawa tumbler dan tempat mkn sendiri dgn begitu bisa menjadi upaya untuk mengurangi sampah plastik

    Balas
  • Oktober 10, 2019 pada 08:36
    Permalink

    SDN. Pakis VIII Surabaya sudah melaksanakan program Eco School dengan cara tidak menggunakan plastik sama sekali di kantin sekolah, kantin sekolah kami menggunakan daun pisang untuk pembungkus makanan. Sedangkan siswa-siswi SDN. Pakis VIII sudah terbiasa untuk membawa tumbler dan tempat makan sendiri. Program zero waste dengan cara pengurangan penggunaan samapah plastik ini sudah berjalan dengan baik di sekolah kami. Semoga dengan pembiasaan penggurangan penggunaan sampah plastik yang sudah ada di SDN. Pakis VIII dapat mereka terapkan juga dikeseharian mereka.
    Selain itu SDN. Pakis VIII juga sudah mulai membuat pupuk kompos yang terbuat dari dedaunan kering yang berasal dari pepohonan disekitar lingkungan sekolah kami.
    Salam Zero Waste, Kendalikan Sampah Plastik. Surabaya Pasti Bisa!!!

    Balas
  • Oktober 10, 2019 pada 08:37
    Permalink

    Salam sehat
    Dengan diadakan workshop SES, maka kita semakin paham, pandai dalam pengolahan sampah dan mengurangi sampah plastik demi menyelamatkan bumi dan masa depan anak-anak kita.

    Balas
  • Oktober 10, 2019 pada 08:40
    Permalink

    menumbuhkan semangat peduli lingkungan dimulai dari hal sederhana, peduli lingkungan telah dilakukan oleh SD Kr. Petra 11. Aksi sederhana dari siswa yaitu membawa bekal dan tumbler dari rumah.

    Balas
  • Oktober 10, 2019 pada 08:42
    Permalink

    Program tunas hijau sangat luar biasa untuk menyelamatkan bumi agar tetap hijau lestasi, sehingga kita wajib mendukungnya, tetapi , sebagai sekolah yang berada di wilayah Surabaya, program ini kami dukung, di sekolah kami SD Khadijah 2 , kami bekerja sama dengan perusahaan air minum Aqua untuk mengisi galon di semua kelas satu minggu sekali, dan anak2 sudah membawa tumbler dan kotak makan kosong untuk membeli makanan dan minuman dikantin sekolah, tapi masih kurang konsisten pelaksanaannya untuk tumbler dan tepak makan, he he he

    Balas
  • Oktober 10, 2019 pada 08:57
    Permalink

    SAMPAH PLASTIKDE are MONSTER of EARTH

    Manusia memang tak bisa menghindar dari menggunakan sampah plastik namun “mengendalikan adalah sebuah keharusan”.

    Plastik dengan manfaat dan bencana yang didatangkannya adalah “sebuah jodoh” yang tak bisa dielakkan.

    Kita bisa menjumpai plastik dimana saja khususnya dikota Surabaya ini. Di jalan, di taman, di kampung, di gang-gang dan ini adalah masalah yang sangat membahayakan bagi kehidupan umat manusia. Yang lebih membahayakan adalah bahwa kita tidak menyadari akan bahaya dari bencana plastik tersebut.

    Kami katakan bahwa plastik adalah monster. Saya bayangkan monsternya seperti monster yang ada di film ULTRAMAN. Dia besar dan bersifat sangat menghancurkan.

    Kitalah yang telah menciptakannya dan kita pulalha yang harus memusnahkan “MONSTER” itu dengan tangan, tenaga dan pikiran kita.

    Monster Plastik ini sudah menguasai daratan, di puncak gunung tertinggi di bumi ini, di lautan bahkan di kedalaman samudera. Harusnya kita yang berkuasa karena kita manusia karena kita pemimpin di Bumi bukan plastik.

    ZERO WASTE adalah solusi yang cerdas yang bisa kita upayakan disekolah.
    Kenapa harus sekolah? Kenapa harus dunia pendidikan yang dituju?

    Bumi ini akan dihuni oleh mereka, generasi sekarang pada masa 50-70 tahun mendatang. Jika kita bisa menanamkan jiwa dan perilaku ZERO WASTE pada anak didik kita sekarang maka kemungkinan mengalahkan MONSTER PLASTIK ini sangat mungkin sekali.

    Dan upaya ZERO WASTE di sekolah kami sudah mengalami peningkatan sangat signifikan. Perlahan tapi ada perubahan. Kami gencar dengan program membawa tepak makan dan tumbler minum. Kegiatan ini menekan produksi sampah yang sangat banyak.

    Selain itu kami juga meluncurkan program BANK DLUANG, dengan sistem managemen sharing economy antara sekolah dan siswa. Siswa untung, sekolah pun untung. Siswa bisa mendapatkan nominal uang dan sekolah pun memperoleh pendapatan untuk kegiatan lingkungan disekolah.

    Dan hal yang sangat positif bagi siswa-siswi kami adalah membangun karakter peduli lingkungan. Bagaimana tidak?? Sebab siswa-siswi kami sekarang berfikir bahwa botol, kardus, jelantah, yang ada dijalan, dirumah maupun ditempat umum bisa mereka jadikan uang dengan menyetorkan ke BANK DLUANG yang ada disekolah.

    Suatu ketika kami bertanya kepada salah satu siswa kami saat dia sedang menyetor kardus dan botol ke Bank Dluang.
    “Dari mana kamu mendapatkan kardus dan botol-botol ini?” Tanya saya.
    “Saya memungutnya ketika kegiatan jalan sehat dikampung. Sampah-sampah ini berserakan di jalan. Dari pada diinjak-injak orang dan terbuang percuma maka saya mengambilnya dan membawanya ke sekolah untuk dijadikan uang”. Kata siswa.

    Inilah yang perlu kita tanamkan, inilah yang perlu kita bangun. Sebab membangun kepedulian dan kesadaran tanpa ada keuntungan bagi mereka mungkin masih terasa sangat berat dan cukup sulit. Maka dengan gagasan mendirikan Bank Dluang ini semoga peserta didik kami bisa melihaat sampah seperti layaknya melihat UANG atau EMAS.

    Ditulis oleh Aeba
    SDN Banyu Urip 3/364 Surabaya

    Balas
  • Oktober 10, 2019 pada 08:59
    Permalink

    H.A. Endang Widayati, SD Santa Maria Surabaya

    Salam Hijau!
    Mari, kita dukung Zero Waste Kota Surabaya!

    Sekolah kami, SD Sanmar, Surabaya sudah menerapkan sekolah bebas plastik sekali pakai.
    Salah satu cara kami, yaitu tidak menyediakan kantin sekolah karena setiap anak termasuk kami para guru membawa bekal makan dan minum menggunakan wadah pakai ulang dari rumah.
    Kegiatan makan bersama (para murid dan guru) di kelas merupakan kegiatan yang menyenangkan bagi anak-anak kami.
    Kegiatan pemilahan sampah organik dan non-organik juga sudah kami lakukan.
    Anak-anak kami mulai dibiasakan untuk membuang sampah sesuai tempatnya.
    Semoga anak-anak kami mampu menerapkan kebiasaan ini di mana pun mereka berada.

    Balas
  • Oktober 10, 2019 pada 08:59
    Permalink

    SDN BABATAN I/456 berupaya mendukung program ECO School. Zero waste, bebas dari sampah merupakan tantangan yg berat , perlu pembiasaan dan pemantauan berkelanjutan untuk mewujudkannya. Di sekolah kami warga sekolah dihimbau membiasakan membuang sampah di tempat sampah, membawa bekal dan tumbler meski belum 100% terlaksana. Sosialisasi ke kantin sudah dilaksanakan. Semoga pembiasaan yang baik dapat menjadi karakter yang baik untuk sekolah.

    Balas
  • Oktober 10, 2019 pada 09:21
    Permalink

    SDN Sukomanunggal III/107 siap menerapkan program eco school 2019 dalam rangka mengurangi sampah plastik agar lingkungan sekolah menjadi indah dan bersih

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *